Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Gereja Paroki Todo Gelar Prosesi Patung Bunda Maria dari Niang Menuju Gereja

Gereja Paroki Todo Gelar Prosesi Patung Bunda Maria dari Niang Menuju Gereja

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • visibility 858
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Detikbernas.com – Perarakan patung Bunda Maria menjadi tradisi umat Katolik pada umumnya. Umat paroki Todo menggelar prosesi patung Bunda Maria itu secara berbeda mulai dari Niang (rumah kerucut) menuju gereja paroki, Jumat, (01/05/2026).

Kampung adat yang menyimpan jejak leluhur itu dijadikan titik awal prosesi tersebut. Seluruh umat paroki melangkah bersama sebagai simbol peziarahan spiritual yang penuh makna. Keheningan, doa, syukur, dan kebersamaan dalam lantunan lagu adalah makna spiritualitas yang menyentuh hati setiap umat. Pengalaman spiritualitas itu menenangkan sekaligus mengubah cara pandang umat untuk lebih bersemangat dalam pembaktian diri kepada Allah.

Dalam perarakan tersebut orang muda katolik (OMK) paroki Todo mengajak semua umat untuk mengunakan busana adat. Hal ini merupakan representasi dari kebiasaan masyarakat adat Todo sebagai orang Manggarai yang hidup kental dengan adat para leluhur.

Langkah demi langkah menjadi doa, keringat menjadi bentuk persembahan, dan kebersamaan menjadi tanda iman yang hidup. Perjalanan ini bukan sekedar perpindahan patung, melainkan wujud penghormatan dan cinta kepada Allah.

Kami berdoa bersama Bunda Maria yang menjadi pendoa kami kepada Yesus, Sang pengantara kepada Allah Bapa di Surga.
Kami mengundang Sang Bunda itu untuk hadir di tengah keluarga, masyarakat, dan hati kami.

Ketua OMK Yon Radung mengatakan, perarakan patung Bunda Maria baru pertama kali kami laksanakan. Hal ini tidak terlepas dari semangat pengurus OMK dan semua umat yang ikut terlibat.

Perarakan patung Bunda Maria ini merupakan bentuk penghormatan kepada Bunda Maria, Ratu Surga dan teladan iman. Prosesi ini melambangkan kehadiran Bunda Maria di tengah umat, memperbaharui iman, serta memohon perlindungan Allah”, ujar Yon.

Sementara itu, banyak umat memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus OMK yang sudah menginisiator prosesi tersebut. Ini akan menjadi awal yang baik, untuk pertumbuhan iman yang kokoh.

Tradisi perarakan patung Bunda Maria menyadarkan umat untuk semakin membaktikan diri kepada Yesus lewat Bunda Maria. Devosi tersebut dapat memperdalam iman kepada Allah dan mewujudkan budaya yang tidak bertentangan dengan kehidupan rohani. Semakin kita berbudaya berarti semakin kita beriman, demikian sebaliknya, orang berbudaya itu karena dia menyadari iman tidak bertentangan dengan budaya tersebut.

Harapannya, umat paroki Todo berjalan berdampingan khususnya kehidupan rohani dan budaya yang telah diwariskan para leluhur.

Semoga setiap jalan yang kita lalui membawa berkat, setiap doa yang dipanjatkan di dengarkan Allah, dan setiap hati yang ikut dalam perarakan ini semakin dekat dengan Tuhan Yesus melalui prantara doa Bunda Maria.

Penulis: Rival Agung

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Guru Turun Gunung! Yosefus Durhaman Siap Sulap Todo Jadi Desa Maju

    Mantan Guru Turun Gunung! Yosefus Durhaman Siap Sulap Todo Jadi Desa Maju

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 764
    • 31Komentar

    Detikbernas.com, Todo – Mantan Guru SD Impres Wejang Raci, Yosefus Durhaman turun gunung untuk mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa Todo periode 2026-2034. Dalam pergelaran pilkades tersebut, ia menegaskan dirinya siap bertarung dengan menjunjung tinggi rasionalitas dan hatinurani, Kamis, (28/05 2026). Yosefus Durhaman mengajak seluruh masyarakat Desa Todo untuk tetap bahu-membahu dalam berbagai urusan kehidupan […]

  • 12 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    12 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.528
    • 0Komentar

    Sayap pengetahuan melebarterbentang dari ujung ke ujung,menghajar dungumembongkar bodohmembrantas nakalmenyembuh luka Jiwa ilmu merasukimemanusiakan manusiamenerbitkan juta bukuberbagi inspirasi Dunia terus berubahpengetahuan ikut lebarkan sayapinsan perlu beradaptasihidup bermegah Pengetahuan menopang pikiranmewujud pada tingkah dan rasajadi kebiasaanmembentuk karakter hidupinsan kian bersinar Maju terus pantang mundurmemacu majujangan menolehhidup ini perjalananmenuju istana cinta Alam bawah sadar diafirmasiBerpikir majuhati mau […]

  • Peringatan Lahirnya Pancasila di SMKN 1 Satarmese, Kepala Sekolah Lawan Diri Sendiri dan Rawat Cinta Lintas Batas

    Peringatan Lahirnya Pancasila di SMKN 1 Satarmese, Kepala Sekolah: Lawan Diri Sendiri dan Rawat Cinta Lintas Batas

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.509
    • 2619Komentar

    Wae Cepang, Detikbernas.com – Peringatan hari jadi Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia bukan sekadar rutinitas tahunan atau formalitas upacara bendera semata. SMKN 1 Satarmese menjadikan peringatan hari Pancasila ke-79 itu sebagai momentum pergumulan filosofis yang menantang para guru dan peserta didik untuk membongkar kenyamanan berpikir tentang bagaimana makna substansial Pancasila diwujudkan […]

  • 7 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin .

    7 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 907
    • 2Komentar

    Apa adanya dilabel tak ada apanyatampil lusuh dinilai biadapperangai adap dirasa tak beradapcerdik menilaiminim bermenung Sibuk mengurus jejak sesamalupa realita sendirinyaring mengeritikmelempem di dalam diri Mental abu tangguh bernafsurubuh di ruang tunggumerana dikala terdamparterluka bila tak disuap Ada apa dunia inihidup setulus merpatitak usah harimau berbulu dombananti kau jadi bahan adudomba Kepak sayap afirmatif di […]

  • 13 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    13 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.312
    • 0Komentar

    Cinta sejati dimeteraikan sakramendisaksikan siapapun yang hadirdimatangkan beribu onak tancapjadi bahtera yang romantika Cincin emas hanyalah tanda semata,memahat selaksa belantara,mengikat diri dengan janji setia,satu untuk selamanyaitu yang utama Setiap petir menyambar pikat rasa,arus deras menenggelam bahtera,jangan takut jika dilanda,bangunkan Sang Penjalameredakan gelombang samudera Panas dingin tak usah dikekangpahit manis perlu dikenangtak usah meragu dikala mendungdayun […]

  • Film dalam Bingkai Budaya Ketika Tradisi Hanya Jadi Hiasan, dan Perlunya Imersi sebagai Jalan Keluar

    Film dalam Bingkai Budaya: Ketika Tradisi Hanya Jadi Hiasan, dan Perlunya Imersi sebagai Jalan Keluar

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 477
    • 28Komentar

    Setiap kali film Indonesia menampilkan tarian adat, upacara kematian yang megah, atau pakaian tradisional dengan warna-warna mencolok, kita sering bertepuk tangan. Kita merasa bangga. Kita berkata, “Wah, film ini mengangkat budaya!” Namun, setelah film usai, pertanyaan yang jarang kita ajukan adalah: Apakah budaya itu benar-benar menjadi jiwa cerita, atau hanya sekadar latar eksotis yang mempercantik […]

expand_less