7 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin
- account_circle Nasarius Fidin
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 556
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi diambil dari google, lalu diedit dicanva
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
- Mental Abu
Apa adanya dilabel tak ada apanya
tampil lusuh dinilai biadap
perangai adap dirasa tak beradap
cerdik menilai
minim bermenung
Sibuk mengurus jejak sesama
lupa realita sendiri
nyaring mengeritik
melempem di dalam diri
Mental abu tangguh bernafsu
rubuh di ruang tunggu
merana dikala terdampar
terluka bila tak disuap
Ada apa dunia ini
hidup setulus merpati
tak usah harimau berbulu domba
nanti kau jadi bahan adudomba
- Di Tengah Badai
Kepak sayap afirmatif di pagi cerah
menyulam senyum syukur kepada Pencipta
memelek mata pada lambaian cahaya dipercik fajar
melukis kanvas kehidupan
Di hadapan terpampang wajah kebenaran
kontemplasi jiwa murni
pagi memulai karya penuh pesona
di kanvas berwarna
Sesungguhnya hidup ini kaya makna
mengais kasih bahagia kudapat
berziarah di atas kerikil
tetap kupeluk kebijaksanaan
sukacita mendekap
Bahagia berpadu sejahtera
meski lika liku menganga
kau tetap teguh di antara iklim
membangun hidup cemerlang di tengah badai
- Memetik Mentari
Selendang sutra bercahaya….
mewarnai langit dunia
ingin kukenakan seperti dia memakai
kucium aroma senja
namun jiwa juangku tak jangkau
mungkin esok pagi keringat ini memetik mentari
Waktu kan menghampiri
berpihak pada jemari yang lelah
berjaya pada iklim gersang
mengenakan sutra pada tubuh lelah
sepanjang jalan waktu tiada akhir
Segalanya terjadi
rencana indah terprogram di alam bawah sadar
memercayakan Tuhan melakukannya
ziarah ini dibingkai mal indah
bahagia berbinar
sejahtera di lesung kehidupan
- Anggur Manis
Kutahu kaki ini berpijak pada setangkai rendah
puting beliung kian kemari dasyatnya
jemari menggigil gemetar
rasa pun tak karuan di sanubar
terombang ambing
Kuadukan iklim ini pada mentari pagi
mungkin saatnya nanti jawabnya
ataukah berkat tak menoleh
aku berada di tempurung kehidupan
Kuyakin Tuhan itu maha adil
sendengkan dedaunan telinga
tak memejam mata tuk menatap
menyaksikan rintihan jiwa ini
Kumengasah asa
memasang pelana afirmasi di alam bawah sadar
menangkap percik berkat
lewat keringat lelah
agar aku meneguk anggur manis
- Teruntuk Tuhanku
Tuhan, kumau bersimpuh di tabernakel
bersua dengan hadirMu
tentang sepenggal rindu
sejahtera membahana
bahagia di hidup ini
Tuhan, kumau memuji
sebab sayap sayap ini menebal
berkepak bebas di langit biru
karna kutau Kau besertaku
Tuhan, kutahu Kau setia melebihi merpati
lembut melampaui embun pagi
ajarlah daku semakin percaya padaMu
agar hidup ini seperti bintang menari
Tuhan, aku kepunyaanMu
yang ada padaku bukan milikku
segalanya milikMu
aku hanyalah seonggokkan daging
hidup dari remah pemberianMu
- Arti Cinta
Cinta terluka
terkapar pada palang hidup
merintih kesakitan
menderita kepahitan
Cinta berkorban
pundak berbeban berat
berjalan di jalan bebatuan
mendaki gemunung
Cinta lelah lunglai
dicambuk duri dosa
dipaku secara bringas
dihina dengan anggur masam
Cinta mati tersambar petir
ulah manusia penuh ego
bergumul dengan maut
bangkit dan hidup
Cinta itu kebangkitan
cinta itu kehidupan
cinta itu kebenaran
cinta itu keselamatan
- Cinta Itu Semesta
Cinta membara
jalan terbuka
hidup menuai
puncak dikenali
Cinta bagai mata
membaca aksara hidup
cinta seperti mata air
mengalir di setiap nadi
Cinta itu energi
menguatkan yang lemah
bintang menunjuk tujuan
bagai hujan dikala kering kerontang
Cinta ialah semesta
menumbuhkan benih
menghasilkan sesuatu
ibu kehidupan
Oleh: Nasarius Fidin. Penulis adalah penikmat sastra. Selain itu, beliau adalah Penyair Kopi Seja.
- Penulis: Nasarius Fidin

Saat ini belum ada komentar