Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » “Tagihan Berpikir Paradigmatik di Ruang Sosial”, Komentar Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng Soal Pengukuhan Uskup Maksimus Regus dan Sabina Ndiung sebagai Guru Besar

“Tagihan Berpikir Paradigmatik di Ruang Sosial”, Komentar Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng Soal Pengukuhan Uskup Maksimus Regus dan Sabina Ndiung sebagai Guru Besar

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
  • visibility 1.797
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Detikbernas.com, Ruteng – Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng (UNIKA St. Paulus Ruteng) mengukir sejarah akademik dengan pengukuhan dua tokoh intelektual hebat, Mgr. Prof. Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si sebagai guru besar dalam bidang Sosiologi Agama dan Multikulturalisme, dan Prof. Dr. Sabina Ndiung, M.Pd, di bidang Pendidikan Matematika ke-SD-an. Upacara pengukuhan tersebut dilakukan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XV Prof. Dr. Adrianus Amheka, di Aula Gedung Utama Timur (GUT) Lantai 5, Jumat, (08/05/2026).

Dosen Ilmu Sosial dan Pendidikan UNIKA St. Paulus Ruteng, Dr. Marianus Mantovanny Tapung, S.Fil., M.Pd menyampaikan kehadiran kedua professor akan berdampak signifikant secara akademik, sosial, dan budaya khususnya di Manggarai dan Indonesia pada umumnya, bahkan secara Internasional.

“Kehadiran pemikiran paradigmatik-transformatif dari dunia kampus yang berdampak secara sosial, akan menjadi pintu keluar dari anggapan bahwa kampus hanya sebagai menara gading intelektual, atau hanya pencetak lulusan yang mumpuni secara akademik, tetapi kurang terampil merespon secara adaptif perkembangan di masyarakat”, kata Mantovanny, Sabtu, (09/05)

Hemat, penulis produktif dan pegiat literasi itu, kehadiran guru besar yang keempat dan kelima di UNIKA St. Paulus memiliki pandangan-pandangan paradigmatik untuk merespon berbagai perkembangan kekinian dan tuntutan jaman yang tidak menentu.

“Tentunya sebagai profesor yang pakar dalam bidangnya, pandangan-pandangan paradigmatik dapat merespon berbagai perkembangan kekinian, baik di dunia kampus maupun di masyarakat, dan saya berpikir itu sudah menjadi level tertinggi dari sebuah kepakaran, yakni salah satunya memiliki perspektif paradigmatik-transformatif terhadap perkembangan dunia, seperti dalam bidang pendidikan dan perkembangan agama-agama”, ujarnya.

Mantovanny menambahkan soal kepedulian terhadap pelbagai masalah aktual melalui pemikiran-pemikiran bernas seperti karya-karya ilmiah, dialog inklusif di ruang publik dan keterlibatan lansung di lingkup sosial kemasyarakatan.

“Bentuk-bentuk responnya, selain melalui riset ilmiah yang dipublikasikan di jurnal nasional dan internasional bereputasi, juga bisa berkomentar di media massa, atau terlibat dalam diskusi-diskusi ‘warung kopi’, terkait masalah-maslah aktual sesuai dengan bidang kepakarannya, sesekali juga perlu turun gunung untuk terlibat langsung dalam permasalahan sosial kemasyarakatan”, tambahnya.

Peneliti sosial-pendidikan itu merasa beruntung dengan kehadiran kedua professor yang baru dikukuhkan tahun ini yang memiliki kehebatan mumpuni pada bidangnya masing-masing, dan tentunya itu akan divalidasi di ruang kuliah, realitas sosial yang berdampak positif untuk perkembangan dan kemajuan peradapan dunia teknologi.

“Secara pribadi saya bangga dengan pengukuhan terhadap keduanya yang memiliki kehebatan mumpuni pada bidangnya masing-masing, tentunya kepakaran ini akan divalidasi lagi, selain di ruang kuliah, juga di ruang-ruang sosial, sehingga berdampak secara positif bagi masyarakat”, terangnya.

Penulis: Nasarius Fidin

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Robertus tambi Nomor urut 01: Saatnya Kaum Muda Bangkit dan Membawa Harapan Baru bagi Desa Wisata Todo

    Robertus Tambi Nomor urut 01: Saatnya Kaum Muda Bangkit dan Membawa Harapan Baru bagi Desa Wisata Todo

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 331
    • 101Komentar

    Detikbernas.com – Pemilihan kepala desa Todo sudah memasuki babak baru. Setelah melalui tahapan verifikasi dan penelitian berkas, penetapan bakal calon tetap kepala desa Todo dapat dilaksanakan pada 2 Juli 2026 di aula Paroki Todo. Kegiatan tersebut diikuti oleh 4 bakal calon kepala desa dan masing-masing dihadiri 20 orang perwakilan termasuk simpatisan di dalam ruangan aula. […]

  • Gereja Paroki Todo Gelar Prosesi Patung Bunda Maria dari Niang Menuju Gereja

    Gereja Paroki Todo Gelar Prosesi Patung Bunda Maria dari Niang Menuju Gereja

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 859
    • 0Komentar

    Detikbernas.com – Perarakan patung Bunda Maria menjadi tradisi umat Katolik pada umumnya. Umat paroki Todo menggelar prosesi patung Bunda Maria itu secara berbeda mulai dari Niang (rumah kerucut) menuju gereja paroki, Jumat, (01/05/2026). Kampung adat yang menyimpan jejak leluhur itu dijadikan titik awal prosesi tersebut. Seluruh umat paroki melangkah bersama sebagai simbol peziarahan spiritual yang […]

  • Antara Altar dengan Tenda Pesta 253 Anak Se-paroki Todo Menerima Tubuh dan Darah Kristus

    Antara Altar dengan Tenda Pesta: 252 Anak Se-paroki Todo Menerima Tubuh dan Darah Kristus

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 619
    • 19Komentar

    Todo, Detikbernas.com – Altar Paroki Todo menjadi ruang penuh sukacita dan saksi perayaan iman dan cinta dalam peziarahan rohani Katolik. Sejumlah 252 anak dari 13 sekolah Dasar (SD) se-Paroki Todo telah menerima first holly communion (komuni pertama). Perayaan komuni pertama itu menjadi ruang perjumpaan antara makna teologis, filosofis, kosmologis tradisi Manggarai dan pendidikan karakter siswa/i […]

  • Saat Upacara Bendera di SMKN 1 Satarmese, Pimpinan Serukan Point Penting Ini kepada Guru dan Siswa

    Saat Upacara Bendera di SMKN 1 Satarmese, Pimpinan Serukan Point Penting Ini kepada Guru dan Siswa

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 312
    • 19Komentar

    Detikbernas.com – Saat upacara Bendera Merah Putih, pimpinan SMKN 1 Satarmese, Fransiskus Jehoda, S.Pd menyampaikan point-point penting terkait perjuangan untuk mencapai kesuksesan. Bahwa kesuksesan itu dimulai dari kesadaran dan perwujudan nilai kedisiplinan, Senin, (11/05/2026). “Siswa/i yang berdisiplin berarti mereka yang patuh terhadap aturan yang ada di lingkungan sekolah, seperti mengikuti upacara bendera merah putih setiap […]

  • Kokohnya Semangat Dalam Membangun Pendidikan

    Kokohnya Semangat Dalam Membangun Pendidikan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 774
    • 2Komentar

    Pendidikan penting bagi setiap pelajar di Indonesia, memiliki tekat kuat dan besar dalam membangun pendidikan. Melakukan sesuatu dengan rencana, jika benar rencana tersebut pun akan berjalan dengan baik. Setiap pelajar mungkin bosan dengan adanya tugas yang selalu menumpuk, tapi ini bagian dari proses untuk masa depan yang baik, tidak pernah bosan dengan yang namanya pendidikan. […]

  • Kita Lulus Sekolah, Tapi Gagal Lulus Jadi Manusia

    Kita Lulus Sekolah, Tapi Gagal Lulus Jadi Manusia

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Kelulusan adalah moment yang dinantikan seseorang pada fase titik terakhir. Dulu waktu upacara, kita semua bangga, senang, dan bahagia. Toga dipakai, ijazah dipegang, orang tuan tepuk tangan meriah. Katanya kita sudah “lulus”. Tapi coba kita amati bersama di sekeliling kita sekarang, beberapa banyak sarjana yang tidak mau antre? Berapa banyak anak mendapat nilai tinggi dengan […]

expand_less