Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Perpisahan dengan Peserta Didik Kelas XII, Pimpinan SMKN 1 Satarmese, Berotak Global Berhati Budaya Lokal

Perpisahan dengan Peserta Didik Kelas XII, Pimpinan SMKN 1 Satarmese, Berotak Global Berhati Budaya Lokal

  • account_circle Nasarius Fidin
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • visibility 1.548
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wae Cepang – Seusai tiga tahun berada bersama, SMKN 1 Satarmese mengadakan acara perpisahan dengan para peserta didik kelas XII yang akan segera melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi atau di dunia usaha dan industri. Acara tersebut dilakukan di Aula Kapela Stasi Sta. Maria Stella Maris Wae Cepang, Senin, (13/04/2026).

Kepala SMKN 1 Satarmese, Fransiskus Jehoda, S.Pd menyampaikan buah refleksinya bersama para siswa/siswi kelas XII selama tiga tahun. Bahwa pertualangan pendidikan dalam ideologi yang sama di SMKN 1 Satarmese penuh dinamika. Para peserta didik mampu mengasah segala potensi dan kemampuan sehingga mereka pantas melewati proses pendidikan dengan sangat baik. Pimpinan mensharingkan kembali proses awal angkatan ketiga sejak masuk hingga selesai.

“Mereka masuk di sini tahun 2023, itu menjadi pelengkap bagi sekolah yang sedang berdiri ini. Mereka angkatan ketiga. Ketika mereka datang, lengkap sudah, ada kelas 1, 2 dan kelas 3, sehingga kehadiran angkatan ketiga ini semakin menunjukan bahwa ini benar-benar sekolah. Kemudian tahun 2023 itu, tahun di mana sekolah ini mulai dengan pembangunan, bantuan dalam bentuk DAG pemerintah dan saya berkeyakinan bahwa pembangunan itu adalah hadiah angkatan ketiga. Dengan kehadiran angkatan ketiga dan juga kehadiran sejumlah pembangunan, masyarakat melihat bahwa sekolah ini betul-betul menjadi sebuah sekolah”, ujar kepala sekolah saat diwawancara detikbernas.com

Perspektif Budaya

Sejak awal berdiri, sekolah SMKN 1 Satarmese menggunakan pendekatan-pendekatan budaya menjadi sebuah kekuatan. Siswa/i dididik, dituntun, dan dibina untuk mengasah dan mengembangkan segala potensi (bakat-bakat dan kemampuan) yang mereka miliki.

“Para peserta didik dituntun dan dibina untuk mengasah dan mengembangkan segala bakat dan kemampuan yang dimiliki. Mereka diikutsertakan dalam pelbagai jenis perlombaan seperti lomba di bidang budaya. Mereka didampingi untuk mahir bermain caci (pertarungan dalam adat Manggarai). Dengan terlibat dalam aktivitas-aktivitas budaya baik internal maupun eksternal, kita percaya, setelah lulus, mereka turun ke masyarakat dan menjadi pelaku-pelaku budaya Manggarai yang berkompeten”, hematnya.

Fransiskus mengharapkan pendekatan budaya, penguatan pemahaman dan praktek budaya semakin ditingkatkan dari tahun ke tahun sehingga bisa diwariskan ke generasi berikutnya. Untuk mewujudkan hal itu, pimpinan menegaskan agar sekolah berkomitmen dan berkonsistensi untuk menjadikan kekuatan budaya sebagai salah satu fundasi dalam mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa.

Berotak Global dan Berhati Budaya

Fransiskus menerangkan fenomena kemajuan semakin pesat dan cepat dan hal itu menuntut kompetisi yang sangat tinggi, sehingga sejak dini para peserta didik dipersiapkan secara sungguh-sungguh untuk beradaptasi dan meningkatkan daya saing global tetapi mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.

Hemat kepala sekolah, ada beberapa strategi yang akan dilakukan ke depannya yakni:

  1. Sekolah (kepala sekolah) harus memiliki visi yang sama, bagaimana semua elemen melihat tantangan perubahan sebagai kesempatan untuk memerlihatkan daya saing global tetapi menjaga nilai-nilai budaya Manggarai.
  2. Penguasaan IT. Para guru diharapkan untuk mampu mengasah bakat dan kemampuannya dalam bidang IT sehingga proses pembelajarannya semakin kontekstual dan berkualitas. Selain itu para peserta didik membiasakan diri dengan penggunaan teknologi atau produk-produk teknologi yang bermanfaat.
  3. Aktivitas-aktivitas budaya Manggarai juga sangat penting, sehingga dimasukkan dalam mata pelajaran seni budaya agar ketika anak hidup di dunia global saat ini mereka juga tidak meninggalkan kekhasan budaya Manggarai.

Hal senada disampaikan wakasek kurikulum, Anisetus oktavianus talung, S.Fil, Gr mengenai pentingnya adaptasi dan semangat juang tinggi di tengah gempuran teknologi. Di tengah realitas keterbatasan SMKN 1 Satarmese yang baru berumur lima tahun, semua elemen baik pimpinan maupun para guru memiliki ideologi yang sama dalam meningkatkan daya saing global dengan mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.

“Keterbatasan merupakan kesempatan untuk belajar banyak hal, mengasah semua bakat dan kemampuan untuk meningkatkan persaingan global khususnya di dunia kepariwisataan tetapi tetap berpegang teguh terhadap nilai-nilai budaya Manggarai”, kata Oktavianus.

Oktavianus menambahkan di tengah daya saing globalisasi, SMKN 1 Satarmese harus memiliki strategi integrasi global untuk menghasilkan lulusan profesional, kompetitif, inovatif, kreatif, cerdas dan berkreatif. Dampaknya, lulusan SMKN 1 Satarmese memiliki kapasitas terkait integrasi nlai-nilai budaya Manggarai dalam dunia kepariwisataan, sehingga tugas dan pelayanan dipenuhi dengan nilai-nilai etika, keramahan, integritas dan penuh tanggung jawab.

Penulis: Nasarius Fidin

  • Penulis: Nasarius Fidin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antara Altar dengan Tenda Pesta 253 Anak Se-paroki Todo Menerima Tubuh dan Darah Kristus

    Antara Altar dengan Tenda Pesta: 252 Anak Se-paroki Todo Menerima Tubuh dan Darah Kristus

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 619
    • 19Komentar

    Todo, Detikbernas.com – Altar Paroki Todo menjadi ruang penuh sukacita dan saksi perayaan iman dan cinta dalam peziarahan rohani Katolik. Sejumlah 252 anak dari 13 sekolah Dasar (SD) se-Paroki Todo telah menerima first holly communion (komuni pertama). Perayaan komuni pertama itu menjadi ruang perjumpaan antara makna teologis, filosofis, kosmologis tradisi Manggarai dan pendidikan karakter siswa/i […]

  • 6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    6 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 1.424
    • 4Komentar

    1. Budaya Kasih Raungan serakah di setiap acaraasap angkuh mengepul,arak diteguk hingga mabuk kepayang,kata-kata beradu tajam,tawuran menyapu….wajah tergeletak, berserakanseolah tiada bernilai…. Teguk arak jadi tradisi,komplotan jago berkeliarantiada kata saudara pun keluargaasal pedang amarah mengenai sasar Budaya benci mengakar,pesta jadi ajang pertarungan,mental dan minsed tak maju-maju,hidup pun seperti ilalang Dimanakah gendang nurani ditabuh,adakah kesadaran nalar meraja,kenapa […]

  • Strategi Petani Satarmese Barat Mendukung Kebutuhan Objek Wisata Waerebo

    Strategi Petani Satarmese Barat Mendukung Kebutuhan Objek Wisata Waerebo

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Menjadi petani modern merupakan itu yang dirindukan oleh setiap petani di tengah kemajuan dunia pariwisata. Petani dengan pelbagai kualitas sumber daya manusia-nya (SDM) dapat meningkatkan transformasi ekonomi pertanian berkelanjutan di Manggarai khususnya wilayah Satarmese Barat. Hal ini menjadi realitas ideal tatkala masyarakat memiliki ideologi yang sama. Namun secara faktual, para petani masih berkutat pada cara […]

  • Kisah Kelahiran dan Masa Kecil Yakob Kareth; Dari Kampung Sederhana Menuju Sekretaris Daerah

    Kisah Kelahiran dan Masa Kecil Yakob Kareth; Dari Kampung Sederhana Menuju Sekretaris Daerah

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 418
    • 0Komentar

    Drs. Yakob M.Kareth, M.Si., bukanlah sosok asing di arena pelayanan publik di wilayah pemerintahan provinsi Papua Barat Daya. Ia adalah role model (panutan)yang memadukan Integritas, dedikasi dan kompetensi akademik yang briliant dengan jabatan strategis dibirokrasi pemerintahan sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Barat Daya. Ia membawa aura profesionalisme berkat pencapaiannya di dunia akademik hingga menyandang […]

  • Dr. Mantovanny Tapung: “Fenomena Hiperrealitas vs Pengabdian sebagai Panggilan Hati” Ulasan Bedah Buku: Gigih: Sebuah Catatan Pengabdian, Karya Ir. Boni Hasudungan Siregar

    Dr. Mantovanny Tapung: “Fenomena Hiperrealitas vs Pengabdian sebagai Panggilan Hati” Ulasan Bedah Buku: Gigih: Sebuah Catatan Pengabdian, Karya Ir. Boni Hasudungan Siregar

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 745
    • 6Komentar

    Detikbernas.com, Borong, 1 Mei 2026 – Puncak kegiatan Expo Pendidikan V Manggarai Timur yang berlangsung di Lapangan Depan Pertamina Borong, Sabtu (1/5/2026), menghadirkan momentum reflektif melalui kegiatan bedah buku bertajuk “Gigih: Sebuah Catatan Pengabdian”, karya Ir. Boni Husadungan Siregar. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama expo pendidikan sekaligus bentuk penghargaan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur […]

  • 12 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    12 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.529
    • 0Komentar

    Sayap pengetahuan melebarterbentang dari ujung ke ujung,menghajar dungumembongkar bodohmembrantas nakalmenyembuh luka Jiwa ilmu merasukimemanusiakan manusiamenerbitkan juta bukuberbagi inspirasi Dunia terus berubahpengetahuan ikut lebarkan sayapinsan perlu beradaptasihidup bermegah Pengetahuan menopang pikiranmewujud pada tingkah dan rasajadi kebiasaanmembentuk karakter hidupinsan kian bersinar Maju terus pantang mundurmemacu majujangan menolehhidup ini perjalananmenuju istana cinta Alam bawah sadar diafirmasiBerpikir majuhati mau […]

expand_less