Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Merajut Asa, Menggapai Impian

Merajut Asa, Menggapai Impian

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 333
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Langkah kecilnya tertatih, menyusuri setapak di pinggir hutan. Sepatu robek dengan kaus kaki lusuh dan usang. Wajahnya tetap ceria dengan sesunging senyum mengiring langkah. Bercengkerama dan bercanda ria bersama sahabat-sahabatnya, menyusuri setapak di tengah hutan dalam suasana ceria dan gembira. Bukan jalan aspal mulus berkendara sepeda motor apalagi mobil mewah. Itulah keseharian Agnes, seorang gadis remaja ketika dia berangkat ke sekolah.

Agnes, seorang anak pekerja migrant. Ayahnya bekerja di Kalimantan dan menikah lagi dengan seorang perempuan Dayak sedangkan ibunya menikah lagi dengan pria tetangga kecamatan ketika dia masih berusia 10 tahun. Kadang hatinya perih mengingat semua itu tapi dia tak pernah surut langkah. Dia tetap bersemangat ke sekolah. Neneknya selalu menguatkannya bahwa sekolah merupakan jalan menuju perubahan nasib. Bagi Agnes, kehidupan dengan nenek adalah segala-galanya sekarang. Dia tidak dapat melepaskan diri dari neneknya. Segala niat baik dan arah perjuangan hidupnya selalu dalam arahan dan nasihat nenek, termasuk semangat belajar dan sekolah. Kekurangan dan keterbatasan memang terus menghantui baik uang sekolah maupun pakaian. Menurut sang nenek, sekolah dan belajar merupakan jalan pemutus rantai kemiskinan dan kebodohan.

Tidak mudah memang tapi jalan panjang sebuah perjuangan. Sang nenek tanpa henti mengingatkan bahwa sekolah atau belajar adalah perjuangan dan kerja keras tanpa henti. Tidak ada kata menyerah sekalipun sulit. Kalaupun kita mengalami situasi sulit, sederhana, dan miskin, setidak-tidaknya tidak terbawa hingga kita tua. Di samping demi sukses dalam meniti karier menuju keberhasilan di masa depan, sekolah juga dapat mendidik untuk menjadi orang yang berperilaku baik dalam hidup. “Kita hanya berdua. Saya punya keterbatasan mendidik dan membimbing kamu menjadi orang sukses dan baik. Saya yakin, dengan bersekolah, kamu dididik dan dibina dengan baik”, ujar nenek ketika mereka bercerita berdua.

Wejangan dan nasihat nenek inilah yang menjadi pegangan sekaligus pedoman bagi Agnes mengisi hari-harinya. Dia menghadapi kerasnya kehidupan dalam semangat untuk tetap maju. Disiplin dan kerja keras seolah menjadi bagian yang yang tak terpisahkan dari hidupnya. Menurutnya, disiplin adalah sikap patuh dan taat pada aturan yang sudah ditetapkan, dilakukan secara konsisten, dan penuh kesadaran. Disiplin bukan hanya soal tidak terlambat tetapi juga bentuk tanggung jawab seorang terhadap dirinya sendiri. Dia tidak hanya meresapi secara konsep tetapi juga mempraktekannya dalam hidup.

Tentang disiplin diri, baginya itu adalah keniscayaan. Dasar dari semua tindakan adalah disiplin diri yang terejawantah dalam disiplin waktu, disiplin sikap dan perilaku, termasuk disiplin dalam hal-hal teknis, misalnya tentang berpakaian sesuai ketentuan. Sebagai seorang pelajar, dia tahu kapan harus berseragam nasional, pramukan dan seragam olah raga. Inilah contoh kecil dalam soal kedisiplinan. Pembiasaan kedisiplinan secara pelan dan pasti mengubah karakter kita. Karakter baik akan selalu menyatu dan menjadi bagian integral dalam hidupnya. Daya tahan, tahan uji, dan tdak mudah menyerah menjadi karakter yang menyatu dalam dirinya.

Agnes juga menjadi orang yang mudah berempati melihat penderitaan temannya atau orang lain. Ini semua bisa dirasakan karena dirinya mengalami situasi yang sama. Setiap kali dia melihat teman atau orang menderita, dia ringan tangn segera membantu semampu dia. Hal inilah yang membuatnya mendapat simpati dari orang lain. Dia rendah hati dan tidak sombong. Karakter yang menjauhkannya dari perasaan lebih dari yang lain.

Peluh dan keringat baginya bukanlah derita tetapi asupan semangat. Hal ini berdampak pada prestasinya di sekolah. Dia selalu memeroleh peringkat tiga besar dan menjadikannya siswa teladan berprestasi. Dia tidak pernah mengecewakan guru-gurunya karena di samping prestasi akademik, juga non akademik seperti kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi untuk belajar tentang kepemimpinan seperti OSIS. Prestasi baginya bukan sekedar akademik tetapi tidak terpisahkan juga dengan yang non-akademik. Dari aspek non-akademik dia belajar tentang managemen diri dan kepemimpinan, kerja sama dalam tim dan kolaborasi serta menjadi problem solver ketika menemukan masalah. Kegiatan-kegiatan seperti ini menurutnya menjadi orang yang lebih matang dan berkepribadian serta memiliki keyakinan dalam menatap masa depan.

Dia sungguh menyadari, disiplin dan tanggung jawab merupakan dasar dalam menggapai semua proses yang dia lakukan sekarang. Agnes selalu menjadi inspirasi bagi teman-temannya terutama yang sekelas dengannya. Dia pun tak henti-henti mengajak mereka untuk selalu memiliki sikap disiplin dan melalukan sesatu dengan penuh tanggung jawab. Tanggung jawab sebagai seorang pelajar harus dijunjung tinggi dan menjadi pegangan dasar dalam bersikap terutama proses belajar serta perilaku sopan membuat kita dapat menjadi orang sukses. Itulah yang selalu diingatkan ke teman-temannya. Dampaknya sedikit terlihat di mana kelasnya menjadi yang cukup aktif di sekolah. Kelas di mana siswanya lebih disiplin, jarang absen atau bolos, dan aktif dalam mengikuti kegiatan dibanding kelas-kelas lainnya di sekolah. Guru-guru pun puas dengan kelas ini.

Agnes beruntung berada dalam circle pergaulannya yang postif. Sahabat-sahabatnya sangat mendukung dia dalam berbagai situasi termasuk mengikuti ajakan-ajakan postif untuk kemajuan bersama. Hal ini tentu sangat membantu sekolah juga dalam menjalankan dan menyukseskan program-program sekolah. Dalam lomba-lomba pun, mereka sering dipercaya mewakili sekolah. Tentu semua ini terjadi karena karakter disiplin dan tanggung jawab tadi; karakter yang pelan-pelan hilang dari anak-anak zaman sekarang.

Kita mengalami krisis karakter positif dan tanggung jawab sekarang. Pada umumya mereka mudah terjebak dengan hal-hal instant tanpa memiliki daya juang dan mudah menyerah pada keadaan. Hal ini berdampak di sekolah. Para siswa banyak yang pasif, semangat belajar menurun, jarang mengerjakan tugas dan bermental malas-malasan. Agnes mencoba hadir sebagai pembeda. Dia menyadari benar tentang perjuangan hidup dan cara mengatasinya di masa depan yang harus dimulai saat ini. Pengalaman hidup membawanya pada sebuah kayakinan bahwa tidak ada yang mudah, semua melalui perjuangan tanpa menyerah. Di samping itu, sesuatu yang baik tidak bermakna kalau hanya untuk diri sendiri. Kebaikan itu harus berbagi dan sedapat mungkin dapat menggerakan orang lain dan menjadi bagian dari gaya hidup bersama.

Merajut asa atau harapan bukanlah sekedar kata tapi tindakan nyata agar mimpi kita tercapai. Mimpi menjadi orang sukses dan bahagia adalah mimpi semua orang tanpa kecuali. Demikian pula kesuksesan merupakan hak setiap orang walaupun wda yang melaluinya dengan perjuangan keras dan menderita meski di sisi lain ada yang menggapainya begitu mudah. Agnes mencoba melewati semua itu melalui jalan cukup terjal. Sesekali jatuh tapi bangkit lagi untuk menapaki hidup selanjutnya. Tidak menyerah di satu titik karena masih banyak titik-titik lain yang harus dilewati. Dengan keyakinan pada diri sendiri, melihat keadaan diri, serta semangat kolaborasi bersama sahabat-sahabatnya, pelan-pelan dilalui walau disadari jalan itu masih panjang. Doa sang nenek pun akan selalu menjadi pegangan hidup dan menjadi petunjuk arah dalam ziarah hidupnya yang masih panjang.

(Oleh: Anastasia Purnama Hambur.
SMKN 1 Satarmese)

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tinjauan Kritis Hakekat Manusia dan Realitas Pendidikan di Indonesia

    Tinjauan Kritis Hakekat Manusia dan Realitas Pendidikan di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.641
    • 2Komentar

    Di era modern, pendidikan menjadi pergumulan bersama yang wajib diprioritaskan. Pendidikan kontekstual memampukan manusia mengasah dan mengembangkan segala potensi yang dimiliki. Manusia yang berpendidikan mampu merumuskan tujuan, proses dan arah pendidikan serta kehidupan yang diimpikan. Kesadaran ini mendorong pendidik berpikir bijak untuk mendidik peserta didik secara humanis dalam kaitannya dengan kurikulum yang ada. Tulisan ini […]

  • Metodologi Penelitian Pendidikan; Membongkar Realitas Tersembunyi di Tengah Budaya Instan

    Metodologi Penelitian Pendidikan; Membongkar Realitas Tersembunyi di Tengah Budaya Instan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.963
    • 34Komentar

    Mencintai masa depan generasi Z tidak dengan kata indah semata, tetapi mengupas persoalan-persoalan bahkan yang luput dari pisau bedah peneliti. Dalam dunia pendidikan, menjadi guru adalah menjadi peneliti realitas secara menyeluruh. Aktivitas penelitian menjadi pilihan hidup sekaligus kewajiban setiap pendidik. Mengapa? Di era modern ini, dunia sudah dan sedang terjebak dalam budaya instan. Persaingan teknologi […]

  • 5 Puisi terbaik Karya Artemius Janu

    5 Puisi terbaik Karya Artemius Janu

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Langit biru merona merah,Matahari membakar tanpa cela,Tanah retak memanggil hujan,Namun awan tak kunjung tiba dan berdatangan Tenggorokan kering, kerontang,Sumur tua tidak lagi terbayangJauh berjalan kaki melangkahMencari setetes air yang tak kunjung datang Dimana bening itu sekarang?Mengapa pergi tinggalkan sunyi?Jerigen plastik berbaris antreMenanti harapan di musim kemarau yang garingMenanti tergugah hati sang penguasa Ya Allah, turunkan […]

  • Camat Yosep Soni Bongkar Konsep Pembangunan Bupati Manggarai di Wilayah Satarmese Barat

    Camat Yosep Soni Bongkar Konsep Pembangunan Bupati Manggarai di Wilayah Satarmese Barat

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.820
    • 0Komentar

    Detikbernas.com – Camat Satarmese Barat, Yosep Soni, menghadiri perayaan hardiknas sebagai momentum yang sangat istimewah untuk membawa pesan terkait konsep pembangunan yang telah disampaikan Bupati Manggarai, Heribertus Nabit mengenai kebijakan strategis yang akan membawa kamajuan di wilayah Satarmese Barat. Hal itu disampaikannya saat pidato di lapangan gelora Wongka, Sabtu, (02/05/2026). “Konsep pembangunan yang disampaikan Bapak […]

  • “Tagihan Berpikir Paradigmatik di Ruang Sosial”, Komentar Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng Soal Pengukuhan Uskup Maksimus Regus dan Sabina Ndiung sebagai Guru Besar

    “Tagihan Berpikir Paradigmatik di Ruang Sosial”, Komentar Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng Soal Pengukuhan Uskup Maksimus Regus dan Sabina Ndiung sebagai Guru Besar

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.796
    • 0Komentar

    Detikbernas.com, Ruteng – Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng (UNIKA St. Paulus Ruteng) mengukir sejarah akademik dengan pengukuhan dua tokoh intelektual hebat, Mgr. Prof. Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si sebagai guru besar dalam bidang Sosiologi Agama dan Multikulturalisme, dan Prof. Dr. Sabina Ndiung, M.Pd, di bidang Pendidikan Matematika ke-SD-an. Upacara pengukuhan tersebut dilakukan oleh Kepala […]

  • Hardiknas 2026 di Wongka, Diujung Rotan Ada Emas

    Hardiknas 2026 di Wongka, Diujung Rotan Ada Emas

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 908
    • 0Komentar

    Detikbernas.com – Perayaan Hardiknas se-kecamatan Satarmese Barat yang bertema menguatkan partisipasi semesta mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, bertempat di lapangan Wongka, Sabtu, (02/05/2026). Kegiatan tersebut diawali dengan acara penjemputan Camat Satarmese Barat yang baru, Yosep Soni dan rombongan. Penjemputan itu dilakukan secara adat Manggarai di tempat sebelum menuju Lapangan Upacara bendera. Tradisi penjemputan secara adat […]

expand_less