Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Rekonstruksi Model Kedisiplinan Siswa Terkait Rendahnya Kualitas Lulusan

Rekonstruksi Model Kedisiplinan Siswa Terkait Rendahnya Kualitas Lulusan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
  • visibility 1.207
  • comment 4 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah persaingan global, peserta didik lebih cendrung melakukan hal-hal yang tidak penting dari pada upaya pengembangan kualitas diri. Kecanduan penggunaan hp/gadget di luar batas nalar yang membuat siswa tersebut lupa mendisiplinkan diri. Hal itu dilakukannya dengan tahu dan mau. Dia tahu bahwa sikap tidak disiplin dapat merugikan diri sendiri dan masa depannya, tetapi dia tidak mau tahu. Dampaknya sangat jelas yakni rendahnya kualitas lulusan atau prestasi belajar siswa di satuan pendidikan.

Realitas sikap indisipliner menjadi masalah mendesak di tengah kemajuan teknologi. Pertanyaannya, bagaimana merekonstruksi model kedisiplinan terkait rendahnya kualitas lulusan siswa di satuan pendidikan? Ada beberapa hal yang akan dipergumulkan secara bersama untuk membangun kembali model kedisiplinan yakni sekilas tentang kualitas pendidikan Indonesia, metode dialogal-solutif dan rekonstruksi model kedisiplinan dengan tujuan anak-anak Indonesia menjadikan kedisiplinan sebagai metode yang sangat efektif dalam upaya peningkatan kualitas kecerdasan, karakter dan daya saing global.

Kualitas Pendidikan Indonesia

Pendidikan Indonesia merupakan realitas yang menjadi perhatian bersama dalam mencerdaskan anak-anak bangsa menuju generasi emas. Pendidikan menjadi fondasi utama untuk mengasah dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) secara adil dan menyeluruh. Ki Hajar Dewantara dalam filsafatnya menggarisbawahi pendidikan sebagai tuntunan yang memerdekakan mindset, mentalitas dan kehendak bebas manusia.

Kemajuan suatu negara menjadi nyata tatkala kualitas pendidikan terungkap dalam peningkatan sumber daya manusia. Dengan kata lain, kualitas pendidikan berdampak pada kemajuan suatu negara dalam setiap aspek kehidupan (Dzaky Satria dkk., 2025). Namun realitas pendidikan Indonesia sangat stagnan dan inkonsistensi serta tidak menyeluruh hingga di pelosok tanah air. Hal itu disebabkan rendahnya kualitas kedisiplinan yang berdampak negatif terhadap prestasi belajar, kualitas lulusan dan kesiapan kerja di dunia usaha dan dunia industri.

Dalam pringkat global, lembaga seperti World Population Review mengungkapkan kualitas pendidikan Indonesia menempati peringkat ke 54 hingga 67 dari 80 negara. Selain itu, kualitas kemampuan siswa Indonesia masih jauh dari harapan tatkala dibandingkan dengan negara anggota The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) seperti yang diberitakan media beritasatu.

Journal of golden generation education menyampaikan data kualitas pendidikan Indonesia berdasarkan hasil studi internasional (PISA). Bahwa Indonesia berada pada posisi terendah dalam hal kemampuan literasi, numerasi dan sains yang berpengaruh terhadap kualitas lulusan sehingga tidak mampu bersikap kritis dan berdaya saing global.

Metode Dialogal-Solutif

Dialog-solutif merupakan metode yang sangat kontekstual dalam merekonstruksikan model kedisiplinan agar anak-anak bangsa Indonesia mampu mengenal eksistensi dirinya. Kekerasan bukan solusi utama dalam memerangi sikap indisipliner siswa.

Pendidikan dialogis membuka ruang kesadaran siswa untuk menyadari keterbatasannya, beradaptasi dan membuat perubahan yakni mewujudkan kedisiplinan dalam banyak hal. Pakar dosen matakuliah filsafat ilmu, Dr. Hj. Umalihayati, S.ST,Keb, S.KM, M.Pd, menyampaikan secara gamblang filsafat Socrates tentang pencarian kebenaran melalui dialog dan pertanyaan kritis (metode dialektika) untuk menemukan hakekat pengetahuan.

Manusia dan moral yang digagas Socrates bermaksud untuk mengarahkan manusia pada prilaku baik. Tindakan baik dipengaruhi oleh cara berpikir bijak. Ada semboyan terkenal hingga sekarang dari Sokrates yakni know your self (kenalilah dirimu). Hal itu disampaikannya agar manusia mengenal keterbatasannya.

Socrates mengajarkan kesadaran menjadi landasan utama untuk mencapai kebijaksanaan. Bahwa manusia itu belum tahu apa-apa tentang segala sesuatu. Oleh karenanya, dia mulai belajar untuk mencari kebenaran.

Metode dialektika Socrates sangat kontekstual dalam membedah persoalan ketidakdisiplinan siswa di satuan pendidikan. Pertanyaan kritis dalam dialog dengan pelaku bermaksud untuk mencari akar atau penyebab rendahnya kualitas kedisiplinan tersebut.

Metode dialogal-solutif mengarahkan siswa yang tidak disiplin untuk mengenal diri secara komprehensif khususnya keterbatasan, ketidaktahuan dan kelemahan dirinya. Kedisiplinan merupakan bagian dari nilai kebijaksanaan dan kebenaran.

Tatkala metode dialogal-solutif diterapkan, peserta didik menyadari sikap tidak disiplin merupakan sesuatu yang buruk secara moral. Maka dari itu, dia mengubah mindset dan mentalitas dirinya sebagai bentuk rekonstruksi model kedisiplinan.

Namun Dr. Umalihayati menerangkan kedisiplinan bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan melainkan proses tanya jawab untuk menemukan kebenaran. Siswa perlu diajak untuk memahami pentingnya kedisiplinan bagi pertumbuhan diri mereka. Hal itu diungkapkannya saat perkuliahan atau diskusi tentang matakuliah Filsafat ilmu.

Rekonstruksi Model Kedisiplinan

Dialog-solutif sangat cocok untuk menata ulang model kedisiplinan siswa di lingkungan sekolah. Ada beberapa hal yang dijadikan bahan pergumulan bersama dalam perwujudan model kedisiplinan yakni:

Pertama, pergumulan kesadaran tentang eksistensi diri. Ketika manusia sadar bahwa dia memiliki keterbatasan manusiawinya, maka dia berproses dalam pembentukan dan pengembangan diri. Dia sadar maka dia ada secara eksistensial. Kesadarannya menandakan bahwa manusia itu ingin keluar dari gua keterbatasannya.

Kedua, berfilsafat tentang “aktivitas menuju”. Herakleitos dalam filsafat proses menjelaskan realitas merupakan proses menjadi, bergerak dan berubah secara konstan ke dalam bentuk lain. Hal senada juga disampaikan Sartre atau Camus dalam filsafat eksistensialisme, menerangkan manusia bergerak menuju atau menjadi diri sendiri yang otentik dari dunia yang nir makna.

Ketiga, bertindak segera untuk menata dan membangun kembali model kedisiplinan. Perwujudan nilai kedisplinan bukan sekadar teori pajangan di kepala, melainkan perwujudan ilmu pengetahuan yang dimiliki dalam praksis hidup setiap hari. Jangan menunda atau menunggu sempurna. Lakukan dengan segera! Ketidakdisiplinan merupakan kegagalan pertama yang dialami tatkala manusia menuju diri otentik. Oleh karena itu, rekonstruksi model kedisiplinan menjadi tindakan mendesak demi perubahan menuju.

Keempat, jangan menoleh, tatap dan berjalan maju. Kedisiplinan akan terwujud dengan konsisten tatkala manusia tidak menoleh ke belakang. Kita tidak bisa kembali dan hidup di masa lalu. Masa lalu dengan segala persoalannya adalah masa lalu. Kita berefleksi untuk menimba nilai-nilai positifnya dan itu dijadikan sebagai pembelajaran untuk perubahan diri secara utuh di masa yang akan datang.

Kesimpulan

Setiap warga Indonesia berjalan bersama untuk mencerdaskan kehidupan generasi muda. Persoalan rendahnya mutu lulusan bisa diatasi dengan efektif tatkala masyarakat memiliki ideologi yang sama dalam rekonstruksi model kedisiplinan siswa. Dialog-solutif menjadi metode kontekstual untuk menyelami ruang kesadaran siswa agar mampu mengenal segala keterbatasan diri, bertindak segera untuk membangun kembali model kedisiplinan secara konsisten dan penuh komitmen.

Kiranya tulisan ini menjadi inspirasi agar para peserta didik Indonesia beradaptasi dan belajar banyak hal untuk menata masa depannya yang gemilang. Hal itu akan terwujud tatkala siswa/i itu memulainya dari diri sendiri. Karena diri sendiri adalah tuan atas hidup dan masa depannya sendiri.

Penulis: Nasarius Fidin (Mahasiswa Magister Managemen Pendidikan)

Email: nasariusfidin88.nf@gmail.com

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.339
    • 4Komentar

    1. Budaya Kasih Raungan serakah di setiap acaraasap angkuh mengepul,arak diteguk hingga mabuk kepayang,kata-kata beradu tajam,tawuran menyapu….wajah tergeletak, berserakanseolah tiada bernilai…. Teguk arak jadi tradisi,komplotan jago berkeliarantiada kata saudara pun keluargaasal pedang amarah mengenai sasar Budaya benci mengakar,pesta jadi ajang pertarungan,mental dan minsed tak maju-maju,hidup pun seperti ilalang Dimanakah gendang nurani ditabuh,adakah kesadaran nalar meraja,kenapa […]

  • Robertus tambi Nomor urut 01: Saatnya Kaum Muda Bangkit dan Membawa Harapan Baru bagi Desa Wisata Todo

    Robertus Tambi Nomor urut 01: Saatnya Kaum Muda Bangkit dan Membawa Harapan Baru bagi Desa Wisata Todo

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 193
    • 24Komentar

    Detikbernas.com – Pemilihan kepala desa Todo sudah memasuki babak baru. Setelah melalui tahapan verifikasi dan penelitian berkas, penetapan bakal calon tetap kepala desa Todo dapat dilaksanakan pada 2 Juli 2026 di aula Paroki Todo. Kegiatan tersebut diikuti oleh 4 bakal calon kepala desa dan masing-masing dihadiri 20 orang perwakilan termasuk simpatisan di dalam ruangan aula. […]

  • Film dalam Bingkai Budaya Ketika Tradisi Hanya Jadi Hiasan, dan Perlunya Imersi sebagai Jalan Keluar

    Film dalam Bingkai Budaya: Ketika Tradisi Hanya Jadi Hiasan, dan Perlunya Imersi sebagai Jalan Keluar

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 398
    • 19Komentar

    Setiap kali film Indonesia menampilkan tarian adat, upacara kematian yang megah, atau pakaian tradisional dengan warna-warna mencolok, kita sering bertepuk tangan. Kita merasa bangga. Kita berkata, “Wah, film ini mengangkat budaya!” Namun, setelah film usai, pertanyaan yang jarang kita ajukan adalah: Apakah budaya itu benar-benar menjadi jiwa cerita, atau hanya sekadar latar eksotis yang mempercantik […]

  • Gereja Paroki Todo Gelar Prosesi Patung Bunda Maria dari Niang Menuju Gereja

    Gereja Paroki Todo Gelar Prosesi Patung Bunda Maria dari Niang Menuju Gereja

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 773
    • 0Komentar

    Detikbernas.com – Perarakan patung Bunda Maria menjadi tradisi umat Katolik pada umumnya. Umat paroki Todo menggelar prosesi patung Bunda Maria itu secara berbeda mulai dari Niang (rumah kerucut) menuju gereja paroki, Jumat, (01/05/2026). Kampung adat yang menyimpan jejak leluhur itu dijadikan titik awal prosesi tersebut. Seluruh umat paroki melangkah bersama sebagai simbol peziarahan spiritual yang […]

  • Desa wisata Todo memiliki mutiara tersembunyi yang barangkali banyak orang belum mengetahuinya. Mutiara itu sudah tersimpan sejak nenek moyang, jaman kerajaan. Mutiara tersembunyi itu sudah bersinar sejak lama bagaikan rembulan di kala malam gelap. Mutiara-mutiara itu yakni nilai-nilai kehidupan yang indah, selain bentuk rumah kerucut dan panorama alamnya.

    Desa Wisata Todo Menyimpan Mutiara Tersembunyi

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Desa wisata Todo memiliki mutiara tersembunyi yang barangkali banyak orang belum mengetahuinya. Mutiara itu sudah tersimpan sejak nenek moyang, jaman kerajaan. Mutiara tersembunyi itu sudah bersinar sejak lama bagaikan rembulan di kala malam gelap. Mutiara-mutiara itu yakni nilai-nilai kehidupan yang indah, selain bentuk rumah kerucut dan panorama alamnya. Desa wisata Todo merupakan salah satu destinasi […]

  • Suara Redaksi

    Detikbernas Tampil Bernas, Solutif dan Terpercaya

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 222
    • 0Komentar

      DETIKBERNAS.COM merupakan media online yang hadir karena adanya kerinduan bergelora dari salah seorang anak kampung ujung Nusantara. Kehadiran media ini bermaksud untuk menyejukkan dahaga masyarakat yang haus mengenai keadilan, kebenaran, kebahagiaan, kesejahteraan berpikir, hati dan kehendak bebas. Media ini tidak berfokus pada bagaimana melihat persoalah dari kacamata persoalan itu sendiri, tetapi bagaimana persoalan dikunyah […]

expand_less