Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Dr. Mantovanny Tapung: “Fenomena Hiperrealitas vs Pengabdian sebagai Panggilan Hati” Ulasan Bedah Buku: Gigih: Sebuah Catatan Pengabdian, Karya Ir. Boni Hasudungan Siregar

Dr. Mantovanny Tapung: “Fenomena Hiperrealitas vs Pengabdian sebagai Panggilan Hati” Ulasan Bedah Buku: Gigih: Sebuah Catatan Pengabdian, Karya Ir. Boni Hasudungan Siregar

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • visibility 673
  • comment 6 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Detikbernas.com, Borong, 1 Mei 2026 – Puncak kegiatan Expo Pendidikan V Manggarai Timur yang berlangsung di Lapangan Depan Pertamina Borong, Sabtu (1/5/2026), menghadirkan momentum reflektif melalui kegiatan bedah buku bertajuk “Gigih: Sebuah Catatan Pengabdian”, karya Ir. Boni Husadungan Siregar.

Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama expo pendidikan sekaligus bentuk penghargaan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur kepada Pak Boni atas dedikasi dan pengabdiannya selama puluhan tahun bagi masyarakat Manggarai Timur menjelang masa purna tugasnya beberapa bulan mendatang.

Dalam sesi ulasan, Dr. Mantovanny Tapung mengangkat tema “Fenomena Hiperrealitas vs Pengabdian sebagai Panggilan Hati” dengan menyoroti tantangan zaman modern melalui perspektif pemikiran Jean Baudrillard (1929–2007) tentang simulacra—suatu kondisi ketika representasi dianggap lebih nyata daripada kenyataan itu sendiri.

Menurutnya, masyarakat hari ini hidup dalam pusaran hiperrealitas: tampak saling terhubung, tampak harmonis, tampak melayani, tetapi kerap hanya menjadi panggung simbolik yang kehilangan keaslian makna.

“Di tengah budaya pencitraan dan viralitas, kita sering terjebak pada kenyataan semu, di mana sesuatu yang tampak nyata, tetapi kehilangan substansi kemanusiaannya,” ungkap Dr. Mantovanny di hadapan peserta expo. Ia menjelaskan bahwa di era digital, relasi sosial sering kali dikurasi sedemikian rupa untuk terlihat ideal, padahal tidak selalu mencerminkan kehadiran, empati, dan pengabdian yang nyata.

Berangkat dari kerangka itu, Dr. Mantovanny menempatkan sosok Pak Boni sebagai antitesis dari hiperrealitas. Menurutnya, pengabdian Pak Boni tidak dibangun di atas pencitraan, melainkan kerja nyata, kesetiaan panjang, dan pelayanan tulus bagi masyarakat Manggarai Timur.

Sosok birokrat berdarah Batak yang memilih mengabdi di Tanah Congkasae ini dinilai memperlihatkan bahwa kepemimpinan sejati tidak selalu tampil gemerlap, tetapi bekerja dalam diam dan meninggalkan dampak nyata.
Bedah buku ini sekaligus menjadi penghormatan moral bahwa pengabdian sejati bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hati: tentang memilih hadir, melayani, dan memberi makna bagi sesama.

Selain Dr. Mantovanny Tapung, kegiatan bedah buku ini juga menghadirkan Dr. Agustinus Manfred Habur sebagai pembedah lainnya. Acara tersebut dihadiri guru-guru, kepala sekolah, siswa-siswi peserta expo, unsur Forkopimda, serta anggota DPRD Manggarai Timur. Kehadiran berbagai elemen ini memperlihatkan apresiasi kolektif terhadap pengabdian panjang Pak Boni bagi pembangunan daerah, khususnya pelayanan publik dan pendidikan.

Karya: Ir. Boni Husadungan Siregar
Editor: Nardy Jaya

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (6)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekonstruksi Model Kedisiplinan Siswa Terkait Rendahnya Kualitas Lulusan

    Rekonstruksi Model Kedisiplinan Siswa Terkait Rendahnya Kualitas Lulusan

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.207
    • 4Komentar

    Di tengah persaingan global, peserta didik lebih cendrung melakukan hal-hal yang tidak penting dari pada upaya pengembangan kualitas diri. Kecanduan penggunaan hp/gadget di luar batas nalar yang membuat siswa tersebut lupa mendisiplinkan diri. Hal itu dilakukannya dengan tahu dan mau. Dia tahu bahwa sikap tidak disiplin dapat merugikan diri sendiri dan masa depannya, tetapi dia […]

  • 6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.339
    • 4Komentar

    1. Budaya Kasih Raungan serakah di setiap acaraasap angkuh mengepul,arak diteguk hingga mabuk kepayang,kata-kata beradu tajam,tawuran menyapu….wajah tergeletak, berserakanseolah tiada bernilai…. Teguk arak jadi tradisi,komplotan jago berkeliarantiada kata saudara pun keluargaasal pedang amarah mengenai sasar Budaya benci mengakar,pesta jadi ajang pertarungan,mental dan minsed tak maju-maju,hidup pun seperti ilalang Dimanakah gendang nurani ditabuh,adakah kesadaran nalar meraja,kenapa […]

  • Yakub Kareth Sosok Rendah Hati di Balik Jabatan Sekda Papua Barat Daya

    Yakub Kareth: Sosok Rendah Hati di Balik Jabatan Sekda Papua Barat Daya

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 126
    • 3Komentar

    Di tengah hiruk-pikuk dunia birokrasi yang sering dipandang penuh formalitas dan jarak antara pemimpin dengan masyarakat, sosok Yakob Kareth sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya menghadirkan warna yang berbeda. Ia dikenal bukan semata karena jabatan tinggi yang disandangnya, melainkan karena sikap rendah hati yang melekat kuat dalam dirinya. Kerendahan hati itu menjadi ciri khas […]

  • Perjuangan; Seni Menata Masa Depan yang Indah

    Perjuangan; Seni Menata Masa Depan yang Indah

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Hidup adalah perjuangan. Untuk menggapai kesuksesan, kita wajib mengenal keseluruhan diri baik kelebihan maupun keterbatasan. Dalam pengenalan diri, kita diibaratkan sebuah gelas kosong seperti yang telah digagas oleh seorang pemikir, John Locke. Ketika gelas kosong itu diisi dengan air sampai penuh, maka airnya itu akan berguna bagi siapa pun yang membutuhkannya. Demikian hidup ini, ketika […]

  • Petani mengalami gagal panen pisang di Satarmese Barat.

    Dampak Ekonomi Akibat Gagal Panen Pisang di Satarmese Barat

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Indonesia mencapai usia emas pada tahun 2045. Dalam menuju usia emas itu, transformasi ekonomi ditetapkan sebagai pilar utama dalam mewujudkannya. Sektor pertanian berkelanjutan memegang peran penting khususnya di wilayah – wilayah yang kaya akan potensi alam seperti Manggrai, Nusa Tenggara Timur. Transformasi ini tidak hanya bertujuan untuk mencapai kedaulatan pangan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan […]

  • Membangun Rumah Pembelajar

    Membangun Rumah Pembelajar

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 568
    • 0Komentar

    Dunia kerja masa depan tidak lagi memberikan penghargaan hanya pada “apa yang Anda ketahui” (pengetahuan tekstual), melainkan pada “apa yang bisa Anda lakukan dengan pengetahuan tersebut”. Jika rumah hanya menjadi tempat anak beristirahat dari hafalan sekolah, kita sebenarnya sedang menciptakan generasi yang memiliki ijazah tapi kehilangan kompas kehidupan. Membicarakan rumah sebagai pusat belajar adalah upaya […]

expand_less