Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » INSPIRASI » Pentas Seni SMKN 1 Satarmese: Labirin Jiwa dalam Ruang Ekspresi Diri

Pentas Seni SMKN 1 Satarmese: Labirin Jiwa dalam Ruang Ekspresi Diri

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
  • visibility 116
  • comment 60 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Detikbernas.com – Pendidikan seringkali dimaknai sebagai arsitektur pembelajaran di ruang kelas yang kaku, deretan baris-baris buku mata pelajaran, ataupun tumpukan rumusan dan teori-teori. SMKN 1 Satarmese hadir sebagai sekolah kejuruan yang dapat memanusiakan manusia dan memberikan ruang bagi jiwa untuk mengekspresikan karya-karya seni di Aula Stasi Sta. Maria Setella Maris Wae Cepang, Selasa (09/06/2026)

Guru mata pelajaran seni budaya, Paulinus Misel, S.Pd, Gr mampu mengubah cara pandang penilaian akademik menjadi panggung kontemplasi dan perayaan eksistensi diri. Seni dipandang sebagai ungkapan jiwa yang mampu membawa ketenangan, kedamaian dan sukacita.

“Pendidikan bukan hanya soal teori dan keterampilan teknis, melainkan pembentukan karakter dan ekspresi jiwa. Pergelaran pentas seni tingkat SMKN 1 Satarmese bukan sekadar penilaian akademik biasa, melainkan sebuah panggung kehormatan yang dirancang khusus agar setiap peserta didik dapat menampakkan hasil karya terbaik mereka dengan penuh percaya diri”, kata Rino Misel.

Pentas Seni: Labirin Jiwa dalam Keheningan

Pergelaran seni budaya tersebut menjadi labirin jiwa dalam keheningan. Para peserta didik memiliki kebebasan sepenuhnya untuk memilih dan menampilkan karya sesuai minat, bakat dan kemampuan masing-masing. Ada empat pilar utama dalam ekspresi seni yakni seni drama, seni tari, seni musik, dan seni rupa.

“Melalui seni drama, mereka menghidupkan cerita dan nilai kehidupan melalui akting dan dialog yang menyentuh hati; lewat seni tari, mereka menuangkan irama dan keindahan gerak yang memukau; melalui seni musik, mereka merangkai nada dan melodi yang menenangkan jiwa; dan dengan seni rupa, mereka menuangkan imajinasi ke dalam bentuk visual yang penuh makna”, ujarnya.

Setiap goresan, gerakan, dan nada suara yang ditampilkan adalah bukti nyata usaha, ketekunan, dan semangat berekspresi yang tumbuh subur di lingkungan sekolah. Ekspresi seni memiliki makna substansial yang mampu menyadarkan dan mendorong setiap orang untuk menemukan jalan pulang yakni keindahan asali dan keotentikan diri.

Ruang Seni Melampaui Sekat-Sekat

Ruang dan ekspresi seni melampaui sekat-sekat atau batasan-batasan kaku antara SMKN1 Satarmese, masyarakat dan pemerintah. Pentas seni tersebut dihadiri oleh Camat Satarmese Barat, kepala desa Terong dan sejumlah warga di sekitar. Kehadiran mereka dapat memberikan dukungan moril dan menjadi bukti nyata bahwa dunia pendidikan di SMKN 1 Satarmese mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat sekitar.

Kegiatan pentas seni budaya tersebut bertujuan untuk mewadahi ruang ekspresi jiwa, menyalurkan bakat-bakat dan kemampuan tanpa batasan-batasan. Oleh karenanya, seni adalah ungkapan jiwa yang tidak dapat dipisahkan antara manusia dan realitas itu sendiri dalam upaya pembentukan kesejatian diri, kreativitas dan karakter keindahan.

 
Oleh: Nasarius Fidin

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (60)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maju Pilkades 2026-2034 Pemuda Kreatif Ini Siap Sihir Todo Jadi Barometer Desa Wisata dan Sejahtera

    Maju Pilkades 2026-2034: Pemuda Kreatif Ini Siap Sihir Todo Jadi Barometer Desa Wisata dan Sejahtera

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 737
    • 12Komentar

    Todo, Detikbernas.com – Politik khususnya tingkat akar rumput seringkali terjebak dalam permainan dengan cara berpikir prakmatis dan janji-janji instan. Salah seorang anak muda desa wisata Todo, Robertus Tambi, SP berani mengambil keputusan untuk mencalonkan diri sebagai salah satu kandidat terkuat dalam pilkades 2026-2034. Kemunculan Robertus Tambi membawa angin segar untuk perubahan politik yang melampaui sekadar […]

  • Suara Redaksi

    Detikbernas Tampil Bernas, Solutif dan Terpercaya

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 160
    • 0Komentar

      DETIKBERNAS.COM merupakan media online yang hadir karena adanya kerinduan bergelora dari salah seorang anak kampung ujung Nusantara. Kehadiran media ini bermaksud untuk menyejukkan dahaga masyarakat yang haus mengenai keadilan, kebenaran, kebahagiaan, kesejahteraan berpikir, hati dan kehendak bebas. Media ini tidak berfokus pada bagaimana melihat persoalah dari kacamata persoalan itu sendiri, tetapi bagaimana persoalan dikunyah […]

  • Gereja Paroki Todo Gelar Prosesi Patung Bunda Maria dari Niang Menuju Gereja

    Gereja Paroki Todo Gelar Prosesi Patung Bunda Maria dari Niang Menuju Gereja

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 655
    • 0Komentar

    Detikbernas.com – Perarakan patung Bunda Maria menjadi tradisi umat Katolik pada umumnya. Umat paroki Todo menggelar prosesi patung Bunda Maria itu secara berbeda mulai dari Niang (rumah kerucut) menuju gereja paroki, Jumat, (01/05/2026). Kampung adat yang menyimpan jejak leluhur itu dijadikan titik awal prosesi tersebut. Seluruh umat paroki melangkah bersama sebagai simbol peziarahan spiritual yang […]

  • Gagal panen menjadi momok yang menakutkan para petani. Beberapa tahun terakhir, bencana gagal panen menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, para petani sangat profesional dalam bertani, khususnya dalam mengolah tanah untuk berbagai tanaman seperti padi, pisang, dan sebagainya. Pertanyaannya, mengapa terjadi demikian? Gagal panen disebabkan oleh pelbagai faktor. Selain cara bertani konvensional juga faktor alam seperti musim tak menentu. Beberapa tahun terakhir, musim kemerau panjang berdampak pada menurun drastisnya penghasilan perekonomian di wilayah Manggarai. Persoalan gagal panen menjadi duka bersama khususnya para petani yang dapat mengguncang kestabilan kesejahteraan.

    Realitas Gagal Panen Di Manggarai: Bencana Rumah Tangga dan Ironi Transformasi Ekonomi Berkelanjutan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 212
    • 1Komentar

    Gagal panen menjadi momok yang menakutkan para petani. Beberapa tahun terakhir, bencana gagal panen menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, para petani sangat profesional dalam bertani, khususnya dalam mengolah tanah untuk berbagai tanaman seperti padi, pisang, dan sebagainya. Pertanyaannya, mengapa terjadi demikian? Gagal panen disebabkan oleh pelbagai faktor. Selain cara bertani konvensional juga faktor alam seperti musim […]

  • Desa wisata Todo memiliki mutiara tersembunyi yang barangkali banyak orang belum mengetahuinya. Mutiara itu sudah tersimpan sejak nenek moyang, jaman kerajaan. Mutiara tersembunyi itu sudah bersinar sejak lama bagaikan rembulan di kala malam gelap. Mutiara-mutiara itu yakni nilai-nilai kehidupan yang indah, selain bentuk rumah kerucut dan panorama alamnya.

    Desa Wisata Todo Menyimpan Mutiara Tersembunyi

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Desa wisata Todo memiliki mutiara tersembunyi yang barangkali banyak orang belum mengetahuinya. Mutiara itu sudah tersimpan sejak nenek moyang, jaman kerajaan. Mutiara tersembunyi itu sudah bersinar sejak lama bagaikan rembulan di kala malam gelap. Mutiara-mutiara itu yakni nilai-nilai kehidupan yang indah, selain bentuk rumah kerucut dan panorama alamnya. Desa wisata Todo merupakan salah satu destinasi […]

  • Langkah Juang Menuju Terang

    Langkah Juang Menuju Terang

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Setiap pagi, Dela bergegas ke sekolah yang jaraknya hampir lima kilometer. Jalan menuju sekolah bukanlah jalan beraspal, melainkan jalan berbatu dan tanah yang berlumpur. Kadang ia harus menyeberangi sungai kecil dengan jembatan bambu yang rapuh. Meski lelah, Dela selalu membawa buku catatan lusuhnya. Ia tahu, setiap huruf yang ia pelajari adalah batu bata untuk membangun […]

expand_less