Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Manusia Lebih Mencintai Eco Chamber Daripada Fakta Yang Masuk Akal

Manusia Lebih Mencintai Eco Chamber Daripada Fakta Yang Masuk Akal

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 194
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Manusia adalah makhluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan dengan posisi yang paling tinggi di muka bumi. Baik dari segi akal budi, etika dan prilaku serta tutur kata ia menempati posisi tertinggi dari semua makhluk hidup. Sebagai yang tertinggi tentunya manusia tidak diragukan lagi dalam menyikapi sebuah perkembangan. Perkembangan yang dimaksud diantaranya; teknologi informasi dan komunikasi, pola hidup yang serba instan, gaya hidup yang serba modern serta akses pendidikan yang sangat mudah. Eksistensi ini bagi manusia yang hidup di era 4.0, tidak bisa dipungkiri.

Perkembangan teknologi yang semakin canggih dan serba mudah, meninabobokan kita dalam hal berpikir kritis (critical thinking) dewasa ini. Selain itu, kemajuan teknologi juga dapat mempersempit pola pikir manusia. Sehingga eksistensi manusia yang merupakan ciptaan paling tinggi di muka bumi tidak dapat menghasilkan ide atau gagasan. Demikian halnya dengan jawaban pertanyaan kritis yang tiba-tiba menghampiri dirinya. Hal ini karena ketergantungan manusia sangat tinggi pada sesuatu yang dihasilkan sistem, dalam hal ini adalah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Tanpa disadari, pengaruh AI sangat tinggi dalam mengatur tatanan hidup manusia.

Selain itu, AI telah merambat sampai pada titik terendah bahkan sistem kepercayaan manusia sudah dipengaruhi oleh kecerdasan buatan ini. Dalam kaca mata iman Katholik, AI telah menghipnotis manusia sampai lupa untuk berdoa sebagai salah satu bentuk refleksi yang paling ampuh agar bisa menangkal dan menyikapi kehidupan yang serba instan ini dengan benar dan tepat. Sehingga apapun bentuk prilaku, tutur kata, ide atau gagasan, jawaban atas pertanyaan kritis manusia cendrung mengikuti saja tanpa berpikir panjang. Hal ini terjadi karena, manusia saat ini tidak akan terasa nyaman kalau ada yang memiliki pola pikir yang berbeda.

Manusia saat ini, seringkali mengabaikan hal yang masuk akal ketimbang informasi yang belum tahu kebenarannya. Sempitnya pola pokir seperti ini sebagai dampak dari Echo Chamber (ruang gema). Echo Chamber merupakan fenomena di mana seseorang hanya menerima, terpapar, dan mempercayai informasi yang sesuai dengan pandangan mereka sendiri. Terminologi ini akan mempertebal pengaruh perkembangan teknologi dalam hal ini adalah AI telah mencapai titik terendahnya manusia. Manusia tidak lagi mampu menerima perbedaan yang masuk akal. Tetapi lebih cenderung menerima hal yang tidak masuk akal. Hal ini menjadi penanda bahwa psikologi dan iman serta kepercayaan manusia telah dikuasai segala yang dihasilkan oleh Echo Chamber (ruang gema). Sehingga semua yang dihasilkannya diterima begitu saja. Jadi, sebagai makhluk ciptaan Tuhan dan paling sempurna di muka bumi ini sebaiknya perlu refleksi diri. Baik melalui iman dan kepercayaan pun berprilaku, serta cara mencintai informasi dengan benar dan tepat. (T) Juma’t, 13 Februari 2026.

Oleh: Yohanes Guru
(Refleksi Artikel Ilmiah Mahasiswa IFTK Ledalero)

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transformasi Ekonomi Pertanian Manggarai di Tengah Gempuran Budaya Intan: Judi Online atau Proses Cerdas?

    Transformasi Ekonomi Pertanian Manggarai di Tengah Gempuran Budaya Intan: Judi Online atau Proses Cerdas?

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 174
    • 1Komentar

    Budaya instan bagaikan harimau meraung-raung di saat fajar pagi menyinsing. Raungannya merupakan taringan tajam menembus sulur niat para petani sehingga mindset dan mentalitas instan menguasai nurani. Faktor penyebab terjadinya hal itu karena masyarakat Manggarai belum mampu beradaptasi secara komprehensif terkait kemajuan tehnologi. Kebanyakan orang terjebak pada persaingan tehnologi. Mereka belum siap untuk hidup sesuai kemajuan […]

  • 7 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin .

    7 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 783
    • 2Komentar

    Apa adanya dilabel tak ada apanyatampil lusuh dinilai biadapperangai adap dirasa tak beradapcerdik menilaiminim bermenung Sibuk mengurus jejak sesamalupa realita sendirinyaring mengeritikmelempem di dalam diri Mental abu tangguh bernafsurubuh di ruang tunggumerana dikala terdamparterluka bila tak disuap Ada apa dunia inihidup setulus merpatitak usah harimau berbulu dombananti kau jadi bahan adudomba Kepak sayap afirmatif di […]

  • Gagal panen menjadi momok yang menakutkan para petani. Beberapa tahun terakhir, bencana gagal panen menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, para petani sangat profesional dalam bertani, khususnya dalam mengolah tanah untuk berbagai tanaman seperti padi, pisang, dan sebagainya. Pertanyaannya, mengapa terjadi demikian? Gagal panen disebabkan oleh pelbagai faktor. Selain cara bertani konvensional juga faktor alam seperti musim tak menentu. Beberapa tahun terakhir, musim kemerau panjang berdampak pada menurun drastisnya penghasilan perekonomian di wilayah Manggarai. Persoalan gagal panen menjadi duka bersama khususnya para petani yang dapat mengguncang kestabilan kesejahteraan.

    Realitas Gagal Panen Di Manggarai: Bencana Rumah Tangga dan Ironi Transformasi Ekonomi Berkelanjutan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 249
    • 1Komentar

    Gagal panen menjadi momok yang menakutkan para petani. Beberapa tahun terakhir, bencana gagal panen menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, para petani sangat profesional dalam bertani, khususnya dalam mengolah tanah untuk berbagai tanaman seperti padi, pisang, dan sebagainya. Pertanyaannya, mengapa terjadi demikian? Gagal panen disebabkan oleh pelbagai faktor. Selain cara bertani konvensional juga faktor alam seperti musim […]

  • Yakub Kareth Sosok Rendah Hati di Balik Jabatan Sekda Papua Barat Daya

    Yakub Kareth: Sosok Rendah Hati di Balik Jabatan Sekda Papua Barat Daya

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 92
    • 3Komentar

    Di tengah hiruk-pikuk dunia birokrasi yang sering dipandang penuh formalitas dan jarak antara pemimpin dengan masyarakat, sosok Yakob Kareth sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya menghadirkan warna yang berbeda. Ia dikenal bukan semata karena jabatan tinggi yang disandangnya, melainkan karena sikap rendah hati yang melekat kuat dalam dirinya. Kerendahan hati itu menjadi ciri khas […]

  • Membangun Rumah Pembelajar

    Membangun Rumah Pembelajar

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 525
    • 0Komentar

    Dunia kerja masa depan tidak lagi memberikan penghargaan hanya pada “apa yang Anda ketahui” (pengetahuan tekstual), melainkan pada “apa yang bisa Anda lakukan dengan pengetahuan tersebut”. Jika rumah hanya menjadi tempat anak beristirahat dari hafalan sekolah, kita sebenarnya sedang menciptakan generasi yang memiliki ijazah tapi kehilangan kompas kehidupan. Membicarakan rumah sebagai pusat belajar adalah upaya […]

  • Penerimaan Komuni Pertama di paroki Todo Antara Budaya Pesta dan Perayaan Ekaristi terlupakan

    Penerimaan Komuni Pertama di Paroki Todo: Antara Budaya Pesta dan Perayaan Ekaristi terlupakan

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 171
    • 31Komentar

    Todo – Pastor paroki Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo, RD. Urbanus Jatang, Pr menyampaikan perihal perayaan Sakramen Maha Kudus lebih mementingkan pesta pora daripada yang paling esensial. Kemeriahan dekorasi pesta, menu resepsi yang lezat, dan kado-kado terindah menjadi prioritas kerinduan sementara esensi Perayaan Ekaristi dilupakan. “Persoalan yang sering ditemukan adalah orang menomorsatukan pestanya […]

expand_less