Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Manusia Lebih Mencintai Eco Chamber Daripada Fakta Yang Masuk Akal

Manusia Lebih Mencintai Eco Chamber Daripada Fakta Yang Masuk Akal

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 231
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Manusia adalah makhluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan dengan posisi yang paling tinggi di muka bumi. Baik dari segi akal budi, etika dan prilaku serta tutur kata ia menempati posisi tertinggi dari semua makhluk hidup. Sebagai yang tertinggi tentunya manusia tidak diragukan lagi dalam menyikapi sebuah perkembangan. Perkembangan yang dimaksud diantaranya; teknologi informasi dan komunikasi, pola hidup yang serba instan, gaya hidup yang serba modern serta akses pendidikan yang sangat mudah. Eksistensi ini bagi manusia yang hidup di era 4.0, tidak bisa dipungkiri.

Perkembangan teknologi yang semakin canggih dan serba mudah, meninabobokan kita dalam hal berpikir kritis (critical thinking) dewasa ini. Selain itu, kemajuan teknologi juga dapat mempersempit pola pikir manusia. Sehingga eksistensi manusia yang merupakan ciptaan paling tinggi di muka bumi tidak dapat menghasilkan ide atau gagasan. Demikian halnya dengan jawaban pertanyaan kritis yang tiba-tiba menghampiri dirinya. Hal ini karena ketergantungan manusia sangat tinggi pada sesuatu yang dihasilkan sistem, dalam hal ini adalah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Tanpa disadari, pengaruh AI sangat tinggi dalam mengatur tatanan hidup manusia.

Selain itu, AI telah merambat sampai pada titik terendah bahkan sistem kepercayaan manusia sudah dipengaruhi oleh kecerdasan buatan ini. Dalam kaca mata iman Katholik, AI telah menghipnotis manusia sampai lupa untuk berdoa sebagai salah satu bentuk refleksi yang paling ampuh agar bisa menangkal dan menyikapi kehidupan yang serba instan ini dengan benar dan tepat. Sehingga apapun bentuk prilaku, tutur kata, ide atau gagasan, jawaban atas pertanyaan kritis manusia cendrung mengikuti saja tanpa berpikir panjang. Hal ini terjadi karena, manusia saat ini tidak akan terasa nyaman kalau ada yang memiliki pola pikir yang berbeda.

Manusia saat ini, seringkali mengabaikan hal yang masuk akal ketimbang informasi yang belum tahu kebenarannya. Sempitnya pola pokir seperti ini sebagai dampak dari Echo Chamber (ruang gema). Echo Chamber merupakan fenomena di mana seseorang hanya menerima, terpapar, dan mempercayai informasi yang sesuai dengan pandangan mereka sendiri. Terminologi ini akan mempertebal pengaruh perkembangan teknologi dalam hal ini adalah AI telah mencapai titik terendahnya manusia. Manusia tidak lagi mampu menerima perbedaan yang masuk akal. Tetapi lebih cenderung menerima hal yang tidak masuk akal. Hal ini menjadi penanda bahwa psikologi dan iman serta kepercayaan manusia telah dikuasai segala yang dihasilkan oleh Echo Chamber (ruang gema). Sehingga semua yang dihasilkannya diterima begitu saja. Jadi, sebagai makhluk ciptaan Tuhan dan paling sempurna di muka bumi ini sebaiknya perlu refleksi diri. Baik melalui iman dan kepercayaan pun berprilaku, serta cara mencintai informasi dengan benar dan tepat. (T) Juma’t, 13 Februari 2026.

Oleh: Yohanes Guru
(Refleksi Artikel Ilmiah Mahasiswa IFTK Ledalero)

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Guru Turun Gunung! Yosefus Durhaman Siap Sulap Todo Jadi Desa Maju

    Mantan Guru Turun Gunung! Yosefus Durhaman Siap Sulap Todo Jadi Desa Maju

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 674
    • 20Komentar

    Detikbernas.com, Todo – Mantan Guru SD Impres Wejang Raci, Yosefus Durhaman turun gunung untuk mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa Todo periode 2026-2034. Dalam pergelaran pilkades tersebut, ia menegaskan dirinya siap bertarung dengan menjunjung tinggi rasionalitas dan hatinurani, Kamis, (28/05 2026). Yosefus Durhaman mengajak seluruh masyarakat Desa Todo untuk tetap bahu-membahu dalam berbagai urusan kehidupan […]

  • Menimba Oase Dari Drs Yakob Kareth, M.Si Sang Birokrat Ulung Dari Tanah Papua Surga Kecil Yang Jatuh ke Bumi

    Menimba Oase Dari Drs. Yakob Kareth, M.Si Sang Birokrat Ulung Dari Tanah Papua Surga Kecil Yang Jatuh ke Bumi

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 759
    • 0Komentar

    Meniti karier, khususnya di dunia birokrasi, bukanlah perjalanan singkat yang dapat diraih dalam semalam. Karier yang baik dibangun melalui proses panjang, kerja keras, ketekunan, dan komitmen yang terus dijaga dari waktu ke waktu. Banyak orang melihat jabatan tinggi sebagai puncak keberhasilan, tetapi sering kali lupa bahwa di balik jabatan itu ada perjalanan penuh tantangan, pengorbanan, […]

  • Camat Yosep Soni Bongkar Konsep Pembangunan Bupati Manggarai di Wilayah Satarmese Barat

    Camat Yosep Soni Bongkar Konsep Pembangunan Bupati Manggarai di Wilayah Satarmese Barat

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.722
    • 0Komentar

    Detikbernas.com – Camat Satarmese Barat, Yosep Soni, menghadiri perayaan hardiknas sebagai momentum yang sangat istimewah untuk membawa pesan terkait konsep pembangunan yang telah disampaikan Bupati Manggarai, Heribertus Nabit mengenai kebijakan strategis yang akan membawa kamajuan di wilayah Satarmese Barat. Hal itu disampaikannya saat pidato di lapangan gelora Wongka, Sabtu, (02/05/2026). “Konsep pembangunan yang disampaikan Bapak […]

  • Petani mengalami gagal panen pisang di Satarmese Barat.

    Dampak Ekonomi Akibat Gagal Panen Pisang di Satarmese Barat

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Indonesia mencapai usia emas pada tahun 2045. Dalam menuju usia emas itu, transformasi ekonomi ditetapkan sebagai pilar utama dalam mewujudkannya. Sektor pertanian berkelanjutan memegang peran penting khususnya di wilayah – wilayah yang kaya akan potensi alam seperti Manggrai, Nusa Tenggara Timur. Transformasi ini tidak hanya bertujuan untuk mencapai kedaulatan pangan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan […]

  • Gagal panen menjadi momok yang menakutkan para petani. Beberapa tahun terakhir, bencana gagal panen menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, para petani sangat profesional dalam bertani, khususnya dalam mengolah tanah untuk berbagai tanaman seperti padi, pisang, dan sebagainya. Pertanyaannya, mengapa terjadi demikian? Gagal panen disebabkan oleh pelbagai faktor. Selain cara bertani konvensional juga faktor alam seperti musim tak menentu. Beberapa tahun terakhir, musim kemerau panjang berdampak pada menurun drastisnya penghasilan perekonomian di wilayah Manggarai. Persoalan gagal panen menjadi duka bersama khususnya para petani yang dapat mengguncang kestabilan kesejahteraan.

    Realitas Gagal Panen Di Manggarai: Bencana Rumah Tangga dan Ironi Transformasi Ekonomi Berkelanjutan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 315
    • 1Komentar

    Gagal panen menjadi momok yang menakutkan para petani. Beberapa tahun terakhir, bencana gagal panen menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, para petani sangat profesional dalam bertani, khususnya dalam mengolah tanah untuk berbagai tanaman seperti padi, pisang, dan sebagainya. Pertanyaannya, mengapa terjadi demikian? Gagal panen disebabkan oleh pelbagai faktor. Selain cara bertani konvensional juga faktor alam seperti musim […]

  • Yakub Kareth Sosok Ugahari Yang Menjaga Martabat Birokrasi

    Yakub Kareth: Sosok Ugahari Yang Menjaga Martabat Birokrasi

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 148
    • 2Komentar

    Di tengah kehidupan birokrasi yang sering dipenuhi protokoler, fasilitas jabatan, dan berbagai bentuk penghormatan, sosok Yakob Kareth sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya dikenal memiliki karakter ugahari—hidup sederhana, tahu batas, dan mampu menempatkan diri secara bijaksana. Sikap ini menjadi nilai penting yang melekat erat dalam dirinya, sekaligus menjadi teladan bahwa jabatan tinggi tidak harus […]

expand_less