Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Kokohnya Semangat Dalam Membangun Pendidikan

Kokohnya Semangat Dalam Membangun Pendidikan

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 561
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pendidikan penting bagi setiap pelajar di Indonesia, memiliki tekat kuat dan besar dalam membangun pendidikan. Melakukan sesuatu dengan rencana, jika benar rencana tersebut pun akan berjalan dengan baik. Setiap pelajar mungkin bosan dengan adanya tugas yang selalu menumpuk, tapi ini bagian dari proses untuk masa depan yang baik, tidak pernah bosan dengan yang namanya pendidikan.

Rasa ingin tau bagi setiap pelajar di Indonesia itu penting. Karena di sana, mereka menggali, mencari lebih dalam apa yang tidak di mengerti. Bimbingan dari orang tua yang pertama kali, orang tua mendidik kedisiplinan anak sehinggga ada yang nama nya pendidikan informal atau pendidikan dalam keluarga. Sampai di kalangan masyarakat pun, mereka paham tentang apa yang di ajarkan oleh orang tua masing-masing. Bapak dan ibu guru adalah yang kedua dalam membangun kokohnya pendidikan, mereka mendidik lebih dalam lagi, tentang apa yang anak-anak sekolah tidak ketahui. Dibalik itu, mereka akan belajar, memahami tentang apa yang di ajarkan para guru di lembaga pendidikan. Bimbingan ini penting bagi pelajar, selain mendidik apa yang tidak ketahui, karakter mereka pun perlu dibina.

Oleh karena itu, semangat dalam jati diri pelajar wajib dimiliki. Perlu adanya semangat dalam diri, dan hal ini bisa membuat pelajar semakin percaya diri sendiri. Basawannya “saya pasti bisa”. Tidak ada kata “terlambat”, mencoba untuk semangat bagi masa depan pelajar yang tangguh dan cemerlang. Karena dimana, manusia tanpa adanya pendidikan tidak akan bisa apa-apa. Disini perlu dibulatkan kembali, harus dengan jiwa dan raga yang semangat, karena masa depan sudah di depan mata.

Semangat itu Kokoh Karena Lahir dari Luka

Kenapa semanagat para pendidik dipelosok begitu kokoh? Karena mereka lahir dari luka yang sama. Semangat yang lahir dari luka tidak pernah patah. Ini bukan semangat proyek yang hilang, saat anggaran habis, ini semangat yang diwariskan, dihajar kebijakan ganti menteri, ia tetap mengajar. Inilah beton penedidikan kita yang sesungguhnya. Bukan gedung sekolah yang dirsmikan pejabat tetapi tekad di dada yang menolak kata menyerah dalam suatu keadaan.

Kokoh Bukan Berarti Anti-Rapuh

Tapi kita harus jujur. Semangat dengan sekuat apa pun, kalau terus dipukul, bisa retak. Kokoh bukan berarti tidak bisa lelah. Hari ini kokoh itu diuji oleh tiga hal: partama, upah yang tidak manusiawi, kedua, administrasi yang mengerdilkan, ketiga, tidak adanya pengakuan.

Kalau ketiga pukulan ini terus dibiarkan, jangan salahkan suatu hari nanti semangat yang kokoh itu akan runtuh, dan kalau semangat itu runtuh maka akan roboh satu generasi.

Merawat kokohnya semangat : Tugas Kita Bersama

Semangat pendidik itu seperti akar pohon beringin. Tak terlihat tapi menopang semuanya. Tugas negara dan kita semua adalah menyiramnya, bukan mencabutnya dengan cara : Negara: bayar dulu, baru tuntut profesional. Birokrasi: pangkas rantai, percaya guru. Kita: berhenti jadi penonton, mulai jadi penopang.
Penutup: Karena pendidikan dibangun diatas semangat.

Gedung bisa roboh, kurikulum bisa rubah, aplikasi bisa eror, tapi selama semangat pendidik masih kokoh, maka pendidikan di Indonesia tidak akan mati. Maka PR kita hari ini bukan bikin program baru, PR kita adalah menjaga agar semangat itu tetap kokoh. Jangan biarkan dia lapuk oleh upah murah, patah oleh admin, dan mati oleh ketidakpedulian.

Sebab sejarah membuktikan: bangsa di jajah bisa merdeka karena semangat, maka kelas yang terbelakang juga bisa maju, asal semangat gurunya tidak tumbang.
Kokohnya semngat itulah fondasi Indonesia emas. Dan fondasi tidak boleh retak.

Oleh: Fransiska Sepriani
(Siswa Kelas XI SMAN 4 Satarmese)

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Langkah Juang Menuju Terang

    Langkah Juang Menuju Terang

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Setiap pagi, Dela bergegas ke sekolah yang jaraknya hampir lima kilometer. Jalan menuju sekolah bukanlah jalan beraspal, melainkan jalan berbatu dan tanah yang berlumpur. Kadang ia harus menyeberangi sungai kecil dengan jembatan bambu yang rapuh. Meski lelah, Dela selalu membawa buku catatan lusuhnya. Ia tahu, setiap huruf yang ia pelajari adalah batu bata untuk membangun […]

  • Yakub Kareth Sosok Ugahari Yang Menjaga Martabat Birokrasi

    Yakub Kareth: Sosok Ugahari Yang Menjaga Martabat Birokrasi

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Di tengah kehidupan birokrasi yang sering dipenuhi protokoler, fasilitas jabatan, dan berbagai bentuk penghormatan, sosok Yakob Kareth sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya dikenal memiliki karakter ugahari—hidup sederhana, tahu batas, dan mampu menempatkan diri secara bijaksana. Sikap ini menjadi nilai penting yang melekat erat dalam dirinya, sekaligus menjadi teladan bahwa jabatan tinggi tidak harus […]

  • Perpisahan dengan Kelas XII, Pimpinan SMKN 1, Berotak Global Berhati Budaya Lokal

    Perpisahan dengan Peserta Didik Kelas XII, Pimpinan SMKN 1 Satarmese, Berotak Global Berhati Budaya Lokal

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.378
    • 0Komentar

    Wae Cepang – Seusai tiga tahun berada bersama, SMKN 1 Satarmese mengadakan acara perpisahan dengan para peserta didik kelas XII yang akan segera melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi atau di dunia usaha dan industri. Acara tersebut dilakukan di Aula Kapela Stasi Sta. Maria Stella Maris Wae Cepang, Senin, (13/04/2026). Kepala SMKN 1 Satarmese, Fransiskus Jehoda, […]

  • Suara Redaksi

    Detikbernas Tampil Bernas, Solutif dan Terpercaya

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 134
    • 0Komentar

      DETIKBERNAS.COM merupakan media online yang hadir karena adanya kerinduan bergelora dari salah seorang anak kampung ujung Nusantara. Kehadiran media ini bermaksud untuk menyejukkan dahaga masyarakat yang haus mengenai keadilan, kebenaran, kebahagiaan, kesejahteraan berpikir, hati dan kehendak bebas. Media ini tidak berfokus pada bagaimana melihat persoalah dari kacamata persoalan itu sendiri, tetapi bagaimana persoalan dikunyah […]

  • 10 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    10 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.231
    • 0Komentar

    Karyamu tak kenal pensiunkeilahian tersembunyi di balik nuranitubuh kudus tak elok dipandang duniasedang Kau Maha dari setiap maha Langit tunduk di hadapanMubumi ramah di dalam kebesaraniklim menjinaksegalanya menyembahmunamun dunia tetap tegar hati Tingkah pongah mengotak atik sadarego menggiring rasio hingga benalukau kian memeluk dunia malah menjauhcinta setiaMu dasyat meski entah… Dunia gemar sesat sesaatrindu berdiam […]

  • Pendidikan: Antara Janji Merdeka dan Realita Yang Terpenjara

    Pendidikan: Antara Janji Merdeka dan Realita Yang Terpenjara

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Merdeka. Kata itu sering ditulis Ki Hajar Dewantara di atas sekolah pertamanya. “Merdekakan manusia”, katanya. Bukan Cuma merdeka dari penjajah, tapi merdeka pikirannya, merdeka batinnya, merdeka jadi diri sendiri. 100 tahun kemudian, kita punya jutaan lebih anak sekolah. Kurikulum merdeka. Kampus merdeka. Guru penggerak. Semua ada kata “merdeka”. Tapi cobalah kita bertanya jujur kepada anak-anak […]

expand_less