Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Kokohnya Semangat Dalam Membangun Pendidikan

Kokohnya Semangat Dalam Membangun Pendidikan

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 774
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pendidikan penting bagi setiap pelajar di Indonesia, memiliki tekat kuat dan besar dalam membangun pendidikan. Melakukan sesuatu dengan rencana, jika benar rencana tersebut pun akan berjalan dengan baik. Setiap pelajar mungkin bosan dengan adanya tugas yang selalu menumpuk, tapi ini bagian dari proses untuk masa depan yang baik, tidak pernah bosan dengan yang namanya pendidikan.

Rasa ingin tau bagi setiap pelajar di Indonesia itu penting. Karena di sana, mereka menggali, mencari lebih dalam apa yang tidak di mengerti. Bimbingan dari orang tua yang pertama kali, orang tua mendidik kedisiplinan anak sehinggga ada yang nama nya pendidikan informal atau pendidikan dalam keluarga. Sampai di kalangan masyarakat pun, mereka paham tentang apa yang di ajarkan oleh orang tua masing-masing. Bapak dan ibu guru adalah yang kedua dalam membangun kokohnya pendidikan, mereka mendidik lebih dalam lagi, tentang apa yang anak-anak sekolah tidak ketahui. Dibalik itu, mereka akan belajar, memahami tentang apa yang di ajarkan para guru di lembaga pendidikan. Bimbingan ini penting bagi pelajar, selain mendidik apa yang tidak ketahui, karakter mereka pun perlu dibina.

Oleh karena itu, semangat dalam jati diri pelajar wajib dimiliki. Perlu adanya semangat dalam diri, dan hal ini bisa membuat pelajar semakin percaya diri sendiri. Basawannya “saya pasti bisa”. Tidak ada kata “terlambat”, mencoba untuk semangat bagi masa depan pelajar yang tangguh dan cemerlang. Karena dimana, manusia tanpa adanya pendidikan tidak akan bisa apa-apa. Disini perlu dibulatkan kembali, harus dengan jiwa dan raga yang semangat, karena masa depan sudah di depan mata.

Semangat itu Kokoh Karena Lahir dari Luka

Kenapa semanagat para pendidik dipelosok begitu kokoh? Karena mereka lahir dari luka yang sama. Semangat yang lahir dari luka tidak pernah patah. Ini bukan semangat proyek yang hilang, saat anggaran habis, ini semangat yang diwariskan, dihajar kebijakan ganti menteri, ia tetap mengajar. Inilah beton penedidikan kita yang sesungguhnya. Bukan gedung sekolah yang dirsmikan pejabat tetapi tekad di dada yang menolak kata menyerah dalam suatu keadaan.

Kokoh Bukan Berarti Anti-Rapuh

Tapi kita harus jujur. Semangat dengan sekuat apa pun, kalau terus dipukul, bisa retak. Kokoh bukan berarti tidak bisa lelah. Hari ini kokoh itu diuji oleh tiga hal: partama, upah yang tidak manusiawi, kedua, administrasi yang mengerdilkan, ketiga, tidak adanya pengakuan.

Kalau ketiga pukulan ini terus dibiarkan, jangan salahkan suatu hari nanti semangat yang kokoh itu akan runtuh, dan kalau semangat itu runtuh maka akan roboh satu generasi.

Merawat kokohnya semangat : Tugas Kita Bersama

Semangat pendidik itu seperti akar pohon beringin. Tak terlihat tapi menopang semuanya. Tugas negara dan kita semua adalah menyiramnya, bukan mencabutnya dengan cara : Negara: bayar dulu, baru tuntut profesional. Birokrasi: pangkas rantai, percaya guru. Kita: berhenti jadi penonton, mulai jadi penopang.
Penutup: Karena pendidikan dibangun diatas semangat.

Gedung bisa roboh, kurikulum bisa rubah, aplikasi bisa eror, tapi selama semangat pendidik masih kokoh, maka pendidikan di Indonesia tidak akan mati. Maka PR kita hari ini bukan bikin program baru, PR kita adalah menjaga agar semangat itu tetap kokoh. Jangan biarkan dia lapuk oleh upah murah, patah oleh admin, dan mati oleh ketidakpedulian.

Sebab sejarah membuktikan: bangsa di jajah bisa merdeka karena semangat, maka kelas yang terbelakang juga bisa maju, asal semangat gurunya tidak tumbang.
Kokohnya semngat itulah fondasi Indonesia emas. Dan fondasi tidak boleh retak.

Oleh: Fransiska Sepriani
(Siswa Kelas XI SMAN 4 Satarmese)

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gagal panen menjadi momok yang menakutkan para petani. Beberapa tahun terakhir, bencana gagal panen menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, para petani sangat profesional dalam bertani, khususnya dalam mengolah tanah untuk berbagai tanaman seperti padi, pisang, dan sebagainya. Pertanyaannya, mengapa terjadi demikian? Gagal panen disebabkan oleh pelbagai faktor. Selain cara bertani konvensional juga faktor alam seperti musim tak menentu. Beberapa tahun terakhir, musim kemerau panjang berdampak pada menurun drastisnya penghasilan perekonomian di wilayah Manggarai. Persoalan gagal panen menjadi duka bersama khususnya para petani yang dapat mengguncang kestabilan kesejahteraan.

    Realitas Gagal Panen Di Manggarai: Bencana Rumah Tangga dan Ironi Transformasi Ekonomi Berkelanjutan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 384
    • 1Komentar

    Gagal panen menjadi momok yang menakutkan para petani. Beberapa tahun terakhir, bencana gagal panen menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, para petani sangat profesional dalam bertani, khususnya dalam mengolah tanah untuk berbagai tanaman seperti padi, pisang, dan sebagainya. Pertanyaannya, mengapa terjadi demikian? Gagal panen disebabkan oleh pelbagai faktor. Selain cara bertani konvensional juga faktor alam seperti musim […]

  • Menantang Batas Membangun Seni Kepemimpinan Pendidikan Transformasional dan Visioner Dewasa Ini

    Menantang Batas: Membangun Seni Kepemimpinan Pendidikan Transformasional dan Visioner Dewasa Ini

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.056
    • 21Komentar

    Dewasa ini, pendidikan tengah berada dalam pelbagai tantangan yang menghambat perkembangan dan kemajuan hidup. Persaingan teknologi menjebak karakter seseorang. Hal itu berdampak pada krisis moral dan identitas serta persoalan sosial dapat menguras keseimbangan intelektual dan mentalitas manusia (Lickona, 2013). Namun di tengah realitas seperti itu, pendidikan administratif dan birokratif masih menjadi senjata ampuh untuk menunjang […]

  • Camat Yosep Soni Bongkar Konsep Pembangunan Bupati Manggarai di Wilayah Satarmese Barat

    Camat Yosep Soni Bongkar Konsep Pembangunan Bupati Manggarai di Wilayah Satarmese Barat

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.820
    • 0Komentar

    Detikbernas.com – Camat Satarmese Barat, Yosep Soni, menghadiri perayaan hardiknas sebagai momentum yang sangat istimewah untuk membawa pesan terkait konsep pembangunan yang telah disampaikan Bupati Manggarai, Heribertus Nabit mengenai kebijakan strategis yang akan membawa kamajuan di wilayah Satarmese Barat. Hal itu disampaikannya saat pidato di lapangan gelora Wongka, Sabtu, (02/05/2026). “Konsep pembangunan yang disampaikan Bapak […]

  • Pendidikan: Antara Janji Merdeka dan Realita Yang Terpenjara

    Pendidikan: Antara Janji Merdeka dan Realita Yang Terpenjara

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Merdeka. Kata itu sering ditulis Ki Hajar Dewantara di atas sekolah pertamanya. “Merdekakan manusia”, katanya. Bukan Cuma merdeka dari penjajah, tapi merdeka pikirannya, merdeka batinnya, merdeka jadi diri sendiri. 100 tahun kemudian, kita punya jutaan lebih anak sekolah. Kurikulum merdeka. Kampus merdeka. Guru penggerak. Semua ada kata “merdeka”. Tapi cobalah kita bertanya jujur kepada anak-anak […]

  • Sosok Sederhada Yakob Kareth Cermin Kepribadian Birokrat Teladan

    Sosok Sederhada Yakob Kareth: Cermin Kepribadian Birokrat Teladan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Di tengah dunia birokrasi yang sering dipandang penuh formalitas dan jarak antara pejabat dengan masyarakat, sosok Yakob Kareth hadir dengan karakter yang berbeda. Sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya, ia dikenal bukan hanya karena pengalaman dan tanggung jawab besar yang diembannya, tetapi juga karena kesederhanaan yang melekat erat dalam dirinya. Nilai ini menjadi kekuatan […]

  • Mantan Guru Turun Gunung! Yosefus Durhaman Siap Sulap Todo Jadi Desa Maju

    Mantan Guru Turun Gunung! Yosefus Durhaman Siap Sulap Todo Jadi Desa Maju

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 764
    • 31Komentar

    Detikbernas.com, Todo – Mantan Guru SD Impres Wejang Raci, Yosefus Durhaman turun gunung untuk mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa Todo periode 2026-2034. Dalam pergelaran pilkades tersebut, ia menegaskan dirinya siap bertarung dengan menjunjung tinggi rasionalitas dan hatinurani, Kamis, (28/05 2026). Yosefus Durhaman mengajak seluruh masyarakat Desa Todo untuk tetap bahu-membahu dalam berbagai urusan kehidupan […]

expand_less