Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Kokohnya Semangat Dalam Membangun Pendidikan

Kokohnya Semangat Dalam Membangun Pendidikan

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 560
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pendidikan penting bagi setiap pelajar di Indonesia, memiliki tekat kuat dan besar dalam membangun pendidikan. Melakukan sesuatu dengan rencana, jika benar rencana tersebut pun akan berjalan dengan baik. Setiap pelajar mungkin bosan dengan adanya tugas yang selalu menumpuk, tapi ini bagian dari proses untuk masa depan yang baik, tidak pernah bosan dengan yang namanya pendidikan.

Rasa ingin tau bagi setiap pelajar di Indonesia itu penting. Karena di sana, mereka menggali, mencari lebih dalam apa yang tidak di mengerti. Bimbingan dari orang tua yang pertama kali, orang tua mendidik kedisiplinan anak sehinggga ada yang nama nya pendidikan informal atau pendidikan dalam keluarga. Sampai di kalangan masyarakat pun, mereka paham tentang apa yang di ajarkan oleh orang tua masing-masing. Bapak dan ibu guru adalah yang kedua dalam membangun kokohnya pendidikan, mereka mendidik lebih dalam lagi, tentang apa yang anak-anak sekolah tidak ketahui. Dibalik itu, mereka akan belajar, memahami tentang apa yang di ajarkan para guru di lembaga pendidikan. Bimbingan ini penting bagi pelajar, selain mendidik apa yang tidak ketahui, karakter mereka pun perlu dibina.

Oleh karena itu, semangat dalam jati diri pelajar wajib dimiliki. Perlu adanya semangat dalam diri, dan hal ini bisa membuat pelajar semakin percaya diri sendiri. Basawannya “saya pasti bisa”. Tidak ada kata “terlambat”, mencoba untuk semangat bagi masa depan pelajar yang tangguh dan cemerlang. Karena dimana, manusia tanpa adanya pendidikan tidak akan bisa apa-apa. Disini perlu dibulatkan kembali, harus dengan jiwa dan raga yang semangat, karena masa depan sudah di depan mata.

Semangat itu Kokoh Karena Lahir dari Luka

Kenapa semanagat para pendidik dipelosok begitu kokoh? Karena mereka lahir dari luka yang sama. Semangat yang lahir dari luka tidak pernah patah. Ini bukan semangat proyek yang hilang, saat anggaran habis, ini semangat yang diwariskan, dihajar kebijakan ganti menteri, ia tetap mengajar. Inilah beton penedidikan kita yang sesungguhnya. Bukan gedung sekolah yang dirsmikan pejabat tetapi tekad di dada yang menolak kata menyerah dalam suatu keadaan.

Kokoh Bukan Berarti Anti-Rapuh

Tapi kita harus jujur. Semangat dengan sekuat apa pun, kalau terus dipukul, bisa retak. Kokoh bukan berarti tidak bisa lelah. Hari ini kokoh itu diuji oleh tiga hal: partama, upah yang tidak manusiawi, kedua, administrasi yang mengerdilkan, ketiga, tidak adanya pengakuan.

Kalau ketiga pukulan ini terus dibiarkan, jangan salahkan suatu hari nanti semangat yang kokoh itu akan runtuh, dan kalau semangat itu runtuh maka akan roboh satu generasi.

Merawat kokohnya semangat : Tugas Kita Bersama

Semangat pendidik itu seperti akar pohon beringin. Tak terlihat tapi menopang semuanya. Tugas negara dan kita semua adalah menyiramnya, bukan mencabutnya dengan cara : Negara: bayar dulu, baru tuntut profesional. Birokrasi: pangkas rantai, percaya guru. Kita: berhenti jadi penonton, mulai jadi penopang.
Penutup: Karena pendidikan dibangun diatas semangat.

Gedung bisa roboh, kurikulum bisa rubah, aplikasi bisa eror, tapi selama semangat pendidik masih kokoh, maka pendidikan di Indonesia tidak akan mati. Maka PR kita hari ini bukan bikin program baru, PR kita adalah menjaga agar semangat itu tetap kokoh. Jangan biarkan dia lapuk oleh upah murah, patah oleh admin, dan mati oleh ketidakpedulian.

Sebab sejarah membuktikan: bangsa di jajah bisa merdeka karena semangat, maka kelas yang terbelakang juga bisa maju, asal semangat gurunya tidak tumbang.
Kokohnya semngat itulah fondasi Indonesia emas. Dan fondasi tidak boleh retak.

Oleh: Fransiska Sepriani
(Siswa Kelas XI SMAN 4 Satarmese)

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saat Upacara Bendera di SMKN 1 Satarmese, Pimpinan Serukan Point Penting Ini kepada Guru dan Siswa

    Saat Upacara Bendera di SMKN 1 Satarmese, Pimpinan Serukan Point Penting Ini kepada Guru dan Siswa

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Detikbernas.com – Saat upacara Bendera Merah Putih, pimpinan SMKN 1 Satarmese, Fransiskus Jehoda, S.Pd menyampaikan point-point penting terkait perjuangan untuk mencapai kesuksesan. Bahwa kesuksesan itu dimulai dari kesadaran dan perwujudan nilai kedisiplinan, Senin, (11/05/2026). “Siswa/i yang berdisiplin berarti mereka yang patuh terhadap aturan yang ada di lingkungan sekolah, seperti mengikuti upacara bendera merah putih setiap […]

  • 7 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin .

    7 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 717
    • 2Komentar

    Apa adanya dilabel tak ada apanyatampil lusuh dinilai biadapperangai adap dirasa tak beradapcerdik menilaiminim bermenung Sibuk mengurus jejak sesamalupa realita sendirinyaring mengeritikmelempem di dalam diri Mental abu tangguh bernafsurubuh di ruang tunggumerana dikala terdamparterluka bila tak disuap Ada apa dunia inihidup setulus merpatitak usah harimau berbulu dombananti kau jadi bahan adudomba Kepak sayap afirmatif di […]

  • 6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.218
    • 4Komentar

    1. Budaya Kasih Raungan serakah di setiap acaraasap angkuh mengepul,arak diteguk hingga mabuk kepayang,kata-kata beradu tajam,tawuran menyapu….wajah tergeletak, berserakanseolah tiada bernilai…. Teguk arak jadi tradisi,komplotan jago berkeliarantiada kata saudara pun keluargaasal pedang amarah mengenai sasar Budaya benci mengakar,pesta jadi ajang pertarungan,mental dan minsed tak maju-maju,hidup pun seperti ilalang Dimanakah gendang nurani ditabuh,adakah kesadaran nalar meraja,kenapa […]

  • Desa wisata Todo memiliki mutiara tersembunyi yang barangkali banyak orang belum mengetahuinya. Mutiara itu sudah tersimpan sejak nenek moyang, jaman kerajaan. Mutiara tersembunyi itu sudah bersinar sejak lama bagaikan rembulan di kala malam gelap. Mutiara-mutiara itu yakni nilai-nilai kehidupan yang indah, selain bentuk rumah kerucut dan panorama alamnya.

    Desa Wisata Todo Menyimpan Mutiara Tersembunyi

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Desa wisata Todo memiliki mutiara tersembunyi yang barangkali banyak orang belum mengetahuinya. Mutiara itu sudah tersimpan sejak nenek moyang, jaman kerajaan. Mutiara tersembunyi itu sudah bersinar sejak lama bagaikan rembulan di kala malam gelap. Mutiara-mutiara itu yakni nilai-nilai kehidupan yang indah, selain bentuk rumah kerucut dan panorama alamnya. Desa wisata Todo merupakan salah satu destinasi […]

  • Pendidikan: Antara Janji Merdeka dan Realita Yang Terpenjara

    Pendidikan: Antara Janji Merdeka dan Realita Yang Terpenjara

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Merdeka. Kata itu sering ditulis Ki Hajar Dewantara di atas sekolah pertamanya. “Merdekakan manusia”, katanya. Bukan Cuma merdeka dari penjajah, tapi merdeka pikirannya, merdeka batinnya, merdeka jadi diri sendiri. 100 tahun kemudian, kita punya jutaan lebih anak sekolah. Kurikulum merdeka. Kampus merdeka. Guru penggerak. Semua ada kata “merdeka”. Tapi cobalah kita bertanya jujur kepada anak-anak […]

  • Perjuangan; Seni Menata Masa Depan yang Indah

    Perjuangan; Seni Menata Masa Depan yang Indah

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Hidup adalah perjuangan. Untuk menggapai kesuksesan, kita wajib mengenal keseluruhan diri baik kelebihan maupun keterbatasan. Dalam pengenalan diri, kita diibaratkan sebuah gelas kosong seperti yang telah digagas oleh seorang pemikir, John Locke. Ketika gelas kosong itu diisi dengan air sampai penuh, maka airnya itu akan berguna bagi siapa pun yang membutuhkannya. Demikian hidup ini, ketika […]

expand_less