Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » 6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

  • account_circle Nasarius Fidin
  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • visibility 1.424
  • comment 4 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

1. Budaya Kasih

Raungan serakah di setiap acara
asap angkuh mengepul,
arak diteguk hingga mabuk kepayang,
kata-kata beradu tajam,
tawuran menyapu….
wajah tergeletak, berserakan
seolah tiada bernilai….

Teguk arak jadi tradisi,
komplotan jago berkeliaran
tiada kata saudara pun keluarga
asal pedang amarah mengenai sasar

Budaya benci mengakar,
pesta jadi ajang pertarungan,
mental dan minsed tak maju-maju,
hidup pun seperti ilalang

Dimanakah gendang nurani ditabuh,
adakah kesadaran nalar meraja,
kenapa tuan tak memegang kendali
untuk apa kau panggang rasa hingga mendidih

Pandang surya mendekat,
bangun budaya kasih mengarti,
berantas hasrat memakan,
lenyapkan kecendrungan ego
agar hidup bersinar

2. Perang Saudara

Ratap tangis menengadah,
raga bersemayam di pusara,
tiada lagi senda gurau, canda tawa
semuanya diam membisu
hanya terpampang kenang

Perang saudara merajalela,
sentakan kaki berdentum,
amukan runcing silih berganti,
tumpahan darah bag air sungai

Duka lara tak berujung
derita tak berakhir
luka tak tersembuhkan,
dendam kesumat semakin liar

Siapa yang memulai
siapa yang mengakhiri
perang tanding tak tertandingi
bumi ini terguncang
hanya karna rebut sejengkal milik

Apakah hak milik lebih besar dari HAM
sedang hidup cuma sekali,
apakah perang saudara bagai permata
sedang cintakasih nafas hidup

3. Falsafah Hidup

Budaya Manggarai menginspirasi
kaya kata bernilai bijak
filosofi relasional sangat kental,
sosialitas tak dapat diragukan

Embun kasih menyejuk dahaga
rumpun nilai meremajakan
sesama memerkaya cermin hidup
tempat menimba petuah bijak

Beda karakter jadi panorama
prinsip hidup pilihan semata,
tungku-tungku cinta menyala,
buah semangka ingin dirasa

Motif seni menghiasi,
sajak budaya elok dinanti,
lisan insan mengena di hati
falsafah hidup tak usah dikebiri

4. Bercermin

Kebijaksanaan memanjang ke langit,
tak lekang dibakar mentari
tubuh lusuh tak jadi soal
asal kau menimbun ilmu sampai ke ujung
petuah sang ayah ibumu kala itu

Mengapa kau berhamba pada rasa hampa
bukankah nikmat sesaat menyesat
mengapa kau menjajah masa depanmu sendiri
bukankah kau tuan atas hidupmu ini

Ayah ibumu terpanggang bara panas
mata tak dapat terpejamkan
tubuh lelah tak berdaya
hati pikiran tetap bekerja
demi hari depanmu nan indah

Lantas, kau berterimasih dengan reruntuhan sukses
jiwamu mondar-mandir dalam proses
lebih mementing nikmat semata,
mengutamakan pernak pernik duniawi
lebih memamer tubuh molek dari yang utama
itukan cinta yang kau tuai teruntuk
ayah ibumu tercinta

Sadar kawan, sadarlah…
reruntuhan puing masa depan menggema
menuntut tanggung jawabmu,
membangun kembali menara jaga
mumpung waktu bertengger di kelopak matamu
dan dawai cinta masih berpihak padamu

Bercermin kawan, bercerminlah…
bahagiakan ayah ibumu
dengan tobat dan suksesmu
selagi mereka di penghujung senja
berjuang hingga kau memetik bintang

5. Panah Mekar

Serumpun keluarga bahagia di mata,
dibangun di atas cumbu cemburu,
dimainkan dengan nada ketertutupan,
dengan sukma dendam kesumat

Lampiasan iri pada mawar tengah mekar,
karna mungkin tersaingi, entah…
atau segunung ego meletus,
takut akut matanya terbuai pada
mekar kembang memesona

Saudara dipandang selayang saing
akal durja merayap jahat
hati mati tenggelam dalam senyum belati
mata busuk mengecoh tatapan
memicu sentakan amarah tanpa sebab

Nafsu liar bagai harimau
garis bibir pun ikut bertempur
bunga mekar dipandang musuh
karna kembangnya malah layu di tanah subur

Di mana nuranimu
dimana nalar sehatmu
kemana cintamu
apa artinya mengasihi

Teguk sebening embun dari mata air sejati
mengasihi Tuhan,
mengasih sesama seperti dirimu
tak usah memanah mekar pada saudara
fokuslah merawat kembang di tanahmu sendiri

6. Sosialitas Cinta

Rumpunan satu hulu bersayap,
semuanya bagai kerbau liar,
memertahankan ide meski…
asal bukan pendapat yang lain

Semuanya saling beradu gensi
utamakan sensasi,
tak sadar kering rapuh secara intrinsik
namun nyali, licik kaya trik

Apa yang kau cari
apakah kau ialah kebenaran
di mana sosialitas cintamu
kemana gendang telingamu

Kepak sayapmu menuju petuah leluhur
baca sabda dan merenung di bawah langit rumah
di setiap lembar kitab termeterai sabda kehidupan
agar kau tetap nyaman di jalan berbatu-batu

Oleh: Nasarius Fidin

  • Penulis: Nasarius Fidin

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hardiknas 2026 di Wongka, Diujung Rotan Ada Emas

    Hardiknas 2026 di Wongka, Diujung Rotan Ada Emas

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 906
    • 0Komentar

    Detikbernas.com – Perayaan Hardiknas se-kecamatan Satarmese Barat yang bertema menguatkan partisipasi semesta mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, bertempat di lapangan Wongka, Sabtu, (02/05/2026). Kegiatan tersebut diawali dengan acara penjemputan Camat Satarmese Barat yang baru, Yosep Soni dan rombongan. Penjemputan itu dilakukan secara adat Manggarai di tempat sebelum menuju Lapangan Upacara bendera. Tradisi penjemputan secara adat […]

  • Gagal panen menjadi momok yang menakutkan para petani. Beberapa tahun terakhir, bencana gagal panen menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, para petani sangat profesional dalam bertani, khususnya dalam mengolah tanah untuk berbagai tanaman seperti padi, pisang, dan sebagainya. Pertanyaannya, mengapa terjadi demikian? Gagal panen disebabkan oleh pelbagai faktor. Selain cara bertani konvensional juga faktor alam seperti musim tak menentu. Beberapa tahun terakhir, musim kemerau panjang berdampak pada menurun drastisnya penghasilan perekonomian di wilayah Manggarai. Persoalan gagal panen menjadi duka bersama khususnya para petani yang dapat mengguncang kestabilan kesejahteraan.

    Realitas Gagal Panen Di Manggarai: Bencana Rumah Tangga dan Ironi Transformasi Ekonomi Berkelanjutan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 383
    • 1Komentar

    Gagal panen menjadi momok yang menakutkan para petani. Beberapa tahun terakhir, bencana gagal panen menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, para petani sangat profesional dalam bertani, khususnya dalam mengolah tanah untuk berbagai tanaman seperti padi, pisang, dan sebagainya. Pertanyaannya, mengapa terjadi demikian? Gagal panen disebabkan oleh pelbagai faktor. Selain cara bertani konvensional juga faktor alam seperti musim […]

  • Yakb Kareth Sosok yang Selalu Belajar dalam Mengemban Amanah Birokrasi

    Yakub Kareth: Sosok yang Selalu Belajar dalam Mengemban Amanah Birokrasi

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 199
    • 3Komentar

    Dalam dunia birokrasi yang terus berkembang, seorang pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman masa lalu. Perubahan zaman, kemajuan teknologi, serta kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis menuntut setiap aparatur negara untuk terus belajar. Nilai inilah yang tampak kuat dalam diri Yakob Kareth, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya. Ia dikenal sebagai sosok birokrat yang selalu ingin […]

  • 7 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin .

    7 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 907
    • 2Komentar

    Apa adanya dilabel tak ada apanyatampil lusuh dinilai biadapperangai adap dirasa tak beradapcerdik menilaiminim bermenung Sibuk mengurus jejak sesamalupa realita sendirinyaring mengeritikmelempem di dalam diri Mental abu tangguh bernafsurubuh di ruang tunggumerana dikala terdamparterluka bila tak disuap Ada apa dunia inihidup setulus merpatitak usah harimau berbulu dombananti kau jadi bahan adudomba Kepak sayap afirmatif di […]

  • 13 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    13 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.311
    • 0Komentar

    Cinta sejati dimeteraikan sakramendisaksikan siapapun yang hadirdimatangkan beribu onak tancapjadi bahtera yang romantika Cincin emas hanyalah tanda semata,memahat selaksa belantara,mengikat diri dengan janji setia,satu untuk selamanyaitu yang utama Setiap petir menyambar pikat rasa,arus deras menenggelam bahtera,jangan takut jika dilanda,bangunkan Sang Penjalameredakan gelombang samudera Panas dingin tak usah dikekangpahit manis perlu dikenangtak usah meragu dikala mendungdayun […]

  • Perjuangan; Seni Menata Masa Depan yang Indah

    Perjuangan; Seni Menata Masa Depan yang Indah

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Hidup adalah perjuangan. Untuk menggapai kesuksesan, kita wajib mengenal keseluruhan diri baik kelebihan maupun keterbatasan. Dalam pengenalan diri, kita diibaratkan sebuah gelas kosong seperti yang telah digagas oleh seorang pemikir, John Locke. Ketika gelas kosong itu diisi dengan air sampai penuh, maka airnya itu akan berguna bagi siapa pun yang membutuhkannya. Demikian hidup ini, ketika […]

expand_less