Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » 13 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

13 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

  • account_circle Nasarius Fidin
  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
  • visibility 1.153
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

  1. Cinta Sejati

Cinta sejati dimeteraikan sakramen
disaksikan siapapun yang hadir
dimatangkan beribu onak tancap
jadi bahtera yang romantika

Cincin emas hanyalah tanda semata,
memahat selaksa belantara,
mengikat diri dengan janji setia,
satu untuk selamanya
itu yang utama

Setiap petir menyambar pikat rasa,
arus deras menenggelam bahtera,
jangan takut jika dilanda,
bangunkan Sang Penjala
meredakan gelombang samudera

Panas dingin tak usah dikekang
pahit manis perlu dikenang
tak usah meragu dikala mendung
dayun bahtera dengan gemilang

  1. Komitmen Cinta

Aku cinta dengan mata cinta
seluruh hidupku cintamu
dan semua adamu cintaku
cinta kita mengutuh

Cinta ini tak sekedar kata
hatiku penuh
melampaui ruang
mencinta adanya dirimu
tak lekang oleh waktu

Mencinta sejatinya
butuh komitmen,
konsistensi,
kesetiaan,
pengorbanan

  1. Sebijak Mentari

Jangan malu
jangan minder
jangan lelah
bertemu keluarga
dalam acara adat nikah

Tiada guna rasa berkecamuk
toh kekasih dan buah hati hadir juga
hanya karena banjir bandang
bukan salahmu
alam tidak berpihak

Tak usah salahkan hujan,
karna saatnya membasahi bumi,
menghijau gersang,
merapat tanah menganga

Ubah cara berpikir
ubah cara merasa
ubah cara menilai
sebijak mentari pagi

  1. Hulu Cinta

Tatap berjumpa
senyum berbinar,
kata-kata bersahutan
disaksikan hangatnya fajar

Rupa wajah berada
suara dan hening berpadu
tergantung bijak bertengger di kepala
mengarti suasana yang lara

Situasi jadi moody
hati pun tenggelam gelombang rasa,
duduk tenang berbingkai wibawa
merapal pagi tak menentu

Panik berdampak melarat
gelisah menggeli kening
namun kau harus memuja dewasa
memusar dengan cinta

  1. Minggu Kelabu

Mentari pagi dikeroyok awan gemawan pekat,
wajah berpakaian kabut,
rumah yang satu tertutup dari binar mata
deru hujan tak terkira

Alam meniup angin berputar
memenjarakan ruang gerak pada Minggu kelabu
membuat ku berteman sepi
namun kumanfaatkan momen ini
merangkai sajak, menggores konsep

Iklim ini hanyalah musiman
datang di setiap acara, pergi mendulang tanya,
memendam cerah,
memenjara semangat,
ada yang tak merapat,
karena hati melarat

Cuaca pagi tak bertuan
roda waktu tak terasa,
mungkin Tuhan punya rencana
asal kau mau diubah

  1. Wajah Unik

Kau ciptaan unik
raut wajahmu seistimewah rembulan, bintang…
helai rambut tergerak perlahan pada desir angin sepoi
mata juling berbintik hitam
suara merdu begitu mendamaikan sukma

Kau ciptaan paling mulia,
secuil jejak sungguh berharga,
sehelai rambutmu terhitung
segudang bakat, setangkas cerdas
membuatmu berbeda
aroma hadirmu tercium menawan

Kau gambaran wajah Ilahi
insan bermartabat,
nalar, hati, dan kehendak bersahaja
ekspresi memagnet tatapan
memikat jiwa

Kau pribadi berkarunia,
pemberian Tuhan maha dari semua yang ada,
patut kau bersiul puji
kepada Yang empunya segalanya

Dirimu paling beruntung,
tak satupun buntung merundung
itu semua karena cinta menjulang
baiklah karuniamu berkembang

  1. Tuhan Di Balik Mimpi dan Juangku

Kumemulai cara berpikirku dari belakang
dan memulai tindak juangku dari awal
kumenatap masa depan kumenuju
dan focus dalam proses aku menjadi…

Aku tak peduli seberapa besar badai menghadang
tak hirau seberapa kuat petir menerjang
aku tetap komit dan konsisten pada cita-cinta
berjuang meski jatuh dan terjatuh
aku tetap bangkit,
bahkan berlari kencang
meraih mimpi

Aku berusaha bernalar di kala ombang ambing iklim
berjuang hingga keringat ini lelah
focus pada tujuan,
focus jua pada proses
selebihnya Tuhan bekerja untukku
dan masa depanku

Aku tetap mengandalkan Tuhan
apapun tantangannya
ya untuk Tuhan dan tidak untuk hantu
sebab Tuhan besertaku selamanya

  1. Cinta Sang Ibu

Lusuh terserak, tua renta berbadan kurus,
berbaju motif keriput,
tulang belulang nampak keropos,
makan dari remah remah si kaya

Wajah rapuh tak dipandang,
bernapas kasih di hantinya,
memakai kain lenan robek
berdandan dalam ketaksesuaian mata

Tangan tua renta itu selamatkan
anak muda memar terkapar
di pinggir jalan karena
korban raungan majikannya

Wajah tua itu memangkunya,
meminyakinya dengan rempah,
mengenakan lenan miliknya padanya
menerbangkan seuntai kertas pada langit biru
bertuliskan “kupinta Tuhan selamatkan anakku”

Seketika anak muda sadar
sekucur tubuh kakunya memulih
namun tua itu menghilang dari ujung matanya
ternyata senyum renta itu persis seperti
gambar ibunya yang sudah lama
bersemanyam di pusara
sejak ia masih kecil

  1. Kopi senja

Kepul asap surya,
dilengkapi seruput kopi senja,
duduk manis di teras rumah di pinggir jalan kota
tak jauh dari tatapan mata

Wajah sunyi itu sedang asyik-asyiknya
menyepi di balik kisi-kisi
kupu-kupu beterbang kesana kemari
namun tak diusiknya

Ada apa sepasang mata juling itu,
apa yang dia pikirkan
apa yang di cari,
tanyaku dibalut penasaran

Sejenak kubermenung dalam gerget
mencari tahu yang tidak pasti
sebatas nalar yang haus pada misteri
ternyata wajah itu tengah mikirin
kopi senja kehidupan

  1. Kekasih Hati

Kekasih hati manis parasnya,
elok rupanya,
bersinar wajahnya,
sederhanya bawaannya

Kekasih hati hening jiwanya,
lembut teguh
setia mencinta
aroma harum penuh seluruh

Kekasih hati tegas berprinsip
lembut berkata
tajam berasah
seyum meneduh

Kekasih hati penuh cinta
cahaya memancar
romantika di pangku
love you for ever

  1. Lemari Patah

Lemari patah di kamar,
kusangka malam berkabut
ada pengait disambar petir
tutupan jadi liar merapuh

Lemari menganga di kamar,
dihantam pelana senja
padahal bahan buatan kota
tak sekuat dari kayu jati

Skil kota tidak diragukan
dipoles pelbagai seni canggih
jadi memolekkan mata
namun tak sekuat buatan wajah kampung
hatinya tak canggung
utuh dalam berproses

Aku tak sedang merendah
karena memang lemari kini rusak
karena bahan serbuk mudah patah
dipukul angin terpendam

  1. Hidup Mesra

Minum anggur sampai mabuk
melepas resah seketika
mengaduk kopi malam
menyeruputnya dengan ria

Pandang malam yang ambruk
jemput cahaya tersenyum
menari jemari tanpa ragu
gulung ombak jiwa hingga reda

Potret obyek terselip,
menulis sajak sajak hidup,
pada tiap lembar tabut
mata terpaut jadi benderang

Mari kita berjumpa
Tuhan lelah menunggu
jangan lepas memeluk
hidup menjulang mesra

  1. Sehat Jiwa Raga

Pinggang berbeban berat
rasa menjerit,
denyut pikiran tak karuan
menelur gelisah malang

Sauh meneduh seluruh
Tuhan menyamar tampang
harap aku mengerti
malah hati melirih

Tuhan, ajar kusemakin beriman,
menantang awang menara,
aku tenang melewati,
istana cinta kugapai

Tuhan, aku melantun puji
kepadaMu bersemayam
agar tubuh mungil seperti
hidup sehat jiwa raga

  • Penulis: Nasarius Fidin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yakb Kareth Sosok yang Selalu Belajar dalam Mengemban Amanah Birokrasi

    Yakub Kareth: Sosok yang Selalu Belajar dalam Mengemban Amanah Birokrasi

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 113
    • 3Komentar

    Dalam dunia birokrasi yang terus berkembang, seorang pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman masa lalu. Perubahan zaman, kemajuan teknologi, serta kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis menuntut setiap aparatur negara untuk terus belajar. Nilai inilah yang tampak kuat dalam diri Yakob Kareth, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya. Ia dikenal sebagai sosok birokrat yang selalu ingin […]

  • 7 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin .

    7 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 762
    • 2Komentar

    Apa adanya dilabel tak ada apanyatampil lusuh dinilai biadapperangai adap dirasa tak beradapcerdik menilaiminim bermenung Sibuk mengurus jejak sesamalupa realita sendirinyaring mengeritikmelempem di dalam diri Mental abu tangguh bernafsurubuh di ruang tunggumerana dikala terdamparterluka bila tak disuap Ada apa dunia inihidup setulus merpatitak usah harimau berbulu dombananti kau jadi bahan adudomba Kepak sayap afirmatif di […]

  • Antara Altar dengan Tenda Pesta 253 Anak Se-paroki Todo Menerima Tubuh dan Darah Kristus

    Antara Altar dengan Tenda Pesta: 252 Anak Se-paroki Todo Menerima Tubuh dan Darah Kristus

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 334
    • 7Komentar

    Todo, Detikbernas.com – Altar Paroki Todo menjadi ruang penuh sukacita dan saksi perayaan iman dan cinta dalam peziarahan rohani Katolik. Sejumlah 252 anak dari 13 sekolah Dasar (SD) se-Paroki Todo telah menerima first holly communion (komuni pertama). Perayaan komuni pertama itu menjadi ruang perjumpaan antara makna teologis, filosofis, kosmologis tradisi Manggarai dan pendidikan karakter siswa/i […]

  • “Tagihan Berpikir Paradigmatik di Ruang Sosial”, Komentar Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng Soal Pengukuhan Uskup Maksimus Regus dan Sabina Ndiung sebagai Guru Besar

    “Tagihan Berpikir Paradigmatik di Ruang Sosial”, Komentar Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng Soal Pengukuhan Uskup Maksimus Regus dan Sabina Ndiung sebagai Guru Besar

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.514
    • 0Komentar

    Detikbernas.com, Ruteng – Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng (UNIKA St. Paulus Ruteng) mengukir sejarah akademik dengan pengukuhan dua tokoh intelektual hebat, Mgr. Prof. Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si sebagai guru besar dalam bidang Sosiologi Agama dan Multikulturalisme, dan Prof. Dr. Sabina Ndiung, M.Pd, di bidang Pendidikan Matematika ke-SD-an. Upacara pengukuhan tersebut dilakukan oleh Kepala […]

  • Pendidikan: Antara Janji Merdeka dan Realita Yang Terpenjara

    Pendidikan: Antara Janji Merdeka dan Realita Yang Terpenjara

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Merdeka. Kata itu sering ditulis Ki Hajar Dewantara di atas sekolah pertamanya. “Merdekakan manusia”, katanya. Bukan Cuma merdeka dari penjajah, tapi merdeka pikirannya, merdeka batinnya, merdeka jadi diri sendiri. 100 tahun kemudian, kita punya jutaan lebih anak sekolah. Kurikulum merdeka. Kampus merdeka. Guru penggerak. Semua ada kata “merdeka”. Tapi cobalah kita bertanya jujur kepada anak-anak […]

  • Hardiknas 2026 di Wongka, Diujung Rotan Ada Emas

    Hardiknas 2026 di Wongka, Diujung Rotan Ada Emas

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 668
    • 0Komentar

    Detikbernas.com – Perayaan Hardiknas se-kecamatan Satarmese Barat yang bertema menguatkan partisipasi semesta mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, bertempat di lapangan Wongka, Sabtu, (02/05/2026). Kegiatan tersebut diawali dengan acara penjemputan Camat Satarmese Barat yang baru, Yosep Soni dan rombongan. Penjemputan itu dilakukan secara adat Manggarai di tempat sebelum menuju Lapangan Upacara bendera. Tradisi penjemputan secara adat […]

expand_less