Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » 6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

  • account_circle Nasarius Fidin
  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • visibility 1.261
  • comment 4 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

1. Budaya Kasih

Raungan serakah di setiap acara
asap angkuh mengepul,
arak diteguk hingga mabuk kepayang,
kata-kata beradu tajam,
tawuran menyapu….
wajah tergeletak, berserakan
seolah tiada bernilai….

Teguk arak jadi tradisi,
komplotan jago berkeliaran
tiada kata saudara pun keluarga
asal pedang amarah mengenai sasar

Budaya benci mengakar,
pesta jadi ajang pertarungan,
mental dan minsed tak maju-maju,
hidup pun seperti ilalang

Dimanakah gendang nurani ditabuh,
adakah kesadaran nalar meraja,
kenapa tuan tak memegang kendali
untuk apa kau panggang rasa hingga mendidih

Pandang surya mendekat,
bangun budaya kasih mengarti,
berantas hasrat memakan,
lenyapkan kecendrungan ego
agar hidup bersinar

2. Perang Saudara

Ratap tangis menengadah,
raga bersemayam di pusara,
tiada lagi senda gurau, canda tawa
semuanya diam membisu
hanya terpampang kenang

Perang saudara merajalela,
sentakan kaki berdentum,
amukan runcing silih berganti,
tumpahan darah bag air sungai

Duka lara tak berujung
derita tak berakhir
luka tak tersembuhkan,
dendam kesumat semakin liar

Siapa yang memulai
siapa yang mengakhiri
perang tanding tak tertandingi
bumi ini terguncang
hanya karna rebut sejengkal milik

Apakah hak milik lebih besar dari HAM
sedang hidup cuma sekali,
apakah perang saudara bagai permata
sedang cintakasih nafas hidup

3. Falsafah Hidup

Budaya Manggarai menginspirasi
kaya kata bernilai bijak
filosofi relasional sangat kental,
sosialitas tak dapat diragukan

Embun kasih menyejuk dahaga
rumpun nilai meremajakan
sesama memerkaya cermin hidup
tempat menimba petuah bijak

Beda karakter jadi panorama
prinsip hidup pilihan semata,
tungku-tungku cinta menyala,
buah semangka ingin dirasa

Motif seni menghiasi,
sajak budaya elok dinanti,
lisan insan mengena di hati
falsafah hidup tak usah dikebiri

4. Bercermin

Kebijaksanaan memanjang ke langit,
tak lekang dibakar mentari
tubuh lusuh tak jadi soal
asal kau menimbun ilmu sampai ke ujung
petuah sang ayah ibumu kala itu

Mengapa kau berhamba pada rasa hampa
bukankah nikmat sesaat menyesat
mengapa kau menjajah masa depanmu sendiri
bukankah kau tuan atas hidupmu ini

Ayah ibumu terpanggang bara panas
mata tak dapat terpejamkan
tubuh lelah tak berdaya
hati pikiran tetap bekerja
demi hari depanmu nan indah

Lantas, kau berterimasih dengan reruntuhan sukses
jiwamu mondar-mandir dalam proses
lebih mementing nikmat semata,
mengutamakan pernak pernik duniawi
lebih memamer tubuh molek dari yang utama
itukan cinta yang kau tuai teruntuk
ayah ibumu tercinta

Sadar kawan, sadarlah…
reruntuhan puing masa depan menggema
menuntut tanggung jawabmu,
membangun kembali menara jaga
mumpung waktu bertengger di kelopak matamu
dan dawai cinta masih berpihak padamu

Bercermin kawan, bercerminlah…
bahagiakan ayah ibumu
dengan tobat dan suksesmu
selagi mereka di penghujung senja
berjuang hingga kau memetik bintang

5. Panah Mekar

Serumpun keluarga bahagia di mata,
dibangun di atas cumbu cemburu,
dimainkan dengan nada ketertutupan,
dengan sukma dendam kesumat

Lampiasan iri pada mawar tengah mekar,
karna mungkin tersaingi, entah…
atau segunung ego meletus,
takut akut matanya terbuai pada
mekar kembang memesona

Saudara dipandang selayang saing
akal durja merayap jahat
hati mati tenggelam dalam senyum belati
mata busuk mengecoh tatapan
memicu sentakan amarah tanpa sebab

Nafsu liar bagai harimau
garis bibir pun ikut bertempur
bunga mekar dipandang musuh
karna kembangnya malah layu di tanah subur

Di mana nuranimu
dimana nalar sehatmu
kemana cintamu
apa artinya mengasihi

Teguk sebening embun dari mata air sejati
mengasihi Tuhan,
mengasih sesama seperti dirimu
tak usah memanah mekar pada saudara
fokuslah merawat kembang di tanahmu sendiri

6. Sosialitas Cinta

Rumpunan satu hulu bersayap,
semuanya bagai kerbau liar,
memertahankan ide meski…
asal bukan pendapat yang lain

Semuanya saling beradu gensi
utamakan sensasi,
tak sadar kering rapuh secara intrinsik
namun nyali, licik kaya trik

Apa yang kau cari
apakah kau ialah kebenaran
di mana sosialitas cintamu
kemana gendang telingamu

Kepak sayapmu menuju petuah leluhur
baca sabda dan merenung di bawah langit rumah
di setiap lembar kitab termeterai sabda kehidupan
agar kau tetap nyaman di jalan berbatu-batu

Oleh: Nasarius Fidin

  • Penulis: Nasarius Fidin

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa wisata Todo memiliki mutiara tersembunyi yang barangkali banyak orang belum mengetahuinya. Mutiara itu sudah tersimpan sejak nenek moyang, jaman kerajaan. Mutiara tersembunyi itu sudah bersinar sejak lama bagaikan rembulan di kala malam gelap. Mutiara-mutiara itu yakni nilai-nilai kehidupan yang indah, selain bentuk rumah kerucut dan panorama alamnya.

    Desa Wisata Todo Menyimpan Mutiara Tersembunyi

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Desa wisata Todo memiliki mutiara tersembunyi yang barangkali banyak orang belum mengetahuinya. Mutiara itu sudah tersimpan sejak nenek moyang, jaman kerajaan. Mutiara tersembunyi itu sudah bersinar sejak lama bagaikan rembulan di kala malam gelap. Mutiara-mutiara itu yakni nilai-nilai kehidupan yang indah, selain bentuk rumah kerucut dan panorama alamnya. Desa wisata Todo merupakan salah satu destinasi […]

  • Peringatan Lahirnya Pancasila di SMKN 1 Satarmese, Kepala Sekolah Lawan Diri Sendiri dan Rawat Cinta Lintas Batas

    Peringatan Lahirnya Pancasila di SMKN 1 Satarmese, Kepala Sekolah: Lawan Diri Sendiri dan Rawat Cinta Lintas Batas

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 173
    • 29Komentar

    Wae Cepang, Detikbernas.com – Peringatan hari jadi Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia bukan sekadar rutinitas tahunan atau formalitas upacara bendera semata. SMKN 1 Satarmese menjadikan peringatan hari Pancasila ke-79 itu sebagai momentum pergumulan filosofis yang menantang para guru dan peserta didik untuk membongkar kenyamanan berpikir tentang bagaimana makna substansial Pancasila diwujudkan […]

  • Film dalam Bingkai Budaya Ketika Tradisi Hanya Jadi Hiasan, dan Perlunya Imersi sebagai Jalan Keluar

    Film dalam Bingkai Budaya: Ketika Tradisi Hanya Jadi Hiasan, dan Perlunya Imersi sebagai Jalan Keluar

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 273
    • 10Komentar

    Setiap kali film Indonesia menampilkan tarian adat, upacara kematian yang megah, atau pakaian tradisional dengan warna-warna mencolok, kita sering bertepuk tangan. Kita merasa bangga. Kita berkata, “Wah, film ini mengangkat budaya!” Namun, setelah film usai, pertanyaan yang jarang kita ajukan adalah: Apakah budaya itu benar-benar menjadi jiwa cerita, atau hanya sekadar latar eksotis yang mempercantik […]

  • Kokohnya Semangat Dalam Membangun Pendidikan

    Kokohnya Semangat Dalam Membangun Pendidikan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 631
    • 2Komentar

    Pendidikan penting bagi setiap pelajar di Indonesia, memiliki tekat kuat dan besar dalam membangun pendidikan. Melakukan sesuatu dengan rencana, jika benar rencana tersebut pun akan berjalan dengan baik. Setiap pelajar mungkin bosan dengan adanya tugas yang selalu menumpuk, tapi ini bagian dari proses untuk masa depan yang baik, tidak pernah bosan dengan yang namanya pendidikan. […]

  • Menimba Oase Dari Drs Yakob Kareth, M.Si Sang Birokrat Ulung Dari Tanah Papua Surga Kecil Yang Jatuh ke Bumi

    Menimba Oase Dari Drs. Yakob Kareth, M.Si Sang Birokrat Ulung Dari Tanah Papua Surga Kecil Yang Jatuh ke Bumi

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 696
    • 0Komentar

    Meniti karier, khususnya di dunia birokrasi, bukanlah perjalanan singkat yang dapat diraih dalam semalam. Karier yang baik dibangun melalui proses panjang, kerja keras, ketekunan, dan komitmen yang terus dijaga dari waktu ke waktu. Banyak orang melihat jabatan tinggi sebagai puncak keberhasilan, tetapi sering kali lupa bahwa di balik jabatan itu ada perjalanan penuh tantangan, pengorbanan, […]

  • Yakub Kareth Sosok Ugahari Yang Menjaga Martabat Birokrasi

    Yakub Kareth: Sosok Ugahari Yang Menjaga Martabat Birokrasi

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 96
    • 2Komentar

    Di tengah kehidupan birokrasi yang sering dipenuhi protokoler, fasilitas jabatan, dan berbagai bentuk penghormatan, sosok Yakob Kareth sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya dikenal memiliki karakter ugahari—hidup sederhana, tahu batas, dan mampu menempatkan diri secara bijaksana. Sikap ini menjadi nilai penting yang melekat erat dalam dirinya, sekaligus menjadi teladan bahwa jabatan tinggi tidak harus […]

expand_less