Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Antara Altar dengan Tenda Pesta: 252 Anak Se-paroki Todo Menerima Tubuh dan Darah Kristus

Antara Altar dengan Tenda Pesta: 252 Anak Se-paroki Todo Menerima Tubuh dan Darah Kristus

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • visibility 334
  • comment 7 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Todo, Detikbernas.com – Altar Paroki Todo menjadi ruang penuh sukacita dan saksi perayaan iman dan cinta dalam peziarahan rohani Katolik. Sejumlah 252 anak dari 13 sekolah Dasar (SD) se-Paroki Todo telah menerima first holly communion (komuni pertama).

Perayaan komuni pertama itu menjadi ruang perjumpaan antara makna teologis, filosofis, kosmologis tradisi Manggarai dan pendidikan karakter siswa/i yang baru saja menerima Tubuh dan Darah Kristus tersebut.

Perjumpaan Iman dan Tradisi Manggarai

Ketua panitia, Yohana R. Yasti Gai menyampaikan perjumpaan iman dan tradisi Manggarai menjadi paduan yang sangat memesona. Pasalnya keduanya tidak bertentangan melainkan saling menyatu. Tradisi Manggarai dapat menyempurnakan iman dan semakin berakar di bumi Nucalale.

“Dalam tradisi Manggarai, Sambut Baru bukan sekadar acara gereja, tetapi bagian dari ritus kehidupan. Ini adalah momen kegembiraan seluruh keluarga besar khususnya di Manggarai, paroki Todo. Tradisi kumpul bersama dan acara syukuran keluarga adalah wujud dari nilai sukacita bersama dan ungkapan syukur kepada Tuhan. Adat menyempurnakan iman di mana anak disambut secara adat sekaligus secara gerejani”, ujar Atik, Minggu, (07/06/2026).

Antara Altar dengan Tenda Pesta: Sebuah Kontradiksi (?)

Kepala SD-SMP Satap Mowol itu menerangkan komuni pertama dipandang secara substansial sebagai momen sakral anak-anak menerima Tubuh dan Darah Kristus secara utuh yang merupakan pemenuhan janji babtis.

“Dalam konteks iman Kristiani, Sakramen Maha Kudus dimaknai sebagai momen indah karena anak-anak pertama kalinya menerima Tubuh dan Darah Kristus. Ini adalah pemenuhan janji baptis mereka. Perayaan sesungguhnya terjadi di Altar, bukan di tenda pesta”, uangkapnya.

Yesus Kristus menjadi pusat dalam perayaan itu. Menjaga kesakralan komuni pertama adalah suatu keharusan. Dan tenda pesta diakui sebagai ungkapan sukacita atas penerimaan sakramen tersebut.

Sosialitas: Ruang Merajut Kasih-Persaudaraan

Alumnus Unika Widya Mandira Kupang itu mengatakan pesta sambut baru dapat mengasah kasih dan persaudaraan antar warga masyarakat. Bertitik berangkat dari sebuah filosofi sosialitas Manggarai, anak sambut baru merupakan tanggung jawab bersama sebagai sesama seiman Katolik.

“Dalam lingkup sosial, momen Sambut Baru dapat menjalin relasi kasih di Manggarai, khususnya di Todo. Semangat saling bantu dalam mempersiapkan pesta menunjukkan anak-anak ini adalah tanggung jawab sosial bersama, bukan hanya beban satu keluarga. Namun, kami juga mengimbau agar aspek sosial ini tidak bergeser menjadi ajang gengsi atau pamer kemewahan”, terangnya.

Keluarga: Gereja Mini dan Teladan Iman

Ketua panitia perayaan menjelaskan keluarga memiliki peran sentral dalam pendidikan karakter dan teladan iman anak. Meskipun demikian, keluarga akan dihadapkan pada sebuah kemungkinan realitas bahwa anak yang sudah menerima komuni suci tidak pergi ke gereja atau melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran iman.

Hemat Atik Gai itu, panitia, pastor, para guru dan pembina hanya mendampingi anak-anak sampai ke altar untuk menerima Komuni. Selebihnya, orangtua atau keluarga menjadi gereja mini yang dapat memberikan teladan iman bagi anak-anak.

“Tidak hanya sikap mendengar, anak-anak meniru apa yang mereka lihat. Jika orang tuanya malas ke gereja, anak pun akan malas. Kita tidak bisa hanya menyalahkan anak. Orang tua harus menjadi teladan iman, mengajak anak berdoa bersama di rumah, dan menjadikan hari Minggu sebagai hari Tuhan yang wajib, bukan pilihan. Gereja dan stasi juga perlu terus merangkul mereka melalui kegiatan SEKAMI (Serikat Kepausan Anak Misioner) atau misdinar agar mereka tetap betah di lingkungan gereja”, katanya.

Panitia mengapresiasi semangat dan kesungguhan anak-anak sejak awal hingga hari puncak perayaan. Perayaan Sakramen Maha Kudus itu berlansung hikmat dan penuh sukacita.

“Saya merasa sangat terharu dan bangga melihat anak-anak menyambut kehadiran Kristus hari ini. Perayaan Misa berjalan dengan begitu khidmat, agung, dan penuh air mata bahagia dari para orang tua. Kerja sama antara panitia, sekolah, orang tua, dan pihak stasi juga sangat luar biasa. Semangat gotong royong khas Manggarai sangat terasa”, ujarnya.

Ketua panitia itu memberikan pesan penting terkait kesucian Sakramen Maha Kudus dijadikan sebagai dasar hidup dan dihayati dalam realitas sehari-sehari agar hidup itu menjadi alunan cinta dan kesetiaan kepada Allah dan berbuah pada kasih terhadap sesama.

“Hayati momen terindah hari ini dengan kesetiaan dan cinta. Pesta syukuran di rumah silakan dijalankan sebagai bentuk kegembiraan adat dan sosial, tetapi jagalah agar tetap sopan, tidak berlebihan, dan tidak menenggelamkan esensi sakral yang baru saja kita terima di gereja. Ingat, setelah pesta usai dan tenda dibongkar, Yesus tetap tinggal di dalam hati anak-anak kita”, pesannya.

Oleh: Nasarius Fidin

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (7)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gereja Paroki Todo Gelar Prosesi Patung Bunda Maria dari Niang Menuju Gereja

    Gereja Paroki Todo Gelar Prosesi Patung Bunda Maria dari Niang Menuju Gereja

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 655
    • 0Komentar

    Detikbernas.com – Perarakan patung Bunda Maria menjadi tradisi umat Katolik pada umumnya. Umat paroki Todo menggelar prosesi patung Bunda Maria itu secara berbeda mulai dari Niang (rumah kerucut) menuju gereja paroki, Jumat, (01/05/2026). Kampung adat yang menyimpan jejak leluhur itu dijadikan titik awal prosesi tersebut. Seluruh umat paroki melangkah bersama sebagai simbol peziarahan spiritual yang […]

  • Juara FLS3N Manggarai, Dua Sekolah Ini Melaju ke Tingkat Propinsi NTT

    Juara FLS3N Manggarai, Dua Sekolah Ini Melaju ke Tingkat Propinsi NTT

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 910
    • 0Komentar

    Juara FLS3N tingkat kabupaten Manggarai, SMKN 1 Wae Ri’i dan SMKN 1 Satarmese siap melaju ke tingkat Propinsi NTT. Pasalnya, kedua sekolah tersebut berhasil menjuarai berbagai jenis lomba bertajuk Merdeka Berkreasi, Talenta Seni Menginspirasi digelar di SMKN 1 Wae Ri’i, Rabu, (29/04/2026). Kepala dinas cabang wilayah enam yang diwakili Kasubag Handrianus Gampung, M.Sc menyampaikan, kegiatan […]

  • Menimba Oase Dari Drs Yakob Kareth, M.Si Sang Birokrat Ulung Dari Tanah Papua Surga Kecil Yang Jatuh ke Bumi

    Menimba Oase Dari Drs. Yakob Kareth, M.Si Sang Birokrat Ulung Dari Tanah Papua Surga Kecil Yang Jatuh ke Bumi

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 696
    • 0Komentar

    Meniti karier, khususnya di dunia birokrasi, bukanlah perjalanan singkat yang dapat diraih dalam semalam. Karier yang baik dibangun melalui proses panjang, kerja keras, ketekunan, dan komitmen yang terus dijaga dari waktu ke waktu. Banyak orang melihat jabatan tinggi sebagai puncak keberhasilan, tetapi sering kali lupa bahwa di balik jabatan itu ada perjalanan penuh tantangan, pengorbanan, […]

  • Kisah Kelahiran dan Masa Kecil Yakob Kareth; Dari Kampung Sederhana Menuju Sekretaris Daerah

    Kisah Kelahiran dan Masa Kecil Yakob Kareth; Dari Kampung Sederhana Menuju Sekretaris Daerah

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Drs. Yakob M.Kareth, M.Si., bukanlah sosok asing di arena pelayanan publik di wilayah pemerintahan provinsi Papua Barat Daya. Ia adalah role model (panutan)yang memadukan Integritas, dedikasi dan kompetensi akademik yang briliant dengan jabatan strategis dibirokrasi pemerintahan sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Barat Daya. Ia membawa aura profesionalisme berkat pencapaiannya di dunia akademik hingga menyandang […]

  • Transformasi Ekonomi Pertanian Manggarai di Tengah Gempuran Budaya Intan: Judi Online atau Proses Cerdas?

    Transformasi Ekonomi Pertanian Manggarai di Tengah Gempuran Budaya Intan: Judi Online atau Proses Cerdas?

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 158
    • 1Komentar

    Budaya instan bagaikan harimau meraung-raung di saat fajar pagi menyinsing. Raungannya merupakan taringan tajam menembus sulur niat para petani sehingga mindset dan mentalitas instan menguasai nurani. Faktor penyebab terjadinya hal itu karena masyarakat Manggarai belum mampu beradaptasi secara komprehensif terkait kemajuan tehnologi. Kebanyakan orang terjebak pada persaingan tehnologi. Mereka belum siap untuk hidup sesuai kemajuan […]

  • Kita Lulus Sekolah, Tapi Gagal Lulus Jadi Manusia

    Kita Lulus Sekolah, Tapi Gagal Lulus Jadi Manusia

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Kelulusan adalah moment yang dinantikan seseorang pada fase titik terakhir. Dulu waktu upacara, kita semua bangga, senang, dan bahagia. Toga dipakai, ijazah dipegang, orang tuan tepuk tangan meriah. Katanya kita sudah “lulus”. Tapi coba kita amati bersama di sekeliling kita sekarang, beberapa banyak sarjana yang tidak mau antre? Berapa banyak anak mendapat nilai tinggi dengan […]

expand_less