Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Yakub Kareth: Sosok Rendah Hati di Balik Jabatan Sekda Papua Barat Daya

Yakub Kareth: Sosok Rendah Hati di Balik Jabatan Sekda Papua Barat Daya

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • visibility 171
  • comment 3 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah hiruk-pikuk dunia birokrasi yang sering dipandang penuh formalitas dan jarak antara pemimpin dengan masyarakat, sosok Yakob Kareth sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya menghadirkan warna yang berbeda. Ia dikenal bukan semata karena jabatan tinggi yang disandangnya, melainkan karena sikap rendah hati yang melekat kuat dalam dirinya. Kerendahan hati itu menjadi ciri khas yang membuat banyak orang merasa dekat, dihargai, dan didengar.

Bagi sebagian orang, jabatan sering kali menjadi alasan untuk meninggikan diri. Namun tidak demikian dengan Yakob Kareth. Semakin tinggi tanggung jawab yang diembannya, semakin terlihat kesederhanaan sikapnya. Ia mampu bergaul dengan siapa saja, baik pejabat, pegawai biasa, tokoh masyarakat, maupun warga kecil di kampung-kampung. Dalam perjumpaan dengan orang lain, ia tidak menempatkan dirinya di atas, tetapi hadir sebagai pelayan yang siap mendengar dan mencari solusi.

Kerendahan hati seperti ini sejalan dengan ajaran Kitab Suci. Dalam Mikha 6:8 tertulis: “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan daripadamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” Ayat ini menegaskan bahwa rendah hati bukan sekadar sikap sosial, melainkan nilai rohani yang berkenan di hadapan Tuhan. Seorang pemimpin sejati bukan hanya pandai memerintah, tetapi juga tahu merendahkan hati di hadapan sesama dan di hadapan Allah.

Sebagai birokrat, Yakob Kareth memahami bahwa kekuasaan hanyalah titipan. Jabatan bukan mahkota untuk dibanggakan, melainkan amanah untuk dijalankan dengan setia. Karena itu, dalam berbagai kesempatan, ia lebih suka bekerja nyata daripada mencari pujian. Ia tidak sibuk membangun citra diri, tetapi berusaha membangun pelayanan yang baik bagi masyarakat. Sikap ini menunjukkan kedewasaan karakter yang jarang dimiliki semua orang.

Dalam Amsal 22:4 dikatakan: “Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan, dan kehidupan.” Kehormatan sejati lahir dari kerendahan hati. Orang yang rendah hati mungkin tidak selalu banyak bicara tentang dirinya, tetapi hidupnya akan berbicara melalui perbuatan. Demikian pula seorang pemimpin yang tulus bekerja akan dikenang bukan karena kemewahan jabatan, tetapi karena manfaat yang diberikannya bagi banyak orang.

Kerendahan hati juga tampak ketika seseorang bersedia menerima kritik dan terus belajar. Yakob Kareth dikenal sebagai pribadi yang terbuka terhadap masukan. Ia tidak menutup telinga terhadap pendapat bawahan atau masyarakat. Ia menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna dan tidak ada pemimpin yang mengetahui segala hal. Karena itu, ia memilih untuk terus belajar, mendengar, dan memperbaiki diri. Sikap ini mencerminkan hati yang matang dan bijaksana.
Yesus Kristus sendiri memberi teladan terbesar tentang kerendahan hati. Dalam Filipi 2:3-4 tertulis: “Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.” Nilai inilah yang sangat penting dalam kepemimpinan. Ketika seorang pemimpin lebih mengutamakan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi, maka kepemimpinannya akan membawa damai dan kepercayaan.

Di Papua Barat Daya yang sedang bertumbuh dan membangun, dibutuhkan pemimpin-pemimpin yang bukan hanya cerdas secara administrasi, tetapi juga kuat dalam karakter. Kerendahan hati menjadi pondasi penting agar kekuasaan tidak berubah menjadi kesombongan. Yakob Kareth memberi gambaran bahwa seorang birokrat dapat tetap tegas dalam keputusan, namun lembut dalam sikap; dapat memimpin dengan wibawa, namun tetap merakyat.
Pada akhirnya, jabatan akan berlalu, masa tugas akan berakhir, dan nama besar bisa pudar oleh waktu. Tetapi karakter rendah hati akan tetap dikenang dalam hati banyak orang. Itulah warisan sejati seorang pemimpin. Sosok Yakob Kareth menunjukkan bahwa semakin tinggi seseorang naik, semakin penting baginya untuk tetap membumi.

Sebagaimana tertulis dalam Yakobus 4:10: “Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.” Ayat ini mengajarkan bahwa peninggian sejati datang dari Tuhan, bukan dari manusia. Dan melalui sikap rendah hati yang terpancar dalam keseharian, Yakob Kareth menjadi contoh bahwa birokrat yang baik bukanlah yang paling ditakuti, tetapi yang paling dihormati karena ketulusan hati dan kerendahan dirinya.

Penulis: Agust Jehurung, S.Fil, Gr

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (3)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yakub Kareth Sosok Ugahari Yang Menjaga Martabat Birokrasi

    Yakub Kareth: Sosok Ugahari Yang Menjaga Martabat Birokrasi

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 198
    • 2Komentar

    Di tengah kehidupan birokrasi yang sering dipenuhi protokoler, fasilitas jabatan, dan berbagai bentuk penghormatan, sosok Yakob Kareth sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya dikenal memiliki karakter ugahari—hidup sederhana, tahu batas, dan mampu menempatkan diri secara bijaksana. Sikap ini menjadi nilai penting yang melekat erat dalam dirinya, sekaligus menjadi teladan bahwa jabatan tinggi tidak harus […]

  • Foto bersama pastor Paroki Todo dengan para panitia Paskah tahun 2026.

    Paskah di Paroki Todo, Ini Syarat Jadi Katolik Sejati

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 969
    • 2Komentar

    Detikbernas.com – Dalam Perayaan Tri Hari Suci di Gereja Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo, RD. Urbanus Jatang, Pr memberikan kesadaran mendalam kepada umat terkait syarat menjadi Katolik sejati yakni kesetiaan untuk mencintai Ekaristi yang menjadi puncak iman kristiani. “Orang katolik harus mencintai Ekaristi, kalau dia tidak mencintai Ekaristi, dia bukan orang katolik yang […]

  • Metodologi Penelitian Pendidikan; Membongkar Realitas Tersembunyi di Tengah Budaya Instan

    Metodologi Penelitian Pendidikan; Membongkar Realitas Tersembunyi di Tengah Budaya Instan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.963
    • 34Komentar

    Mencintai masa depan generasi Z tidak dengan kata indah semata, tetapi mengupas persoalan-persoalan bahkan yang luput dari pisau bedah peneliti. Dalam dunia pendidikan, menjadi guru adalah menjadi peneliti realitas secara menyeluruh. Aktivitas penelitian menjadi pilihan hidup sekaligus kewajiban setiap pendidik. Mengapa? Di era modern ini, dunia sudah dan sedang terjebak dalam budaya instan. Persaingan teknologi […]

  • Perpisahan dengan Kelas XII, Pimpinan SMKN 1, Berotak Global Berhati Budaya Lokal

    Perpisahan dengan Peserta Didik Kelas XII, Pimpinan SMKN 1 Satarmese, Berotak Global Berhati Budaya Lokal

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.547
    • 0Komentar

    Wae Cepang – Seusai tiga tahun berada bersama, SMKN 1 Satarmese mengadakan acara perpisahan dengan para peserta didik kelas XII yang akan segera melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi atau di dunia usaha dan industri. Acara tersebut dilakukan di Aula Kapela Stasi Sta. Maria Stella Maris Wae Cepang, Senin, (13/04/2026). Kepala SMKN 1 Satarmese, Fransiskus Jehoda, […]

  • Penerimaan Komuni Pertama di paroki Todo Antara Budaya Pesta dan Perayaan Ekaristi terlupakan

    Penerimaan Komuni Pertama di Paroki Todo: Antara Budaya Pesta dan Perayaan Ekaristi terlupakan

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 491
    • 32Komentar

    Todo – Pastor paroki Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo, RD. Urbanus Jatang, Pr menyampaikan perihal perayaan Sakramen Maha Kudus lebih mementingkan pesta pora daripada yang paling esensial. Kemeriahan dekorasi pesta, menu resepsi yang lezat, dan kado-kado terindah menjadi prioritas kerinduan sementara esensi Perayaan Ekaristi dilupakan. “Persoalan yang sering ditemukan adalah orang menomorsatukan pestanya […]

  • Saat Upacara Bendera di SMKN 1 Satarmese, Pimpinan Serukan Point Penting Ini kepada Guru dan Siswa

    Saat Upacara Bendera di SMKN 1 Satarmese, Pimpinan Serukan Point Penting Ini kepada Guru dan Siswa

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 311
    • 19Komentar

    Detikbernas.com – Saat upacara Bendera Merah Putih, pimpinan SMKN 1 Satarmese, Fransiskus Jehoda, S.Pd menyampaikan point-point penting terkait perjuangan untuk mencapai kesuksesan. Bahwa kesuksesan itu dimulai dari kesadaran dan perwujudan nilai kedisiplinan, Senin, (11/05/2026). “Siswa/i yang berdisiplin berarti mereka yang patuh terhadap aturan yang ada di lingkungan sekolah, seperti mengikuti upacara bendera merah putih setiap […]

expand_less