Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » 7 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

7 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

  • account_circle Nasarius Fidin
  • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
  • visibility 762
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

  1. Mental Abu

Apa adanya dilabel tak ada apanya
tampil lusuh dinilai biadap
perangai adap dirasa tak beradap
cerdik menilai
minim bermenung

Sibuk mengurus jejak sesama
lupa realita sendiri
nyaring mengeritik
melempem di dalam diri

Mental abu tangguh bernafsu
rubuh di ruang tunggu
merana dikala terdampar
terluka bila tak disuap

Ada apa dunia ini
hidup setulus merpati
tak usah harimau berbulu domba
nanti kau jadi bahan adudomba

  1. Di Tengah Badai

Kepak sayap afirmatif di pagi cerah
menyulam senyum syukur kepada Pencipta
memelek mata pada lambaian cahaya dipercik fajar
melukis kanvas kehidupan

Di hadapan terpampang wajah kebenaran
kontemplasi jiwa murni
pagi memulai karya penuh pesona
di kanvas berwarna

Sesungguhnya hidup ini kaya makna
mengais kasih bahagia kudapat
berziarah di atas kerikil
tetap kupeluk kebijaksanaan
sukacita mendekap

Bahagia berpadu sejahtera
meski lika liku menganga
kau tetap teguh di antara iklim
membangun hidup cemerlang di tengah badai

  1. Memetik Mentari

Selendang sutra bercahaya….
mewarnai langit dunia
ingin kukenakan seperti dia memakai
kucium aroma senja
namun jiwa juangku tak jangkau
mungkin esok pagi keringat ini memetik mentari

Waktu kan menghampiri
berpihak pada jemari yang lelah
berjaya pada iklim gersang
mengenakan sutra pada tubuh lelah
sepanjang jalan waktu tiada akhir

Segalanya terjadi
rencana indah terprogram di alam bawah sadar
memercayakan Tuhan melakukannya
ziarah ini dibingkai mal indah
bahagia berbinar
sejahtera di lesung kehidupan

  1. Anggur Manis

Kutahu kaki ini berpijak pada setangkai rendah
puting beliung kian kemari dasyatnya
jemari menggigil gemetar
rasa pun tak karuan di sanubar
terombang ambing

Kuadukan iklim ini pada mentari pagi
mungkin saatnya nanti jawabnya
ataukah berkat tak menoleh
aku berada di tempurung kehidupan

Kuyakin Tuhan itu maha adil
sendengkan dedaunan telinga
tak memejam mata tuk menatap
menyaksikan rintihan jiwa ini

Kumengasah asa
memasang pelana afirmasi di alam bawah sadar
menangkap percik berkat
lewat keringat lelah
agar aku meneguk anggur manis

  1. Teruntuk Tuhanku

Tuhan, kumau bersimpuh di tabernakel
bersua dengan hadirMu
tentang sepenggal rindu
sejahtera membahana
bahagia di hidup ini

Tuhan, kumau memuji
sebab sayap sayap ini menebal
berkepak bebas di langit biru
karna kutau Kau besertaku

Tuhan, kutahu Kau setia melebihi merpati
lembut melampaui embun pagi
ajarlah daku semakin percaya padaMu
agar hidup ini seperti bintang menari

Tuhan, aku kepunyaanMu
yang ada padaku bukan milikku
segalanya milikMu
aku hanyalah seonggokkan daging
hidup dari remah pemberianMu

  1. Arti Cinta

Cinta terluka
terkapar pada palang hidup
merintih kesakitan
menderita kepahitan

Cinta berkorban
pundak berbeban berat
berjalan di jalan bebatuan
mendaki gemunung

Cinta lelah lunglai
dicambuk duri dosa
dipaku secara bringas
dihina dengan anggur masam

Cinta mati tersambar petir
ulah manusia penuh ego
bergumul dengan maut
bangkit dan hidup

Cinta itu kebangkitan
cinta itu kehidupan
cinta itu kebenaran
cinta itu keselamatan

  1. Cinta Itu Semesta

Cinta membara
jalan terbuka
hidup menuai
puncak dikenali

Cinta bagai mata
membaca aksara hidup
cinta seperti mata air
mengalir di setiap nadi

Cinta itu energi
menguatkan yang lemah
bintang menunjuk tujuan
bagai hujan dikala kering kerontang

Cinta ialah semesta
menumbuhkan benih
menghasilkan sesuatu
ibu kehidupan

Oleh: Nasarius Fidin. Penulis adalah penikmat sastra. Selain itu, beliau adalah Penyair Kopi Seja.

  • Penulis: Nasarius Fidin

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saat Upacara Bendera di SMKN 1 Satarmese, Pimpinan Serukan Point Penting Ini kepada Guru dan Siswa

    Saat Upacara Bendera di SMKN 1 Satarmese, Pimpinan Serukan Point Penting Ini kepada Guru dan Siswa

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 213
    • 14Komentar

    Detikbernas.com – Saat upacara Bendera Merah Putih, pimpinan SMKN 1 Satarmese, Fransiskus Jehoda, S.Pd menyampaikan point-point penting terkait perjuangan untuk mencapai kesuksesan. Bahwa kesuksesan itu dimulai dari kesadaran dan perwujudan nilai kedisiplinan, Senin, (11/05/2026). “Siswa/i yang berdisiplin berarti mereka yang patuh terhadap aturan yang ada di lingkungan sekolah, seperti mengikuti upacara bendera merah putih setiap […]

  • 10 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    10 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.269
    • 0Komentar

    Karyamu tak kenal pensiunkeilahian tersembunyi di balik nuranitubuh kudus tak elok dipandang duniasedang Kau Maha dari setiap maha Langit tunduk di hadapanMubumi ramah di dalam kebesaraniklim menjinaksegalanya menyembahmunamun dunia tetap tegar hati Tingkah pongah mengotak atik sadarego menggiring rasio hingga benalukau kian memeluk dunia malah menjauhcinta setiaMu dasyat meski entah… Dunia gemar sesat sesaatrindu berdiam […]

  • “Tagihan Berpikir Paradigmatik di Ruang Sosial”, Komentar Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng Soal Pengukuhan Uskup Maksimus Regus dan Sabina Ndiung sebagai Guru Besar

    “Tagihan Berpikir Paradigmatik di Ruang Sosial”, Komentar Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng Soal Pengukuhan Uskup Maksimus Regus dan Sabina Ndiung sebagai Guru Besar

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.514
    • 0Komentar

    Detikbernas.com, Ruteng – Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng (UNIKA St. Paulus Ruteng) mengukir sejarah akademik dengan pengukuhan dua tokoh intelektual hebat, Mgr. Prof. Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si sebagai guru besar dalam bidang Sosiologi Agama dan Multikulturalisme, dan Prof. Dr. Sabina Ndiung, M.Pd, di bidang Pendidikan Matematika ke-SD-an. Upacara pengukuhan tersebut dilakukan oleh Kepala […]

  • Metodologi Penelitian Pendidikan; Membongkar Realitas Tersembunyi di Tengah Budaya Instan

    Metodologi Penelitian Pendidikan; Membongkar Realitas Tersembunyi di Tengah Budaya Instan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.774
    • 18Komentar

    Mencintai masa depan generasi Z tidak dengan kata indah semata, tetapi mengupas persoalan-persoalan bahkan yang luput dari pisau bedah peneliti. Dalam dunia pendidikan, menjadi guru adalah menjadi peneliti realitas secara menyeluruh. Aktivitas penelitian menjadi pilihan hidup sekaligus kewajiban setiap pendidik. Mengapa? Di era modern ini, dunia sudah dan sedang terjebak dalam budaya instan. Persaingan teknologi […]

  • 5 Puisi terbaik Karya Artemius Janu

    5 Puisi terbaik Karya Artemius Janu

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Langit biru merona merah,Matahari membakar tanpa cela,Tanah retak memanggil hujan,Namun awan tak kunjung tiba dan berdatangan Tenggorokan kering, kerontang,Sumur tua tidak lagi terbayangJauh berjalan kaki melangkahMencari setetes air yang tak kunjung datang Dimana bening itu sekarang?Mengapa pergi tinggalkan sunyi?Jerigen plastik berbaris antreMenanti harapan di musim kemarau yang garingMenanti tergugah hati sang penguasa Ya Allah, turunkan […]

  • Bahasa yang Menyatukan Jejak

    Bahasa yang Menyatukan Jejak

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 251
    • 11Komentar

    Matahari di pesisir pantai selatan membakar kulit dengan cara yang berbeda, seolah menyambut Amelia di tanah pengabdian yang baru. Sambil berdiri di depan cermin kecil di kamarnya, yang kini berbalut seragam SMK yang tegak dan kaku, ia mencoba menelan getirnya rindu. Amelia mengikat janji pada dirinya sendiri. Merantau bukan sekadar berpindah tempat, tapi membiarkan mimpi […]

expand_less