Yakub Kareth: Sosok Ugahari Yang Menjaga Martabat Birokrasi
- account_circle admin
- calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
- visibility 55
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto Yakub Kareth Sosok Ugahari Yang Menjaga Martabat Birokrasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Di tengah kehidupan birokrasi yang sering dipenuhi protokoler, fasilitas jabatan, dan berbagai bentuk penghormatan, sosok Yakob Kareth sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya dikenal memiliki karakter ugahari—hidup sederhana, tahu batas, dan mampu menempatkan diri secara bijaksana. Sikap ini menjadi nilai penting yang melekat erat dalam dirinya, sekaligus menjadi teladan bahwa jabatan tinggi tidak harus mengubah seseorang menjadi berlebihan.
Ugahari bukan sekadar hidup sederhana dalam penampilan, tetapi juga mencerminkan kedewasaan dalam bersikap. Orang yang ugahari tahu kapan berbicara dan kapan mendengar, tahu kapan memimpin dan kapan memberi ruang kepada orang lain, serta tahu bahwa jabatan adalah amanah, bukan alat untuk memamerkan diri. Dalam diri Yakob Kareth, nilai itu terlihat dari cara ia membawa diri dengan tenang, tidak berlebihan, dan tetap membumi meski memegang tanggung jawab besar.
Sebagai pejabat daerah, ia memahami bahwa kedudukan bukan alasan untuk hidup jauh dari rakyat. Karena itu, ia dikenal mampu berinteraksi dengan berbagai kalangan tanpa sekat yang kaku. Ia dapat berbincang dengan tokoh masyarakat, pegawai, maupun warga biasa dengan sikap yang sama: sopan, terbuka, dan menghargai. Inilah cermin dari pribadi yang tahu batas—mengerti bahwa kehormatan sejati tidak lahir dari kemewahan, tetapi dari sikap hormat kepada sesama.
Di era ketika banyak orang mudah terjebak pada pencitraan dan kemegahan simbol jabatan, Yakob Kareth justru menunjukkan bahwa kesederhanaan memiliki kekuatan tersendiri. Ia tidak perlu menonjolkan diri agar dihargai. Wibawa lahir dari integritas, bukan dari kemewahan. Kepercayaan tumbuh dari kerja nyata, bukan dari penampilan yang dibuat-buat. Sikap seperti ini membuat kehadirannya terasa dekat sekaligus dihormati.
Karakter ugahari juga berarti mampu mengendalikan diri. Seorang birokrat yang tahu batas tidak mudah terbawa emosi, tidak gegabah dalam mengambil keputusan, dan tidak menggunakan kewenangan secara semena-mena. Dalam menjalankan tugas pemerintahan, sikap tenang dan terukur sangat penting agar setiap kebijakan lahir dari pertimbangan matang. Nilai inilah yang menjadi kekuatan seorang pemimpin yang dewasa.
Bagi banyak orang, kesuksesan sering diukur dari seberapa tinggi jabatan atau seberapa besar fasilitas yang dimiliki. Namun bagi pribadi yang ugahari, keberhasilan justru diukur dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain. Yakob Kareth memperlihatkan bahwa seorang birokrat dapat menjadi pemimpin yang efektif tanpa kehilangan kesederhanaan diri. Ia menunjukkan bahwa semakin tinggi posisi seseorang, semakin penting baginya menjaga kerendahan hati dan pengendalian diri.
Di Provinsi Papua Barat Daya yang terus bertumbuh, kehadiran figur birokrat seperti ini memberi pesan kuat bahwa pembangunan tidak hanya membutuhkan kecerdasan administrasi, tetapi juga keteladanan moral. Masyarakat membutuhkan pemimpin yang tahu batas dalam menggunakan kekuasaan, tahu batas dalam menikmati fasilitas, dan tahu batas dalam menempatkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan umum.
Pada akhirnya, jabatan hanyalah sementara. Masa tugas akan berakhir, tetapi karakter akan terus dikenang. Sikap ugahari yang melekat dalam diri Yakob Kareth menjadi warisan berharga: bahwa kesederhanaan tidak pernah mengurangi kehormatan, justru meninggikan martabat seseorang. Dari sosok seperti inilah kita belajar bahwa pemimpin besar bukanlah yang hidup paling mewah, melainkan yang mampu menjaga diri tetap sederhana di tengah kekuasaan.
Penulis: Agust Jehurung, S.Fil, Gr
Penulis admin
Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Saat ini belum ada komentar