Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » “Tagihan Berpikir Paradigmatik di Ruang Sosial”, Komentar Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng Soal Pengukuhan Uskup Maksimus Regus dan Sabina Ndiung sebagai Guru Besar

“Tagihan Berpikir Paradigmatik di Ruang Sosial”, Komentar Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng Soal Pengukuhan Uskup Maksimus Regus dan Sabina Ndiung sebagai Guru Besar

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
  • visibility 1.798
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Detikbernas.com, Ruteng – Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng (UNIKA St. Paulus Ruteng) mengukir sejarah akademik dengan pengukuhan dua tokoh intelektual hebat, Mgr. Prof. Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si sebagai guru besar dalam bidang Sosiologi Agama dan Multikulturalisme, dan Prof. Dr. Sabina Ndiung, M.Pd, di bidang Pendidikan Matematika ke-SD-an. Upacara pengukuhan tersebut dilakukan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XV Prof. Dr. Adrianus Amheka, di Aula Gedung Utama Timur (GUT) Lantai 5, Jumat, (08/05/2026).

Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng, Dr. Marianus Mantovanny Tapung, S.Fil., M.Pd menyampaikan kehadiran kedua professor akan berdampak signifikant secara akademik, sosial, dan budaya khususnya di Manggarai dan Indonesia pada umumnya, bahkan secara Internasional.

“Kehadiran pemikiran paradigmatik-transformatif dari dunia kampus yang berdampak secara sosial, akan menjadi pintu keluar dari anggapan bahwa kampus hanya sebagai menara gading intelektual, atau hanya pencetak lulusan yang mumpuni secara akademik, tetapi kurang terampil merespon secara adaptif perkembangan di masyarakat”, kata Mantovanny, Sabtu, (09/05)

Hemat, penulis produktif dan pegiat literasi itu, kehadiran guru besar yang keempat dan kelima di UNIKA St. Paulus memiliki pandangan-pandangan paradigmatik untuk merespon berbagai perkembangan kekinian dan tuntutan jaman yang tidak menentu.

“Tentunya sebagai profesor yang pakar dalam bidangnya, pandangan-pandangan paradigmatik dapat merespon berbagai perkembangan kekinian, baik di dunia kampus maupun di masyarakat, dan saya berpikir itu sudah menjadi level tertinggi dari sebuah kepakaran, yakni salah satunya memiliki perspektif paradigmatik-transformatif terhadap perkembangan dunia, seperti dalam bidang pendidikan dan perkembangan agama-agama”, ujarnya.

Mantovanny menambahkan soal kepedulian terhadap pelbagai masalah aktual melalui pemikiran-pemikiran bernas seperti karya-karya ilmiah, dialog inklusif di ruang publik dan keterlibatan lansung di lingkup sosial kemasyarakatan.

“Bentuk-bentuk responnya, selain melalui riset ilmiah yang dipublikasikan di jurnal nasional dan internasional bereputasi, juga bisa berkomentar di media massa, atau terlibat dalam diskusi-diskusi ‘warung kopi’, terkait masalah-maslah aktual sesuai dengan bidang kepakarannya, sesekali juga perlu turun gunung untuk terlibat langsung dalam permasalahan sosial kemasyarakatan”, tambahnya.

Peneliti sosial-pendidikan itu merasa beruntung dengan kehadiran kedua professor yang baru dikukuhkan tahun ini yang memiliki kehebatan mumpuni pada bidangnya masing-masing, dan tentunya itu akan divalidasi di ruang kuliah, realitas sosial yang berdampak positif untuk perkembangan dan kemajuan peradapan dunia teknologi.

“Secara pribadi saya bangga dengan pengukuhan terhadap keduanya yang memiliki kehebatan mumpuni pada bidangnya masing-masing, tentunya kepakaran ini akan divalidasi lagi, selain di ruang kuliah, juga di ruang-ruang sosial, sehingga berdampak secara positif bagi masyarakat”, terangnya.

Penulis: Nasarius Fidin

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gagal panen menjadi momok yang menakutkan para petani. Beberapa tahun terakhir, bencana gagal panen menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, para petani sangat profesional dalam bertani, khususnya dalam mengolah tanah untuk berbagai tanaman seperti padi, pisang, dan sebagainya. Pertanyaannya, mengapa terjadi demikian? Gagal panen disebabkan oleh pelbagai faktor. Selain cara bertani konvensional juga faktor alam seperti musim tak menentu. Beberapa tahun terakhir, musim kemerau panjang berdampak pada menurun drastisnya penghasilan perekonomian di wilayah Manggarai. Persoalan gagal panen menjadi duka bersama khususnya para petani yang dapat mengguncang kestabilan kesejahteraan.

    Realitas Gagal Panen Di Manggarai: Bencana Rumah Tangga dan Ironi Transformasi Ekonomi Berkelanjutan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 385
    • 1Komentar

    Gagal panen menjadi momok yang menakutkan para petani. Beberapa tahun terakhir, bencana gagal panen menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, para petani sangat profesional dalam bertani, khususnya dalam mengolah tanah untuk berbagai tanaman seperti padi, pisang, dan sebagainya. Pertanyaannya, mengapa terjadi demikian? Gagal panen disebabkan oleh pelbagai faktor. Selain cara bertani konvensional juga faktor alam seperti musim […]

  • Transformasi Ekonomi Pertanian Manggarai di Tengah Gempuran Budaya Intan: Judi Online atau Proses Cerdas?

    Transformasi Ekonomi Pertanian Manggarai di Tengah Gempuran Budaya Intan: Judi Online atau Proses Cerdas?

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 266
    • 1Komentar

    Budaya instan bagaikan harimau meraung-raung di saat fajar pagi menyinsing. Raungannya merupakan taringan tajam menembus sulur niat para petani sehingga mindset dan mentalitas instan menguasai nurani. Faktor penyebab terjadinya hal itu karena masyarakat Manggarai belum mampu beradaptasi secara komprehensif terkait kemajuan tehnologi. Kebanyakan orang terjebak pada persaingan tehnologi. Mereka belum siap untuk hidup sesuai kemajuan […]

  • Peringatan Lahirnya Pancasila di SMKN 1 Satarmese, Kepala Sekolah Lawan Diri Sendiri dan Rawat Cinta Lintas Batas

    Peringatan Lahirnya Pancasila di SMKN 1 Satarmese, Kepala Sekolah: Lawan Diri Sendiri dan Rawat Cinta Lintas Batas

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.511
    • 2619Komentar

    Wae Cepang, Detikbernas.com – Peringatan hari jadi Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia bukan sekadar rutinitas tahunan atau formalitas upacara bendera semata. SMKN 1 Satarmese menjadikan peringatan hari Pancasila ke-79 itu sebagai momentum pergumulan filosofis yang menantang para guru dan peserta didik untuk membongkar kenyamanan berpikir tentang bagaimana makna substansial Pancasila diwujudkan […]

  • Saat Upacara Bendera di SMKN 1 Satarmese, Pimpinan Serukan Point Penting Ini kepada Guru dan Siswa

    Saat Upacara Bendera di SMKN 1 Satarmese, Pimpinan Serukan Point Penting Ini kepada Guru dan Siswa

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 312
    • 19Komentar

    Detikbernas.com – Saat upacara Bendera Merah Putih, pimpinan SMKN 1 Satarmese, Fransiskus Jehoda, S.Pd menyampaikan point-point penting terkait perjuangan untuk mencapai kesuksesan. Bahwa kesuksesan itu dimulai dari kesadaran dan perwujudan nilai kedisiplinan, Senin, (11/05/2026). “Siswa/i yang berdisiplin berarti mereka yang patuh terhadap aturan yang ada di lingkungan sekolah, seperti mengikuti upacara bendera merah putih setiap […]

  • Juara FLS3N Manggarai, Dua Sekolah Ini Melaju ke Tingkat Propinsi NTT

    Juara FLS3N Manggarai, Dua Sekolah Ini Melaju ke Tingkat Propinsi NTT

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.115
    • 0Komentar

    Juara FLS3N tingkat kabupaten Manggarai, SMKN 1 Wae Ri’i dan SMKN 1 Satarmese siap melaju ke tingkat Propinsi NTT. Pasalnya, kedua sekolah tersebut berhasil menjuarai berbagai jenis lomba bertajuk Merdeka Berkreasi, Talenta Seni Menginspirasi digelar di SMKN 1 Wae Ri’i, Rabu, (29/04/2026). Kepala dinas cabang wilayah enam yang diwakili Kasubag Handrianus Gampung, M.Sc menyampaikan, kegiatan […]

  • Langkah Juang Menuju Terang

    Langkah Juang Menuju Terang

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Setiap pagi, Dela bergegas ke sekolah yang jaraknya hampir lima kilometer. Jalan menuju sekolah bukanlah jalan beraspal, melainkan jalan berbatu dan tanah yang berlumpur. Kadang ia harus menyeberangi sungai kecil dengan jembatan bambu yang rapuh. Meski lelah, Dela selalu membawa buku catatan lusuhnya. Ia tahu, setiap huruf yang ia pelajari adalah batu bata untuk membangun […]

expand_less