Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI » Gempa 7,7 Picu Longsor, Saluran Irigasi Wae Mantar Tertimbun, Petani Ulu Belang dan Papang Khawatir Gagal Panen

Gempa 7,7 Picu Longsor, Saluran Irigasi Wae Mantar Tertimbun, Petani Ulu Belang dan Papang Khawatir Gagal Panen

  • account_circle admin
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


Manggarai, 24 Agustus 2026 – Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 membawa dampak serius bagi warga Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai. Selain menyebabkan guncangan kuat, bencana tersebut juga memicu longsor yang menimbun saluran irigasi Wae Mantar sepanjang kurang lebih 40 meter.

Saluran irigasi yang menghubungkan kebutuhan air pertanian masyarakat Desa Ulu Belang dan Desa Papang tersebut kini tidak dapat berfungsi secara optimal. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran bagi warga karena sebagian besar kehidupan ekonomi masyarakat kedua desa bergantung pada sektor pertanian, terutama persawahan.

Bagi para petani, keberadaan saluran irigasi Wae Mantar bukan sekadar fasilitas pendukung pertanian, tetapi merupakan sumber utama keberlangsungan hidup keluarga. Air dari saluran tersebut menjadi penentu keberhasilan pengelolaan sawah yang selama ini menjadi mata pencaharian utama masyarakat.

Jika tidak segera ditangani, warga khawatir aktivitas pertanian akan terganggu dan berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya pendidikan anak-anak.

“Bagaimana kami bisa menghidupi keluarga dan membiayai anak-anak sekolah jika sawah tidak mendapatkan air? Kami sangat bergantung pada hasil persawahan untuk melanjutkan kehidupan,” ungkap salah seorang warga.

Menurut warga, persoalan yang terjadi bukan hanya tentang kerusakan infrastruktur irigasi, tetapi menyangkut keberlangsungan kehidupan masyarakat dalam jangka panjang. Tanpa dukungan air yang memadai, lahan pertanian yang menjadi sumber pendapatan keluarga terancam tidak dapat dikelola sebagaimana mestinya.

Warga Desa Ulu Belang dan Desa Papang berharap pemerintah serta pihak terkait segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak dan mengambil langkah penanganan untuk membuka kembali saluran irigasi Wae Mantar yang tertimbun longsor.
Selain penanganan infrastruktur, masyarakat juga berharap adanya perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kelompok masyarakat, lembaga sosial, maupun para dermawan yang ingin membantu warga terdampak bencana.

Bagi warga kedua desa, waktu menjadi hal yang penting. Mereka tidak ingin persoalan tersebut berlangsung lama karena menyangkut masa depan pertanian dan kehidupan keluarga.
Harapan mereka sederhana: saluran irigasi dapat segera kembali berfungsi, sawah kembali mendapatkan air, dan masyarakat dapat melanjutkan kehidupan dengan tenang. (Hans)

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringatan Lahirnya Pancasila di SMKN 1 Satarmese, Kepala Sekolah Lawan Diri Sendiri dan Rawat Cinta Lintas Batas

    Peringatan Lahirnya Pancasila di SMKN 1 Satarmese, Kepala Sekolah: Lawan Diri Sendiri dan Rawat Cinta Lintas Batas

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 5.702
    • 191Komentar

    Wae Cepang, Detikbernas.com – Peringatan hari jadi Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia bukan sekadar rutinitas tahunan atau formalitas upacara bendera semata. SMKN 1 Satarmese menjadikan peringatan hari Pancasila ke-79 itu sebagai momentum pergumulan filosofis yang menantang para guru dan peserta didik untuk membongkar kenyamanan berpikir tentang bagaimana makna substansial Pancasila diwujudkan […]

  • Penerimaan Komuni Pertama di paroki Todo Antara Budaya Pesta dan Perayaan Ekaristi terlupakan

    Penerimaan Komuni Pertama di Paroki Todo: Antara Budaya Pesta dan Perayaan Ekaristi terlupakan

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 312
    • 31Komentar

    Todo – Pastor paroki Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo, RD. Urbanus Jatang, Pr menyampaikan perihal perayaan Sakramen Maha Kudus lebih mementingkan pesta pora daripada yang paling esensial. Kemeriahan dekorasi pesta, menu resepsi yang lezat, dan kado-kado terindah menjadi prioritas kerinduan sementara esensi Perayaan Ekaristi dilupakan. “Persoalan yang sering ditemukan adalah orang menomorsatukan pestanya […]

  • 15 Puisi Terbak Karya Nasarius Fidin

    15 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 793
    • 0Komentar

    Hari hari ialah makna cinta,Jam, menit, detik pun cintapagi hingga pagi mengalir bulir cintasiang malam terbersit cinta Cinta tak kenal batas,cinta tak kenal lelah,cinta ialah awal hingga akhircinta ialah ekspresi hidupcinta ialah hidup Dalam gelap terkais jalan cintakau menemukan tapak cahaya cintasehingga mampu melawan gelapdan melewati malam Terang pun cintatak semua siang terbersit cintabisa saja […]

  • Tinjauan Kritis Hakekat Manusia dan Realitas Pendidikan di Indonesia

    Tinjauan Kritis Hakekat Manusia dan Realitas Pendidikan di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.563
    • 2Komentar

    Di era modern, pendidikan menjadi pergumulan bersama yang wajib diprioritaskan. Pendidikan kontekstual memampukan manusia mengasah dan mengembangkan segala potensi yang dimiliki. Manusia yang berpendidikan mampu merumuskan tujuan, proses dan arah pendidikan serta kehidupan yang diimpikan. Kesadaran ini mendorong pendidik berpikir bijak untuk mendidik peserta didik secara humanis dalam kaitannya dengan kurikulum yang ada. Tulisan ini […]

  • Strategi Petani Satarmese Barat Mendukung Kebutuhan Objek Wisata Waerebo

    Strategi Petani Satarmese Barat Mendukung Kebutuhan Objek Wisata Waerebo

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Menjadi petani modern merupakan itu yang dirindukan oleh setiap petani di tengah kemajuan dunia pariwisata. Petani dengan pelbagai kualitas sumber daya manusia-nya (SDM) dapat meningkatkan transformasi ekonomi pertanian berkelanjutan di Manggarai khususnya wilayah Satarmese Barat. Hal ini menjadi realitas ideal tatkala masyarakat memiliki ideologi yang sama. Namun secara faktual, para petani masih berkutat pada cara […]

  • Perpisahan dengan Kelas XII, Pimpinan SMKN 1, Berotak Global Berhati Budaya Lokal

    Perpisahan dengan Peserta Didik Kelas XII, Pimpinan SMKN 1 Satarmese, Berotak Global Berhati Budaya Lokal

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.486
    • 0Komentar

    Wae Cepang – Seusai tiga tahun berada bersama, SMKN 1 Satarmese mengadakan acara perpisahan dengan para peserta didik kelas XII yang akan segera melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi atau di dunia usaha dan industri. Acara tersebut dilakukan di Aula Kapela Stasi Sta. Maria Stella Maris Wae Cepang, Senin, (13/04/2026). Kepala SMKN 1 Satarmese, Fransiskus Jehoda, […]

expand_less