Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Merajut Asa, Menggapai Impian

Merajut Asa, Menggapai Impian

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 295
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Langkah kecilnya tertatih, menyusuri setapak di pinggir hutan. Sepatu robek dengan kaus kaki lusuh dan usang. Wajahnya tetap ceria dengan sesunging senyum mengiring langkah. Bercengkerama dan bercanda ria bersama sahabat-sahabatnya, menyusuri setapak di tengah hutan dalam suasana ceria dan gembira. Bukan jalan aspal mulus berkendara sepeda motor apalagi mobil mewah. Itulah keseharian Agnes, seorang gadis remaja ketika dia berangkat ke sekolah.

Agnes, seorang anak pekerja migrant. Ayahnya bekerja di Kalimantan dan menikah lagi dengan seorang perempuan Dayak sedangkan ibunya menikah lagi dengan pria tetangga kecamatan ketika dia masih berusia 10 tahun. Kadang hatinya perih mengingat semua itu tapi dia tak pernah surut langkah. Dia tetap bersemangat ke sekolah. Neneknya selalu menguatkannya bahwa sekolah merupakan jalan menuju perubahan nasib. Bagi Agnes, kehidupan dengan nenek adalah segala-galanya sekarang. Dia tidak dapat melepaskan diri dari neneknya. Segala niat baik dan arah perjuangan hidupnya selalu dalam arahan dan nasihat nenek, termasuk semangat belajar dan sekolah. Kekurangan dan keterbatasan memang terus menghantui baik uang sekolah maupun pakaian. Menurut sang nenek, sekolah dan belajar merupakan jalan pemutus rantai kemiskinan dan kebodohan.

Tidak mudah memang tapi jalan panjang sebuah perjuangan. Sang nenek tanpa henti mengingatkan bahwa sekolah atau belajar adalah perjuangan dan kerja keras tanpa henti. Tidak ada kata menyerah sekalipun sulit. Kalaupun kita mengalami situasi sulit, sederhana, dan miskin, setidak-tidaknya tidak terbawa hingga kita tua. Di samping demi sukses dalam meniti karier menuju keberhasilan di masa depan, sekolah juga dapat mendidik untuk menjadi orang yang berperilaku baik dalam hidup. “Kita hanya berdua. Saya punya keterbatasan mendidik dan membimbing kamu menjadi orang sukses dan baik. Saya yakin, dengan bersekolah, kamu dididik dan dibina dengan baik”, ujar nenek ketika mereka bercerita berdua.

Wejangan dan nasihat nenek inilah yang menjadi pegangan sekaligus pedoman bagi Agnes mengisi hari-harinya. Dia menghadapi kerasnya kehidupan dalam semangat untuk tetap maju. Disiplin dan kerja keras seolah menjadi bagian yang yang tak terpisahkan dari hidupnya. Menurutnya, disiplin adalah sikap patuh dan taat pada aturan yang sudah ditetapkan, dilakukan secara konsisten, dan penuh kesadaran. Disiplin bukan hanya soal tidak terlambat tetapi juga bentuk tanggung jawab seorang terhadap dirinya sendiri. Dia tidak hanya meresapi secara konsep tetapi juga mempraktekannya dalam hidup.

Tentang disiplin diri, baginya itu adalah keniscayaan. Dasar dari semua tindakan adalah disiplin diri yang terejawantah dalam disiplin waktu, disiplin sikap dan perilaku, termasuk disiplin dalam hal-hal teknis, misalnya tentang berpakaian sesuai ketentuan. Sebagai seorang pelajar, dia tahu kapan harus berseragam nasional, pramukan dan seragam olah raga. Inilah contoh kecil dalam soal kedisiplinan. Pembiasaan kedisiplinan secara pelan dan pasti mengubah karakter kita. Karakter baik akan selalu menyatu dan menjadi bagian integral dalam hidupnya. Daya tahan, tahan uji, dan tdak mudah menyerah menjadi karakter yang menyatu dalam dirinya.

Agnes juga menjadi orang yang mudah berempati melihat penderitaan temannya atau orang lain. Ini semua bisa dirasakan karena dirinya mengalami situasi yang sama. Setiap kali dia melihat teman atau orang menderita, dia ringan tangn segera membantu semampu dia. Hal inilah yang membuatnya mendapat simpati dari orang lain. Dia rendah hati dan tidak sombong. Karakter yang menjauhkannya dari perasaan lebih dari yang lain.

Peluh dan keringat baginya bukanlah derita tetapi asupan semangat. Hal ini berdampak pada prestasinya di sekolah. Dia selalu memeroleh peringkat tiga besar dan menjadikannya siswa teladan berprestasi. Dia tidak pernah mengecewakan guru-gurunya karena di samping prestasi akademik, juga non akademik seperti kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi untuk belajar tentang kepemimpinan seperti OSIS. Prestasi baginya bukan sekedar akademik tetapi tidak terpisahkan juga dengan yang non-akademik. Dari aspek non-akademik dia belajar tentang managemen diri dan kepemimpinan, kerja sama dalam tim dan kolaborasi serta menjadi problem solver ketika menemukan masalah. Kegiatan-kegiatan seperti ini menurutnya menjadi orang yang lebih matang dan berkepribadian serta memiliki keyakinan dalam menatap masa depan.

Dia sungguh menyadari, disiplin dan tanggung jawab merupakan dasar dalam menggapai semua proses yang dia lakukan sekarang. Agnes selalu menjadi inspirasi bagi teman-temannya terutama yang sekelas dengannya. Dia pun tak henti-henti mengajak mereka untuk selalu memiliki sikap disiplin dan melalukan sesatu dengan penuh tanggung jawab. Tanggung jawab sebagai seorang pelajar harus dijunjung tinggi dan menjadi pegangan dasar dalam bersikap terutama proses belajar serta perilaku sopan membuat kita dapat menjadi orang sukses. Itulah yang selalu diingatkan ke teman-temannya. Dampaknya sedikit terlihat di mana kelasnya menjadi yang cukup aktif di sekolah. Kelas di mana siswanya lebih disiplin, jarang absen atau bolos, dan aktif dalam mengikuti kegiatan dibanding kelas-kelas lainnya di sekolah. Guru-guru pun puas dengan kelas ini.

Agnes beruntung berada dalam circle pergaulannya yang postif. Sahabat-sahabatnya sangat mendukung dia dalam berbagai situasi termasuk mengikuti ajakan-ajakan postif untuk kemajuan bersama. Hal ini tentu sangat membantu sekolah juga dalam menjalankan dan menyukseskan program-program sekolah. Dalam lomba-lomba pun, mereka sering dipercaya mewakili sekolah. Tentu semua ini terjadi karena karakter disiplin dan tanggung jawab tadi; karakter yang pelan-pelan hilang dari anak-anak zaman sekarang.

Kita mengalami krisis karakter positif dan tanggung jawab sekarang. Pada umumya mereka mudah terjebak dengan hal-hal instant tanpa memiliki daya juang dan mudah menyerah pada keadaan. Hal ini berdampak di sekolah. Para siswa banyak yang pasif, semangat belajar menurun, jarang mengerjakan tugas dan bermental malas-malasan. Agnes mencoba hadir sebagai pembeda. Dia menyadari benar tentang perjuangan hidup dan cara mengatasinya di masa depan yang harus dimulai saat ini. Pengalaman hidup membawanya pada sebuah kayakinan bahwa tidak ada yang mudah, semua melalui perjuangan tanpa menyerah. Di samping itu, sesuatu yang baik tidak bermakna kalau hanya untuk diri sendiri. Kebaikan itu harus berbagi dan sedapat mungkin dapat menggerakan orang lain dan menjadi bagian dari gaya hidup bersama.

Merajut asa atau harapan bukanlah sekedar kata tapi tindakan nyata agar mimpi kita tercapai. Mimpi menjadi orang sukses dan bahagia adalah mimpi semua orang tanpa kecuali. Demikian pula kesuksesan merupakan hak setiap orang walaupun wda yang melaluinya dengan perjuangan keras dan menderita meski di sisi lain ada yang menggapainya begitu mudah. Agnes mencoba melewati semua itu melalui jalan cukup terjal. Sesekali jatuh tapi bangkit lagi untuk menapaki hidup selanjutnya. Tidak menyerah di satu titik karena masih banyak titik-titik lain yang harus dilewati. Dengan keyakinan pada diri sendiri, melihat keadaan diri, serta semangat kolaborasi bersama sahabat-sahabatnya, pelan-pelan dilalui walau disadari jalan itu masih panjang. Doa sang nenek pun akan selalu menjadi pegangan hidup dan menjadi petunjuk arah dalam ziarah hidupnya yang masih panjang.

(Oleh: Anastasia Purnama Hambur.
SMKN 1 Satarmese)

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Juara FLS3N Manggarai, Dua Sekolah Ini Melaju ke Tingkat Propinsi NTT

    Juara FLS3N Manggarai, Dua Sekolah Ini Melaju ke Tingkat Propinsi NTT

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.006
    • 0Komentar

    Juara FLS3N tingkat kabupaten Manggarai, SMKN 1 Wae Ri’i dan SMKN 1 Satarmese siap melaju ke tingkat Propinsi NTT. Pasalnya, kedua sekolah tersebut berhasil menjuarai berbagai jenis lomba bertajuk Merdeka Berkreasi, Talenta Seni Menginspirasi digelar di SMKN 1 Wae Ri’i, Rabu, (29/04/2026). Kepala dinas cabang wilayah enam yang diwakili Kasubag Handrianus Gampung, M.Sc menyampaikan, kegiatan […]

  • Maju Pilkades 2026-2034 Pemuda Kreatif Ini Siap Sihir Todo Jadi Barometer Desa Wisata dan Sejahtera

    Maju Pilkades 2026-2034: Pemuda Kreatif Ini Siap Sihir Todo Jadi Barometer Desa Wisata dan Sejahtera

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 934
    • 19Komentar

    Todo, Detikbernas.com – Politik khususnya tingkat akar rumput seringkali terjebak dalam permainan dengan cara berpikir prakmatis dan janji-janji instan. Salah seorang anak muda desa wisata Todo, Robertus Tambi, SP berani mengambil keputusan untuk mencalonkan diri sebagai salah satu kandidat terkuat dalam pilkades 2026-2034. Kemunculan Robertus Tambi membawa angin segar untuk perubahan politik yang melampaui sekadar […]

  • Foto bersama pastor Paroki Todo dengan para panitia Paskah tahun 2026.

    Paskah di Paroki Todo, Ini Syarat Jadi Katolik Sejati

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 876
    • 2Komentar

    Detikbernas.com – Dalam Perayaan Tri Hari Suci di Gereja Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo, RD. Urbanus Jatang, Pr memberikan kesadaran mendalam kepada umat terkait syarat menjadi Katolik sejati yakni kesetiaan untuk mencintai Ekaristi yang menjadi puncak iman kristiani. “Orang katolik harus mencintai Ekaristi, kalau dia tidak mencintai Ekaristi, dia bukan orang katolik yang […]

  • Kisah Kelahiran dan Masa Kecil Yakob Kareth; Dari Kampung Sederhana Menuju Sekretaris Daerah

    Kisah Kelahiran dan Masa Kecil Yakob Kareth; Dari Kampung Sederhana Menuju Sekretaris Daerah

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Drs. Yakob M.Kareth, M.Si., bukanlah sosok asing di arena pelayanan publik di wilayah pemerintahan provinsi Papua Barat Daya. Ia adalah role model (panutan)yang memadukan Integritas, dedikasi dan kompetensi akademik yang briliant dengan jabatan strategis dibirokrasi pemerintahan sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Barat Daya. Ia membawa aura profesionalisme berkat pencapaiannya di dunia akademik hingga menyandang […]

  • Hardiknas 2026 di Wongka, Diujung Rotan Ada Emas

    Hardiknas 2026 di Wongka, Diujung Rotan Ada Emas

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 821
    • 0Komentar

    Detikbernas.com – Perayaan Hardiknas se-kecamatan Satarmese Barat yang bertema menguatkan partisipasi semesta mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, bertempat di lapangan Wongka, Sabtu, (02/05/2026). Kegiatan tersebut diawali dengan acara penjemputan Camat Satarmese Barat yang baru, Yosep Soni dan rombongan. Penjemputan itu dilakukan secara adat Manggarai di tempat sebelum menuju Lapangan Upacara bendera. Tradisi penjemputan secara adat […]

  • Bahasa yang Menyatukan Jejak

    Bahasa yang Menyatukan Jejak

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 330
    • 12Komentar

    Matahari di pesisir pantai selatan membakar kulit dengan cara yang berbeda, seolah menyambut Amelia di tanah pengabdian yang baru. Sambil berdiri di depan cermin kecil di kamarnya, yang kini berbalut seragam SMK yang tegak dan kaku, ia mencoba menelan getirnya rindu. Amelia mengikat janji pada dirinya sendiri. Merantau bukan sekadar berpindah tempat, tapi membiarkan mimpi […]

expand_less