Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » 5 Puisi terbaik Karya Artemius Janu

5 Puisi terbaik Karya Artemius Janu

  • account_circle Nasarius Fidin
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • visibility 143
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

  1. Jeritan Anak Desa Di Tanah Kering

    Langit biru merona merah,
    Matahari membakar tanpa cela,
    Tanah retak memanggil hujan,
    Namun awan tak kunjung tiba dan berdatangan

    Tenggorokan kering, kerontang,
    Sumur tua tidak lagi terbayang
    Jauh berjalan kaki melangkah
    Mencari setetes air yang tak kunjung datang

    Dimana bening itu sekarang?
    Mengapa pergi tinggalkan sunyi?
    Jerigen plastik berbaris antre
    Menanti harapan di musim kemarau yang garing
    Menanti tergugah hati sang penguasa

    Ya Allah, turunkan kasih-mu
    Basahi bumi dan tanah kering ini dengan air bahari-mu
    Agar air kembali mengalir
    Membasuh dahaga, menyudahi tangis yang tanpa akhir.

    1. Kami Di Ujung Perbatasan

    Di sini, di bibir desa yang sunyi,
    Dinding papan saksi bisu mimpi-mimpi kita
    Buku lama lusu di makan usia-ku
    Sepatu tipis melangkah penuh percaya diri

    Tak ada jalan yang mulus
    Hanya debu kotor dan rindu yang menemani
    Guru hadir membawa pelita harapan
    Mengajar dengan tabah dan sabar, menanam janji di perbatasan

    Kami anak perbatasan
    Menatap masa depan dengan penuh keberanian
    Meski tertinggal di ujung desa
    Ilmu dan pengetahuan di genggam, harga diri abadi

    1. Tanpamu Aku Bukan Siapa-Siapa

    Entah sejak kapan aku mengenalmu
    Dan entah mengapa aku harus mengenalmu
    Yang jelas engkaulah yang akan selalu dikenang dalam hidupku
    Dan kau adalah guru

    Guru……
    Jasamu tak bisa di balas dengan uang
    Dan tak bisa di tukar dengan benda mahal
    Dari pagi sampai petang, engkau hanya mengurus kami
    Sehingga keluargamu tak kau awasi
    Memang terkadang dirimu sangat mengesalkan
    Akan tetapi itu akan menjadi hal yang mengesankan

    Oh guru……..
    Kalau bukn karena jasamu, tak akan jadi seperti ini
    Engkau tiiba untukku
    Untuk menunjukan semua ilmu
    Untuk mengajarkanku
    Apa yang tak kutehui

    Guruku……….
    Engkaulah pelitaku di kala saya di kelilingi kebodohan
    Juga ketidaktahuan
    Ketika aku menatap langit
    Tingginya takkan dapat kuraih berjinjit
    Tapi tatkala aku menatapnya bersamamu
    Tanpamu aku bukan siapa-siapa

    1. Kerinduan Mama

    Keringat bertaut membasahi tubuh
    Airnya jatuh menjadi tangisan di mataku
    Rasa ini membeku, rasa ini hampa
    Membantu mengingat masa yang lalu
    Saatku bersamamu
    Waktu kecilku
    Biarlah nafasku bercerita tentangmu
    Bersajak indah memanggil namamu
    Ibu….
    Aku merindukanmu
    Aku rindu,,aku rindu dipelukanmu
    Rindu masa itu
    Rindu saat ibu menggendongkku
    Berbisik doa merajut sanubariku
    Semoga ibu di sana tersenyum bahagia selalu
    Doa anakmu yang selalu menyertaimu

    1. Pemandangan Di kala Senja Pergi Ke Sekolah

    Saat aku berjalan pergi bersama sahabat
    Kupandang lingkungan sekitar
    Sungguh elok di pandang mata
    Langit senja yang kebiruan
    Dihiasi awan yang sangat indah
    Dihiasi kawanan ternak yang hendak keluar dari sarangnya

    Kucoba menerawang ke arah yang lebih jauh
    Kulihat tiga buah bukit
    Seolah hendak menelan bulat-bulat
    Sang raja siang
    Hingga hanya tersisa bagian tubuh benda langit itu
    Yang memancarkan sinar indahnya

    Tak berhenti mata ini memandang
    Banyak orang mudik menuju tempat peraduan
    Seakan tak peduli keindahan alam di pagi ini
    Seakan tak mengerti akan kebahagian besar
    Dari hal-hal kecil disekitar kita
    Yang kelak dan nanti akan hilang
    Tak berbekas
    Sebagaimana perjuangan hidup ini
    Yang nantinya akan sirna
    Tak berbekas pula

    Oleh: Artemius Janu

    • Penulis: Nasarius Fidin

    Komentar (0)

    Saat ini belum ada komentar

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Penerimaan Komuni Pertama di paroki Todo Antara Budaya Pesta dan Perayaan Ekaristi terlupakan

      Penerimaan Komuni Pertama di Paroki Todo: Antara Budaya Pesta dan Perayaan Ekaristi terlupakan

      • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
      • account_circle admin
      • visibility 171
      • 31Komentar

      Todo – Pastor paroki Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo, RD. Urbanus Jatang, Pr menyampaikan perihal perayaan Sakramen Maha Kudus lebih mementingkan pesta pora daripada yang paling esensial. Kemeriahan dekorasi pesta, menu resepsi yang lezat, dan kado-kado terindah menjadi prioritas kerinduan sementara esensi Perayaan Ekaristi dilupakan. “Persoalan yang sering ditemukan adalah orang menomorsatukan pestanya […]

    • Maju Pilkades 2026-2034 Pemuda Kreatif Ini Siap Sihir Todo Jadi Barometer Desa Wisata dan Sejahtera

      Maju Pilkades 2026-2034: Pemuda Kreatif Ini Siap Sihir Todo Jadi Barometer Desa Wisata dan Sejahtera

      • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
      • account_circle admin
      • visibility 830
      • 14Komentar

      Todo, Detikbernas.com – Politik khususnya tingkat akar rumput seringkali terjebak dalam permainan dengan cara berpikir prakmatis dan janji-janji instan. Salah seorang anak muda desa wisata Todo, Robertus Tambi, SP berani mengambil keputusan untuk mencalonkan diri sebagai salah satu kandidat terkuat dalam pilkades 2026-2034. Kemunculan Robertus Tambi membawa angin segar untuk perubahan politik yang melampaui sekadar […]

    • Metodologi Penelitian Pendidikan; Membongkar Realitas Tersembunyi di Tengah Budaya Instan

      Metodologi Penelitian Pendidikan; Membongkar Realitas Tersembunyi di Tengah Budaya Instan

      • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
      • account_circle admin
      • visibility 1.800
      • 21Komentar

      Mencintai masa depan generasi Z tidak dengan kata indah semata, tetapi mengupas persoalan-persoalan bahkan yang luput dari pisau bedah peneliti. Dalam dunia pendidikan, menjadi guru adalah menjadi peneliti realitas secara menyeluruh. Aktivitas penelitian menjadi pilihan hidup sekaligus kewajiban setiap pendidik. Mengapa? Di era modern ini, dunia sudah dan sedang terjebak dalam budaya instan. Persaingan teknologi […]

    • Camat Yosep Soni Bongkar Konsep Pembangunan Bupati Manggarai di Wilayah Satarmese Barat

      Camat Yosep Soni Bongkar Konsep Pembangunan Bupati Manggarai di Wilayah Satarmese Barat

      • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
      • account_circle admin
      • visibility 1.623
      • 0Komentar

      Detikbernas.com – Camat Satarmese Barat, Yosep Soni, menghadiri perayaan hardiknas sebagai momentum yang sangat istimewah untuk membawa pesan terkait konsep pembangunan yang telah disampaikan Bupati Manggarai, Heribertus Nabit mengenai kebijakan strategis yang akan membawa kamajuan di wilayah Satarmese Barat. Hal itu disampaikannya saat pidato di lapangan gelora Wongka, Sabtu, (02/05/2026). “Konsep pembangunan yang disampaikan Bapak […]

    • Kita Lulus Sekolah, Tapi Gagal Lulus Jadi Manusia

      Kita Lulus Sekolah, Tapi Gagal Lulus Jadi Manusia

      • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
      • account_circle admin
      • visibility 283
      • 0Komentar

      Kelulusan adalah moment yang dinantikan seseorang pada fase titik terakhir. Dulu waktu upacara, kita semua bangga, senang, dan bahagia. Toga dipakai, ijazah dipegang, orang tuan tepuk tangan meriah. Katanya kita sudah “lulus”. Tapi coba kita amati bersama di sekeliling kita sekarang, beberapa banyak sarjana yang tidak mau antre? Berapa banyak anak mendapat nilai tinggi dengan […]

    • Merajut Asa, Menggapai Impian

      Merajut Asa, Menggapai Impian

      • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
      • account_circle admin
      • visibility 259
      • 0Komentar

      Langkah kecilnya tertatih, menyusuri setapak di pinggir hutan. Sepatu robek dengan kaus kaki lusuh dan usang. Wajahnya tetap ceria dengan sesunging senyum mengiring langkah. Bercengkerama dan bercanda ria bersama sahabat-sahabatnya, menyusuri setapak di tengah hutan dalam suasana ceria dan gembira. Bukan jalan aspal mulus berkendara sepeda motor apalagi mobil mewah. Itulah keseharian Agnes, seorang gadis […]

    expand_less