Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Antara Altar dengan Tenda Pesta: 252 Anak Se-paroki Todo Menerima Tubuh dan Darah Kristus

Antara Altar dengan Tenda Pesta: 252 Anak Se-paroki Todo Menerima Tubuh dan Darah Kristus

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • visibility 333
  • comment 7 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Todo, Detikbernas.com – Altar Paroki Todo menjadi ruang penuh sukacita dan saksi perayaan iman dan cinta dalam peziarahan rohani Katolik. Sejumlah 252 anak dari 13 sekolah Dasar (SD) se-Paroki Todo telah menerima first holly communion (komuni pertama).

Perayaan komuni pertama itu menjadi ruang perjumpaan antara makna teologis, filosofis, kosmologis tradisi Manggarai dan pendidikan karakter siswa/i yang baru saja menerima Tubuh dan Darah Kristus tersebut.

Perjumpaan Iman dan Tradisi Manggarai

Ketua panitia, Yohana R. Yasti Gai menyampaikan perjumpaan iman dan tradisi Manggarai menjadi paduan yang sangat memesona. Pasalnya keduanya tidak bertentangan melainkan saling menyatu. Tradisi Manggarai dapat menyempurnakan iman dan semakin berakar di bumi Nucalale.

“Dalam tradisi Manggarai, Sambut Baru bukan sekadar acara gereja, tetapi bagian dari ritus kehidupan. Ini adalah momen kegembiraan seluruh keluarga besar khususnya di Manggarai, paroki Todo. Tradisi kumpul bersama dan acara syukuran keluarga adalah wujud dari nilai sukacita bersama dan ungkapan syukur kepada Tuhan. Adat menyempurnakan iman di mana anak disambut secara adat sekaligus secara gerejani”, ujar Atik, Minggu, (07/06/2026).

Antara Altar dengan Tenda Pesta: Sebuah Kontradiksi (?)

Kepala SD-SMP Satap Mowol itu menerangkan komuni pertama dipandang secara substansial sebagai momen sakral anak-anak menerima Tubuh dan Darah Kristus secara utuh yang merupakan pemenuhan janji babtis.

“Dalam konteks iman Kristiani, Sakramen Maha Kudus dimaknai sebagai momen indah karena anak-anak pertama kalinya menerima Tubuh dan Darah Kristus. Ini adalah pemenuhan janji baptis mereka. Perayaan sesungguhnya terjadi di Altar, bukan di tenda pesta”, uangkapnya.

Yesus Kristus menjadi pusat dalam perayaan itu. Menjaga kesakralan komuni pertama adalah suatu keharusan. Dan tenda pesta diakui sebagai ungkapan sukacita atas penerimaan sakramen tersebut.

Sosialitas: Ruang Merajut Kasih-Persaudaraan

Alumnus Unika Widya Mandira Kupang itu mengatakan pesta sambut baru dapat mengasah kasih dan persaudaraan antar warga masyarakat. Bertitik berangkat dari sebuah filosofi sosialitas Manggarai, anak sambut baru merupakan tanggung jawab bersama sebagai sesama seiman Katolik.

“Dalam lingkup sosial, momen Sambut Baru dapat menjalin relasi kasih di Manggarai, khususnya di Todo. Semangat saling bantu dalam mempersiapkan pesta menunjukkan anak-anak ini adalah tanggung jawab sosial bersama, bukan hanya beban satu keluarga. Namun, kami juga mengimbau agar aspek sosial ini tidak bergeser menjadi ajang gengsi atau pamer kemewahan”, terangnya.

Keluarga: Gereja Mini dan Teladan Iman

Ketua panitia perayaan menjelaskan keluarga memiliki peran sentral dalam pendidikan karakter dan teladan iman anak. Meskipun demikian, keluarga akan dihadapkan pada sebuah kemungkinan realitas bahwa anak yang sudah menerima komuni suci tidak pergi ke gereja atau melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran iman.

Hemat Atik Gai itu, panitia, pastor, para guru dan pembina hanya mendampingi anak-anak sampai ke altar untuk menerima Komuni. Selebihnya, orangtua atau keluarga menjadi gereja mini yang dapat memberikan teladan iman bagi anak-anak.

“Tidak hanya sikap mendengar, anak-anak meniru apa yang mereka lihat. Jika orang tuanya malas ke gereja, anak pun akan malas. Kita tidak bisa hanya menyalahkan anak. Orang tua harus menjadi teladan iman, mengajak anak berdoa bersama di rumah, dan menjadikan hari Minggu sebagai hari Tuhan yang wajib, bukan pilihan. Gereja dan stasi juga perlu terus merangkul mereka melalui kegiatan SEKAMI (Serikat Kepausan Anak Misioner) atau misdinar agar mereka tetap betah di lingkungan gereja”, katanya.

Panitia mengapresiasi semangat dan kesungguhan anak-anak sejak awal hingga hari puncak perayaan. Perayaan Sakramen Maha Kudus itu berlansung hikmat dan penuh sukacita.

“Saya merasa sangat terharu dan bangga melihat anak-anak menyambut kehadiran Kristus hari ini. Perayaan Misa berjalan dengan begitu khidmat, agung, dan penuh air mata bahagia dari para orang tua. Kerja sama antara panitia, sekolah, orang tua, dan pihak stasi juga sangat luar biasa. Semangat gotong royong khas Manggarai sangat terasa”, ujarnya.

Ketua panitia itu memberikan pesan penting terkait kesucian Sakramen Maha Kudus dijadikan sebagai dasar hidup dan dihayati dalam realitas sehari-sehari agar hidup itu menjadi alunan cinta dan kesetiaan kepada Allah dan berbuah pada kasih terhadap sesama.

“Hayati momen terindah hari ini dengan kesetiaan dan cinta. Pesta syukuran di rumah silakan dijalankan sebagai bentuk kegembiraan adat dan sosial, tetapi jagalah agar tetap sopan, tidak berlebihan, dan tidak menenggelamkan esensi sakral yang baru saja kita terima di gereja. Ingat, setelah pesta usai dan tenda dibongkar, Yesus tetap tinggal di dalam hati anak-anak kita”, pesannya.

Oleh: Nasarius Fidin

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (7)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Guru Turun Gunung! Yosefus Durhaman Siap Sulap Todo Jadi Desa Maju

    Mantan Guru Turun Gunung! Yosefus Durhaman Siap Sulap Todo Jadi Desa Maju

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 573
    • 13Komentar

    Detikbernas.com, Todo – Mantan Guru SD Impres Wejang Raci, Yosefus Durhaman turun gunung untuk mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa Todo periode 2026-2034. Dalam pergelaran pilkades tersebut, ia menegaskan dirinya siap bertarung dengan menjunjung tinggi rasionalitas dan hatinurani, Kamis, (28/05 2026). Yosefus Durhaman mengajak seluruh masyarakat Desa Todo untuk tetap bahu-membahu dalam berbagai urusan kehidupan […]

  • Kokohnya Semangat Dalam Membangun Pendidikan

    Kokohnya Semangat Dalam Membangun Pendidikan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 631
    • 2Komentar

    Pendidikan penting bagi setiap pelajar di Indonesia, memiliki tekat kuat dan besar dalam membangun pendidikan. Melakukan sesuatu dengan rencana, jika benar rencana tersebut pun akan berjalan dengan baik. Setiap pelajar mungkin bosan dengan adanya tugas yang selalu menumpuk, tapi ini bagian dari proses untuk masa depan yang baik, tidak pernah bosan dengan yang namanya pendidikan. […]

  • 6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.259
    • 4Komentar

    1. Budaya Kasih Raungan serakah di setiap acaraasap angkuh mengepul,arak diteguk hingga mabuk kepayang,kata-kata beradu tajam,tawuran menyapu….wajah tergeletak, berserakanseolah tiada bernilai…. Teguk arak jadi tradisi,komplotan jago berkeliarantiada kata saudara pun keluargaasal pedang amarah mengenai sasar Budaya benci mengakar,pesta jadi ajang pertarungan,mental dan minsed tak maju-maju,hidup pun seperti ilalang Dimanakah gendang nurani ditabuh,adakah kesadaran nalar meraja,kenapa […]

  • 15 Puisi Terbak Karya Nasarius Fidin

    15 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 741
    • 0Komentar

    Hari hari ialah makna cinta,Jam, menit, detik pun cintapagi hingga pagi mengalir bulir cintasiang malam terbersit cinta Cinta tak kenal batas,cinta tak kenal lelah,cinta ialah awal hingga akhircinta ialah ekspresi hidupcinta ialah hidup Dalam gelap terkais jalan cintakau menemukan tapak cahaya cintasehingga mampu melawan gelapdan melewati malam Terang pun cintatak semua siang terbersit cintabisa saja […]

  • Yakub Kareth Sosok Rendah Hati di Balik Jabatan Sekda Papua Barat Daya

    Yakub Kareth: Sosok Rendah Hati di Balik Jabatan Sekda Papua Barat Daya

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 80
    • 3Komentar

    Di tengah hiruk-pikuk dunia birokrasi yang sering dipandang penuh formalitas dan jarak antara pemimpin dengan masyarakat, sosok Yakob Kareth sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya menghadirkan warna yang berbeda. Ia dikenal bukan semata karena jabatan tinggi yang disandangnya, melainkan karena sikap rendah hati yang melekat kuat dalam dirinya. Kerendahan hati itu menjadi ciri khas […]

  • Bahasa yang Menyatukan Jejak

    Bahasa yang Menyatukan Jejak

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 251
    • 11Komentar

    Matahari di pesisir pantai selatan membakar kulit dengan cara yang berbeda, seolah menyambut Amelia di tanah pengabdian yang baru. Sambil berdiri di depan cermin kecil di kamarnya, yang kini berbalut seragam SMK yang tegak dan kaku, ia mencoba menelan getirnya rindu. Amelia mengikat janji pada dirinya sendiri. Merantau bukan sekadar berpindah tempat, tapi membiarkan mimpi […]

expand_less