Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Antara Altar dengan Tenda Pesta: 252 Anak Se-paroki Todo Menerima Tubuh dan Darah Kristus

Antara Altar dengan Tenda Pesta: 252 Anak Se-paroki Todo Menerima Tubuh dan Darah Kristus

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • visibility 485
  • comment 14 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Todo, Detikbernas.com – Altar Paroki Todo menjadi ruang penuh sukacita dan saksi perayaan iman dan cinta dalam peziarahan rohani Katolik. Sejumlah 252 anak dari 13 sekolah Dasar (SD) se-Paroki Todo telah menerima first holly communion (komuni pertama).

Perayaan komuni pertama itu menjadi ruang perjumpaan antara makna teologis, filosofis, kosmologis tradisi Manggarai dan pendidikan karakter siswa/i yang baru saja menerima Tubuh dan Darah Kristus tersebut.

Perjumpaan Iman dan Tradisi Manggarai

Ketua panitia, Yohana R. Yasti Gai menyampaikan perjumpaan iman dan tradisi Manggarai menjadi paduan yang sangat memesona. Pasalnya keduanya tidak bertentangan melainkan saling menyatu. Tradisi Manggarai dapat menyempurnakan iman dan semakin berakar di bumi Nucalale.

“Dalam tradisi Manggarai, Sambut Baru bukan sekadar acara gereja, tetapi bagian dari ritus kehidupan. Ini adalah momen kegembiraan seluruh keluarga besar khususnya di Manggarai, paroki Todo. Tradisi kumpul bersama dan acara syukuran keluarga adalah wujud dari nilai sukacita bersama dan ungkapan syukur kepada Tuhan. Adat menyempurnakan iman di mana anak disambut secara adat sekaligus secara gerejani”, ujar Atik, Minggu, (07/06/2026).

Antara Altar dengan Tenda Pesta: Sebuah Kontradiksi (?)

Kepala SD-SMP Satap Mowol itu menerangkan komuni pertama dipandang secara substansial sebagai momen sakral anak-anak menerima Tubuh dan Darah Kristus secara utuh yang merupakan pemenuhan janji babtis.

“Dalam konteks iman Kristiani, Sakramen Maha Kudus dimaknai sebagai momen indah karena anak-anak pertama kalinya menerima Tubuh dan Darah Kristus. Ini adalah pemenuhan janji baptis mereka. Perayaan sesungguhnya terjadi di Altar, bukan di tenda pesta”, uangkapnya.

Yesus Kristus menjadi pusat dalam perayaan itu. Menjaga kesakralan komuni pertama adalah suatu keharusan. Dan tenda pesta diakui sebagai ungkapan sukacita atas penerimaan sakramen tersebut.

Sosialitas: Ruang Merajut Kasih-Persaudaraan

Alumnus Unika Widya Mandira Kupang itu mengatakan pesta sambut baru dapat mengasah kasih dan persaudaraan antar warga masyarakat. Bertitik berangkat dari sebuah filosofi sosialitas Manggarai, anak sambut baru merupakan tanggung jawab bersama sebagai sesama seiman Katolik.

“Dalam lingkup sosial, momen Sambut Baru dapat menjalin relasi kasih di Manggarai, khususnya di Todo. Semangat saling bantu dalam mempersiapkan pesta menunjukkan anak-anak ini adalah tanggung jawab sosial bersama, bukan hanya beban satu keluarga. Namun, kami juga mengimbau agar aspek sosial ini tidak bergeser menjadi ajang gengsi atau pamer kemewahan”, terangnya.

Keluarga: Gereja Mini dan Teladan Iman

Ketua panitia perayaan menjelaskan keluarga memiliki peran sentral dalam pendidikan karakter dan teladan iman anak. Meskipun demikian, keluarga akan dihadapkan pada sebuah kemungkinan realitas bahwa anak yang sudah menerima komuni suci tidak pergi ke gereja atau melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran iman.

Hemat Atik Gai itu, panitia, pastor, para guru dan pembina hanya mendampingi anak-anak sampai ke altar untuk menerima Komuni. Selebihnya, orangtua atau keluarga menjadi gereja mini yang dapat memberikan teladan iman bagi anak-anak.

“Tidak hanya sikap mendengar, anak-anak meniru apa yang mereka lihat. Jika orang tuanya malas ke gereja, anak pun akan malas. Kita tidak bisa hanya menyalahkan anak. Orang tua harus menjadi teladan iman, mengajak anak berdoa bersama di rumah, dan menjadikan hari Minggu sebagai hari Tuhan yang wajib, bukan pilihan. Gereja dan stasi juga perlu terus merangkul mereka melalui kegiatan SEKAMI (Serikat Kepausan Anak Misioner) atau misdinar agar mereka tetap betah di lingkungan gereja”, katanya.

Panitia mengapresiasi semangat dan kesungguhan anak-anak sejak awal hingga hari puncak perayaan. Perayaan Sakramen Maha Kudus itu berlansung hikmat dan penuh sukacita.

“Saya merasa sangat terharu dan bangga melihat anak-anak menyambut kehadiran Kristus hari ini. Perayaan Misa berjalan dengan begitu khidmat, agung, dan penuh air mata bahagia dari para orang tua. Kerja sama antara panitia, sekolah, orang tua, dan pihak stasi juga sangat luar biasa. Semangat gotong royong khas Manggarai sangat terasa”, ujarnya.

Ketua panitia itu memberikan pesan penting terkait kesucian Sakramen Maha Kudus dijadikan sebagai dasar hidup dan dihayati dalam realitas sehari-sehari agar hidup itu menjadi alunan cinta dan kesetiaan kepada Allah dan berbuah pada kasih terhadap sesama.

“Hayati momen terindah hari ini dengan kesetiaan dan cinta. Pesta syukuran di rumah silakan dijalankan sebagai bentuk kegembiraan adat dan sosial, tetapi jagalah agar tetap sopan, tidak berlebihan, dan tidak menenggelamkan esensi sakral yang baru saja kita terima di gereja. Ingat, setelah pesta usai dan tenda dibongkar, Yesus tetap tinggal di dalam hati anak-anak kita”, pesannya.

Oleh: Nasarius Fidin

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa wisata Todo memiliki mutiara tersembunyi yang barangkali banyak orang belum mengetahuinya. Mutiara itu sudah tersimpan sejak nenek moyang, jaman kerajaan. Mutiara tersembunyi itu sudah bersinar sejak lama bagaikan rembulan di kala malam gelap. Mutiara-mutiara itu yakni nilai-nilai kehidupan yang indah, selain bentuk rumah kerucut dan panorama alamnya.

    Desa Wisata Todo Menyimpan Mutiara Tersembunyi

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Desa wisata Todo memiliki mutiara tersembunyi yang barangkali banyak orang belum mengetahuinya. Mutiara itu sudah tersimpan sejak nenek moyang, jaman kerajaan. Mutiara tersembunyi itu sudah bersinar sejak lama bagaikan rembulan di kala malam gelap. Mutiara-mutiara itu yakni nilai-nilai kehidupan yang indah, selain bentuk rumah kerucut dan panorama alamnya. Desa wisata Todo merupakan salah satu destinasi […]

  • 13 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    13 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.238
    • 0Komentar

    Cinta sejati dimeteraikan sakramendisaksikan siapapun yang hadirdimatangkan beribu onak tancapjadi bahtera yang romantika Cincin emas hanyalah tanda semata,memahat selaksa belantara,mengikat diri dengan janji setia,satu untuk selamanyaitu yang utama Setiap petir menyambar pikat rasa,arus deras menenggelam bahtera,jangan takut jika dilanda,bangunkan Sang Penjalameredakan gelombang samudera Panas dingin tak usah dikekangpahit manis perlu dikenangtak usah meragu dikala mendungdayun […]

  • Hardiknas 2026 di Wongka, Diujung Rotan Ada Emas

    Hardiknas 2026 di Wongka, Diujung Rotan Ada Emas

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 821
    • 0Komentar

    Detikbernas.com – Perayaan Hardiknas se-kecamatan Satarmese Barat yang bertema menguatkan partisipasi semesta mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, bertempat di lapangan Wongka, Sabtu, (02/05/2026). Kegiatan tersebut diawali dengan acara penjemputan Camat Satarmese Barat yang baru, Yosep Soni dan rombongan. Penjemputan itu dilakukan secara adat Manggarai di tempat sebelum menuju Lapangan Upacara bendera. Tradisi penjemputan secara adat […]

  • Yakub Kareth Sosok Rendah Hati di Balik Jabatan Sekda Papua Barat Daya

    Yakub Kareth: Sosok Rendah Hati di Balik Jabatan Sekda Papua Barat Daya

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 126
    • 3Komentar

    Di tengah hiruk-pikuk dunia birokrasi yang sering dipandang penuh formalitas dan jarak antara pemimpin dengan masyarakat, sosok Yakob Kareth sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya menghadirkan warna yang berbeda. Ia dikenal bukan semata karena jabatan tinggi yang disandangnya, melainkan karena sikap rendah hati yang melekat kuat dalam dirinya. Kerendahan hati itu menjadi ciri khas […]

  • Petani mengalami gagal panen pisang di Satarmese Barat.

    Dampak Ekonomi Akibat Gagal Panen Pisang di Satarmese Barat

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Indonesia mencapai usia emas pada tahun 2045. Dalam menuju usia emas itu, transformasi ekonomi ditetapkan sebagai pilar utama dalam mewujudkannya. Sektor pertanian berkelanjutan memegang peran penting khususnya di wilayah – wilayah yang kaya akan potensi alam seperti Manggrai, Nusa Tenggara Timur. Transformasi ini tidak hanya bertujuan untuk mencapai kedaulatan pangan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan […]

  • Gagal panen menjadi momok yang menakutkan para petani. Beberapa tahun terakhir, bencana gagal panen menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, para petani sangat profesional dalam bertani, khususnya dalam mengolah tanah untuk berbagai tanaman seperti padi, pisang, dan sebagainya. Pertanyaannya, mengapa terjadi demikian? Gagal panen disebabkan oleh pelbagai faktor. Selain cara bertani konvensional juga faktor alam seperti musim tak menentu. Beberapa tahun terakhir, musim kemerau panjang berdampak pada menurun drastisnya penghasilan perekonomian di wilayah Manggarai. Persoalan gagal panen menjadi duka bersama khususnya para petani yang dapat mengguncang kestabilan kesejahteraan.

    Realitas Gagal Panen Di Manggarai: Bencana Rumah Tangga dan Ironi Transformasi Ekonomi Berkelanjutan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 313
    • 1Komentar

    Gagal panen menjadi momok yang menakutkan para petani. Beberapa tahun terakhir, bencana gagal panen menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, para petani sangat profesional dalam bertani, khususnya dalam mengolah tanah untuk berbagai tanaman seperti padi, pisang, dan sebagainya. Pertanyaannya, mengapa terjadi demikian? Gagal panen disebabkan oleh pelbagai faktor. Selain cara bertani konvensional juga faktor alam seperti musim […]

expand_less