Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Yakub Kareth: Sosok yang Selalu Belajar dalam Mengemban Amanah Birokrasi

Yakub Kareth: Sosok yang Selalu Belajar dalam Mengemban Amanah Birokrasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • visibility 201
  • comment 3 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam dunia birokrasi yang terus berkembang, seorang pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman masa lalu. Perubahan zaman, kemajuan teknologi, serta kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis menuntut setiap aparatur negara untuk terus belajar. Nilai inilah yang tampak kuat dalam diri Yakob Kareth, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya. Ia dikenal sebagai sosok birokrat yang selalu ingin belajar, memperkaya wawasan, dan membuka diri terhadap hal-hal baru demi kemajuan daerah yang dipimpinnya bersama jajaran pemerintah.

Semangat belajar adalah tanda bahwa seseorang tidak cepat merasa puas. Orang yang terus belajar memahami bahwa pengetahuan selalu berkembang. Dalam diri Yakob Kareth, sikap ini menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya. Ia menyadari bahwa jabatan bukan akhir dari proses, melainkan ruang baru untuk terus bertumbuh. Karena itulah, setiap tanggung jawab yang diembannya dijalani dengan kemauan untuk memahami persoalan secara lebih mendalam.
Sebagai birokrat, keinginan untuk belajar terlihat dari caranya menyikapi pekerjaan. Ia tidak hanya menerima laporan secara formal, tetapi berusaha memahami akar persoalan, mencari solusi terbaik, dan mendengarkan berbagai pandangan. Sikap seperti ini menunjukkan bahwa belajar tidak selalu harus berada di ruang kelas. Belajar juga bisa hadir melalui pengalaman, dialog, serta kemampuan mendengar suara masyarakat.

Di tengah tantangan pembangunan Papua Barat Daya sebagai provinsi yang terus bertumbuh, dibutuhkan pemimpin birokrasi yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan. Yakob Kareth memahami bahwa tata kelola pemerintahan modern memerlukan inovasi, kecepatan, dan ketepatan. Karena itu, semangat belajar menjadi bekal penting baginya untuk menghadapi berbagai dinamika. Ia membuka diri terhadap gagasan baru yang dapat meningkatkan pelayanan publik dan mempercepat pembangunan.

Sosok yang gemar belajar biasanya juga rendah hati. Ia tidak merasa dirinya paling tahu. Justru ia sadar bahwa keberhasilan sering lahir dari kerja sama dan pertukaran pikiran. Nilai ini tampak dalam diri Yakob Kareth. Dalam memimpin, ia tidak menutup ruang diskusi. Ia memberi kesempatan kepada bawahan, rekan kerja, dan berbagai pihak untuk menyampaikan ide. Dari situlah lahir keputusan yang lebih matang dan bermanfaat bagi masyarakat.
Semangat belajar juga menjadikan seseorang lebih bijaksana dalam mengambil keputusan. Pengalaman memang penting, tetapi pengalaman yang dipadukan dengan pengetahuan baru akan menghasilkan kebijakan yang lebih relevan. Yakob Kareth menunjukkan bahwa seorang pejabat publik harus mampu membaca perubahan zaman, memahami kebutuhan rakyat, dan menyesuaikan langkah pemerintahan dengan tantangan masa kini.

Bagi generasi muda aparatur sipil negara, sikap seperti ini adalah teladan berharga. Banyak orang ingin cepat mencapai jabatan, tetapi lupa bahwa jabatan membutuhkan kapasitas. Kapasitas dibangun melalui belajar tanpa henti. Dari sosok Yakob Kareth, kita melihat bahwa keberhasilan birokrat tidak hanya ditentukan oleh masa kerja, tetapi juga oleh kemauan untuk terus memperbaiki diri. Belajar bukan tanda kelemahan, melainkan tanda kekuatan karakter. Orang yang berhenti belajar akan tertinggal, sedangkan orang yang terus belajar akan selalu menemukan jalan untuk maju. Dalam perjalanan pengabdiannya, Yakob Kareth memperlihatkan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang tetap haus akan ilmu, meski telah berada di posisi tinggi.

Pada akhirnya, jabatan dapat berubah seiring waktu, tetapi semangat belajar akan selalu membawa seseorang bertumbuh. Yakob Kareth menjadi contoh bahwa seorang Sekretaris Daerah tidak hanya dituntut mengatur administrasi pemerintahan, tetapi juga harus terus memperkaya wawasan demi melayani masyarakat dengan lebih baik. Semangat belajar yang melekat erat dalam diri Yakob Kareth menjadikannya sosok birokrat yang adaptif, bijaksana, dan visioner. Dari dirinya, kita belajar bahwa tidak ada batas untuk menambah ilmu, dan tidak ada kata selesai untuk terus berkembang demi pengabdian kepada daerah dan bangsa.

Oleh: Agust Jehurung, S.Fil, Gr

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (3)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 15 Puisi Terbak Karya Nasarius Fidin

    15 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 848
    • 0Komentar

    Hari hari ialah makna cinta,Jam, menit, detik pun cintapagi hingga pagi mengalir bulir cintasiang malam terbersit cinta Cinta tak kenal batas,cinta tak kenal lelah,cinta ialah awal hingga akhircinta ialah ekspresi hidupcinta ialah hidup Dalam gelap terkais jalan cintakau menemukan tapak cahaya cintasehingga mampu melawan gelapdan melewati malam Terang pun cintatak semua siang terbersit cintabisa saja […]

  • Pembangunan Maju, Warga Desa Tetap Haus Ada Yang Salah

    Pembangunan Maju, Warga Desa Tetap Haus: Ada Yang Salah?

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 703
    • 0Komentar

    Sangat ironis. Jalan aspal yang memanjang, membelai rumah-rumah yang memanjang sepanjang desa, terlihat indah dan bagus di setiap lorong-lorong gang, tower Bakti atau BTS berdiri gagah di samping istana desa, dana miliaran rupiah digelontarkan setiap tahun. Tapi di saat yang sama, bapak dan ibu serta anak-anak di banyak pelosok masih harus jalan 2 km tiap […]

  • Perjuangan; Seni Menata Masa Depan yang Indah

    Perjuangan; Seni Menata Masa Depan yang Indah

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Hidup adalah perjuangan. Untuk menggapai kesuksesan, kita wajib mengenal keseluruhan diri baik kelebihan maupun keterbatasan. Dalam pengenalan diri, kita diibaratkan sebuah gelas kosong seperti yang telah digagas oleh seorang pemikir, John Locke. Ketika gelas kosong itu diisi dengan air sampai penuh, maka airnya itu akan berguna bagi siapa pun yang membutuhkannya. Demikian hidup ini, ketika […]

  • Dr. Mantovanny Tapung: “Fenomena Hiperrealitas vs Pengabdian sebagai Panggilan Hati” Ulasan Bedah Buku: Gigih: Sebuah Catatan Pengabdian, Karya Ir. Boni Hasudungan Siregar

    Dr. Mantovanny Tapung: “Fenomena Hiperrealitas vs Pengabdian sebagai Panggilan Hati” Ulasan Bedah Buku: Gigih: Sebuah Catatan Pengabdian, Karya Ir. Boni Hasudungan Siregar

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 746
    • 6Komentar

    Detikbernas.com, Borong, 1 Mei 2026 – Puncak kegiatan Expo Pendidikan V Manggarai Timur yang berlangsung di Lapangan Depan Pertamina Borong, Sabtu (1/5/2026), menghadirkan momentum reflektif melalui kegiatan bedah buku bertajuk “Gigih: Sebuah Catatan Pengabdian”, karya Ir. Boni Husadungan Siregar. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama expo pendidikan sekaligus bentuk penghargaan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur […]

  • Rekonstruksi Model Kedisiplinan Siswa Terkait Rendahnya Kualitas Lulusan

    Rekonstruksi Model Kedisiplinan Siswa Terkait Rendahnya Kualitas Lulusan

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.254
    • 4Komentar

    Di tengah persaingan global, peserta didik lebih cendrung melakukan hal-hal yang tidak penting dari pada upaya pengembangan kualitas diri. Kecanduan penggunaan hp/gadget di luar batas nalar yang membuat siswa tersebut lupa mendisiplinkan diri. Hal itu dilakukannya dengan tahu dan mau. Dia tahu bahwa sikap tidak disiplin dapat merugikan diri sendiri dan masa depannya, tetapi dia […]

  • Menantang Batas Membangun Seni Kepemimpinan Pendidikan Transformasional dan Visioner Dewasa Ini

    Menantang Batas: Membangun Seni Kepemimpinan Pendidikan Transformasional dan Visioner Dewasa Ini

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.057
    • 21Komentar

    Dewasa ini, pendidikan tengah berada dalam pelbagai tantangan yang menghambat perkembangan dan kemajuan hidup. Persaingan teknologi menjebak karakter seseorang. Hal itu berdampak pada krisis moral dan identitas serta persoalan sosial dapat menguras keseimbangan intelektual dan mentalitas manusia (Lickona, 2013). Namun di tengah realitas seperti itu, pendidikan administratif dan birokratif masih menjadi senjata ampuh untuk menunjang […]

expand_less