Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Kokohnya Semangat Dalam Membangun Pendidikan

Kokohnya Semangat Dalam Membangun Pendidikan

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 668
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pendidikan penting bagi setiap pelajar di Indonesia, memiliki tekat kuat dan besar dalam membangun pendidikan. Melakukan sesuatu dengan rencana, jika benar rencana tersebut pun akan berjalan dengan baik. Setiap pelajar mungkin bosan dengan adanya tugas yang selalu menumpuk, tapi ini bagian dari proses untuk masa depan yang baik, tidak pernah bosan dengan yang namanya pendidikan.

Rasa ingin tau bagi setiap pelajar di Indonesia itu penting. Karena di sana, mereka menggali, mencari lebih dalam apa yang tidak di mengerti. Bimbingan dari orang tua yang pertama kali, orang tua mendidik kedisiplinan anak sehinggga ada yang nama nya pendidikan informal atau pendidikan dalam keluarga. Sampai di kalangan masyarakat pun, mereka paham tentang apa yang di ajarkan oleh orang tua masing-masing. Bapak dan ibu guru adalah yang kedua dalam membangun kokohnya pendidikan, mereka mendidik lebih dalam lagi, tentang apa yang anak-anak sekolah tidak ketahui. Dibalik itu, mereka akan belajar, memahami tentang apa yang di ajarkan para guru di lembaga pendidikan. Bimbingan ini penting bagi pelajar, selain mendidik apa yang tidak ketahui, karakter mereka pun perlu dibina.

Oleh karena itu, semangat dalam jati diri pelajar wajib dimiliki. Perlu adanya semangat dalam diri, dan hal ini bisa membuat pelajar semakin percaya diri sendiri. Basawannya “saya pasti bisa”. Tidak ada kata “terlambat”, mencoba untuk semangat bagi masa depan pelajar yang tangguh dan cemerlang. Karena dimana, manusia tanpa adanya pendidikan tidak akan bisa apa-apa. Disini perlu dibulatkan kembali, harus dengan jiwa dan raga yang semangat, karena masa depan sudah di depan mata.

Semangat itu Kokoh Karena Lahir dari Luka

Kenapa semanagat para pendidik dipelosok begitu kokoh? Karena mereka lahir dari luka yang sama. Semangat yang lahir dari luka tidak pernah patah. Ini bukan semangat proyek yang hilang, saat anggaran habis, ini semangat yang diwariskan, dihajar kebijakan ganti menteri, ia tetap mengajar. Inilah beton penedidikan kita yang sesungguhnya. Bukan gedung sekolah yang dirsmikan pejabat tetapi tekad di dada yang menolak kata menyerah dalam suatu keadaan.

Kokoh Bukan Berarti Anti-Rapuh

Tapi kita harus jujur. Semangat dengan sekuat apa pun, kalau terus dipukul, bisa retak. Kokoh bukan berarti tidak bisa lelah. Hari ini kokoh itu diuji oleh tiga hal: partama, upah yang tidak manusiawi, kedua, administrasi yang mengerdilkan, ketiga, tidak adanya pengakuan.

Kalau ketiga pukulan ini terus dibiarkan, jangan salahkan suatu hari nanti semangat yang kokoh itu akan runtuh, dan kalau semangat itu runtuh maka akan roboh satu generasi.

Merawat kokohnya semangat : Tugas Kita Bersama

Semangat pendidik itu seperti akar pohon beringin. Tak terlihat tapi menopang semuanya. Tugas negara dan kita semua adalah menyiramnya, bukan mencabutnya dengan cara : Negara: bayar dulu, baru tuntut profesional. Birokrasi: pangkas rantai, percaya guru. Kita: berhenti jadi penonton, mulai jadi penopang.
Penutup: Karena pendidikan dibangun diatas semangat.

Gedung bisa roboh, kurikulum bisa rubah, aplikasi bisa eror, tapi selama semangat pendidik masih kokoh, maka pendidikan di Indonesia tidak akan mati. Maka PR kita hari ini bukan bikin program baru, PR kita adalah menjaga agar semangat itu tetap kokoh. Jangan biarkan dia lapuk oleh upah murah, patah oleh admin, dan mati oleh ketidakpedulian.

Sebab sejarah membuktikan: bangsa di jajah bisa merdeka karena semangat, maka kelas yang terbelakang juga bisa maju, asal semangat gurunya tidak tumbang.
Kokohnya semngat itulah fondasi Indonesia emas. Dan fondasi tidak boleh retak.

Oleh: Fransiska Sepriani
(Siswa Kelas XI SMAN 4 Satarmese)

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendidikan: Antara Janji Merdeka dan Realita Yang Terpenjara

    Pendidikan: Antara Janji Merdeka dan Realita Yang Terpenjara

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Merdeka. Kata itu sering ditulis Ki Hajar Dewantara di atas sekolah pertamanya. “Merdekakan manusia”, katanya. Bukan Cuma merdeka dari penjajah, tapi merdeka pikirannya, merdeka batinnya, merdeka jadi diri sendiri. 100 tahun kemudian, kita punya jutaan lebih anak sekolah. Kurikulum merdeka. Kampus merdeka. Guru penggerak. Semua ada kata “merdeka”. Tapi cobalah kita bertanya jujur kepada anak-anak […]

  • Perjuangan; Seni Menata Masa Depan yang Indah

    Perjuangan; Seni Menata Masa Depan yang Indah

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Hidup adalah perjuangan. Untuk menggapai kesuksesan, kita wajib mengenal keseluruhan diri baik kelebihan maupun keterbatasan. Dalam pengenalan diri, kita diibaratkan sebuah gelas kosong seperti yang telah digagas oleh seorang pemikir, John Locke. Ketika gelas kosong itu diisi dengan air sampai penuh, maka airnya itu akan berguna bagi siapa pun yang membutuhkannya. Demikian hidup ini, ketika […]

  • Perpisahan dengan Kelas XII, Pimpinan SMKN 1, Berotak Global Berhati Budaya Lokal

    Perpisahan dengan Peserta Didik Kelas XII, Pimpinan SMKN 1 Satarmese, Berotak Global Berhati Budaya Lokal

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.440
    • 0Komentar

    Wae Cepang – Seusai tiga tahun berada bersama, SMKN 1 Satarmese mengadakan acara perpisahan dengan para peserta didik kelas XII yang akan segera melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi atau di dunia usaha dan industri. Acara tersebut dilakukan di Aula Kapela Stasi Sta. Maria Stella Maris Wae Cepang, Senin, (13/04/2026). Kepala SMKN 1 Satarmese, Fransiskus Jehoda, […]

  • Film dalam Bingkai Budaya Ketika Tradisi Hanya Jadi Hiasan, dan Perlunya Imersi sebagai Jalan Keluar

    Film dalam Bingkai Budaya: Ketika Tradisi Hanya Jadi Hiasan, dan Perlunya Imersi sebagai Jalan Keluar

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 310
    • 16Komentar

    Setiap kali film Indonesia menampilkan tarian adat, upacara kematian yang megah, atau pakaian tradisional dengan warna-warna mencolok, kita sering bertepuk tangan. Kita merasa bangga. Kita berkata, “Wah, film ini mengangkat budaya!” Namun, setelah film usai, pertanyaan yang jarang kita ajukan adalah: Apakah budaya itu benar-benar menjadi jiwa cerita, atau hanya sekadar latar eksotis yang mempercantik […]

  • Transformasi Ekonomi Pertanian Manggarai di Tengah Gempuran Budaya Intan: Judi Online atau Proses Cerdas?

    Transformasi Ekonomi Pertanian Manggarai di Tengah Gempuran Budaya Intan: Judi Online atau Proses Cerdas?

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 174
    • 1Komentar

    Budaya instan bagaikan harimau meraung-raung di saat fajar pagi menyinsing. Raungannya merupakan taringan tajam menembus sulur niat para petani sehingga mindset dan mentalitas instan menguasai nurani. Faktor penyebab terjadinya hal itu karena masyarakat Manggarai belum mampu beradaptasi secara komprehensif terkait kemajuan tehnologi. Kebanyakan orang terjebak pada persaingan tehnologi. Mereka belum siap untuk hidup sesuai kemajuan […]

  • Rekonstruksi Model Kedisiplinan Siswa Terkait Rendahnya Kualitas Lulusan

    Rekonstruksi Model Kedisiplinan Siswa Terkait Rendahnya Kualitas Lulusan

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.169
    • 4Komentar

    Di tengah persaingan global, peserta didik lebih cendrung melakukan hal-hal yang tidak penting dari pada upaya pengembangan kualitas diri. Kecanduan penggunaan hp/gadget di luar batas nalar yang membuat siswa tersebut lupa mendisiplinkan diri. Hal itu dilakukannya dengan tahu dan mau. Dia tahu bahwa sikap tidak disiplin dapat merugikan diri sendiri dan masa depannya, tetapi dia […]

expand_less