Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » 10 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

10 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

  • account_circle Nasarius Fidin
  • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
  • visibility 1.270
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

  1. Kandas di Sebentang Dungu

Karyamu tak kenal pensiun
keilahian tersembunyi di balik nurani
tubuh kudus tak elok dipandang dunia
sedang Kau Maha dari setiap maha

Langit tunduk di hadapanMu
bumi ramah di dalam kebesaran
iklim menjinak
segalanya menyembahmu
namun dunia tetap tegar hati

Tingkah pongah mengotak atik sadar
ego menggiring rasio hingga benalu
kau kian memeluk dunia malah menjauh
cinta setiaMu dasyat meski entah…

Dunia gemar sesat sesaat
rindu berdiam di Surga
cara hidup bagai neraka
cita kandas di sebentang dungu

  1. Berkorban Karena Cinta

CintaMu luar biasa
melampaui segala yang ada
tak dapat ditampung
bahkan kitab sekalipun

Kau pribadi menembus jaman
ruang waktu tak mampu menghampiri
tak terjangkau semua mahluk
karna Kaulah Allah

Bahasa kehabisan kata
manusia tak mampu bendung cahya
Kau tak terberhingga
dari kekal hingga kekal
namun mau menjadi seperti manusia

KasihMu meriap riap
hingga rela menderita
dimahkota duri, disiksa, diludahi,
disiksa hingga di kayu salib
namun cinta ialah alasan
kau rela berkorban

  1. Kasih Kokoh

Sabda hidup sepanjang waktu,
kasih Allah segala abad,
Roh Kudus jalan hidup
Allah tujuan terakhir

Gemuruh guntur taat
bara panas jadi saksi
berlian cinta bertaburan
Kaulah yang terindah

Roh Kudus meniup
cinta mendunia
juru selamat manusia
hidup menuju kasih sukacita

Allah mengasihi
tidak memerhitung bintik hitam
memulihkan reruntuhan
jadi bangun kasih kokoh

  1. Bintang Permai

Hati ini merindu berlian
tuk diasah belaskasih
biar pijak ini digubah
adonan nalar, rasa, karsa
sajian terindah

Rindu menggebu sedari lama
riap kabut menganak di jalan
momen berbelok dari sudut sukma
tapak tapak terkapar tak berdaya

Mata berkaca pada cermin sunyi
mengoyak kelabu dunia temaram
memungut momen pihak
aku mau segudang ilmu

Rindu bergelut rencana terindah
di atas tratai kembang
mengukir simponi di setiap lembar puisi
jadi bintang permai

  1. Memilin Sutra

Di atas kabut ini kubermenung
menatap cakra kuning
memikir tapak hari depan
mewarnai belacu sutra

Titik minus bagai jeruji
memagari cita cinta
namun hati tak berdaya
selebar cerah terseret di bengawan

Bangkit mendidih di tengah gersang
membuka diri di hadapan kosong
harap berkat turun bag hujan
aku mau mandi berkali kali

Tuhan, aku mau memilin sutra
topi kuning buatanku sendiri
dalam rentang waktu yang pasti
agar senyum ini lengkap

  1. Di Ujung Pena

Suara berbisik di ujung pena
memapar senja yang malang
menelanjangi aib malam
pertanda pagi berjingkrak

Koyak malang di bola pena
membakar emas jadi rupawan
biar tidak ketinggalan jaman
berani ditempa jadi utuh

Kisah sanubari di gerak pena
mengisi halaman demi halaman
tinta juang tak kenal pudar
dunia tahu untaian bijak

Hapus air mata putus asa,
patahkan patah semangat
olah nalar dan iman teguh
berjuang sambil memeluk harap

  1. Lakukan Dengan Cinta Besar

Ingin kau berpijak pada langit
lewati selangit tantang
diamkan kasak kusuk sebibir sumbing
lakukan secuil demi secuil
segunung emas memoles tubuh

Tak usah menumpuk beban
tumpas kebut semalam
sebab raungan situasi tak menentu
siap sedia hadapi pelbagai kemungkinan

Menunggu muluskan nasib buntung
malas isyaratkan hidup malang
akan tahu kau sesal tiada guna
bila emasmu ditelan samudera

Tanam sadar menancap
proses menjadi butuh air mata
membuah mimpi jadi realita
mulai saja,
lakukan dengan cinta besar
dan semangat juang tinggi

  1. Pribadi Inspiratif

Basah basih menelanjangi diri
candaan tak bertuan berujung fatal
kekanak kanakan di mata penilai
kau tak disukai,
diremehkan, direndahkan
kualitas menjulang tak cukup….

Sebaiknya kau menimbun seni
seni mengenal,
seni memahami,
seni berelasi, berkomunikasi
seni merawat kualitas
seni berwibawa
seni mengasihi

Sesungguhnya kau fokus menuju
mengembangkan karunia
mengasah kemampuan
tampil profesional
wujud tanggung jawab
bentuk syukur kepadaNya

Jadilah pribadi inspiratif
menjadi magnet kualitas kasih
biar sukacita bertebaran
kemuliaan Tuhan jadi nyata

  1. Setangguh Sabda

Hidup ini tak cuma hidup
tak sekedar ada seadanya,
berjalanlah tau arah,
berhenti sejenak pada momen dan tempatnya

Jayalah hidup ini,
berpedoman pada Kitab Suci
sabda menjelma dalam ziarahmu
tuk benahi sukma bermuram durjana
dan meretas keluh menggebu

Baca kitab, dengarkan suara lembut
membaca ialah dengarkan Tuhan bersabda
biarkan ribuan butir cinta mengakar
bertunas hingga seperti pepohonan,
berbuah ranum

Berziarah dengan gagah berani
sebentang cinta menyatu jiwa
jangat takut
setangguh sabda membuka jalan
semuanya indah pada waktunya

Oleh: Nasarius Fidin
Penulis adalah penikmat sastra dan penyair senja

  • Penulis: Nasarius Fidin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kita Lulus Sekolah, Tapi Gagal Lulus Jadi Manusia

    Kita Lulus Sekolah, Tapi Gagal Lulus Jadi Manusia

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Kelulusan adalah moment yang dinantikan seseorang pada fase titik terakhir. Dulu waktu upacara, kita semua bangga, senang, dan bahagia. Toga dipakai, ijazah dipegang, orang tuan tepuk tangan meriah. Katanya kita sudah “lulus”. Tapi coba kita amati bersama di sekeliling kita sekarang, beberapa banyak sarjana yang tidak mau antre? Berapa banyak anak mendapat nilai tinggi dengan […]

  • Tinjauan Kritis Hakekat Manusia dan Realitas Pendidikan di Indonesia

    Tinjauan Kritis Hakekat Manusia dan Realitas Pendidikan di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.494
    • 2Komentar

    Di era modern, pendidikan menjadi pergumulan bersama yang wajib diprioritaskan. Pendidikan kontekstual memampukan manusia mengasah dan mengembangkan segala potensi yang dimiliki. Manusia yang berpendidikan mampu merumuskan tujuan, proses dan arah pendidikan serta kehidupan yang diimpikan. Kesadaran ini mendorong pendidik berpikir bijak untuk mendidik peserta didik secara humanis dalam kaitannya dengan kurikulum yang ada. Tulisan ini […]

  • Petani mengalami gagal panen pisang di Satarmese Barat.

    Dampak Ekonomi Akibat Gagal Panen Pisang di Satarmese Barat

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Indonesia mencapai usia emas pada tahun 2045. Dalam menuju usia emas itu, transformasi ekonomi ditetapkan sebagai pilar utama dalam mewujudkannya. Sektor pertanian berkelanjutan memegang peran penting khususnya di wilayah – wilayah yang kaya akan potensi alam seperti Manggrai, Nusa Tenggara Timur. Transformasi ini tidak hanya bertujuan untuk mencapai kedaulatan pangan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan […]

  • Pembangunan Maju, Warga Desa Tetap Haus Ada Yang Salah

    Pembangunan Maju, Warga Desa Tetap Haus: Ada Yang Salah?

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 595
    • 0Komentar

    Sangat ironis. Jalan aspal yang memanjang, membelai rumah-rumah yang memanjang sepanjang desa, terlihat indah dan bagus di setiap lorong-lorong gang, tower Bakti atau BTS berdiri gagah di samping istana desa, dana miliaran rupiah digelontarkan setiap tahun. Tapi di saat yang sama, bapak dan ibu serta anak-anak di banyak pelosok masih harus jalan 2 km tiap […]

  • Rekonstruksi Model Kedisiplinan Siswa Terkait Rendahnya Kualitas Lulusan

    Rekonstruksi Model Kedisiplinan Siswa Terkait Rendahnya Kualitas Lulusan

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.157
    • 4Komentar

    Di tengah persaingan global, peserta didik lebih cendrung melakukan hal-hal yang tidak penting dari pada upaya pengembangan kualitas diri. Kecanduan penggunaan hp/gadget di luar batas nalar yang membuat siswa tersebut lupa mendisiplinkan diri. Hal itu dilakukannya dengan tahu dan mau. Dia tahu bahwa sikap tidak disiplin dapat merugikan diri sendiri dan masa depannya, tetapi dia […]

  • Metodologi Penelitian Pendidikan; Membongkar Realitas Tersembunyi di Tengah Budaya Instan

    Metodologi Penelitian Pendidikan; Membongkar Realitas Tersembunyi di Tengah Budaya Instan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.774
    • 18Komentar

    Mencintai masa depan generasi Z tidak dengan kata indah semata, tetapi mengupas persoalan-persoalan bahkan yang luput dari pisau bedah peneliti. Dalam dunia pendidikan, menjadi guru adalah menjadi peneliti realitas secara menyeluruh. Aktivitas penelitian menjadi pilihan hidup sekaligus kewajiban setiap pendidik. Mengapa? Di era modern ini, dunia sudah dan sedang terjebak dalam budaya instan. Persaingan teknologi […]

expand_less