Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Yakub Kareth: Sosok Rendah Hati di Balik Jabatan Sekda Papua Barat Daya

Yakub Kareth: Sosok Rendah Hati di Balik Jabatan Sekda Papua Barat Daya

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah hiruk-pikuk dunia birokrasi yang sering dipandang penuh formalitas dan jarak antara pemimpin dengan masyarakat, sosok Yakob Kareth sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya menghadirkan warna yang berbeda. Ia dikenal bukan semata karena jabatan tinggi yang disandangnya, melainkan karena sikap rendah hati yang melekat kuat dalam dirinya. Kerendahan hati itu menjadi ciri khas yang membuat banyak orang merasa dekat, dihargai, dan didengar.

Bagi sebagian orang, jabatan sering kali menjadi alasan untuk meninggikan diri. Namun tidak demikian dengan Yakob Kareth. Semakin tinggi tanggung jawab yang diembannya, semakin terlihat kesederhanaan sikapnya. Ia mampu bergaul dengan siapa saja, baik pejabat, pegawai biasa, tokoh masyarakat, maupun warga kecil di kampung-kampung. Dalam perjumpaan dengan orang lain, ia tidak menempatkan dirinya di atas, tetapi hadir sebagai pelayan yang siap mendengar dan mencari solusi.

Kerendahan hati seperti ini sejalan dengan ajaran Kitab Suci. Dalam Mikha 6:8 tertulis: “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan daripadamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” Ayat ini menegaskan bahwa rendah hati bukan sekadar sikap sosial, melainkan nilai rohani yang berkenan di hadapan Tuhan. Seorang pemimpin sejati bukan hanya pandai memerintah, tetapi juga tahu merendahkan hati di hadapan sesama dan di hadapan Allah.

Sebagai birokrat, Yakob Kareth memahami bahwa kekuasaan hanyalah titipan. Jabatan bukan mahkota untuk dibanggakan, melainkan amanah untuk dijalankan dengan setia. Karena itu, dalam berbagai kesempatan, ia lebih suka bekerja nyata daripada mencari pujian. Ia tidak sibuk membangun citra diri, tetapi berusaha membangun pelayanan yang baik bagi masyarakat. Sikap ini menunjukkan kedewasaan karakter yang jarang dimiliki semua orang.

Dalam Amsal 22:4 dikatakan: “Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan, dan kehidupan.” Kehormatan sejati lahir dari kerendahan hati. Orang yang rendah hati mungkin tidak selalu banyak bicara tentang dirinya, tetapi hidupnya akan berbicara melalui perbuatan. Demikian pula seorang pemimpin yang tulus bekerja akan dikenang bukan karena kemewahan jabatan, tetapi karena manfaat yang diberikannya bagi banyak orang.

Kerendahan hati juga tampak ketika seseorang bersedia menerima kritik dan terus belajar. Yakob Kareth dikenal sebagai pribadi yang terbuka terhadap masukan. Ia tidak menutup telinga terhadap pendapat bawahan atau masyarakat. Ia menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna dan tidak ada pemimpin yang mengetahui segala hal. Karena itu, ia memilih untuk terus belajar, mendengar, dan memperbaiki diri. Sikap ini mencerminkan hati yang matang dan bijaksana.
Yesus Kristus sendiri memberi teladan terbesar tentang kerendahan hati. Dalam Filipi 2:3-4 tertulis: “Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.” Nilai inilah yang sangat penting dalam kepemimpinan. Ketika seorang pemimpin lebih mengutamakan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi, maka kepemimpinannya akan membawa damai dan kepercayaan.

Di Papua Barat Daya yang sedang bertumbuh dan membangun, dibutuhkan pemimpin-pemimpin yang bukan hanya cerdas secara administrasi, tetapi juga kuat dalam karakter. Kerendahan hati menjadi pondasi penting agar kekuasaan tidak berubah menjadi kesombongan. Yakob Kareth memberi gambaran bahwa seorang birokrat dapat tetap tegas dalam keputusan, namun lembut dalam sikap; dapat memimpin dengan wibawa, namun tetap merakyat.
Pada akhirnya, jabatan akan berlalu, masa tugas akan berakhir, dan nama besar bisa pudar oleh waktu. Tetapi karakter rendah hati akan tetap dikenang dalam hati banyak orang. Itulah warisan sejati seorang pemimpin. Sosok Yakob Kareth menunjukkan bahwa semakin tinggi seseorang naik, semakin penting baginya untuk tetap membumi.

Sebagaimana tertulis dalam Yakobus 4:10: “Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.” Ayat ini mengajarkan bahwa peninggian sejati datang dari Tuhan, bukan dari manusia. Dan melalui sikap rendah hati yang terpancar dalam keseharian, Yakob Kareth menjadi contoh bahwa birokrat yang baik bukanlah yang paling ditakuti, tetapi yang paling dihormati karena ketulusan hati dan kerendahan dirinya.

Penulis: Agust Jehurung, S.Fil, Gr

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perpisahan dengan Kelas XII, Pimpinan SMKN 1, Berotak Global Berhati Budaya Lokal

    Perpisahan dengan Peserta Didik Kelas XII, Pimpinan SMKN 1 Satarmese, Berotak Global Berhati Budaya Lokal

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.379
    • 0Komentar

    Wae Cepang – Seusai tiga tahun berada bersama, SMKN 1 Satarmese mengadakan acara perpisahan dengan para peserta didik kelas XII yang akan segera melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi atau di dunia usaha dan industri. Acara tersebut dilakukan di Aula Kapela Stasi Sta. Maria Stella Maris Wae Cepang, Senin, (13/04/2026). Kepala SMKN 1 Satarmese, Fransiskus Jehoda, […]

  • Kita Lulus Sekolah, Tapi Gagal Lulus Jadi Manusia

    Kita Lulus Sekolah, Tapi Gagal Lulus Jadi Manusia

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Kelulusan adalah moment yang dinantikan seseorang pada fase titik terakhir. Dulu waktu upacara, kita semua bangga, senang, dan bahagia. Toga dipakai, ijazah dipegang, orang tuan tepuk tangan meriah. Katanya kita sudah “lulus”. Tapi coba kita amati bersama di sekeliling kita sekarang, beberapa banyak sarjana yang tidak mau antre? Berapa banyak anak mendapat nilai tinggi dengan […]

  • Suara Redaksi

    Detikbernas Tampil Bernas, Solutif dan Terpercaya

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 134
    • 0Komentar

      DETIKBERNAS.COM merupakan media online yang hadir karena adanya kerinduan bergelora dari salah seorang anak kampung ujung Nusantara. Kehadiran media ini bermaksud untuk menyejukkan dahaga masyarakat yang haus mengenai keadilan, kebenaran, kebahagiaan, kesejahteraan berpikir, hati dan kehendak bebas. Media ini tidak berfokus pada bagaimana melihat persoalah dari kacamata persoalan itu sendiri, tetapi bagaimana persoalan dikunyah […]

  • Kokohnya Semangat Dalam Membangun Pendidikan

    Kokohnya Semangat Dalam Membangun Pendidikan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 561
    • 2Komentar

    Pendidikan penting bagi setiap pelajar di Indonesia, memiliki tekat kuat dan besar dalam membangun pendidikan. Melakukan sesuatu dengan rencana, jika benar rencana tersebut pun akan berjalan dengan baik. Setiap pelajar mungkin bosan dengan adanya tugas yang selalu menumpuk, tapi ini bagian dari proses untuk masa depan yang baik, tidak pernah bosan dengan yang namanya pendidikan. […]

  • 15 Puisi Terbak Karya Nasarius Fidin

    15 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 713
    • 0Komentar

    Hari hari ialah makna cinta,Jam, menit, detik pun cintapagi hingga pagi mengalir bulir cintasiang malam terbersit cinta Cinta tak kenal batas,cinta tak kenal lelah,cinta ialah awal hingga akhircinta ialah ekspresi hidupcinta ialah hidup Dalam gelap terkais jalan cintakau menemukan tapak cahaya cintasehingga mampu melawan gelapdan melewati malam Terang pun cintatak semua siang terbersit cintabisa saja […]

  • Langkah Juang Menuju Terang

    Langkah Juang Menuju Terang

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Setiap pagi, Dela bergegas ke sekolah yang jaraknya hampir lima kilometer. Jalan menuju sekolah bukanlah jalan beraspal, melainkan jalan berbatu dan tanah yang berlumpur. Kadang ia harus menyeberangi sungai kecil dengan jembatan bambu yang rapuh. Meski lelah, Dela selalu membawa buku catatan lusuhnya. Ia tahu, setiap huruf yang ia pelajari adalah batu bata untuk membangun […]

expand_less