Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Gereja Paroki Todo Gelar Prosesi Patung Bunda Maria dari Niang Menuju Gereja

Gereja Paroki Todo Gelar Prosesi Patung Bunda Maria dari Niang Menuju Gereja

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • visibility 692
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Detikbernas.com – Perarakan patung Bunda Maria menjadi tradisi umat Katolik pada umumnya. Umat paroki Todo menggelar prosesi patung Bunda Maria itu secara berbeda mulai dari Niang (rumah kerucut) menuju gereja paroki, Jumat, (01/05/2026).

Kampung adat yang menyimpan jejak leluhur itu dijadikan titik awal prosesi tersebut. Seluruh umat paroki melangkah bersama sebagai simbol peziarahan spiritual yang penuh makna. Keheningan, doa, syukur, dan kebersamaan dalam lantunan lagu adalah makna spiritualitas yang menyentuh hati setiap umat. Pengalaman spiritualitas itu menenangkan sekaligus mengubah cara pandang umat untuk lebih bersemangat dalam pembaktian diri kepada Allah.

Dalam perarakan tersebut orang muda katolik (OMK) paroki Todo mengajak semua umat untuk mengunakan busana adat. Hal ini merupakan representasi dari kebiasaan masyarakat adat Todo sebagai orang Manggarai yang hidup kental dengan adat para leluhur.

Langkah demi langkah menjadi doa, keringat menjadi bentuk persembahan, dan kebersamaan menjadi tanda iman yang hidup. Perjalanan ini bukan sekedar perpindahan patung, melainkan wujud penghormatan dan cinta kepada Allah.

Kami berdoa bersama Bunda Maria yang menjadi pendoa kami kepada Yesus, Sang pengantara kepada Allah Bapa di Surga.
Kami mengundang Sang Bunda itu untuk hadir di tengah keluarga, masyarakat, dan hati kami.

Ketua OMK Yon Radung mengatakan, perarakan patung Bunda Maria baru pertama kali kami laksanakan. Hal ini tidak terlepas dari semangat pengurus OMK dan semua umat yang ikut terlibat.

Perarakan patung Bunda Maria ini merupakan bentuk penghormatan kepada Bunda Maria, Ratu Surga dan teladan iman. Prosesi ini melambangkan kehadiran Bunda Maria di tengah umat, memperbaharui iman, serta memohon perlindungan Allah”, ujar Yon.

Sementara itu, banyak umat memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus OMK yang sudah menginisiator prosesi tersebut. Ini akan menjadi awal yang baik, untuk pertumbuhan iman yang kokoh.

Tradisi perarakan patung Bunda Maria menyadarkan umat untuk semakin membaktikan diri kepada Yesus lewat Bunda Maria. Devosi tersebut dapat memperdalam iman kepada Allah dan mewujudkan budaya yang tidak bertentangan dengan kehidupan rohani. Semakin kita berbudaya berarti semakin kita beriman, demikian sebaliknya, orang berbudaya itu karena dia menyadari iman tidak bertentangan dengan budaya tersebut.

Harapannya, umat paroki Todo berjalan berdampingan khususnya kehidupan rohani dan budaya yang telah diwariskan para leluhur.

Semoga setiap jalan yang kita lalui membawa berkat, setiap doa yang dipanjatkan di dengarkan Allah, dan setiap hati yang ikut dalam perarakan ini semakin dekat dengan Tuhan Yesus melalui prantara doa Bunda Maria.

Penulis: Rival Agung

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menantang Batas Membangun Seni Kepemimpinan Pendidikan Transformasional dan Visioner Dewasa Ini

    Menantang Batas: Membangun Seni Kepemimpinan Pendidikan Transformasional dan Visioner Dewasa Ini

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 844
    • 9Komentar

    Dewasa ini, pendidikan tengah berada dalam pelbagai tantangan yang menghambat perkembangan dan kemajuan hidup. Persaingan teknologi menjebak karakter seseorang. Hal itu berdampak pada krisis moral dan identitas serta persoalan sosial dapat menguras keseimbangan intelektual dan mentalitas manusia (Lickona, 2013). Namun di tengah realitas seperti itu, pendidikan administratif dan birokratif masih menjadi senjata ampuh untuk menunjang […]

  • Gagal panen menjadi momok yang menakutkan para petani. Beberapa tahun terakhir, bencana gagal panen menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, para petani sangat profesional dalam bertani, khususnya dalam mengolah tanah untuk berbagai tanaman seperti padi, pisang, dan sebagainya. Pertanyaannya, mengapa terjadi demikian? Gagal panen disebabkan oleh pelbagai faktor. Selain cara bertani konvensional juga faktor alam seperti musim tak menentu. Beberapa tahun terakhir, musim kemerau panjang berdampak pada menurun drastisnya penghasilan perekonomian di wilayah Manggarai. Persoalan gagal panen menjadi duka bersama khususnya para petani yang dapat mengguncang kestabilan kesejahteraan.

    Realitas Gagal Panen Di Manggarai: Bencana Rumah Tangga dan Ironi Transformasi Ekonomi Berkelanjutan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 249
    • 1Komentar

    Gagal panen menjadi momok yang menakutkan para petani. Beberapa tahun terakhir, bencana gagal panen menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, para petani sangat profesional dalam bertani, khususnya dalam mengolah tanah untuk berbagai tanaman seperti padi, pisang, dan sebagainya. Pertanyaannya, mengapa terjadi demikian? Gagal panen disebabkan oleh pelbagai faktor. Selain cara bertani konvensional juga faktor alam seperti musim […]

  • Film dalam Bingkai Budaya Ketika Tradisi Hanya Jadi Hiasan, dan Perlunya Imersi sebagai Jalan Keluar

    Film dalam Bingkai Budaya: Ketika Tradisi Hanya Jadi Hiasan, dan Perlunya Imersi sebagai Jalan Keluar

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 310
    • 16Komentar

    Setiap kali film Indonesia menampilkan tarian adat, upacara kematian yang megah, atau pakaian tradisional dengan warna-warna mencolok, kita sering bertepuk tangan. Kita merasa bangga. Kita berkata, “Wah, film ini mengangkat budaya!” Namun, setelah film usai, pertanyaan yang jarang kita ajukan adalah: Apakah budaya itu benar-benar menjadi jiwa cerita, atau hanya sekadar latar eksotis yang mempercantik […]

  • Strategi Petani Satarmese Barat Mendukung Kebutuhan Objek Wisata Waerebo

    Strategi Petani Satarmese Barat Mendukung Kebutuhan Objek Wisata Waerebo

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Menjadi petani modern merupakan itu yang dirindukan oleh setiap petani di tengah kemajuan dunia pariwisata. Petani dengan pelbagai kualitas sumber daya manusia-nya (SDM) dapat meningkatkan transformasi ekonomi pertanian berkelanjutan di Manggarai khususnya wilayah Satarmese Barat. Hal ini menjadi realitas ideal tatkala masyarakat memiliki ideologi yang sama. Namun secara faktual, para petani masih berkutat pada cara […]

  • Metodologi Penelitian Pendidikan; Membongkar Realitas Tersembunyi di Tengah Budaya Instan

    Metodologi Penelitian Pendidikan; Membongkar Realitas Tersembunyi di Tengah Budaya Instan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.798
    • 21Komentar

    Mencintai masa depan generasi Z tidak dengan kata indah semata, tetapi mengupas persoalan-persoalan bahkan yang luput dari pisau bedah peneliti. Dalam dunia pendidikan, menjadi guru adalah menjadi peneliti realitas secara menyeluruh. Aktivitas penelitian menjadi pilihan hidup sekaligus kewajiban setiap pendidik. Mengapa? Di era modern ini, dunia sudah dan sedang terjebak dalam budaya instan. Persaingan teknologi […]

  • Penerimaan Komuni Pertama di paroki Todo Antara Budaya Pesta dan Perayaan Ekaristi terlupakan

    Penerimaan Komuni Pertama di Paroki Todo: Antara Budaya Pesta dan Perayaan Ekaristi terlupakan

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 171
    • 31Komentar

    Todo – Pastor paroki Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo, RD. Urbanus Jatang, Pr menyampaikan perihal perayaan Sakramen Maha Kudus lebih mementingkan pesta pora daripada yang paling esensial. Kemeriahan dekorasi pesta, menu resepsi yang lezat, dan kado-kado terindah menjadi prioritas kerinduan sementara esensi Perayaan Ekaristi dilupakan. “Persoalan yang sering ditemukan adalah orang menomorsatukan pestanya […]

expand_less