Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Perpisahan dengan Peserta Didik Kelas XII, Pimpinan SMKN 1 Satarmese, Berotak Global Berhati Budaya Lokal

Perpisahan dengan Peserta Didik Kelas XII, Pimpinan SMKN 1 Satarmese, Berotak Global Berhati Budaya Lokal

  • account_circle Nasarius Fidin
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • visibility 1.441
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wae Cepang – Seusai tiga tahun berada bersama, SMKN 1 Satarmese mengadakan acara perpisahan dengan para peserta didik kelas XII yang akan segera melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi atau di dunia usaha dan industri. Acara tersebut dilakukan di Aula Kapela Stasi Sta. Maria Stella Maris Wae Cepang, Senin, (13/04/2026).

Kepala SMKN 1 Satarmese, Fransiskus Jehoda, S.Pd menyampaikan buah refleksinya bersama para siswa/siswi kelas XII selama tiga tahun. Bahwa pertualangan pendidikan dalam ideologi yang sama di SMKN 1 Satarmese penuh dinamika. Para peserta didik mampu mengasah segala potensi dan kemampuan sehingga mereka pantas melewati proses pendidikan dengan sangat baik. Pimpinan mensharingkan kembali proses awal angkatan ketiga sejak masuk hingga selesai.

“Mereka masuk di sini tahun 2023, itu menjadi pelengkap bagi sekolah yang sedang berdiri ini. Mereka angkatan ketiga. Ketika mereka datang, lengkap sudah, ada kelas 1, 2 dan kelas 3, sehingga kehadiran angkatan ketiga ini semakin menunjukan bahwa ini benar-benar sekolah. Kemudian tahun 2023 itu, tahun di mana sekolah ini mulai dengan pembangunan, bantuan dalam bentuk DAG pemerintah dan saya berkeyakinan bahwa pembangunan itu adalah hadiah angkatan ketiga. Dengan kehadiran angkatan ketiga dan juga kehadiran sejumlah pembangunan, masyarakat melihat bahwa sekolah ini betul-betul menjadi sebuah sekolah”, ujar kepala sekolah saat diwawancara detikbernas.com

Perspektif Budaya

Sejak awal berdiri, sekolah SMKN 1 Satarmese menggunakan pendekatan-pendekatan budaya menjadi sebuah kekuatan. Siswa/i dididik, dituntun, dan dibina untuk mengasah dan mengembangkan segala potensi (bakat-bakat dan kemampuan) yang mereka miliki.

“Para peserta didik dituntun dan dibina untuk mengasah dan mengembangkan segala bakat dan kemampuan yang dimiliki. Mereka diikutsertakan dalam pelbagai jenis perlombaan seperti lomba di bidang budaya. Mereka didampingi untuk mahir bermain caci (pertarungan dalam adat Manggarai). Dengan terlibat dalam aktivitas-aktivitas budaya baik internal maupun eksternal, kita percaya, setelah lulus, mereka turun ke masyarakat dan menjadi pelaku-pelaku budaya Manggarai yang berkompeten”, hematnya.

Fransiskus mengharapkan pendekatan budaya, penguatan pemahaman dan praktek budaya semakin ditingkatkan dari tahun ke tahun sehingga bisa diwariskan ke generasi berikutnya. Untuk mewujudkan hal itu, pimpinan menegaskan agar sekolah berkomitmen dan berkonsistensi untuk menjadikan kekuatan budaya sebagai salah satu fundasi dalam mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa.

Berotak Global dan Berhati Budaya

Fransiskus menerangkan fenomena kemajuan semakin pesat dan cepat dan hal itu menuntut kompetisi yang sangat tinggi, sehingga sejak dini para peserta didik dipersiapkan secara sungguh-sungguh untuk beradaptasi dan meningkatkan daya saing global tetapi mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.

Hemat kepala sekolah, ada beberapa strategi yang akan dilakukan ke depannya yakni:

  1. Sekolah (kepala sekolah) harus memiliki visi yang sama, bagaimana semua elemen melihat tantangan perubahan sebagai kesempatan untuk memerlihatkan daya saing global tetapi menjaga nilai-nilai budaya Manggarai.
  2. Penguasaan IT. Para guru diharapkan untuk mampu mengasah bakat dan kemampuannya dalam bidang IT sehingga proses pembelajarannya semakin kontekstual dan berkualitas. Selain itu para peserta didik membiasakan diri dengan penggunaan teknologi atau produk-produk teknologi yang bermanfaat.
  3. Aktivitas-aktivitas budaya Manggarai juga sangat penting, sehingga dimasukkan dalam mata pelajaran seni budaya agar ketika anak hidup di dunia global saat ini mereka juga tidak meninggalkan kekhasan budaya Manggarai.

Hal senada disampaikan wakasek kurikulum, Anisetus oktavianus talung, S.Fil, Gr mengenai pentingnya adaptasi dan semangat juang tinggi di tengah gempuran teknologi. Di tengah realitas keterbatasan SMKN 1 Satarmese yang baru berumur lima tahun, semua elemen baik pimpinan maupun para guru memiliki ideologi yang sama dalam meningkatkan daya saing global dengan mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.

“Keterbatasan merupakan kesempatan untuk belajar banyak hal, mengasah semua bakat dan kemampuan untuk meningkatkan persaingan global khususnya di dunia kepariwisataan tetapi tetap berpegang teguh terhadap nilai-nilai budaya Manggarai”, kata Oktavianus.

Oktavianus menambahkan di tengah daya saing globalisasi, SMKN 1 Satarmese harus memiliki strategi integrasi global untuk menghasilkan lulusan profesional, kompetitif, inovatif, kreatif, cerdas dan berkreatif. Dampaknya, lulusan SMKN 1 Satarmese memiliki kapasitas terkait integrasi nlai-nilai budaya Manggarai dalam dunia kepariwisataan, sehingga tugas dan pelayanan dipenuhi dengan nilai-nilai etika, keramahan, integritas dan penuh tanggung jawab.

Penulis: Nasarius Fidin

  • Penulis: Nasarius Fidin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa wisata Todo memiliki mutiara tersembunyi yang barangkali banyak orang belum mengetahuinya. Mutiara itu sudah tersimpan sejak nenek moyang, jaman kerajaan. Mutiara tersembunyi itu sudah bersinar sejak lama bagaikan rembulan di kala malam gelap. Mutiara-mutiara itu yakni nilai-nilai kehidupan yang indah, selain bentuk rumah kerucut dan panorama alamnya.

    Desa Wisata Todo Menyimpan Mutiara Tersembunyi

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Desa wisata Todo memiliki mutiara tersembunyi yang barangkali banyak orang belum mengetahuinya. Mutiara itu sudah tersimpan sejak nenek moyang, jaman kerajaan. Mutiara tersembunyi itu sudah bersinar sejak lama bagaikan rembulan di kala malam gelap. Mutiara-mutiara itu yakni nilai-nilai kehidupan yang indah, selain bentuk rumah kerucut dan panorama alamnya. Desa wisata Todo merupakan salah satu destinasi […]

  • Antara Altar dengan Tenda Pesta 253 Anak Se-paroki Todo Menerima Tubuh dan Darah Kristus

    Antara Altar dengan Tenda Pesta: 252 Anak Se-paroki Todo Menerima Tubuh dan Darah Kristus

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 11Komentar

    Todo, Detikbernas.com – Altar Paroki Todo menjadi ruang penuh sukacita dan saksi perayaan iman dan cinta dalam peziarahan rohani Katolik. Sejumlah 252 anak dari 13 sekolah Dasar (SD) se-Paroki Todo telah menerima first holly communion (komuni pertama). Perayaan komuni pertama itu menjadi ruang perjumpaan antara makna teologis, filosofis, kosmologis tradisi Manggarai dan pendidikan karakter siswa/i […]

  • 15 Puisi Terbak Karya Nasarius Fidin

    15 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 760
    • 0Komentar

    Hari hari ialah makna cinta,Jam, menit, detik pun cintapagi hingga pagi mengalir bulir cintasiang malam terbersit cinta Cinta tak kenal batas,cinta tak kenal lelah,cinta ialah awal hingga akhircinta ialah ekspresi hidupcinta ialah hidup Dalam gelap terkais jalan cintakau menemukan tapak cahaya cintasehingga mampu melawan gelapdan melewati malam Terang pun cintatak semua siang terbersit cintabisa saja […]

  • Metodologi Penelitian Pendidikan; Membongkar Realitas Tersembunyi di Tengah Budaya Instan

    Metodologi Penelitian Pendidikan; Membongkar Realitas Tersembunyi di Tengah Budaya Instan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.798
    • 21Komentar

    Mencintai masa depan generasi Z tidak dengan kata indah semata, tetapi mengupas persoalan-persoalan bahkan yang luput dari pisau bedah peneliti. Dalam dunia pendidikan, menjadi guru adalah menjadi peneliti realitas secara menyeluruh. Aktivitas penelitian menjadi pilihan hidup sekaligus kewajiban setiap pendidik. Mengapa? Di era modern ini, dunia sudah dan sedang terjebak dalam budaya instan. Persaingan teknologi […]

  • Perjuangan; Seni Menata Masa Depan yang Indah

    Perjuangan; Seni Menata Masa Depan yang Indah

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Hidup adalah perjuangan. Untuk menggapai kesuksesan, kita wajib mengenal keseluruhan diri baik kelebihan maupun keterbatasan. Dalam pengenalan diri, kita diibaratkan sebuah gelas kosong seperti yang telah digagas oleh seorang pemikir, John Locke. Ketika gelas kosong itu diisi dengan air sampai penuh, maka airnya itu akan berguna bagi siapa pun yang membutuhkannya. Demikian hidup ini, ketika […]

  • Merajut Asa, Menggapai Impian

    Merajut Asa, Menggapai Impian

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Langkah kecilnya tertatih, menyusuri setapak di pinggir hutan. Sepatu robek dengan kaus kaki lusuh dan usang. Wajahnya tetap ceria dengan sesunging senyum mengiring langkah. Bercengkerama dan bercanda ria bersama sahabat-sahabatnya, menyusuri setapak di tengah hutan dalam suasana ceria dan gembira. Bukan jalan aspal mulus berkendara sepeda motor apalagi mobil mewah. Itulah keseharian Agnes, seorang gadis […]

expand_less