Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » BUDAYA » Desa Wisata Todo Menyimpan Mutiara Tersembunyi

Desa Wisata Todo Menyimpan Mutiara Tersembunyi

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • visibility 387
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Desa wisata Todo memiliki mutiara tersembunyi yang barangkali banyak orang belum mengetahuinya. Mutiara itu sudah tersimpan sejak nenek moyang, jaman kerajaan. Mutiara tersembunyi itu sudah bersinar sejak lama bagaikan rembulan di kala malam gelap. Mutiara-mutiara itu yakni nilai-nilai kehidupan yang indah, selain bentuk rumah kerucut dan panorama alamnya.

Desa wisata Todo merupakan salah satu destinasi yang sangat memesona di kabupaten Manggarai, Flores. Tempat unik ini selalu menjadi daya tarik tersendiri di kalangan para wisatawan. Kualitas bentuk dan banyak hal indahnya menjadi daya yang memberikan kebahagian tersendiri.

Selain sejarah kerajaan yang mengagumkan, desa wisata ini memiliki keunikan budaya dan keindahan alamnya. Kampung Todo berada di daerah yang cukup tinggi dari permukaan laut. Alam yang indah menyembulkan udara segar setiap hari. Pepohonan hijau menjadi panorama yang mampu meremajakan kelopak mata yang memandangnya. Magnet keindahan alam menyegarkan semangat yang patah oleh karena badai kehidupan.

Keindahan dan kesempurnaan kampung wisata ini semakin bersinar karena sejumlah rumah kerucut yang seolah-olah tengah berdandan setiap harinya. Kemolekan bentuk, ruas-ruas yang rapi dan ketinggian bangunan dapat menenang jiwa. Apalagi batu-batu yang tertata rapi di sekelilingnya membawa kita pada firdaus, tempat para pengunjung mengukir kenangan.

Di setiap bebatuan rapi tersimpan cerita kenangan masa lalu yang menjadi sejarah tersendiri yakni kerajaan Todo. Batuan-batuan itu menjadi saksi bisu mengenai kehidupan leluhur beserta nilai budaya yang tengah bagaikan obor di dada keturunan. Ada cinta, kekeluargaan, kepeduliaan, ketenangan, kedamaian, sukacita dan jutaan nilai, warisan para leluhur.

Kehidupan masyarakatnya mengedepankan sosialitas. Masyarakat sangat ramah, peduli, dan selalu mengutamakan kebaikan bersama. Kekeluargaan menjadi jalan untuk hidup dalam keidahan bersama. Kehidupan sosial tidak bisa dibatasi oleh apapun dan dengan alasan apapun karena setiap pribadi memiliki kesadaran bahwa kampung Todo memiliki makna filosofis yang luar biasa yakni aktivitas todo (tumbuh/bertumbuh/menumbuhkan) jutaan benih atau nilai kehidupan yang positif.

Aktivitas todo berpengaruh pada keindahan hidup bersama baik dalam keluarga maupun masyarakat luas. Siapa pun wisatawan yang berkunjung ke kampung unik ini pasti diterima atau disambut dengan penuh cinta dan kesetiaan.

Tidak hanya itu, kehidupan spiritual juga menjadi itu yang dirindukan karena Tuhan menjadi sumber kehidupan. Setiap pribadi hidup dan bertumbuh dalam ketaatan iman yang berbuah pada nilai toleransi dan moderasi terhadap siapun yang berwisata. Setiap orang yang berpijak dan berjalan dalam kebenaran, ia akan mencinta siapapun dalam kebenaran, dan itu mengindahkan setiap perjumpaan dengan siapapun yang datang.

Oleh: Nasarius Fidin

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perjuangan; Seni Menata Masa Depan yang Indah

    Perjuangan; Seni Menata Masa Depan yang Indah

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Hidup adalah perjuangan. Untuk menggapai kesuksesan, kita wajib mengenal keseluruhan diri baik kelebihan maupun keterbatasan. Dalam pengenalan diri, kita diibaratkan sebuah gelas kosong seperti yang telah digagas oleh seorang pemikir, John Locke. Ketika gelas kosong itu diisi dengan air sampai penuh, maka airnya itu akan berguna bagi siapa pun yang membutuhkannya. Demikian hidup ini, ketika […]

  • Perpisahan dengan Kelas XII, Pimpinan SMKN 1, Berotak Global Berhati Budaya Lokal

    Perpisahan dengan Peserta Didik Kelas XII, Pimpinan SMKN 1 Satarmese, Berotak Global Berhati Budaya Lokal

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.486
    • 0Komentar

    Wae Cepang – Seusai tiga tahun berada bersama, SMKN 1 Satarmese mengadakan acara perpisahan dengan para peserta didik kelas XII yang akan segera melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi atau di dunia usaha dan industri. Acara tersebut dilakukan di Aula Kapela Stasi Sta. Maria Stella Maris Wae Cepang, Senin, (13/04/2026). Kepala SMKN 1 Satarmese, Fransiskus Jehoda, […]

  • Metodologi Penelitian Pendidikan; Membongkar Realitas Tersembunyi di Tengah Budaya Instan

    Metodologi Penelitian Pendidikan; Membongkar Realitas Tersembunyi di Tengah Budaya Instan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.882
    • 24Komentar

    Mencintai masa depan generasi Z tidak dengan kata indah semata, tetapi mengupas persoalan-persoalan bahkan yang luput dari pisau bedah peneliti. Dalam dunia pendidikan, menjadi guru adalah menjadi peneliti realitas secara menyeluruh. Aktivitas penelitian menjadi pilihan hidup sekaligus kewajiban setiap pendidik. Mengapa? Di era modern ini, dunia sudah dan sedang terjebak dalam budaya instan. Persaingan teknologi […]

  • Film dalam Bingkai Budaya Ketika Tradisi Hanya Jadi Hiasan, dan Perlunya Imersi sebagai Jalan Keluar

    Film dalam Bingkai Budaya: Ketika Tradisi Hanya Jadi Hiasan, dan Perlunya Imersi sebagai Jalan Keluar

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 398
    • 19Komentar

    Setiap kali film Indonesia menampilkan tarian adat, upacara kematian yang megah, atau pakaian tradisional dengan warna-warna mencolok, kita sering bertepuk tangan. Kita merasa bangga. Kita berkata, “Wah, film ini mengangkat budaya!” Namun, setelah film usai, pertanyaan yang jarang kita ajukan adalah: Apakah budaya itu benar-benar menjadi jiwa cerita, atau hanya sekadar latar eksotis yang mempercantik […]

  • Saat Upacara Bendera di SMKN 1 Satarmese, Pimpinan Serukan Point Penting Ini kepada Guru dan Siswa

    Saat Upacara Bendera di SMKN 1 Satarmese, Pimpinan Serukan Point Penting Ini kepada Guru dan Siswa

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 267
    • 19Komentar

    Detikbernas.com – Saat upacara Bendera Merah Putih, pimpinan SMKN 1 Satarmese, Fransiskus Jehoda, S.Pd menyampaikan point-point penting terkait perjuangan untuk mencapai kesuksesan. Bahwa kesuksesan itu dimulai dari kesadaran dan perwujudan nilai kedisiplinan, Senin, (11/05/2026). “Siswa/i yang berdisiplin berarti mereka yang patuh terhadap aturan yang ada di lingkungan sekolah, seperti mengikuti upacara bendera merah putih setiap […]

  • Jiwa Pengabdian dan Loyalitas Yakob Kareth Sebagai Sekda Papua Barat Daya

    Jiwa Pengabdian dan Loyalitas Yakob Kareth Sebagai Sekda Papua Barat Daya

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Dalam dunia birokrasi, loyalitas adalah nilai yang sangat penting. Loyalitas bukan sekadar patuh kepada atasan, tetapi lebih dalam dari itu: setia kepada tugas, bertanggung jawab terhadap amanah, dan konsisten melayani masyarakat dengan hati yang tulus. Nilai inilah yang tampak melekat erat dalam diri Yakob Kareth, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya. Perjalanan seorang birokrat tidak […]

expand_less