Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Manusia Lebih Mencintai Eco Chamber Daripada Fakta Yang Masuk Akal

Manusia Lebih Mencintai Eco Chamber Daripada Fakta Yang Masuk Akal

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 284
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Manusia adalah makhluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan dengan posisi yang paling tinggi di muka bumi. Baik dari segi akal budi, etika dan prilaku serta tutur kata ia menempati posisi tertinggi dari semua makhluk hidup. Sebagai yang tertinggi tentunya manusia tidak diragukan lagi dalam menyikapi sebuah perkembangan. Perkembangan yang dimaksud diantaranya; teknologi informasi dan komunikasi, pola hidup yang serba instan, gaya hidup yang serba modern serta akses pendidikan yang sangat mudah. Eksistensi ini bagi manusia yang hidup di era 4.0, tidak bisa dipungkiri.

Perkembangan teknologi yang semakin canggih dan serba mudah, meninabobokan kita dalam hal berpikir kritis (critical thinking) dewasa ini. Selain itu, kemajuan teknologi juga dapat mempersempit pola pikir manusia. Sehingga eksistensi manusia yang merupakan ciptaan paling tinggi di muka bumi tidak dapat menghasilkan ide atau gagasan. Demikian halnya dengan jawaban pertanyaan kritis yang tiba-tiba menghampiri dirinya. Hal ini karena ketergantungan manusia sangat tinggi pada sesuatu yang dihasilkan sistem, dalam hal ini adalah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Tanpa disadari, pengaruh AI sangat tinggi dalam mengatur tatanan hidup manusia.

Selain itu, AI telah merambat sampai pada titik terendah bahkan sistem kepercayaan manusia sudah dipengaruhi oleh kecerdasan buatan ini. Dalam kaca mata iman Katholik, AI telah menghipnotis manusia sampai lupa untuk berdoa sebagai salah satu bentuk refleksi yang paling ampuh agar bisa menangkal dan menyikapi kehidupan yang serba instan ini dengan benar dan tepat. Sehingga apapun bentuk prilaku, tutur kata, ide atau gagasan, jawaban atas pertanyaan kritis manusia cendrung mengikuti saja tanpa berpikir panjang. Hal ini terjadi karena, manusia saat ini tidak akan terasa nyaman kalau ada yang memiliki pola pikir yang berbeda.

Manusia saat ini, seringkali mengabaikan hal yang masuk akal ketimbang informasi yang belum tahu kebenarannya. Sempitnya pola pokir seperti ini sebagai dampak dari Echo Chamber (ruang gema). Echo Chamber merupakan fenomena di mana seseorang hanya menerima, terpapar, dan mempercayai informasi yang sesuai dengan pandangan mereka sendiri. Terminologi ini akan mempertebal pengaruh perkembangan teknologi dalam hal ini adalah AI telah mencapai titik terendahnya manusia. Manusia tidak lagi mampu menerima perbedaan yang masuk akal. Tetapi lebih cenderung menerima hal yang tidak masuk akal. Hal ini menjadi penanda bahwa psikologi dan iman serta kepercayaan manusia telah dikuasai segala yang dihasilkan oleh Echo Chamber (ruang gema). Sehingga semua yang dihasilkannya diterima begitu saja. Jadi, sebagai makhluk ciptaan Tuhan dan paling sempurna di muka bumi ini sebaiknya perlu refleksi diri. Baik melalui iman dan kepercayaan pun berprilaku, serta cara mencintai informasi dengan benar dan tepat. (T) Juma’t, 13 Februari 2026.

Oleh: Yohanes Guru
(Refleksi Artikel Ilmiah Mahasiswa IFTK Ledalero)

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Guru Turun Gunung! Yosefus Durhaman Siap Sulap Todo Jadi Desa Maju

    Mantan Guru Turun Gunung! Yosefus Durhaman Siap Sulap Todo Jadi Desa Maju

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 764
    • 31Komentar

    Detikbernas.com, Todo – Mantan Guru SD Impres Wejang Raci, Yosefus Durhaman turun gunung untuk mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa Todo periode 2026-2034. Dalam pergelaran pilkades tersebut, ia menegaskan dirinya siap bertarung dengan menjunjung tinggi rasionalitas dan hatinurani, Kamis, (28/05 2026). Yosefus Durhaman mengajak seluruh masyarakat Desa Todo untuk tetap bahu-membahu dalam berbagai urusan kehidupan […]

  • Foto bersama pastor Paroki Todo dengan para panitia Paskah tahun 2026.

    Paskah di Paroki Todo, Ini Syarat Jadi Katolik Sejati

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 969
    • 2Komentar

    Detikbernas.com – Dalam Perayaan Tri Hari Suci di Gereja Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo, RD. Urbanus Jatang, Pr memberikan kesadaran mendalam kepada umat terkait syarat menjadi Katolik sejati yakni kesetiaan untuk mencintai Ekaristi yang menjadi puncak iman kristiani. “Orang katolik harus mencintai Ekaristi, kalau dia tidak mencintai Ekaristi, dia bukan orang katolik yang […]

  • Rekonstruksi Model Kedisiplinan Siswa Terkait Rendahnya Kualitas Lulusan

    Rekonstruksi Model Kedisiplinan Siswa Terkait Rendahnya Kualitas Lulusan

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.252
    • 4Komentar

    Di tengah persaingan global, peserta didik lebih cendrung melakukan hal-hal yang tidak penting dari pada upaya pengembangan kualitas diri. Kecanduan penggunaan hp/gadget di luar batas nalar yang membuat siswa tersebut lupa mendisiplinkan diri. Hal itu dilakukannya dengan tahu dan mau. Dia tahu bahwa sikap tidak disiplin dapat merugikan diri sendiri dan masa depannya, tetapi dia […]

  • Yakub Kareth Sosok Ugahari Yang Menjaga Martabat Birokrasi

    Yakub Kareth: Sosok Ugahari Yang Menjaga Martabat Birokrasi

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 198
    • 2Komentar

    Di tengah kehidupan birokrasi yang sering dipenuhi protokoler, fasilitas jabatan, dan berbagai bentuk penghormatan, sosok Yakob Kareth sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya dikenal memiliki karakter ugahari—hidup sederhana, tahu batas, dan mampu menempatkan diri secara bijaksana. Sikap ini menjadi nilai penting yang melekat erat dalam dirinya, sekaligus menjadi teladan bahwa jabatan tinggi tidak harus […]

  • “Tagihan Berpikir Paradigmatik di Ruang Sosial”, Komentar Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng Soal Pengukuhan Uskup Maksimus Regus dan Sabina Ndiung sebagai Guru Besar

    “Tagihan Berpikir Paradigmatik di Ruang Sosial”, Komentar Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng Soal Pengukuhan Uskup Maksimus Regus dan Sabina Ndiung sebagai Guru Besar

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.796
    • 0Komentar

    Detikbernas.com, Ruteng – Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng (UNIKA St. Paulus Ruteng) mengukir sejarah akademik dengan pengukuhan dua tokoh intelektual hebat, Mgr. Prof. Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si sebagai guru besar dalam bidang Sosiologi Agama dan Multikulturalisme, dan Prof. Dr. Sabina Ndiung, M.Pd, di bidang Pendidikan Matematika ke-SD-an. Upacara pengukuhan tersebut dilakukan oleh Kepala […]

  • 13 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    13 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.313
    • 0Komentar

    Cinta sejati dimeteraikan sakramendisaksikan siapapun yang hadirdimatangkan beribu onak tancapjadi bahtera yang romantika Cincin emas hanyalah tanda semata,memahat selaksa belantara,mengikat diri dengan janji setia,satu untuk selamanyaitu yang utama Setiap petir menyambar pikat rasa,arus deras menenggelam bahtera,jangan takut jika dilanda,bangunkan Sang Penjalameredakan gelombang samudera Panas dingin tak usah dikekangpahit manis perlu dikenangtak usah meragu dikala mendungdayun […]

expand_less