Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » “Tagihan Berpikir Paradigmatik di Ruang Sosial”, Komentar Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng Soal Pengukuhan Uskup Maksimus Regus dan Sabina Ndiung sebagai Guru Besar

“Tagihan Berpikir Paradigmatik di Ruang Sosial”, Komentar Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng Soal Pengukuhan Uskup Maksimus Regus dan Sabina Ndiung sebagai Guru Besar

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
  • visibility 1.378
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Detikbernas.com, Ruteng – Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng (UNIKA St. Paulus Ruteng) mengukir sejarah akademik dengan pengukuhan dua tokoh intelektual hebat, Mgr. Prof. Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si sebagai guru besar dalam bidang Sosiologi Agama dan Multikulturalisme, dan Prof. Dr. Sabina Ndiung, M.Pd, di bidang Pendidikan Matematika ke-SD-an. Upacara pengukuhan tersebut dilakukan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XV Prof. Dr. Adrianus Amheka, di Aula Gedung Utama Timur (GUT) Lantai 5, Jumat, (08/05/2026).

Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng, Dr. Marianus Mantovanny Tapung, S.Fil., M.Pd menyampaikan kehadiran kedua professor akan berdampak signifikant secara akademik, sosial, dan budaya khususnya di Manggarai dan Indonesia pada umumnya, bahkan secara Internasional.

“Kehadiran pemikiran paradigmatik-transformatif dari dunia kampus yang berdampak secara sosial, akan menjadi pintu keluar dari anggapan bahwa kampus hanya sebagai menara gading intelektual, atau hanya pencetak lulusan yang mumpuni secara akademik, tetapi kurang terampil merespon secara adaptif perkembangan di masyarakat”, kata Mantovanny, Sabtu, (09/05)

Hemat, penulis produktif dan pegiat literasi itu, kehadiran guru besar yang keempat dan kelima di UNIKA St. Paulus memiliki pandangan-pandangan paradigmatik untuk merespon berbagai perkembangan kekinian dan tuntutan jaman yang tidak menentu.

“Tentunya sebagai profesor yang pakar dalam bidangnya, pandangan-pandangan paradigmatik dapat merespon berbagai perkembangan kekinian, baik di dunia kampus maupun di masyarakat, dan saya berpikir itu sudah menjadi level tertinggi dari sebuah kepakaran, yakni salah satunya memiliki perspektif paradigmatik-transformatif terhadap perkembangan dunia, seperti dalam bidang pendidikan dan perkembangan agama-agama”, ujarnya.

Mantovanny menambahkan soal kepedulian terhadap pelbagai masalah aktual melalui pemikiran-pemikiran bernas seperti karya-karya ilmiah, dialog inklusif di ruang publik dan keterlibatan lansung di lingkup sosial kemasyarakatan.

“Bentuk-bentuk responnya, selain melalui riset ilmiah yang dipublikasikan di jurnal nasional dan internasional bereputasi, juga bisa berkomentar di media massa, atau terlibat dalam diskusi-diskusi ‘warung kopi’, terkait masalah-maslah aktual sesuai dengan bidang kepakarannya, sesekali juga perlu turun gunung untuk terlibat langsung dalam permasalahan sosial kemasyarakatan”, tambahnya.

Peneliti sosial-pendidikan itu merasa beruntung dengan kehadiran kedua professor yang baru dikukuhkan tahun ini yang memiliki kehebatan mumpuni pada bidangnya masing-masing, dan tentunya itu akan divalidasi di ruang kuliah, realitas sosial yang berdampak positif untuk perkembangan dan kemajuan peradapan dunia teknologi.

“Secara pribadi saya bangga dengan pengukuhan terhadap keduanya yang memiliki kehebatan mumpuni pada bidangnya masing-masing, tentunya kepakaran ini akan divalidasi lagi, selain di ruang kuliah, juga di ruang-ruang sosial, sehingga berdampak secara positif bagi masyarakat”, terangnya.

Penulis: Nasarius Fidin

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transformasi Ekonomi Pertanian Manggarai di Tengah Gempuran Budaya Intan: Judi Online atau Proses Cerdas?

    Transformasi Ekonomi Pertanian Manggarai di Tengah Gempuran Budaya Intan: Judi Online atau Proses Cerdas?

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Budaya instan bagaikan harimau meraung-raung di saat fajar pagi menyinsing. Raungannya merupakan taringan tajam menembus sulur niat para petani sehingga mindset dan mentalitas instan menguasai nurani. Faktor penyebab terjadinya hal itu karena masyarakat Manggarai belum mampu beradaptasi secara komprehensif terkait kemajuan tehnologi. Kebanyakan orang terjebak pada persaingan tehnologi. Mereka belum siap untuk hidup sesuai kemajuan […]

  • Petani mengalami gagal panen pisang di Satarmese Barat.

    Dampak Ekonomi Akibat Gagal Panen Pisang di Satarmese Barat

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Indonesia mencapai usia emas pada tahun 2045. Dalam menuju usia emas itu, transformasi ekonomi ditetapkan sebagai pilar utama dalam mewujudkannya. Sektor pertanian berkelanjutan memegang peran penting khususnya di wilayah – wilayah yang kaya akan potensi alam seperti Manggrai, Nusa Tenggara Timur. Transformasi ini tidak hanya bertujuan untuk mencapai kedaulatan pangan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan […]

  • Gagal panen menjadi momok yang menakutkan para petani. Beberapa tahun terakhir, bencana gagal panen menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, para petani sangat profesional dalam bertani, khususnya dalam mengolah tanah untuk berbagai tanaman seperti padi, pisang, dan sebagainya. Pertanyaannya, mengapa terjadi demikian? Gagal panen disebabkan oleh pelbagai faktor. Selain cara bertani konvensional juga faktor alam seperti musim tak menentu. Beberapa tahun terakhir, musim kemerau panjang berdampak pada menurun drastisnya penghasilan perekonomian di wilayah Manggarai. Persoalan gagal panen menjadi duka bersama khususnya para petani yang dapat mengguncang kestabilan kesejahteraan.

    Realitas Gagal Panen Di Manggarai: Bencana Rumah Tangga dan Ironi Transformasi Ekonomi Berkelanjutan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Gagal panen menjadi momok yang menakutkan para petani. Beberapa tahun terakhir, bencana gagal panen menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, para petani sangat profesional dalam bertani, khususnya dalam mengolah tanah untuk berbagai tanaman seperti padi, pisang, dan sebagainya. Pertanyaannya, mengapa terjadi demikian? Gagal panen disebabkan oleh pelbagai faktor. Selain cara bertani konvensional juga faktor alam seperti musim […]

  • Membangun Rumah Pembelajar

    Membangun Rumah Pembelajar

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 460
    • 0Komentar

    Dunia kerja masa depan tidak lagi memberikan penghargaan hanya pada “apa yang Anda ketahui” (pengetahuan tekstual), melainkan pada “apa yang bisa Anda lakukan dengan pengetahuan tersebut”. Jika rumah hanya menjadi tempat anak beristirahat dari hafalan sekolah, kita sebenarnya sedang menciptakan generasi yang memiliki ijazah tapi kehilangan kompas kehidupan. Membicarakan rumah sebagai pusat belajar adalah upaya […]

  • Pembangunan Maju, Warga Desa Tetap Haus Ada Yang Salah

    Pembangunan Maju, Warga Desa Tetap Haus: Ada Yang Salah?

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 548
    • 0Komentar

    Sangat ironis. Jalan aspal yang memanjang, membelai rumah-rumah yang memanjang sepanjang desa, terlihat indah dan bagus di setiap lorong-lorong gang, tower Bakti atau BTS berdiri gagah di samping istana desa, dana miliaran rupiah digelontarkan setiap tahun. Tapi di saat yang sama, bapak dan ibu serta anak-anak di banyak pelosok masih harus jalan 2 km tiap […]

  • Gereja Paroki Todo Gelar Prosesi Patung Bunda Maria dari Niang Menuju Gereja

    Gereja Paroki Todo Gelar Prosesi Patung Bunda Maria dari Niang Menuju Gereja

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 539
    • 0Komentar

    Detikbernas.com – Perarakan patung Bunda Maria menjadi tradisi umat Katolik pada umumnya. Umat paroki Todo menggelar prosesi patung Bunda Maria itu secara berbeda mulai dari Niang (rumah kerucut) menuju gereja paroki, Jumat, (01/05/2026). Kampung adat yang menyimpan jejak leluhur itu dijadikan titik awal prosesi tersebut. Seluruh umat paroki melangkah bersama sebagai simbol peziarahan spiritual yang […]

expand_less