Saat Upacara Bendera di SMKN 1 Satarmese, Pimpinan Serukan Point Penting Ini kepada Guru dan Siswa
- account_circle admin
- calendar_month Senin, 11 Mei 2026
- visibility 125
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto saat upacara bendera di SMKN 1 Satarmese, Senin (11/05/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Detikbernas.com – Saat upacara Bendera Merah Putih, pimpinan SMKN 1 Satarmese, Fransiskus Jehoda, S.Pd menyampaikan point-point penting terkait perjuangan untuk mencapai kesuksesan. Bahwa kesuksesan itu dimulai dari kesadaran dan perwujudan nilai kedisiplinan, Senin, (11/05/2026).
“Siswa/i yang berdisiplin berarti mereka yang patuh terhadap aturan yang ada di lingkungan sekolah, seperti mengikuti upacara bendera merah putih setiap hari Senin, kegiatan belajar mengajar di kelas (KBM), ekstrakulikuler, organisasi, bersihkan lingkungan dan sebagainya”, katanya.
Konsistensi dan komitmen dalam bersikap disiplin dapat membentuk pola pikir dan hati yang tertata secara menyeluruh sehingga para peserta didik mampu mewujudkan kesuksesan. Selain itu, kesetiaan terhadap hal-hal kecil dan sederhana membuat siswa/i setia terhadap sesuatu yang lebih besar.
“Ketika kalian memiliki komitmen dan konsistensi terhadap hal-hal sederhana, itu akan membentuk mindset dan mentalitas tangguh, kalian akan menjadi anak yang luar biasa, siapa yang setia mengurus hal-hal kecil, sederhana, kepadanya akan diberikan tanggung awab dan kepercayaan yang lebih besar”, ujarnya.
Kepala sekolah mengajak para peserta didik untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan guru dengan cinta yang besar karena semuanya itu ada rancangan, maksud dan tujuan yang mau dicapai yakni menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter dan mandiri.
“Anak-anak sekalian, kalau diberikan tugas dan tanggung jawab oleh guru, laksanakan dengan penuh tanggung jawab, karena hal itu ada rancangan, maksud dan tujuan yang mau dicapai agar kalian menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter dan mandiri”, tegasnya.
Metode Pembelajaran Efektif
Fransiskus menegaskan metode pembelajaran yang efektif kepada para guru seperti metode kontekstual jaman dahulu yakni keras dalam berprinsip, lembut dalam cara. Jaman memang tidak bebas. Hidup ini sangat menantang dan keras karena pelbagai persoalan dan tantangan yang tidak kompromi. Namun setiap pribadi tidak perlu membiasakan gaya hidup dan bermental instan.
Pimpinan mengungkapkan mimpi yang bergelora di dalam hatinya sejak pertama kali sekolah kejuruan itu dibangun di Wae Cepang, desa Terong, kecamatan Satarmese Barat, kabupaten Manggarai, NTT.
“Saya memiliki mimpi yang bergelora sejak sekolah ini didirikan atau dibangun. Lokasi ini sangat keras, penuh dengan bebatuan, maka sekolah ini harus dibangun di atas satu opsesi prestasi. Puji Tuhan, dari tahun ke tahun, ada begitu banyak prestasi yang tercapai, kita berbangga, kalian ikuti arahan, petunjuk, dan nasihat sehingga berprestasi dalam banyak bidang”, ungkapnya.
Penulis: Nasarius Fidin
Penulis admin
Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Saat ini belum ada komentar