Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Rekonstruksi Model Kedisiplinan Siswa Terkait Rendahnya Kualitas Lulusan

Rekonstruksi Model Kedisiplinan Siswa Terkait Rendahnya Kualitas Lulusan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
  • visibility 1.252
  • comment 4 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah persaingan global, peserta didik lebih cendrung melakukan hal-hal yang tidak penting dari pada upaya pengembangan kualitas diri. Kecanduan penggunaan hp/gadget di luar batas nalar yang membuat siswa tersebut lupa mendisiplinkan diri. Hal itu dilakukannya dengan tahu dan mau. Dia tahu bahwa sikap tidak disiplin dapat merugikan diri sendiri dan masa depannya, tetapi dia tidak mau tahu. Dampaknya sangat jelas yakni rendahnya kualitas lulusan atau prestasi belajar siswa di satuan pendidikan.

Realitas sikap indisipliner menjadi masalah mendesak di tengah kemajuan teknologi. Pertanyaannya, bagaimana merekonstruksi model kedisiplinan terkait rendahnya kualitas lulusan siswa di satuan pendidikan? Ada beberapa hal yang akan dipergumulkan secara bersama untuk membangun kembali model kedisiplinan yakni sekilas tentang kualitas pendidikan Indonesia, metode dialogal-solutif dan rekonstruksi model kedisiplinan dengan tujuan anak-anak Indonesia menjadikan kedisiplinan sebagai metode yang sangat efektif dalam upaya peningkatan kualitas kecerdasan, karakter dan daya saing global.

Kualitas Pendidikan Indonesia

Pendidikan Indonesia merupakan realitas yang menjadi perhatian bersama dalam mencerdaskan anak-anak bangsa menuju generasi emas. Pendidikan menjadi fondasi utama untuk mengasah dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) secara adil dan menyeluruh. Ki Hajar Dewantara dalam filsafatnya menggarisbawahi pendidikan sebagai tuntunan yang memerdekakan mindset, mentalitas dan kehendak bebas manusia.

Kemajuan suatu negara menjadi nyata tatkala kualitas pendidikan terungkap dalam peningkatan sumber daya manusia. Dengan kata lain, kualitas pendidikan berdampak pada kemajuan suatu negara dalam setiap aspek kehidupan (Dzaky Satria dkk., 2025). Namun realitas pendidikan Indonesia sangat stagnan dan inkonsistensi serta tidak menyeluruh hingga di pelosok tanah air. Hal itu disebabkan rendahnya kualitas kedisiplinan yang berdampak negatif terhadap prestasi belajar, kualitas lulusan dan kesiapan kerja di dunia usaha dan dunia industri.

Dalam pringkat global, lembaga seperti World Population Review mengungkapkan kualitas pendidikan Indonesia menempati peringkat ke 54 hingga 67 dari 80 negara. Selain itu, kualitas kemampuan siswa Indonesia masih jauh dari harapan tatkala dibandingkan dengan negara anggota The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) seperti yang diberitakan media beritasatu.

Journal of golden generation education menyampaikan data kualitas pendidikan Indonesia berdasarkan hasil studi internasional (PISA). Bahwa Indonesia berada pada posisi terendah dalam hal kemampuan literasi, numerasi dan sains yang berpengaruh terhadap kualitas lulusan sehingga tidak mampu bersikap kritis dan berdaya saing global.

Metode Dialogal-Solutif

Dialog-solutif merupakan metode yang sangat kontekstual dalam merekonstruksikan model kedisiplinan agar anak-anak bangsa Indonesia mampu mengenal eksistensi dirinya. Kekerasan bukan solusi utama dalam memerangi sikap indisipliner siswa.

Pendidikan dialogis membuka ruang kesadaran siswa untuk menyadari keterbatasannya, beradaptasi dan membuat perubahan yakni mewujudkan kedisiplinan dalam banyak hal. Pakar dosen matakuliah filsafat ilmu, Dr. Hj. Umalihayati, S.ST,Keb, S.KM, M.Pd, menyampaikan secara gamblang filsafat Socrates tentang pencarian kebenaran melalui dialog dan pertanyaan kritis (metode dialektika) untuk menemukan hakekat pengetahuan.

Manusia dan moral yang digagas Socrates bermaksud untuk mengarahkan manusia pada prilaku baik. Tindakan baik dipengaruhi oleh cara berpikir bijak. Ada semboyan terkenal hingga sekarang dari Sokrates yakni know your self (kenalilah dirimu). Hal itu disampaikannya agar manusia mengenal keterbatasannya.

Socrates mengajarkan kesadaran menjadi landasan utama untuk mencapai kebijaksanaan. Bahwa manusia itu belum tahu apa-apa tentang segala sesuatu. Oleh karenanya, dia mulai belajar untuk mencari kebenaran.

Metode dialektika Socrates sangat kontekstual dalam membedah persoalan ketidakdisiplinan siswa di satuan pendidikan. Pertanyaan kritis dalam dialog dengan pelaku bermaksud untuk mencari akar atau penyebab rendahnya kualitas kedisiplinan tersebut.

Metode dialogal-solutif mengarahkan siswa yang tidak disiplin untuk mengenal diri secara komprehensif khususnya keterbatasan, ketidaktahuan dan kelemahan dirinya. Kedisiplinan merupakan bagian dari nilai kebijaksanaan dan kebenaran.

Tatkala metode dialogal-solutif diterapkan, peserta didik menyadari sikap tidak disiplin merupakan sesuatu yang buruk secara moral. Maka dari itu, dia mengubah mindset dan mentalitas dirinya sebagai bentuk rekonstruksi model kedisiplinan.

Namun Dr. Umalihayati menerangkan kedisiplinan bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan melainkan proses tanya jawab untuk menemukan kebenaran. Siswa perlu diajak untuk memahami pentingnya kedisiplinan bagi pertumbuhan diri mereka. Hal itu diungkapkannya saat perkuliahan atau diskusi tentang matakuliah Filsafat ilmu.

Rekonstruksi Model Kedisiplinan

Dialog-solutif sangat cocok untuk menata ulang model kedisiplinan siswa di lingkungan sekolah. Ada beberapa hal yang dijadikan bahan pergumulan bersama dalam perwujudan model kedisiplinan yakni:

Pertama, pergumulan kesadaran tentang eksistensi diri. Ketika manusia sadar bahwa dia memiliki keterbatasan manusiawinya, maka dia berproses dalam pembentukan dan pengembangan diri. Dia sadar maka dia ada secara eksistensial. Kesadarannya menandakan bahwa manusia itu ingin keluar dari gua keterbatasannya.

Kedua, berfilsafat tentang “aktivitas menuju”. Herakleitos dalam filsafat proses menjelaskan realitas merupakan proses menjadi, bergerak dan berubah secara konstan ke dalam bentuk lain. Hal senada juga disampaikan Sartre atau Camus dalam filsafat eksistensialisme, menerangkan manusia bergerak menuju atau menjadi diri sendiri yang otentik dari dunia yang nir makna.

Ketiga, bertindak segera untuk menata dan membangun kembali model kedisiplinan. Perwujudan nilai kedisplinan bukan sekadar teori pajangan di kepala, melainkan perwujudan ilmu pengetahuan yang dimiliki dalam praksis hidup setiap hari. Jangan menunda atau menunggu sempurna. Lakukan dengan segera! Ketidakdisiplinan merupakan kegagalan pertama yang dialami tatkala manusia menuju diri otentik. Oleh karena itu, rekonstruksi model kedisiplinan menjadi tindakan mendesak demi perubahan menuju.

Keempat, jangan menoleh, tatap dan berjalan maju. Kedisiplinan akan terwujud dengan konsisten tatkala manusia tidak menoleh ke belakang. Kita tidak bisa kembali dan hidup di masa lalu. Masa lalu dengan segala persoalannya adalah masa lalu. Kita berefleksi untuk menimba nilai-nilai positifnya dan itu dijadikan sebagai pembelajaran untuk perubahan diri secara utuh di masa yang akan datang.

Kesimpulan

Setiap warga Indonesia berjalan bersama untuk mencerdaskan kehidupan generasi muda. Persoalan rendahnya mutu lulusan bisa diatasi dengan efektif tatkala masyarakat memiliki ideologi yang sama dalam rekonstruksi model kedisiplinan siswa. Dialog-solutif menjadi metode kontekstual untuk menyelami ruang kesadaran siswa agar mampu mengenal segala keterbatasan diri, bertindak segera untuk membangun kembali model kedisiplinan secara konsisten dan penuh komitmen.

Kiranya tulisan ini menjadi inspirasi agar para peserta didik Indonesia beradaptasi dan belajar banyak hal untuk menata masa depannya yang gemilang. Hal itu akan terwujud tatkala siswa/i itu memulainya dari diri sendiri. Karena diri sendiri adalah tuan atas hidup dan masa depannya sendiri.

Penulis: Nasarius Fidin (Mahasiswa Magister Managemen Pendidikan)

Email: nasariusfidin88.nf@gmail.com

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringatan Lahirnya Pancasila di SMKN 1 Satarmese, Kepala Sekolah Lawan Diri Sendiri dan Rawat Cinta Lintas Batas

    Peringatan Lahirnya Pancasila di SMKN 1 Satarmese, Kepala Sekolah: Lawan Diri Sendiri dan Rawat Cinta Lintas Batas

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.509
    • 2619Komentar

    Wae Cepang, Detikbernas.com – Peringatan hari jadi Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia bukan sekadar rutinitas tahunan atau formalitas upacara bendera semata. SMKN 1 Satarmese menjadikan peringatan hari Pancasila ke-79 itu sebagai momentum pergumulan filosofis yang menantang para guru dan peserta didik untuk membongkar kenyamanan berpikir tentang bagaimana makna substansial Pancasila diwujudkan […]

  • Perjuangan; Seni Menata Masa Depan yang Indah

    Perjuangan; Seni Menata Masa Depan yang Indah

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Hidup adalah perjuangan. Untuk menggapai kesuksesan, kita wajib mengenal keseluruhan diri baik kelebihan maupun keterbatasan. Dalam pengenalan diri, kita diibaratkan sebuah gelas kosong seperti yang telah digagas oleh seorang pemikir, John Locke. Ketika gelas kosong itu diisi dengan air sampai penuh, maka airnya itu akan berguna bagi siapa pun yang membutuhkannya. Demikian hidup ini, ketika […]

  • Foto bersama pastor Paroki Todo dengan para panitia Paskah tahun 2026.

    Paskah di Paroki Todo, Ini Syarat Jadi Katolik Sejati

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 969
    • 2Komentar

    Detikbernas.com – Dalam Perayaan Tri Hari Suci di Gereja Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo, RD. Urbanus Jatang, Pr memberikan kesadaran mendalam kepada umat terkait syarat menjadi Katolik sejati yakni kesetiaan untuk mencintai Ekaristi yang menjadi puncak iman kristiani. “Orang katolik harus mencintai Ekaristi, kalau dia tidak mencintai Ekaristi, dia bukan orang katolik yang […]

  • Desa wisata Todo memiliki mutiara tersembunyi yang barangkali banyak orang belum mengetahuinya. Mutiara itu sudah tersimpan sejak nenek moyang, jaman kerajaan. Mutiara tersembunyi itu sudah bersinar sejak lama bagaikan rembulan di kala malam gelap. Mutiara-mutiara itu yakni nilai-nilai kehidupan yang indah, selain bentuk rumah kerucut dan panorama alamnya.

    Desa Wisata Todo Menyimpan Mutiara Tersembunyi

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 451
    • 0Komentar

    Desa wisata Todo memiliki mutiara tersembunyi yang barangkali banyak orang belum mengetahuinya. Mutiara itu sudah tersimpan sejak nenek moyang, jaman kerajaan. Mutiara tersembunyi itu sudah bersinar sejak lama bagaikan rembulan di kala malam gelap. Mutiara-mutiara itu yakni nilai-nilai kehidupan yang indah, selain bentuk rumah kerucut dan panorama alamnya. Desa wisata Todo merupakan salah satu destinasi […]

  • “Tagihan Berpikir Paradigmatik di Ruang Sosial”, Komentar Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng Soal Pengukuhan Uskup Maksimus Regus dan Sabina Ndiung sebagai Guru Besar

    “Tagihan Berpikir Paradigmatik di Ruang Sosial”, Komentar Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng Soal Pengukuhan Uskup Maksimus Regus dan Sabina Ndiung sebagai Guru Besar

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.795
    • 0Komentar

    Detikbernas.com, Ruteng – Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng (UNIKA St. Paulus Ruteng) mengukir sejarah akademik dengan pengukuhan dua tokoh intelektual hebat, Mgr. Prof. Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si sebagai guru besar dalam bidang Sosiologi Agama dan Multikulturalisme, dan Prof. Dr. Sabina Ndiung, M.Pd, di bidang Pendidikan Matematika ke-SD-an. Upacara pengukuhan tersebut dilakukan oleh Kepala […]

  • Transformasi Ekonomi Pertanian Manggarai di Tengah Gempuran Budaya Intan: Judi Online atau Proses Cerdas?

    Transformasi Ekonomi Pertanian Manggarai di Tengah Gempuran Budaya Intan: Judi Online atau Proses Cerdas?

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 264
    • 1Komentar

    Budaya instan bagaikan harimau meraung-raung di saat fajar pagi menyinsing. Raungannya merupakan taringan tajam menembus sulur niat para petani sehingga mindset dan mentalitas instan menguasai nurani. Faktor penyebab terjadinya hal itu karena masyarakat Manggarai belum mampu beradaptasi secara komprehensif terkait kemajuan tehnologi. Kebanyakan orang terjebak pada persaingan tehnologi. Mereka belum siap untuk hidup sesuai kemajuan […]

expand_less