Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Peringatan Lahirnya Pancasila di SMKN 1 Satarmese, Kepala Sekolah: Lawan Diri Sendiri dan Rawat Cinta Lintas Batas

Peringatan Lahirnya Pancasila di SMKN 1 Satarmese, Kepala Sekolah: Lawan Diri Sendiri dan Rawat Cinta Lintas Batas

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 173
  • comment 29 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wae Cepang, Detikbernas.com – Peringatan hari jadi Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia bukan sekadar rutinitas tahunan atau formalitas upacara bendera semata. SMKN 1 Satarmese menjadikan peringatan hari Pancasila ke-79 itu sebagai momentum pergumulan filosofis yang menantang para guru dan peserta didik untuk membongkar kenyamanan berpikir tentang bagaimana makna substansial Pancasila diwujudkan dalam realitas sehari-sehari.

Dari Ruang Sejarah Menuju Arena Pertarungan

Kepala SMKN 1 Satarmese, Fransiskus Jehoda menegaskan perumusan Pancasila melampaui hafalan lima sila; domain yang menjadi filosofi kehidupan manusia Indonesia. Pancasila tidak hanya menjadi pajangan dalam sejarah belaka, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dalam arena pertarungan dengan diri sendiri.

”Hari ini, 79 tahun yang lalu, para pendiri bangsa merumuskan Pancasila sebagai dasar negara, bukan sekadar lima sila yang dihafal, tetapi nilai-nilai luhur yang harus hidup dalam pikiran, sikap, dan perbuatan kita sehari-hari”, pidato Fransiskus saat upacara bendera, Senin, (01/06/2026).

Budaya Toleransi dan Ruang Publik

Sebagai keluarga besar SMKN 1 Satarmese yang memiliki latar belakang berbeda, pimpinan mengingatkan kembali budaya toleransi berakar dari kedalaman diri dan berbuah pada cara serta keteladanan hidup di ruang publik.

”Sebagai keluarga besar SMKN 1 Satarmese, kita wajib mendidik generasi siap kerja, siap mandiri, dan berkarakter, pengamalan Pancasila menjadi sangat penting. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengingatkan kita untuk senantiasa beribadah sesuai agama dan menghormati perbedaan keyakinan di antara kita. Kita utamakan semangat toleransi dalam hidup beragama”, tegasnya.

Cinta: Mengubah Mindset dan Mentalitas

Pidato pimpinan mengubah mindset dan mentalitas generasi muda yang terjebak dalam gaya hidup individualis dan hal itu berdampak pada relasi dan komunikasi sosial. Cinta menjadi landasan untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.

”Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab mendorong kita untuk saling menghargai, peduli terhadap sesama, tidak membully atau tidak menggunakan kata-kata jorok atau makian baik di asrama, lapangan bola kaki maupun di jalan-jalan”, terangnya.

Semua elemen baik guru maupun siswa/i harus menjaga persatuan dan kesatuan di tengah pelbagai perbedaan latar belakang. Hidup rukun dan damai menjadi peziarahan cinta universal (lintas batas) yang wajib disadari dan dihayati setiap insan muda.

Dialog cinta dalam keterbukaan menjadi momentum penting dalam menjalin keakraban hubungan lintas batas dan tatanan keadilan sosial dalam kehidupan bermasyarakat khususnya di lingkungan SMKN 1 Satarmese.

Membangun Karakter Pancasila di Era Digital

Di era digital dan persaingan dunia kerja yang semakin ketat, kepala sekolah mengajak para peserta didik untuk tidak hanya berkompeten dalam hal keterampilan, tetapi juga memiliki karakter Pancasila.

”Seorang lulusan SMK tidak hanya dituntut kompeten dalam keterampilan, tetapi juga harus memiliki karakter Pancasila. Jadilah teknisi, wirausaha, dan tenaga kerja yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan cinta tanah air”, ujarnya.

Teruntuk para guru, Fransiskus menekankan pentingnya komitmen dan konsistensi dalam mendidik siswa dengan hati. Demikian sebaliknya, siswa berkomitmen belajar dengan tekun dan berkarakter.

”Bersama-sama kita wujudkan SMKN 1 Satarmese sebagai sekolah pusat keunggulan yang berlandaskan Pancasila. Saya mengajak kita semua untuk terus menjaga semangat gotong-royong, toleransi, dan persatuan. Ingatlah, “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”, tutupnya.

Oleh: Nasarius Fidin

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (29)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menantang Batas Membangun Seni Kepemimpinan Pendidikan Transformasional dan Visioner Dewasa Ini

    Menantang Batas: Membangun Seni Kepemimpinan Pendidikan Transformasional dan Visioner Dewasa Ini

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 813
    • 7Komentar

    Dewasa ini, pendidikan tengah berada dalam pelbagai tantangan yang menghambat perkembangan dan kemajuan hidup. Persaingan teknologi menjebak karakter seseorang. Hal itu berdampak pada krisis moral dan identitas serta persoalan sosial dapat menguras keseimbangan intelektual dan mentalitas manusia (Lickona, 2013). Namun di tengah realitas seperti itu, pendidikan administratif dan birokratif masih menjadi senjata ampuh untuk menunjang […]

  • 10 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    10 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.269
    • 0Komentar

    Karyamu tak kenal pensiunkeilahian tersembunyi di balik nuranitubuh kudus tak elok dipandang duniasedang Kau Maha dari setiap maha Langit tunduk di hadapanMubumi ramah di dalam kebesaraniklim menjinaksegalanya menyembahmunamun dunia tetap tegar hati Tingkah pongah mengotak atik sadarego menggiring rasio hingga benalukau kian memeluk dunia malah menjauhcinta setiaMu dasyat meski entah… Dunia gemar sesat sesaatrindu berdiam […]

  • Metodologi Penelitian Pendidikan; Membongkar Realitas Tersembunyi di Tengah Budaya Instan

    Metodologi Penelitian Pendidikan; Membongkar Realitas Tersembunyi di Tengah Budaya Instan

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.774
    • 18Komentar

    Mencintai masa depan generasi Z tidak dengan kata indah semata, tetapi mengupas persoalan-persoalan bahkan yang luput dari pisau bedah peneliti. Dalam dunia pendidikan, menjadi guru adalah menjadi peneliti realitas secara menyeluruh. Aktivitas penelitian menjadi pilihan hidup sekaligus kewajiban setiap pendidik. Mengapa? Di era modern ini, dunia sudah dan sedang terjebak dalam budaya instan. Persaingan teknologi […]

  • KKG Satu Hati Gelar Turnamen Mini Soccer di Satarmese Barat

    KKG Satu Hati Gelar Turnamen Mini Soccer di Satarmese Barat

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 469
    • 0Komentar

    Detikbernas.com – Selain pengembangan kemampuan kognitif di dalam kelas, KKG Satu Hati se-kecamatan Satarmese Barat menggelar turnamen mini soccer sebagai bagian dari proses pertumbuhan fisik dan karakter siswa. Turnamen mini soccer tersebut dilaksanakan pada 11 April – Minggu 19 April 2026 di lapangan Bola Sepak Wela Ngancar SDI Lenggos. Turamen mini soccer itu diketuai Kepala […]

  • Pendidikan: Antara Janji Merdeka dan Realita Yang Terpenjara

    Pendidikan: Antara Janji Merdeka dan Realita Yang Terpenjara

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Merdeka. Kata itu sering ditulis Ki Hajar Dewantara di atas sekolah pertamanya. “Merdekakan manusia”, katanya. Bukan Cuma merdeka dari penjajah, tapi merdeka pikirannya, merdeka batinnya, merdeka jadi diri sendiri. 100 tahun kemudian, kita punya jutaan lebih anak sekolah. Kurikulum merdeka. Kampus merdeka. Guru penggerak. Semua ada kata “merdeka”. Tapi cobalah kita bertanya jujur kepada anak-anak […]

  • Strategi Petani Satarmese Barat Mendukung Kebutuhan Objek Wisata Waerebo

    Strategi Petani Satarmese Barat Mendukung Kebutuhan Objek Wisata Waerebo

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Menjadi petani modern merupakan itu yang dirindukan oleh setiap petani di tengah kemajuan dunia pariwisata. Petani dengan pelbagai kualitas sumber daya manusia-nya (SDM) dapat meningkatkan transformasi ekonomi pertanian berkelanjutan di Manggarai khususnya wilayah Satarmese Barat. Hal ini menjadi realitas ideal tatkala masyarakat memiliki ideologi yang sama. Namun secara faktual, para petani masih berkutat pada cara […]

expand_less