Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Hardiknas 2026 di Wongka, Diujung Rotan Ada Emas

Hardiknas 2026 di Wongka, Diujung Rotan Ada Emas

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • visibility 622
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Detikbernas.com – Perayaan Hardiknas se-kecamatan Satarmese Barat yang bertema menguatkan partisipasi semesta mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, bertempat di lapangan Wongka, Sabtu, (02/05/2026). Kegiatan tersebut diawali dengan acara penjemputan Camat Satarmese Barat yang baru, Yosep Soni dan rombongan. Penjemputan itu dilakukan secara adat Manggarai di tempat sebelum menuju Lapangan Upacara bendera.

Tradisi penjemputan secara adat Manggarai memiliki makna simbolis yang menerangkan budaya penghormatan para tamu dengan kerendahan hati dan ketulusan. Penjemputan tersebut menandakan, bahwa para tamu undangan diterima sebagai bagian dari kebersamaan dan kasih-persaudaraan. Selain itu, acara tersebut dilakukan agar mereka dilindungi dan dibebaskan dari segala rintangan sehingga berada bersama dengan penuh persaudaraan, kekeluargaan dan sukacita.

Setelah itu, para rombongan lansung menuju lapangan upacara dan disambut dengan seni tari drum band SMAN 1 Satarmese. Paduan seni kreativitas, kerja kolaborasi, produktivitas, dan inovasi menciptakan suasana sukacita hardiknas yang berbeda.

Tatkala tiba di tempat yang telah disediakan, Camat dan rombongan diterima secara adat sebagai simbol penerimaan yang penuh makna. Tradisi penyambutan itu menerangkan orang Manggarai memiliki kedalaman nilai budaya yang sudah melekat seperti nafas kehidupan. Bahwa hidup berbudaya merupakan cara orang Manggarai berada.

Seusai penerimaan tersebut, perayaan Hardiknas dimulai. Selama perayaan, suasana hikmat, semangat kebangsaan, jiwa nasionalisme, dan cinta kebhinekaan serta kesetiaan Pancasila bergelora di setiap hati orang yang hadir.

Pemimpin upacara, guru SMKN 1 Satarmese, Lazarus Agun melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Dan Camat baru Satarmese Barat menjadi pembina upacara hardiknas tersebut.

Semua guru se-Satarmese Barat yang hadir tak terhitung jumlahnya. Mereka hadir dengan semangat keindonesiaan di hati mereka. Ini tentang cinta kebangsaan di setiap dada manusia Indonesia, khususnya Satarmese Barat. Aku Pancasila. Aku Indonesia. Aku Bhineka Tunggal Ika.

Perayaan hardiknas itu berjalan aman, lancar dan sukses. Setelah upacara bendera, semua yang hadir disuguhkan dengan sejumlah atraksi. Dan Merching band SMAN 1 Satarmese sebagai atraksi pamungkas yang membuat masyarakat yang hadir merasa kagum dengan penampilan para peserta didik tersebut.

Kegiatan hardiknas itu berlansung hingga sore hari. Cuaca sangat bersahabat. Situasi pun mendukung. Tiada sesuatu yang menghadang. Yang ada hanyalah irama cinta bergelora di setiap sanubari.

Diujung Rotan Ada Emas

Camat baru Satarmese Barat menyampaikan banyak hal tentang perjuangan guru dalam mendidik dan membina siswa/i menuju generasi emas. Dia menyampaikan di ujung rotan ada emas. Bahasa perumpamaan itu memiliki makna filosofis yang sangat mendalam tatkala direfleksikan.

Camat Sony mensharingkan pengalamannya tatkala berada di SD, SMP dan SMA. Bahwa didikan pada zamannya sangat berbeda dengan sekarang. Generasinya dididik dan dibina secara keras. Mereka ditegur dengan kayu atau rotan, diluruskan atau dibenarkan dengan pukulan atau cubitan. Dan itu menjadi cara yang baik untuk menyadarkan dan membuat mereka taat aturan. Rotan itu adalah cara binaan atau didikan yang baik untuk mengubah nasib, zaman itu.

Camat asal Wogel itu sangat bersyukur dan berterimakasih kepada para penjasa (guru) yang mendidik dan membina mereka dengan cara keras. Dengan didikan seperti itu, mereka dimanusiakan menjadi manusia cerdas, berkualitas dan sukses.

Didikan sekarang, kata Camat tidak seperti dahulu. Tatkala guru mendidik siswa dengan sentuhan fisik sedikit seperti mencubit atau memukul dan itu dilakukan secara terukur, mereka dikenai sanksi. Atau orang tua lansung bertindak tanpa melihat fakta dan intensi di balik didikan tersebut. Atau juga ketika ada hal seperti itu, maka lansung distatuskan di media sosial. Gurunya dipersalahkan bahkan dilaporkan ke polisi untuk diadili.
Dampaknya, pendidikan itu terjebak dalam inkonsistensi dan stagnan yang berdampak pada kualitas dan kecerdasan generasi muda yang jauh dari harapan bersama.

Pendidikan: Obor Masa Depan

Seorang anggota DPRD Manggarai, Gusti Nancung menyampaikan pentingnya pendidikan sebagai obor yang menerangi masa depan yang cerah. Pendidikan tidak bertentangan dengan budaya. Dalam hal ini, perayaan hardiknas 2026 bernuansa adat Manggarai. Semuanya berpakaian adat.

Pendidikan dan budaya merupakan satu kesatuan ilmu yang dapat meningkatkan kualitas dan kecerdasan anak-anak bangsa. Pendidikan yang baik akan berdampak pada kehidupan berbudaya dan bernegara yang baik, benar dan indah. Hardiknas mengingatkan para guru untuk mendidik dengan memerdekakan anak-anak bangsa menuju generasi emas.

Anggota DPR asal Narang itu berterimakasih kepada para pendidik dan penjasa yang tak kenal lelah dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Diharapkan, guru-guru maju terus, karena di tangan guru ada obor yang menerangi jalan anak-anak bangsa.

Penulis: Nasarius Fidin

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Tagihan Berpikir Paradigmatik di Ruang Sosial”, Komentar Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng Soal Pengukuhan Uskup Maksimus Regus dan Sabina Ndiung sebagai Guru Besar

    “Tagihan Berpikir Paradigmatik di Ruang Sosial”, Komentar Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng Soal Pengukuhan Uskup Maksimus Regus dan Sabina Ndiung sebagai Guru Besar

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.385
    • 0Komentar

    Detikbernas.com, Ruteng – Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng (UNIKA St. Paulus Ruteng) mengukir sejarah akademik dengan pengukuhan dua tokoh intelektual hebat, Mgr. Prof. Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si sebagai guru besar dalam bidang Sosiologi Agama dan Multikulturalisme, dan Prof. Dr. Sabina Ndiung, M.Pd, di bidang Pendidikan Matematika ke-SD-an. Upacara pengukuhan tersebut dilakukan oleh Kepala […]

  • Sosok Sederhada Yakob Kareth Cermin Kepribadian Birokrat Teladan

    Sosok Sederhada Yakob Kareth: Cermin Kepribadian Birokrat Teladan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Di tengah dunia birokrasi yang sering dipandang penuh formalitas dan jarak antara pejabat dengan masyarakat, sosok Yakob Kareth hadir dengan karakter yang berbeda. Sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya, ia dikenal bukan hanya karena pengalaman dan tanggung jawab besar yang diembannya, tetapi juga karena kesederhanaan yang melekat erat dalam dirinya. Nilai ini menjadi kekuatan […]

  • Transformasi Ekonomi Pertanian Manggarai di Tengah Gempuran Budaya Intan: Judi Online atau Proses Cerdas?

    Transformasi Ekonomi Pertanian Manggarai di Tengah Gempuran Budaya Intan: Judi Online atau Proses Cerdas?

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Budaya instan bagaikan harimau meraung-raung di saat fajar pagi menyinsing. Raungannya merupakan taringan tajam menembus sulur niat para petani sehingga mindset dan mentalitas instan menguasai nurani. Faktor penyebab terjadinya hal itu karena masyarakat Manggarai belum mampu beradaptasi secara komprehensif terkait kemajuan tehnologi. Kebanyakan orang terjebak pada persaingan tehnologi. Mereka belum siap untuk hidup sesuai kemajuan […]

  • Jiwa Pengabdian dan Loyalitas Yakob Kareth Sebagai Sekda Papua Barat Daya

    Jiwa Pengabdian dan Loyalitas Yakob Kareth Sebagai Sekda Papua Barat Daya

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Dalam dunia birokrasi, loyalitas adalah nilai yang sangat penting. Loyalitas bukan sekadar patuh kepada atasan, tetapi lebih dalam dari itu: setia kepada tugas, bertanggung jawab terhadap amanah, dan konsisten melayani masyarakat dengan hati yang tulus. Nilai inilah yang tampak melekat erat dalam diri Yakob Kareth, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya. Perjalanan seorang birokrat tidak […]

  • 6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.218
    • 4Komentar

    1. Budaya Kasih Raungan serakah di setiap acaraasap angkuh mengepul,arak diteguk hingga mabuk kepayang,kata-kata beradu tajam,tawuran menyapu….wajah tergeletak, berserakanseolah tiada bernilai…. Teguk arak jadi tradisi,komplotan jago berkeliarantiada kata saudara pun keluargaasal pedang amarah mengenai sasar Budaya benci mengakar,pesta jadi ajang pertarungan,mental dan minsed tak maju-maju,hidup pun seperti ilalang Dimanakah gendang nurani ditabuh,adakah kesadaran nalar meraja,kenapa […]

  • Perpisahan dengan Kelas XII, Pimpinan SMKN 1, Berotak Global Berhati Budaya Lokal

    Perpisahan dengan Peserta Didik Kelas XII, Pimpinan SMKN 1 Satarmese, Berotak Global Berhati Budaya Lokal

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.380
    • 0Komentar

    Wae Cepang – Seusai tiga tahun berada bersama, SMKN 1 Satarmese mengadakan acara perpisahan dengan para peserta didik kelas XII yang akan segera melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi atau di dunia usaha dan industri. Acara tersebut dilakukan di Aula Kapela Stasi Sta. Maria Stella Maris Wae Cepang, Senin, (13/04/2026). Kepala SMKN 1 Satarmese, Fransiskus Jehoda, […]

expand_less