Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Penerimaan Komuni Pertama di Paroki Todo: Antara Budaya Pesta dan Perayaan Ekaristi terlupakan

Penerimaan Komuni Pertama di Paroki Todo: Antara Budaya Pesta dan Perayaan Ekaristi terlupakan

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • visibility 492
  • comment 32 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Todo – Pastor paroki Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo, RD. Urbanus Jatang, Pr menyampaikan perihal perayaan Sakramen Maha Kudus lebih mementingkan pesta pora daripada yang paling esensial. Kemeriahan dekorasi pesta, menu resepsi yang lezat, dan kado-kado terindah menjadi prioritas kerinduan sementara esensi Perayaan Ekaristi dilupakan.

“Persoalan yang sering ditemukan adalah orang menomorsatukan pestanya dan mengabaikan misa. Berapa persen yang hadir misa? Sangat sedikit. Hadir pesta? Sangat banyak. Keluarga lebih fokus urus pesta dan mengabaikan hal yang paling penting yaitu merayakan Ekaristi di gereja”, ujar Romo Urbanus saat diwawancara detikbernas.com, Senin, (08/06/2026).

Menyelam Kedalaman Cinta yang Intim dengan Tuhan

Romo Urbanus menerangkan perayaan penerimaan komuni pertama melampui sekadar seremonial atau pesta pora. Perayaan tersebut dapat menyelam kedalaman cinta sangat intim dengan Kristus yang memberikan tubuh dan darahnya untuk dimakan. Kesatuan yang mesra dengan Tuhan Yesus Sang Juru selamat terungkap dalam sabda-Nya, “Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu , ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia (Yoh. 6:56).

“Merayakan Ekaristi dan menerima Tubuh dan Darah Tuhan membuat kita tak terpisahkan dari Dia, Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus. Nilai yang ditemukan yakni komunio/persekutuan baik dengan Tuhan Yesus Sang Juru Selamat maupun sesama. Saat kita menerima Tubuh dan Darah Tuhan, kita bersatu mesra dengan Dia dan sesama”, terangnya.

Sebelum menerima sakramen Ekaristi anak-anak calon sambut baru wajib menerima Sakramen Tobat. Maka Sambut Baru ini kiranya membawa mereka ke level hidup iman yang lebih tinggi (naik level). Mereka menerima dua sakramen dalam waktu yang hampir bersamaan. Mestinya mereka menjadi lebih beriman lagi. Menerima sakramen apapun memberi kita kekuatan untuk diutus dan memberi kesaksian hidup sebagai anak-anak Allah dan murid-murid Kristus.

Bagi orang beriman (Katolik) sakramen adalah sarana pengudusan dan keselamatan yang diadakan Tuhan dan dianugerahkan kepada manusia. Kita menerima Sakramen apapun dalam hidup menghantar kita kepada kekudusan dan keselamatan. Dalam hidup orang Katolik, kita mengenal ada 7 sakramen. Semua sakramen itu kiranya membuat hidup kita menjadi lebih Kudus dan semakin diselamatkan.

Oleh: Nasarius Fidin

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (32)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antara Altar dengan Tenda Pesta 253 Anak Se-paroki Todo Menerima Tubuh dan Darah Kristus

    Antara Altar dengan Tenda Pesta: 252 Anak Se-paroki Todo Menerima Tubuh dan Darah Kristus

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 619
    • 19Komentar

    Todo, Detikbernas.com – Altar Paroki Todo menjadi ruang penuh sukacita dan saksi perayaan iman dan cinta dalam peziarahan rohani Katolik. Sejumlah 252 anak dari 13 sekolah Dasar (SD) se-Paroki Todo telah menerima first holly communion (komuni pertama). Perayaan komuni pertama itu menjadi ruang perjumpaan antara makna teologis, filosofis, kosmologis tradisi Manggarai dan pendidikan karakter siswa/i […]

  • 15 Puisi Terbak Karya Nasarius Fidin

    15 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 847
    • 0Komentar

    Hari hari ialah makna cinta,Jam, menit, detik pun cintapagi hingga pagi mengalir bulir cintasiang malam terbersit cinta Cinta tak kenal batas,cinta tak kenal lelah,cinta ialah awal hingga akhircinta ialah ekspresi hidupcinta ialah hidup Dalam gelap terkais jalan cintakau menemukan tapak cahaya cintasehingga mampu melawan gelapdan melewati malam Terang pun cintatak semua siang terbersit cintabisa saja […]

  • Maju Pilkades 2026-2034 Pemuda Kreatif Ini Siap Sihir Todo Jadi Barometer Desa Wisata dan Sejahtera

    Maju Pilkades 2026-2034: Pemuda Kreatif Ini Siap Sihir Todo Jadi Barometer Desa Wisata dan Sejahtera

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.029
    • 32Komentar

    Todo, Detikbernas.com – Politik khususnya tingkat akar rumput seringkali terjebak dalam permainan dengan cara berpikir prakmatis dan janji-janji instan. Salah seorang anak muda desa wisata Todo, Robertus Tambi, SP berani mengambil keputusan untuk mencalonkan diri sebagai salah satu kandidat terkuat dalam pilkades 2026-2034. Kemunculan Robertus Tambi membawa angin segar untuk perubahan politik yang melampaui sekadar […]

  • Langkah Juang Menuju Terang

    Langkah Juang Menuju Terang

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Setiap pagi, Dela bergegas ke sekolah yang jaraknya hampir lima kilometer. Jalan menuju sekolah bukanlah jalan beraspal, melainkan jalan berbatu dan tanah yang berlumpur. Kadang ia harus menyeberangi sungai kecil dengan jembatan bambu yang rapuh. Meski lelah, Dela selalu membawa buku catatan lusuhnya. Ia tahu, setiap huruf yang ia pelajari adalah batu bata untuk membangun […]

  • Pendidikan: Antara Janji Merdeka dan Realita Yang Terpenjara

    Pendidikan: Antara Janji Merdeka dan Realita Yang Terpenjara

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Merdeka. Kata itu sering ditulis Ki Hajar Dewantara di atas sekolah pertamanya. “Merdekakan manusia”, katanya. Bukan Cuma merdeka dari penjajah, tapi merdeka pikirannya, merdeka batinnya, merdeka jadi diri sendiri. 100 tahun kemudian, kita punya jutaan lebih anak sekolah. Kurikulum merdeka. Kampus merdeka. Guru penggerak. Semua ada kata “merdeka”. Tapi cobalah kita bertanya jujur kepada anak-anak […]

  • Metodologi Penelitian Pendidikan; Membongkar Realitas Tersembunyi di Tengah Budaya Instan

    Metodologi Penelitian Pendidikan; Membongkar Realitas Tersembunyi di Tengah Budaya Instan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.965
    • 34Komentar

    Mencintai masa depan generasi Z tidak dengan kata indah semata, tetapi mengupas persoalan-persoalan bahkan yang luput dari pisau bedah peneliti. Dalam dunia pendidikan, menjadi guru adalah menjadi peneliti realitas secara menyeluruh. Aktivitas penelitian menjadi pilihan hidup sekaligus kewajiban setiap pendidik. Mengapa? Di era modern ini, dunia sudah dan sedang terjebak dalam budaya instan. Persaingan teknologi […]

expand_less