Gereja Paroki Todo Gelar Prosesi Patung Bunda Maria dari Niang Menuju Gereja
- account_circle admin
- calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
- visibility 541
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gereja Paroki Todo Gelar Prosesi Patung Bunda Maria dari Niang Menuju Gereja
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Detikbernas.com – Perarakan patung Bunda Maria menjadi tradisi umat Katolik pada umumnya. Umat paroki Todo menggelar prosesi patung Bunda Maria itu secara berbeda mulai dari Niang (rumah kerucut) menuju gereja paroki, Jumat, (01/05/2026).
Kampung adat yang menyimpan jejak leluhur itu dijadikan titik awal prosesi tersebut. Seluruh umat paroki melangkah bersama sebagai simbol peziarahan spiritual yang penuh makna. Keheningan, doa, syukur, dan kebersamaan dalam lantunan lagu adalah makna spiritualitas yang menyentuh hati setiap umat. Pengalaman spiritualitas itu menenangkan sekaligus mengubah cara pandang umat untuk lebih bersemangat dalam pembaktian diri kepada Allah.
Dalam perarakan tersebut orang muda katolik (OMK) paroki Todo mengajak semua umat untuk mengunakan busana adat. Hal ini merupakan representasi dari kebiasaan masyarakat adat Todo sebagai orang Manggarai yang hidup kental dengan adat para leluhur.
Langkah demi langkah menjadi doa, keringat menjadi bentuk persembahan, dan kebersamaan menjadi tanda iman yang hidup. Perjalanan ini bukan sekedar perpindahan patung, melainkan wujud penghormatan dan cinta kepada Allah.
Kami berdoa bersama Bunda Maria yang menjadi pendoa kami kepada Yesus, Sang pengantara kepada Allah Bapa di Surga.
Kami mengundang Sang Bunda itu untuk hadir di tengah keluarga, masyarakat, dan hati kami.
Ketua OMK Yon Radung mengatakan, perarakan patung Bunda Maria baru pertama kali kami laksanakan. Hal ini tidak terlepas dari semangat pengurus OMK dan semua umat yang ikut terlibat.
Perarakan patung Bunda Maria ini merupakan bentuk penghormatan kepada Bunda Maria, Ratu Surga dan teladan iman. Prosesi ini melambangkan kehadiran Bunda Maria di tengah umat, memperbaharui iman, serta memohon perlindungan Allah”, ujar Yon.
Sementara itu, banyak umat memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus OMK yang sudah menginisiator prosesi tersebut. Ini akan menjadi awal yang baik, untuk pertumbuhan iman yang kokoh.
Tradisi perarakan patung Bunda Maria menyadarkan umat untuk semakin membaktikan diri kepada Yesus lewat Bunda Maria. Devosi tersebut dapat memperdalam iman kepada Allah dan mewujudkan budaya yang tidak bertentangan dengan kehidupan rohani. Semakin kita berbudaya berarti semakin kita beriman, demikian sebaliknya, orang berbudaya itu karena dia menyadari iman tidak bertentangan dengan budaya tersebut.
Harapannya, umat paroki Todo berjalan berdampingan khususnya kehidupan rohani dan budaya yang telah diwariskan para leluhur.
Semoga setiap jalan yang kita lalui membawa berkat, setiap doa yang dipanjatkan di dengarkan Allah, dan setiap hati yang ikut dalam perarakan ini semakin dekat dengan Tuhan Yesus melalui prantara doa Bunda Maria.
Penulis: Rival Agung
Penulis admin
Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Saat ini belum ada komentar