Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » INSPIRASI » Sosok Sederhada Yakob Kareth: Cermin Kepribadian Birokrat Teladan

Sosok Sederhada Yakob Kareth: Cermin Kepribadian Birokrat Teladan

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 133
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah dunia birokrasi yang sering dipandang penuh formalitas dan jarak antara pejabat dengan masyarakat, sosok Yakob Kareth hadir dengan karakter yang berbeda. Sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya, ia dikenal bukan hanya karena pengalaman dan tanggung jawab besar yang diembannya, tetapi juga karena kesederhanaan yang melekat erat dalam dirinya. Nilai ini menjadi kekuatan tersendiri yang membuatnya dekat dengan banyak kalangan.
Kesederhanaan adalah sifat mulia yang tidak semua orang mampu mempertahankannya, terutama ketika telah berada di posisi penting. Banyak orang berubah ketika jabatan datang, namun ada pula mereka yang justru semakin rendah hati. Yakob Kareth termasuk dalam golongan kedua. Jabatan tinggi yang disandangnya tidak menjadikannya berjarak dengan masyarakat ataupun bawahan. Ia tetap dikenal sebagai pribadi yang ramah, mudah ditemui, dan bersahaja dalam sikap.
Bagi Yakob Kareth, jabatan hanyalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, ia tidak menempatkan dirinya sebagai sosok yang harus diperlakukan istimewa. Dalam berbagai kesempatan, ia lebih memilih tampil apa adanya. Cara berbicara yang tenang, sikap yang santun, dan kebiasaan mendengarkan orang lain menjadi cerminan kepribadiannya yang sederhana.

Kesederhanaan juga terlihat dari caranya memimpin birokrasi. Ia memahami bahwa keberhasilan pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan besar, tetapi juga oleh hubungan baik antarsesama aparatur. Dengan pendekatan yang humanis, ia mampu membangun suasana kerja yang nyaman. Bawahan merasa dihargai, rekan kerja merasa didengar, dan masyarakat pun melihat adanya pemimpin yang dekat dengan realitas kehidupan mereka.

Di tengah perkembangan Provinsi Papua Barat Daya sebagai daerah otonom baru, tantangan pemerintahan tentu tidak sedikit. Dibutuhkan pemimpin birokrasi yang mampu bekerja keras sekaligus menjaga kebersamaan. Dalam situasi seperti itu, kesederhanaan Yakob Kareth menjadi nilai penting. Dengan hidup bersahaja dan tidak berlebihan, ia memberi contoh bahwa fokus utama pejabat publik seharusnya adalah bekerja dan melayani.

Kesederhanaan bukan berarti lemah atau kurang berwibawa. Justru dari kesederhanaan lahir kekuatan moral yang besar. Orang yang sederhana biasanya lebih mudah dipercaya, karena tidak sibuk membangun citra. Mereka bekerja dengan ketulusan, bukan sekadar ingin dipuji. Hal ini pula yang membuat Yakob Kareth dihormati. Kehormatannya lahir bukan karena jabatan semata, tetapi karena karakter yang konsisten.

Banyak generasi muda ASN dapat belajar dari sosok seperti Yakob Kareth. Bahwa menjadi pejabat tidak harus meninggalkan kerendahan hati. Semakin tinggi posisi seseorang, semakin penting baginya untuk tetap membumi. Sebab rakyat lebih membutuhkan pemimpin yang hadir dengan hati, bukan hanya dengan gelar dan kewenangan.

Dalam kehidupan sehari-hari, orang sederhana biasanya tidak banyak menuntut penghormatan. Mereka lebih suka dihargai melalui hasil kerja. Demikian pula kesan yang muncul dari sosok Yakob Kareth. Ia lebih dikenal melalui dedikasi dan pengabdiannya daripada kemewahan atau pencitraan. Sikap ini menjadi teladan penting di tengah zaman yang sering menilai seseorang dari tampilan luar.

Pada akhirnya, kesederhanaan adalah kekayaan batin yang tidak bisa dibeli. Jabatan bisa datang dan pergi, tetapi karakter akan tetap dikenang. Yakob Kareth menunjukkan bahwa seorang birokrat besar tidak harus tampil berlebihan. Dengan hidup sederhana, bekerja sungguh-sungguh, dan tetap dekat dengan masyarakat, ia memberi makna sejati tentang kepemimpinan.

Kesederhanaan yang melekat erat dalam diri Yakob Kareth menjadikannya bukan hanya seorang Sekretaris Daerah, tetapi juga teladan bagi banyak orang. Dari dirinya, kita belajar bahwa pemimpin yang paling kuat bukanlah yang paling mewah, melainkan yang paling tulus dan tetap rendah hati dalam setiap langkah pengabdian.

Oleh: Agust Jehurung, S.Fil

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendidikan: Antara Janji Merdeka dan Realita Yang Terpenjara

    Pendidikan: Antara Janji Merdeka dan Realita Yang Terpenjara

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Merdeka. Kata itu sering ditulis Ki Hajar Dewantara di atas sekolah pertamanya. “Merdekakan manusia”, katanya. Bukan Cuma merdeka dari penjajah, tapi merdeka pikirannya, merdeka batinnya, merdeka jadi diri sendiri. 100 tahun kemudian, kita punya jutaan lebih anak sekolah. Kurikulum merdeka. Kampus merdeka. Guru penggerak. Semua ada kata “merdeka”. Tapi cobalah kita bertanya jujur kepada anak-anak […]

  • Menantang Batas Membangun Seni Kepemimpinan Pendidikan Transformasional dan Visioner Dewasa Ini

    Menantang Batas: Membangun Seni Kepemimpinan Pendidikan Transformasional dan Visioner Dewasa Ini

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 844
    • 9Komentar

    Dewasa ini, pendidikan tengah berada dalam pelbagai tantangan yang menghambat perkembangan dan kemajuan hidup. Persaingan teknologi menjebak karakter seseorang. Hal itu berdampak pada krisis moral dan identitas serta persoalan sosial dapat menguras keseimbangan intelektual dan mentalitas manusia (Lickona, 2013). Namun di tengah realitas seperti itu, pendidikan administratif dan birokratif masih menjadi senjata ampuh untuk menunjang […]

  • Juara FLS3N Manggarai, Dua Sekolah Ini Melaju ke Tingkat Propinsi NTT

    Juara FLS3N Manggarai, Dua Sekolah Ini Melaju ke Tingkat Propinsi NTT

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 937
    • 0Komentar

    Juara FLS3N tingkat kabupaten Manggarai, SMKN 1 Wae Ri’i dan SMKN 1 Satarmese siap melaju ke tingkat Propinsi NTT. Pasalnya, kedua sekolah tersebut berhasil menjuarai berbagai jenis lomba bertajuk Merdeka Berkreasi, Talenta Seni Menginspirasi digelar di SMKN 1 Wae Ri’i, Rabu, (29/04/2026). Kepala dinas cabang wilayah enam yang diwakili Kasubag Handrianus Gampung, M.Sc menyampaikan, kegiatan […]

  • Manusia Lebih Mencintai Eco Chamber Daripada Fakta Yang Masuk Akal

    Manusia Lebih Mencintai Eco Chamber Daripada Fakta Yang Masuk Akal

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Manusia adalah makhluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan dengan posisi yang paling tinggi di muka bumi. Baik dari segi akal budi, etika dan prilaku serta tutur kata ia menempati posisi tertinggi dari semua makhluk hidup. Sebagai yang tertinggi tentunya manusia tidak diragukan lagi dalam menyikapi sebuah perkembangan. Perkembangan yang dimaksud diantaranya; teknologi informasi dan komunikasi, […]

  • Membangun Rumah Pembelajar

    Membangun Rumah Pembelajar

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 525
    • 0Komentar

    Dunia kerja masa depan tidak lagi memberikan penghargaan hanya pada “apa yang Anda ketahui” (pengetahuan tekstual), melainkan pada “apa yang bisa Anda lakukan dengan pengetahuan tersebut”. Jika rumah hanya menjadi tempat anak beristirahat dari hafalan sekolah, kita sebenarnya sedang menciptakan generasi yang memiliki ijazah tapi kehilangan kompas kehidupan. Membicarakan rumah sebagai pusat belajar adalah upaya […]

  • Mampau - Ulu Maor Satar Mese Barat(Merawat Asa yang sempat pudar: Kisah hidup saya dari lokasi proyek ke ruang kelas)

    Mampau – Ulu Maor Satar Mese Barat: Merawat Asa yang Sempat Pudar

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 510
    • 2Komentar

    Bagi saya, hidup ini adalah sebuah perjalanan panjang. Ada perjalanan panjang mengejar kebenaran, ada juga yang mengejar kebahagiaan, dan ada pula yang mencari kedamaian. Selain itu, perjalanan panjang juga karena ketersestan di mana seseorang sudah kehilangan arah hidup, karena kekecewaan, dan karena keputusasaan. Dan, perjalanan karena kehilangan harapan inilah yang saya angkat dalam kisah ini. […]

expand_less