Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » “Tagihan Berpikir Paradigmatik di Ruang Sosial”, Komentar Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng Soal Pengukuhan Uskup Maksimus Regus dan Sabina Ndiung sebagai Guru Besar

“Tagihan Berpikir Paradigmatik di Ruang Sosial”, Komentar Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng Soal Pengukuhan Uskup Maksimus Regus dan Sabina Ndiung sebagai Guru Besar

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
  • visibility 1.382
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Detikbernas.com, Ruteng – Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng (UNIKA St. Paulus Ruteng) mengukir sejarah akademik dengan pengukuhan dua tokoh intelektual hebat, Mgr. Prof. Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si sebagai guru besar dalam bidang Sosiologi Agama dan Multikulturalisme, dan Prof. Dr. Sabina Ndiung, M.Pd, di bidang Pendidikan Matematika ke-SD-an. Upacara pengukuhan tersebut dilakukan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XV Prof. Dr. Adrianus Amheka, di Aula Gedung Utama Timur (GUT) Lantai 5, Jumat, (08/05/2026).

Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng, Dr. Marianus Mantovanny Tapung, S.Fil., M.Pd menyampaikan kehadiran kedua professor akan berdampak signifikant secara akademik, sosial, dan budaya khususnya di Manggarai dan Indonesia pada umumnya, bahkan secara Internasional.

“Kehadiran pemikiran paradigmatik-transformatif dari dunia kampus yang berdampak secara sosial, akan menjadi pintu keluar dari anggapan bahwa kampus hanya sebagai menara gading intelektual, atau hanya pencetak lulusan yang mumpuni secara akademik, tetapi kurang terampil merespon secara adaptif perkembangan di masyarakat”, kata Mantovanny, Sabtu, (09/05)

Hemat, penulis produktif dan pegiat literasi itu, kehadiran guru besar yang keempat dan kelima di UNIKA St. Paulus memiliki pandangan-pandangan paradigmatik untuk merespon berbagai perkembangan kekinian dan tuntutan jaman yang tidak menentu.

“Tentunya sebagai profesor yang pakar dalam bidangnya, pandangan-pandangan paradigmatik dapat merespon berbagai perkembangan kekinian, baik di dunia kampus maupun di masyarakat, dan saya berpikir itu sudah menjadi level tertinggi dari sebuah kepakaran, yakni salah satunya memiliki perspektif paradigmatik-transformatif terhadap perkembangan dunia, seperti dalam bidang pendidikan dan perkembangan agama-agama”, ujarnya.

Mantovanny menambahkan soal kepedulian terhadap pelbagai masalah aktual melalui pemikiran-pemikiran bernas seperti karya-karya ilmiah, dialog inklusif di ruang publik dan keterlibatan lansung di lingkup sosial kemasyarakatan.

“Bentuk-bentuk responnya, selain melalui riset ilmiah yang dipublikasikan di jurnal nasional dan internasional bereputasi, juga bisa berkomentar di media massa, atau terlibat dalam diskusi-diskusi ‘warung kopi’, terkait masalah-maslah aktual sesuai dengan bidang kepakarannya, sesekali juga perlu turun gunung untuk terlibat langsung dalam permasalahan sosial kemasyarakatan”, tambahnya.

Peneliti sosial-pendidikan itu merasa beruntung dengan kehadiran kedua professor yang baru dikukuhkan tahun ini yang memiliki kehebatan mumpuni pada bidangnya masing-masing, dan tentunya itu akan divalidasi di ruang kuliah, realitas sosial yang berdampak positif untuk perkembangan dan kemajuan peradapan dunia teknologi.

“Secara pribadi saya bangga dengan pengukuhan terhadap keduanya yang memiliki kehebatan mumpuni pada bidangnya masing-masing, tentunya kepakaran ini akan divalidasi lagi, selain di ruang kuliah, juga di ruang-ruang sosial, sehingga berdampak secara positif bagi masyarakat”, terangnya.

Penulis: Nasarius Fidin

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 10 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    10 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.231
    • 0Komentar

    Karyamu tak kenal pensiunkeilahian tersembunyi di balik nuranitubuh kudus tak elok dipandang duniasedang Kau Maha dari setiap maha Langit tunduk di hadapanMubumi ramah di dalam kebesaraniklim menjinaksegalanya menyembahmunamun dunia tetap tegar hati Tingkah pongah mengotak atik sadarego menggiring rasio hingga benalukau kian memeluk dunia malah menjauhcinta setiaMu dasyat meski entah… Dunia gemar sesat sesaatrindu berdiam […]

  • Gagal panen menjadi momok yang menakutkan para petani. Beberapa tahun terakhir, bencana gagal panen menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, para petani sangat profesional dalam bertani, khususnya dalam mengolah tanah untuk berbagai tanaman seperti padi, pisang, dan sebagainya. Pertanyaannya, mengapa terjadi demikian? Gagal panen disebabkan oleh pelbagai faktor. Selain cara bertani konvensional juga faktor alam seperti musim tak menentu. Beberapa tahun terakhir, musim kemerau panjang berdampak pada menurun drastisnya penghasilan perekonomian di wilayah Manggarai. Persoalan gagal panen menjadi duka bersama khususnya para petani yang dapat mengguncang kestabilan kesejahteraan.

    Realitas Gagal Panen Di Manggarai: Bencana Rumah Tangga dan Ironi Transformasi Ekonomi Berkelanjutan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Gagal panen menjadi momok yang menakutkan para petani. Beberapa tahun terakhir, bencana gagal panen menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, para petani sangat profesional dalam bertani, khususnya dalam mengolah tanah untuk berbagai tanaman seperti padi, pisang, dan sebagainya. Pertanyaannya, mengapa terjadi demikian? Gagal panen disebabkan oleh pelbagai faktor. Selain cara bertani konvensional juga faktor alam seperti musim […]

  • Foto bersama pastor Paroki Todo dengan para panitia Paskah tahun 2026.

    Paskah di Paroki Todo, Ini Syarat Jadi Katolik Sejati

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 692
    • 2Komentar

    Detikbernas.com – Dalam Perayaan Tri Hari Suci di Gereja Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo, RD. Urbanus Jatang, Pr memberikan kesadaran mendalam kepada umat terkait syarat menjadi Katolik sejati yakni kesetiaan untuk mencintai Ekaristi yang menjadi puncak iman kristiani. “Orang katolik harus mencintai Ekaristi, kalau dia tidak mencintai Ekaristi, dia bukan orang katolik yang […]

  • 15 Puisi Terbak Karya Nasarius Fidin

    15 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 713
    • 0Komentar

    Hari hari ialah makna cinta,Jam, menit, detik pun cintapagi hingga pagi mengalir bulir cintasiang malam terbersit cinta Cinta tak kenal batas,cinta tak kenal lelah,cinta ialah awal hingga akhircinta ialah ekspresi hidupcinta ialah hidup Dalam gelap terkais jalan cintakau menemukan tapak cahaya cintasehingga mampu melawan gelapdan melewati malam Terang pun cintatak semua siang terbersit cintabisa saja […]

  • Kisah Kelahiran dan Masa Kecil Yakob Kareth; Dari Kampung Sederhana Menuju Sekretaris Daerah

    Kisah Kelahiran dan Masa Kecil Yakob Kareth; Dari Kampung Sederhana Menuju Sekretaris Daerah

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Drs. Yakob M.Kareth, M.Si., bukanlah sosok asing di arena pelayanan publik di wilayah pemerintahan provinsi Papua Barat Daya. Ia adalah role model (panutan)yang memadukan Integritas, dedikasi dan kompetensi akademik yang briliant dengan jabatan strategis dibirokrasi pemerintahan sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Barat Daya. Ia membawa aura profesionalisme berkat pencapaiannya di dunia akademik hingga menyandang […]

  • Langkah Juang Menuju Terang

    Langkah Juang Menuju Terang

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Setiap pagi, Dela bergegas ke sekolah yang jaraknya hampir lima kilometer. Jalan menuju sekolah bukanlah jalan beraspal, melainkan jalan berbatu dan tanah yang berlumpur. Kadang ia harus menyeberangi sungai kecil dengan jembatan bambu yang rapuh. Meski lelah, Dela selalu membawa buku catatan lusuhnya. Ia tahu, setiap huruf yang ia pelajari adalah batu bata untuk membangun […]

expand_less