Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Manusia Lebih Mencintai Eco Chamber Daripada Fakta Yang Masuk Akal

Manusia Lebih Mencintai Eco Chamber Daripada Fakta Yang Masuk Akal

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 285
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Manusia adalah makhluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan dengan posisi yang paling tinggi di muka bumi. Baik dari segi akal budi, etika dan prilaku serta tutur kata ia menempati posisi tertinggi dari semua makhluk hidup. Sebagai yang tertinggi tentunya manusia tidak diragukan lagi dalam menyikapi sebuah perkembangan. Perkembangan yang dimaksud diantaranya; teknologi informasi dan komunikasi, pola hidup yang serba instan, gaya hidup yang serba modern serta akses pendidikan yang sangat mudah. Eksistensi ini bagi manusia yang hidup di era 4.0, tidak bisa dipungkiri.

Perkembangan teknologi yang semakin canggih dan serba mudah, meninabobokan kita dalam hal berpikir kritis (critical thinking) dewasa ini. Selain itu, kemajuan teknologi juga dapat mempersempit pola pikir manusia. Sehingga eksistensi manusia yang merupakan ciptaan paling tinggi di muka bumi tidak dapat menghasilkan ide atau gagasan. Demikian halnya dengan jawaban pertanyaan kritis yang tiba-tiba menghampiri dirinya. Hal ini karena ketergantungan manusia sangat tinggi pada sesuatu yang dihasilkan sistem, dalam hal ini adalah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Tanpa disadari, pengaruh AI sangat tinggi dalam mengatur tatanan hidup manusia.

Selain itu, AI telah merambat sampai pada titik terendah bahkan sistem kepercayaan manusia sudah dipengaruhi oleh kecerdasan buatan ini. Dalam kaca mata iman Katholik, AI telah menghipnotis manusia sampai lupa untuk berdoa sebagai salah satu bentuk refleksi yang paling ampuh agar bisa menangkal dan menyikapi kehidupan yang serba instan ini dengan benar dan tepat. Sehingga apapun bentuk prilaku, tutur kata, ide atau gagasan, jawaban atas pertanyaan kritis manusia cendrung mengikuti saja tanpa berpikir panjang. Hal ini terjadi karena, manusia saat ini tidak akan terasa nyaman kalau ada yang memiliki pola pikir yang berbeda.

Manusia saat ini, seringkali mengabaikan hal yang masuk akal ketimbang informasi yang belum tahu kebenarannya. Sempitnya pola pokir seperti ini sebagai dampak dari Echo Chamber (ruang gema). Echo Chamber merupakan fenomena di mana seseorang hanya menerima, terpapar, dan mempercayai informasi yang sesuai dengan pandangan mereka sendiri. Terminologi ini akan mempertebal pengaruh perkembangan teknologi dalam hal ini adalah AI telah mencapai titik terendahnya manusia. Manusia tidak lagi mampu menerima perbedaan yang masuk akal. Tetapi lebih cenderung menerima hal yang tidak masuk akal. Hal ini menjadi penanda bahwa psikologi dan iman serta kepercayaan manusia telah dikuasai segala yang dihasilkan oleh Echo Chamber (ruang gema). Sehingga semua yang dihasilkannya diterima begitu saja. Jadi, sebagai makhluk ciptaan Tuhan dan paling sempurna di muka bumi ini sebaiknya perlu refleksi diri. Baik melalui iman dan kepercayaan pun berprilaku, serta cara mencintai informasi dengan benar dan tepat. (T) Juma’t, 13 Februari 2026.

Oleh: Yohanes Guru
(Refleksi Artikel Ilmiah Mahasiswa IFTK Ledalero)

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto bersama pastor Paroki Todo dengan para panitia Paskah tahun 2026.

    Paskah di Paroki Todo, Ini Syarat Jadi Katolik Sejati

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 969
    • 2Komentar

    Detikbernas.com – Dalam Perayaan Tri Hari Suci di Gereja Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo, RD. Urbanus Jatang, Pr memberikan kesadaran mendalam kepada umat terkait syarat menjadi Katolik sejati yakni kesetiaan untuk mencintai Ekaristi yang menjadi puncak iman kristiani. “Orang katolik harus mencintai Ekaristi, kalau dia tidak mencintai Ekaristi, dia bukan orang katolik yang […]

  • 13 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    13 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.313
    • 0Komentar

    Cinta sejati dimeteraikan sakramendisaksikan siapapun yang hadirdimatangkan beribu onak tancapjadi bahtera yang romantika Cincin emas hanyalah tanda semata,memahat selaksa belantara,mengikat diri dengan janji setia,satu untuk selamanyaitu yang utama Setiap petir menyambar pikat rasa,arus deras menenggelam bahtera,jangan takut jika dilanda,bangunkan Sang Penjalameredakan gelombang samudera Panas dingin tak usah dikekangpahit manis perlu dikenangtak usah meragu dikala mendungdayun […]

  • 6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.425
    • 4Komentar

    1. Budaya Kasih Raungan serakah di setiap acaraasap angkuh mengepul,arak diteguk hingga mabuk kepayang,kata-kata beradu tajam,tawuran menyapu….wajah tergeletak, berserakanseolah tiada bernilai…. Teguk arak jadi tradisi,komplotan jago berkeliarantiada kata saudara pun keluargaasal pedang amarah mengenai sasar Budaya benci mengakar,pesta jadi ajang pertarungan,mental dan minsed tak maju-maju,hidup pun seperti ilalang Dimanakah gendang nurani ditabuh,adakah kesadaran nalar meraja,kenapa […]

  • Langkah Juang Menuju Terang

    Langkah Juang Menuju Terang

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Setiap pagi, Dela bergegas ke sekolah yang jaraknya hampir lima kilometer. Jalan menuju sekolah bukanlah jalan beraspal, melainkan jalan berbatu dan tanah yang berlumpur. Kadang ia harus menyeberangi sungai kecil dengan jembatan bambu yang rapuh. Meski lelah, Dela selalu membawa buku catatan lusuhnya. Ia tahu, setiap huruf yang ia pelajari adalah batu bata untuk membangun […]

  • Metodologi Penelitian Pendidikan; Membongkar Realitas Tersembunyi di Tengah Budaya Instan

    Metodologi Penelitian Pendidikan; Membongkar Realitas Tersembunyi di Tengah Budaya Instan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.965
    • 34Komentar

    Mencintai masa depan generasi Z tidak dengan kata indah semata, tetapi mengupas persoalan-persoalan bahkan yang luput dari pisau bedah peneliti. Dalam dunia pendidikan, menjadi guru adalah menjadi peneliti realitas secara menyeluruh. Aktivitas penelitian menjadi pilihan hidup sekaligus kewajiban setiap pendidik. Mengapa? Di era modern ini, dunia sudah dan sedang terjebak dalam budaya instan. Persaingan teknologi […]

  • Menantang Batas Membangun Seni Kepemimpinan Pendidikan Transformasional dan Visioner Dewasa Ini

    Menantang Batas: Membangun Seni Kepemimpinan Pendidikan Transformasional dan Visioner Dewasa Ini

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.057
    • 21Komentar

    Dewasa ini, pendidikan tengah berada dalam pelbagai tantangan yang menghambat perkembangan dan kemajuan hidup. Persaingan teknologi menjebak karakter seseorang. Hal itu berdampak pada krisis moral dan identitas serta persoalan sosial dapat menguras keseimbangan intelektual dan mentalitas manusia (Lickona, 2013). Namun di tengah realitas seperti itu, pendidikan administratif dan birokratif masih menjadi senjata ampuh untuk menunjang […]

expand_less