Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » 6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

  • account_circle Nasarius Fidin
  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • visibility 1.123
  • comment 4 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

1. Budaya Kasih

Raungan serakah di setiap acara
asap angkuh mengepul,
arak diteguk hingga mabuk kepayang,
kata-kata beradu tajam,
tawuran menyapu….
wajah tergeletak, berserakan
seolah tiada bernilai….

Teguk arak jadi tradisi,
komplotan jago berkeliaran
tiada kata saudara pun keluarga
asal pedang amarah mengenai sasar

Budaya benci mengakar,
pesta jadi ajang pertarungan,
mental dan minsed tak maju-maju,
hidup pun seperti ilalang

Dimanakah gendang nurani ditabuh,
adakah kesadaran nalar meraja,
kenapa tuan tak memegang kendali
untuk apa kau panggang rasa hingga mendidih

Pandang surya mendekat,
bangun budaya kasih mengarti,
berantas hasrat memakan,
lenyapkan kecendrungan ego
agar hidup bersinar

2. Perang Saudara

Ratap tangis menengadah,
raga bersemayam di pusara,
tiada lagi senda gurau, canda tawa
semuanya diam membisu
hanya terpampang kenang

Perang saudara merajalela,
sentakan kaki berdentum,
amukan runcing silih berganti,
tumpahan darah bag air sungai

Duka lara tak berujung
derita tak berakhir
luka tak tersembuhkan,
dendam kesumat semakin liar

Siapa yang memulai
siapa yang mengakhiri
perang tanding tak tertandingi
bumi ini terguncang
hanya karna rebut sejengkal milik

Apakah hak milik lebih besar dari HAM
sedang hidup cuma sekali,
apakah perang saudara bagai permata
sedang cintakasih nafas hidup

3. Falsafah Hidup

Budaya Manggarai menginspirasi
kaya kata bernilai bijak
filosofi relasional sangat kental,
sosialitas tak dapat diragukan

Embun kasih menyejuk dahaga
rumpun nilai meremajakan
sesama memerkaya cermin hidup
tempat menimba petuah bijak

Beda karakter jadi panorama
prinsip hidup pilihan semata,
tungku-tungku cinta menyala,
buah semangka ingin dirasa

Motif seni menghiasi,
sajak budaya elok dinanti,
lisan insan mengena di hati
falsafah hidup tak usah dikebiri

4. Bercermin

Kebijaksanaan memanjang ke langit,
tak lekang dibakar mentari
tubuh lusuh tak jadi soal
asal kau menimbun ilmu sampai ke ujung
petuah sang ayah ibumu kala itu

Mengapa kau berhamba pada rasa hampa
bukankah nikmat sesaat menyesat
mengapa kau menjajah masa depanmu sendiri
bukankah kau tuan atas hidupmu ini

Ayah ibumu terpanggang bara panas
mata tak dapat terpejamkan
tubuh lelah tak berdaya
hati pikiran tetap bekerja
demi hari depanmu nan indah

Lantas, kau berterimasih dengan reruntuhan sukses
jiwamu mondar-mandir dalam proses
lebih mementing nikmat semata,
mengutamakan pernak pernik duniawi
lebih memamer tubuh molek dari yang utama
itukan cinta yang kau tuai teruntuk
ayah ibumu tercinta

Sadar kawan, sadarlah…
reruntuhan puing masa depan menggema
menuntut tanggung jawabmu,
membangun kembali menara jaga
mumpung waktu bertengger di kelopak matamu
dan dawai cinta masih berpihak padamu

Bercermin kawan, bercerminlah…
bahagiakan ayah ibumu
dengan tobat dan suksesmu
selagi mereka di penghujung senja
berjuang hingga kau memetik bintang

5. Panah Mekar

Serumpun keluarga bahagia di mata,
dibangun di atas cumbu cemburu,
dimainkan dengan nada ketertutupan,
dengan sukma dendam kesumat

Lampiasan iri pada mawar tengah mekar,
karna mungkin tersaingi, entah…
atau segunung ego meletus,
takut akut matanya terbuai pada
mekar kembang memesona

Saudara dipandang selayang saing
akal durja merayap jahat
hati mati tenggelam dalam senyum belati
mata busuk mengecoh tatapan
memicu sentakan amarah tanpa sebab

Nafsu liar bagai harimau
garis bibir pun ikut bertempur
bunga mekar dipandang musuh
karna kembangnya malah layu di tanah subur

Di mana nuranimu
dimana nalar sehatmu
kemana cintamu
apa artinya mengasihi

Teguk sebening embun dari mata air sejati
mengasihi Tuhan,
mengasih sesama seperti dirimu
tak usah memanah mekar pada saudara
fokuslah merawat kembang di tanahmu sendiri

6. Sosialitas Cinta

Rumpunan satu hulu bersayap,
semuanya bagai kerbau liar,
memertahankan ide meski…
asal bukan pendapat yang lain

Semuanya saling beradu gensi
utamakan sensasi,
tak sadar kering rapuh secara intrinsik
namun nyali, licik kaya trik

Apa yang kau cari
apakah kau ialah kebenaran
di mana sosialitas cintamu
kemana gendang telingamu

Kepak sayapmu menuju petuah leluhur
baca sabda dan merenung di bawah langit rumah
di setiap lembar kitab termeterai sabda kehidupan
agar kau tetap nyaman di jalan berbatu-batu

Oleh: Nasarius Fidin

  • Penulis: Nasarius Fidin

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suara Redaksi

    Detikbernas Tampil Bernas, Solutif dan Terpercaya

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 63
    • 0Komentar

      DETIKBERNAS.COM merupakan media online yang hadir karena adanya kerinduan bergelora dari salah seorang anak kampung ujung Nusantara. Kehadiran media ini bermaksud untuk menyejukkan dahaga masyarakat yang haus mengenai keadilan, kebenaran, kebahagiaan, kesejahteraan berpikir, hati dan kehendak bebas. Media ini tidak berfokus pada bagaimana melihat persoalah dari kacamata persoalan itu sendiri, tetapi bagaimana persoalan dikunyah […]

  • Best Color Combinations for Home Decor

    Best Color Combinations for Home Decor

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Choosing the right color palette can completely change the mood of a room. Neutral tones with subtle accents create balance, warmth, and a timeless appeal.

  • Mental Health Matters: Tips for a Balanced Mind

    Mental Health Matters: Tips for a Balanced Mind

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Taking care of your mental health is just as important as physical health. Simple practices like meditation, journaling, connecting with loved ones, and setting healthy boundaries can reduce stress and improve overall happiness.

  • Small Wellness Changes That Make a Big Difference

    Small Wellness Changes That Make a Big Difference

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Good health is built through consistent daily choices. Simple actions such as regular exercise, mindful eating, managing stress, and taking short breaks from screens can boost energy levels, strengthen immunity, and support long-term overall wellness.

  • Quantum Computing Moves Closer to Reality

    Quantum Computing Moves Closer to Reality

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Tech companies and research labs are making rapid progress in quantum computing, solving complex problems far beyond the reach of traditional computers. This breakthrough could revolutionize fields like cybersecurity, medicine, and climate modeling.

  • Foto bersama pastor Paroki Todo dengan para panitia Paskah tahun 2026.

    Paskah di Paroki Todo, Ini Syarat Jadi Katolik Sejati

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 473
    • 2Komentar

    Detikbernas.com – Dalam Perayaan Tri Hari Suci di Gereja Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo, RD. Urbanus Jatang, Pr memberikan kesadaran mendalam kepada umat terkait syarat menjadi Katolik sejati yakni kesetiaan untuk mencintai Ekaristi yang menjadi puncak iman kristiani. “Orang katolik harus mencintai Ekaristi, kalau dia tidak mencintai Ekaristi, dia bukan orang katolik yang […]

expand_less