Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » 6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

  • account_circle Nasarius Fidin
  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • visibility 1.263
  • comment 4 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

1. Budaya Kasih

Raungan serakah di setiap acara
asap angkuh mengepul,
arak diteguk hingga mabuk kepayang,
kata-kata beradu tajam,
tawuran menyapu….
wajah tergeletak, berserakan
seolah tiada bernilai….

Teguk arak jadi tradisi,
komplotan jago berkeliaran
tiada kata saudara pun keluarga
asal pedang amarah mengenai sasar

Budaya benci mengakar,
pesta jadi ajang pertarungan,
mental dan minsed tak maju-maju,
hidup pun seperti ilalang

Dimanakah gendang nurani ditabuh,
adakah kesadaran nalar meraja,
kenapa tuan tak memegang kendali
untuk apa kau panggang rasa hingga mendidih

Pandang surya mendekat,
bangun budaya kasih mengarti,
berantas hasrat memakan,
lenyapkan kecendrungan ego
agar hidup bersinar

2. Perang Saudara

Ratap tangis menengadah,
raga bersemayam di pusara,
tiada lagi senda gurau, canda tawa
semuanya diam membisu
hanya terpampang kenang

Perang saudara merajalela,
sentakan kaki berdentum,
amukan runcing silih berganti,
tumpahan darah bag air sungai

Duka lara tak berujung
derita tak berakhir
luka tak tersembuhkan,
dendam kesumat semakin liar

Siapa yang memulai
siapa yang mengakhiri
perang tanding tak tertandingi
bumi ini terguncang
hanya karna rebut sejengkal milik

Apakah hak milik lebih besar dari HAM
sedang hidup cuma sekali,
apakah perang saudara bagai permata
sedang cintakasih nafas hidup

3. Falsafah Hidup

Budaya Manggarai menginspirasi
kaya kata bernilai bijak
filosofi relasional sangat kental,
sosialitas tak dapat diragukan

Embun kasih menyejuk dahaga
rumpun nilai meremajakan
sesama memerkaya cermin hidup
tempat menimba petuah bijak

Beda karakter jadi panorama
prinsip hidup pilihan semata,
tungku-tungku cinta menyala,
buah semangka ingin dirasa

Motif seni menghiasi,
sajak budaya elok dinanti,
lisan insan mengena di hati
falsafah hidup tak usah dikebiri

4. Bercermin

Kebijaksanaan memanjang ke langit,
tak lekang dibakar mentari
tubuh lusuh tak jadi soal
asal kau menimbun ilmu sampai ke ujung
petuah sang ayah ibumu kala itu

Mengapa kau berhamba pada rasa hampa
bukankah nikmat sesaat menyesat
mengapa kau menjajah masa depanmu sendiri
bukankah kau tuan atas hidupmu ini

Ayah ibumu terpanggang bara panas
mata tak dapat terpejamkan
tubuh lelah tak berdaya
hati pikiran tetap bekerja
demi hari depanmu nan indah

Lantas, kau berterimasih dengan reruntuhan sukses
jiwamu mondar-mandir dalam proses
lebih mementing nikmat semata,
mengutamakan pernak pernik duniawi
lebih memamer tubuh molek dari yang utama
itukan cinta yang kau tuai teruntuk
ayah ibumu tercinta

Sadar kawan, sadarlah…
reruntuhan puing masa depan menggema
menuntut tanggung jawabmu,
membangun kembali menara jaga
mumpung waktu bertengger di kelopak matamu
dan dawai cinta masih berpihak padamu

Bercermin kawan, bercerminlah…
bahagiakan ayah ibumu
dengan tobat dan suksesmu
selagi mereka di penghujung senja
berjuang hingga kau memetik bintang

5. Panah Mekar

Serumpun keluarga bahagia di mata,
dibangun di atas cumbu cemburu,
dimainkan dengan nada ketertutupan,
dengan sukma dendam kesumat

Lampiasan iri pada mawar tengah mekar,
karna mungkin tersaingi, entah…
atau segunung ego meletus,
takut akut matanya terbuai pada
mekar kembang memesona

Saudara dipandang selayang saing
akal durja merayap jahat
hati mati tenggelam dalam senyum belati
mata busuk mengecoh tatapan
memicu sentakan amarah tanpa sebab

Nafsu liar bagai harimau
garis bibir pun ikut bertempur
bunga mekar dipandang musuh
karna kembangnya malah layu di tanah subur

Di mana nuranimu
dimana nalar sehatmu
kemana cintamu
apa artinya mengasihi

Teguk sebening embun dari mata air sejati
mengasihi Tuhan,
mengasih sesama seperti dirimu
tak usah memanah mekar pada saudara
fokuslah merawat kembang di tanahmu sendiri

6. Sosialitas Cinta

Rumpunan satu hulu bersayap,
semuanya bagai kerbau liar,
memertahankan ide meski…
asal bukan pendapat yang lain

Semuanya saling beradu gensi
utamakan sensasi,
tak sadar kering rapuh secara intrinsik
namun nyali, licik kaya trik

Apa yang kau cari
apakah kau ialah kebenaran
di mana sosialitas cintamu
kemana gendang telingamu

Kepak sayapmu menuju petuah leluhur
baca sabda dan merenung di bawah langit rumah
di setiap lembar kitab termeterai sabda kehidupan
agar kau tetap nyaman di jalan berbatu-batu

Oleh: Nasarius Fidin

  • Penulis: Nasarius Fidin

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa wisata Todo memiliki mutiara tersembunyi yang barangkali banyak orang belum mengetahuinya. Mutiara itu sudah tersimpan sejak nenek moyang, jaman kerajaan. Mutiara tersembunyi itu sudah bersinar sejak lama bagaikan rembulan di kala malam gelap. Mutiara-mutiara itu yakni nilai-nilai kehidupan yang indah, selain bentuk rumah kerucut dan panorama alamnya.

    Desa Wisata Todo Menyimpan Mutiara Tersembunyi

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Desa wisata Todo memiliki mutiara tersembunyi yang barangkali banyak orang belum mengetahuinya. Mutiara itu sudah tersimpan sejak nenek moyang, jaman kerajaan. Mutiara tersembunyi itu sudah bersinar sejak lama bagaikan rembulan di kala malam gelap. Mutiara-mutiara itu yakni nilai-nilai kehidupan yang indah, selain bentuk rumah kerucut dan panorama alamnya. Desa wisata Todo merupakan salah satu destinasi […]

  • Transformasi Ekonomi Pertanian Manggarai di Tengah Gempuran Budaya Intan: Judi Online atau Proses Cerdas?

    Transformasi Ekonomi Pertanian Manggarai di Tengah Gempuran Budaya Intan: Judi Online atau Proses Cerdas?

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 161
    • 1Komentar

    Budaya instan bagaikan harimau meraung-raung di saat fajar pagi menyinsing. Raungannya merupakan taringan tajam menembus sulur niat para petani sehingga mindset dan mentalitas instan menguasai nurani. Faktor penyebab terjadinya hal itu karena masyarakat Manggarai belum mampu beradaptasi secara komprehensif terkait kemajuan tehnologi. Kebanyakan orang terjebak pada persaingan tehnologi. Mereka belum siap untuk hidup sesuai kemajuan […]

  • Foto bersama pastor Paroki Todo dengan para panitia Paskah tahun 2026.

    Paskah di Paroki Todo, Ini Syarat Jadi Katolik Sejati

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 774
    • 2Komentar

    Detikbernas.com – Dalam Perayaan Tri Hari Suci di Gereja Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo, RD. Urbanus Jatang, Pr memberikan kesadaran mendalam kepada umat terkait syarat menjadi Katolik sejati yakni kesetiaan untuk mencintai Ekaristi yang menjadi puncak iman kristiani. “Orang katolik harus mencintai Ekaristi, kalau dia tidak mencintai Ekaristi, dia bukan orang katolik yang […]

  • Mampau - Ulu Maor Satar Mese Barat(Merawat Asa yang sempat pudar: Kisah hidup saya dari lokasi proyek ke ruang kelas)

    Mampau – Ulu Maor Satar Mese Barat: Merawat Asa yang Sempat Pudar

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 480
    • 2Komentar

    Bagi saya, hidup ini adalah sebuah perjalanan panjang. Ada perjalanan panjang mengejar kebenaran, ada juga yang mengejar kebahagiaan, dan ada pula yang mencari kedamaian. Selain itu, perjalanan panjang juga karena ketersestan di mana seseorang sudah kehilangan arah hidup, karena kekecewaan, dan karena keputusasaan. Dan, perjalanan karena kehilangan harapan inilah yang saya angkat dalam kisah ini. […]

  • Pentas Seni SMKN 1 Satarmese Labirin Jiwa dalam Ruang Ekspresi Diri

    Pentas Seni SMKN 1 Satarmese: Labirin Jiwa dalam Ruang Ekspresi Diri

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 117
    • 60Komentar

    Detikbernas.com – Pendidikan seringkali dimaknai sebagai arsitektur pembelajaran di ruang kelas yang kaku, deretan baris-baris buku mata pelajaran, ataupun tumpukan rumusan dan teori-teori. SMKN 1 Satarmese hadir sebagai sekolah kejuruan yang dapat memanusiakan manusia dan memberikan ruang bagi jiwa untuk mengekspresikan karya-karya seni di Aula Stasi Sta. Maria Setella Maris Wae Cepang, Selasa (09/06/2026) Guru […]

  • 15 Puisi Terbak Karya Nasarius Fidin

    15 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 742
    • 0Komentar

    Hari hari ialah makna cinta,Jam, menit, detik pun cintapagi hingga pagi mengalir bulir cintasiang malam terbersit cinta Cinta tak kenal batas,cinta tak kenal lelah,cinta ialah awal hingga akhircinta ialah ekspresi hidupcinta ialah hidup Dalam gelap terkais jalan cintakau menemukan tapak cahaya cintasehingga mampu melawan gelapdan melewati malam Terang pun cintatak semua siang terbersit cintabisa saja […]

expand_less