Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Saat Upacara Bendera di SMKN 1 Satarmese, Pimpinan Serukan Point Penting Ini kepada Guru dan Siswa

Saat Upacara Bendera di SMKN 1 Satarmese, Pimpinan Serukan Point Penting Ini kepada Guru dan Siswa

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • visibility 312
  • comment 19 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Detikbernas.com – Saat upacara Bendera Merah Putih, pimpinan SMKN 1 Satarmese, Fransiskus Jehoda, S.Pd menyampaikan point-point penting terkait perjuangan untuk mencapai kesuksesan. Bahwa kesuksesan itu dimulai dari kesadaran dan perwujudan nilai kedisiplinan, Senin, (11/05/2026).

“Siswa/i yang berdisiplin berarti mereka yang patuh terhadap aturan yang ada di lingkungan sekolah, seperti mengikuti upacara bendera merah putih setiap hari Senin, kegiatan belajar mengajar di kelas (KBM), ekstrakulikuler, organisasi, bersihkan lingkungan dan sebagainya”, katanya.

Konsistensi dan komitmen dalam bersikap disiplin dapat membentuk pola pikir dan hati yang tertata secara menyeluruh sehingga para peserta didik mampu mewujudkan kesuksesan. Selain itu, kesetiaan terhadap hal-hal kecil dan sederhana membuat siswa/i setia terhadap sesuatu yang lebih besar.

“Ketika kalian memiliki komitmen dan konsistensi terhadap hal-hal sederhana, itu akan membentuk mindset dan mentalitas tangguh, kalian akan menjadi anak yang luar biasa, siapa yang setia mengurus hal-hal kecil, sederhana, kepadanya akan diberikan tanggung awab dan kepercayaan yang lebih besar”, ujarnya.

Kepala sekolah mengajak para peserta didik untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan guru dengan cinta yang besar karena semuanya itu ada rancangan, maksud dan tujuan yang mau dicapai yakni menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter dan mandiri.

“Anak-anak sekalian, kalau diberikan tugas dan tanggung jawab oleh guru, laksanakan dengan penuh tanggung jawab, karena hal itu ada rancangan, maksud dan tujuan yang mau dicapai agar kalian menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter dan mandiri”, tegasnya.

Metode Pembelajaran Efektif

Fransiskus menegaskan metode pembelajaran yang efektif kepada para guru seperti metode kontekstual jaman dahulu yakni keras dalam berprinsip, lembut dalam cara. Jaman memang tidak bebas. Hidup ini sangat menantang dan keras karena pelbagai persoalan dan tantangan yang tidak kompromi. Namun setiap pribadi tidak perlu membiasakan gaya hidup dan bermental instan.

Pimpinan mengungkapkan mimpi yang bergelora di dalam hatinya sejak pertama kali sekolah kejuruan itu dibangun di Wae Cepang, desa Terong, kecamatan Satarmese Barat, kabupaten Manggarai, NTT.

“Saya memiliki mimpi yang bergelora sejak sekolah ini didirikan atau dibangun. Lokasi ini sangat keras, penuh dengan bebatuan, maka sekolah ini harus dibangun di atas satu opsesi prestasi. Puji Tuhan, dari tahun ke tahun, ada begitu banyak prestasi yang tercapai, kita berbangga, kalian ikuti arahan, petunjuk, dan nasihat sehingga berprestasi dalam banyak bidang”, ungkapnya.

Penulis: Nasarius Fidin

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Langkah Juang Menuju Terang

    Langkah Juang Menuju Terang

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Setiap pagi, Dela bergegas ke sekolah yang jaraknya hampir lima kilometer. Jalan menuju sekolah bukanlah jalan beraspal, melainkan jalan berbatu dan tanah yang berlumpur. Kadang ia harus menyeberangi sungai kecil dengan jembatan bambu yang rapuh. Meski lelah, Dela selalu membawa buku catatan lusuhnya. Ia tahu, setiap huruf yang ia pelajari adalah batu bata untuk membangun […]

  • Penerimaan Komuni Pertama di paroki Todo Antara Budaya Pesta dan Perayaan Ekaristi terlupakan

    Penerimaan Komuni Pertama di Paroki Todo: Antara Budaya Pesta dan Perayaan Ekaristi terlupakan

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 491
    • 32Komentar

    Todo – Pastor paroki Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo, RD. Urbanus Jatang, Pr menyampaikan perihal perayaan Sakramen Maha Kudus lebih mementingkan pesta pora daripada yang paling esensial. Kemeriahan dekorasi pesta, menu resepsi yang lezat, dan kado-kado terindah menjadi prioritas kerinduan sementara esensi Perayaan Ekaristi dilupakan. “Persoalan yang sering ditemukan adalah orang menomorsatukan pestanya […]

  • Peringatan Lahirnya Pancasila di SMKN 1 Satarmese, Kepala Sekolah Lawan Diri Sendiri dan Rawat Cinta Lintas Batas

    Peringatan Lahirnya Pancasila di SMKN 1 Satarmese, Kepala Sekolah: Lawan Diri Sendiri dan Rawat Cinta Lintas Batas

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.511
    • 2619Komentar

    Wae Cepang, Detikbernas.com – Peringatan hari jadi Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia bukan sekadar rutinitas tahunan atau formalitas upacara bendera semata. SMKN 1 Satarmese menjadikan peringatan hari Pancasila ke-79 itu sebagai momentum pergumulan filosofis yang menantang para guru dan peserta didik untuk membongkar kenyamanan berpikir tentang bagaimana makna substansial Pancasila diwujudkan […]

  • 6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.424
    • 4Komentar

    1. Budaya Kasih Raungan serakah di setiap acaraasap angkuh mengepul,arak diteguk hingga mabuk kepayang,kata-kata beradu tajam,tawuran menyapu….wajah tergeletak, berserakanseolah tiada bernilai…. Teguk arak jadi tradisi,komplotan jago berkeliarantiada kata saudara pun keluargaasal pedang amarah mengenai sasar Budaya benci mengakar,pesta jadi ajang pertarungan,mental dan minsed tak maju-maju,hidup pun seperti ilalang Dimanakah gendang nurani ditabuh,adakah kesadaran nalar meraja,kenapa […]

  • Bahasa yang Menyatukan Jejak

    Bahasa yang Menyatukan Jejak

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 15Komentar

    Matahari di pesisir pantai selatan membakar kulit dengan cara yang berbeda, seolah menyambut Amelia di tanah pengabdian yang baru. Sambil berdiri di depan cermin kecil di kamarnya, yang kini berbalut seragam SMK yang tegak dan kaku, ia mencoba menelan getirnya rindu. Amelia mengikat janji pada dirinya sendiri. Merantau bukan sekadar berpindah tempat, tapi membiarkan mimpi […]

  • Pendidikan: Antara Janji Merdeka dan Realita Yang Terpenjara

    Pendidikan: Antara Janji Merdeka dan Realita Yang Terpenjara

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Merdeka. Kata itu sering ditulis Ki Hajar Dewantara di atas sekolah pertamanya. “Merdekakan manusia”, katanya. Bukan Cuma merdeka dari penjajah, tapi merdeka pikirannya, merdeka batinnya, merdeka jadi diri sendiri. 100 tahun kemudian, kita punya jutaan lebih anak sekolah. Kurikulum merdeka. Kampus merdeka. Guru penggerak. Semua ada kata “merdeka”. Tapi cobalah kita bertanya jujur kepada anak-anak […]

expand_less