Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Paskah di Paroki Todo, Ini Syarat Jadi Katolik Sejati

Paskah di Paroki Todo, Ini Syarat Jadi Katolik Sejati

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • visibility 878
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Detikbernas.com – Dalam Perayaan Tri Hari Suci di Gereja Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo, RD. Urbanus Jatang, Pr memberikan kesadaran mendalam kepada umat terkait syarat menjadi Katolik sejati yakni kesetiaan untuk mencintai Ekaristi yang menjadi puncak iman kristiani.

“Orang katolik harus mencintai Ekaristi, kalau dia tidak mencintai Ekaristi, dia bukan orang katolik yang benar. Orang yang setia terhadap iman dan mencintai Ekaristi, dia pasti pengikut Kristus”, katanya saat khotbah malam Paskah, Sabtu, (04/04/2026).

Pastor Urbanus menerangkan Tuhan Yesus telah bangkit mengalahkan maut dan dosa. Umat Katolik merayakan paskah kebangkitan dan kemenangan-Nya atas dosa dan kematian.

“Hari ini kita merayakan kemenangan bersama Kristus yang bangkit. Selama masa prapaskah kita diharapkan untuk lebih serius dan tekun berdoa, punya semangat untuk berbuat baik, serta setia beriman kepada Allah”, terangnya.

Umat diharapkan untuk melepaskan segala kelekatan dan mau berkorban untuk kepentingan umum. Hal itu harus dilakukan dengan setia, iman dan penuh cinta kepada-Nya sehingga umat Katolik menjadi manusia baru dalam Kristus.

“Kalau kita sudah menjalankan semua ini dengan setia, malam ini kita patut bersukacita bersama Kristus yang telah bangkit. Selain kebangkitan Kristus, Paskah yang sesungguhnya bagi kita adalah mengalahkan kecendrungan-kecendrungan negatif dalam diri dan memenangkan pertandingan dengan menjadi manusia yang adil. Perubahan sikap hidup, itu merupakan kemenangan menjadi manusia baru”, tegasnya.

Romo Urbanus menyinggung karya-karya karitatif untuk membantu dan menyelamatkan kaum-kaum menderita atau orang-orang pinggiran yang sangat membutuhkan uluran tangan kasih.

“Aksi puasa pembangunan (APP) sangat membantu untuk menolong sesama. kita perlu membiasakan diri untuk berbuat baik. Ikut koor atau menjadi pelayan liturgi itu merupakan wujud nyata perbuatan baik agar kita bisa melepaskan kebiasaan-kebiasaan yang merugikan”, ujar romo.

Romo Urbanus menerangkan makna perikop Kitab Suci tentang identitas Allah. Bahwa Tuhanlah sang pencipta segala sesuatu. Dia adalah sang Penyelamat dan Pemberi hidup yang membuat manusia ada di dunia ini. Tuhan menjadi tujuan akhir hidup manusia.

“Tuhan adalah Allah yang datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan kita. Jangan sampai kita melupakan Allah. Kita wajib beriman dan menyembah-Nya dalam Roh dan Kebenaran. Tuhan yang kita imani adalah Allah yang berbelaskasih, yang menyelamatkan hidup kita melalui Yesus Kristus Putera-Nya, Tuhan kita yang telah datang ke dunia, menderita disalibkan, mencurahkan darahnya untuk menyucikan hidup kita dari dosa. Dia wafat dan bangkit untuk kita”, jelasnya.

Pastor paroki Todo itu mengajak seluruh umat yang hadir untuk setia dan percaya sungguh kepada Tuhan sang Penyelamat sampai tak berkesudahan.

Perayaan Tri Hari Suci; Hening, Hikmat Dan Sukacita

Ketua OMK paroki Todo, Yohanes Babtista Radung menyampaikan perayaan Tri Hari Suci di gereja paroki Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus sangat hening, hikmat dan penuh sukacita. Pasalnya partisipasi, kerja bersama atau kerja kolaborasi, kesadaran dan semangat untuk mensukseskan perayaan tersebut sangat tinggi.

“Perayaan Trihari Suci di Gereja Ratu Para Rasul dan Gereja St. Hendrikus Todo berlangsung khidmat, tertata, dan penuh makna. Seluruh rangkaian perayaan dimulai dari Kamis Putih, dilanjutkan dengan Jumat Agung, dan mencapai puncaknya pada Malam Paskah”, ujar Yohanes.

Yohanes mengapresiasi kehadiran umat yang luar biasa selama Tri Hari Suci melebihi gedung gereja dan kemah (terop) di depan gereja. Semangat kehadiran ini menunjukkan antusiasme dan kerinduan umat untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara lebih mendalam.

Selain itu Yohanes Babtista mengakui persiapan matang, kerja bersama, tanggung jawab yang tinggi, kekompakan pelayanan panitia dalam mensukseskan perayaan-perayaan tersebut.

“Dalam perayaan tersebut, panitia menunjukkan kerja sama yang luar biasa, tanggung jawab yang tinggi, serta kekompakan dalam melayani, mulai dari persiapan liturgi, dekorasi, koor, hingga pelayanan umat; semuanya berjalan dengan baik dan terkoordinasi, hal ini mencerminkan semangat pelayanan yang tulus dan kesadaran bahwa perayaan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi peristiwa iman yang penting”, katanya.

Pesan dan Kesan Mendalam

Panitia memberikan pesan dan kesan yang sangat mendalam dalam perayaan-perayaan tersebut bahwa iman tidak hanya dirayakan, tetapi juga harus dihidupi.

Dari seluruh rangkaian perayaan, umat diajak untuk belajar tentang pengorbanan, kasih, kerendahan hati, dan harapan baru. Yesus yang rela menderita dan wafat mengajarkan kasih sejati selalu disertai pengorbanan, dan kebangkitan-Nya menjadi tanda harapan tidak pernah hilang.

Kesan yang dirasakan yakni keindahan kebersamaan dalam iman. Banyaknya umat yang hadir menunjukkan Gereja itu hidup dan bertumbuh. Kerja keras panitia juga memberikan inspirasi bahwa pelayanan yang dilakukan dengan tulus akan menghasilkan sesuatu yang indah.

Namun, kegiatan ini juga menjadi titik refleksi mengingat disiplin dan kesadaran umat masih perlu ditingkatkan, terutama dalam menghargai seluruh rangkaian perayaan hingga selesai dan menaati aturan bersama.

Akhirnya, perayaan ini menyadarkan umat bahwa Tuhan selalu hadir, dan melalui Trihari Suci, setiap orang dipanggil untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, setia, dan mengasihi dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Nasarius Fidin

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perpisahan dengan Kelas XII, Pimpinan SMKN 1, Berotak Global Berhati Budaya Lokal

    Perpisahan dengan Peserta Didik Kelas XII, Pimpinan SMKN 1 Satarmese, Berotak Global Berhati Budaya Lokal

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.489
    • 0Komentar

    Wae Cepang – Seusai tiga tahun berada bersama, SMKN 1 Satarmese mengadakan acara perpisahan dengan para peserta didik kelas XII yang akan segera melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi atau di dunia usaha dan industri. Acara tersebut dilakukan di Aula Kapela Stasi Sta. Maria Stella Maris Wae Cepang, Senin, (13/04/2026). Kepala SMKN 1 Satarmese, Fransiskus Jehoda, […]

  • 12 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    12 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.460
    • 0Komentar

    Sayap pengetahuan melebarterbentang dari ujung ke ujung,menghajar dungumembongkar bodohmembrantas nakalmenyembuh luka Jiwa ilmu merasukimemanusiakan manusiamenerbitkan juta bukuberbagi inspirasi Dunia terus berubahpengetahuan ikut lebarkan sayapinsan perlu beradaptasihidup bermegah Pengetahuan menopang pikiranmewujud pada tingkah dan rasajadi kebiasaanmembentuk karakter hidupinsan kian bersinar Maju terus pantang mundurmemacu majujangan menolehhidup ini perjalananmenuju istana cinta Alam bawah sadar diafirmasiBerpikir majuhati mau […]

  • Transformasi Ekonomi Pertanian Manggarai di Tengah Gempuran Budaya Intan: Judi Online atau Proses Cerdas?

    Transformasi Ekonomi Pertanian Manggarai di Tengah Gempuran Budaya Intan: Judi Online atau Proses Cerdas?

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 217
    • 1Komentar

    Budaya instan bagaikan harimau meraung-raung di saat fajar pagi menyinsing. Raungannya merupakan taringan tajam menembus sulur niat para petani sehingga mindset dan mentalitas instan menguasai nurani. Faktor penyebab terjadinya hal itu karena masyarakat Manggarai belum mampu beradaptasi secara komprehensif terkait kemajuan tehnologi. Kebanyakan orang terjebak pada persaingan tehnologi. Mereka belum siap untuk hidup sesuai kemajuan […]

  • Sosok Sederhada Yakob Kareth Cermin Kepribadian Birokrat Teladan

    Sosok Sederhada Yakob Kareth: Cermin Kepribadian Birokrat Teladan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Di tengah dunia birokrasi yang sering dipandang penuh formalitas dan jarak antara pejabat dengan masyarakat, sosok Yakob Kareth hadir dengan karakter yang berbeda. Sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya, ia dikenal bukan hanya karena pengalaman dan tanggung jawab besar yang diembannya, tetapi juga karena kesederhanaan yang melekat erat dalam dirinya. Nilai ini menjadi kekuatan […]

  • Kita Lulus Sekolah, Tapi Gagal Lulus Jadi Manusia

    Kita Lulus Sekolah, Tapi Gagal Lulus Jadi Manusia

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Kelulusan adalah moment yang dinantikan seseorang pada fase titik terakhir. Dulu waktu upacara, kita semua bangga, senang, dan bahagia. Toga dipakai, ijazah dipegang, orang tuan tepuk tangan meriah. Katanya kita sudah “lulus”. Tapi coba kita amati bersama di sekeliling kita sekarang, beberapa banyak sarjana yang tidak mau antre? Berapa banyak anak mendapat nilai tinggi dengan […]

  • Saat Upacara Bendera di SMKN 1 Satarmese, Pimpinan Serukan Point Penting Ini kepada Guru dan Siswa

    Saat Upacara Bendera di SMKN 1 Satarmese, Pimpinan Serukan Point Penting Ini kepada Guru dan Siswa

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 269
    • 19Komentar

    Detikbernas.com – Saat upacara Bendera Merah Putih, pimpinan SMKN 1 Satarmese, Fransiskus Jehoda, S.Pd menyampaikan point-point penting terkait perjuangan untuk mencapai kesuksesan. Bahwa kesuksesan itu dimulai dari kesadaran dan perwujudan nilai kedisiplinan, Senin, (11/05/2026). “Siswa/i yang berdisiplin berarti mereka yang patuh terhadap aturan yang ada di lingkungan sekolah, seperti mengikuti upacara bendera merah putih setiap […]

expand_less