Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » 7 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

7 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

  • account_circle Nasarius Fidin
  • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
  • visibility 844
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

  1. Mental Abu

Apa adanya dilabel tak ada apanya
tampil lusuh dinilai biadap
perangai adap dirasa tak beradap
cerdik menilai
minim bermenung

Sibuk mengurus jejak sesama
lupa realita sendiri
nyaring mengeritik
melempem di dalam diri

Mental abu tangguh bernafsu
rubuh di ruang tunggu
merana dikala terdampar
terluka bila tak disuap

Ada apa dunia ini
hidup setulus merpati
tak usah harimau berbulu domba
nanti kau jadi bahan adudomba

  1. Di Tengah Badai

Kepak sayap afirmatif di pagi cerah
menyulam senyum syukur kepada Pencipta
memelek mata pada lambaian cahaya dipercik fajar
melukis kanvas kehidupan

Di hadapan terpampang wajah kebenaran
kontemplasi jiwa murni
pagi memulai karya penuh pesona
di kanvas berwarna

Sesungguhnya hidup ini kaya makna
mengais kasih bahagia kudapat
berziarah di atas kerikil
tetap kupeluk kebijaksanaan
sukacita mendekap

Bahagia berpadu sejahtera
meski lika liku menganga
kau tetap teguh di antara iklim
membangun hidup cemerlang di tengah badai

  1. Memetik Mentari

Selendang sutra bercahaya….
mewarnai langit dunia
ingin kukenakan seperti dia memakai
kucium aroma senja
namun jiwa juangku tak jangkau
mungkin esok pagi keringat ini memetik mentari

Waktu kan menghampiri
berpihak pada jemari yang lelah
berjaya pada iklim gersang
mengenakan sutra pada tubuh lelah
sepanjang jalan waktu tiada akhir

Segalanya terjadi
rencana indah terprogram di alam bawah sadar
memercayakan Tuhan melakukannya
ziarah ini dibingkai mal indah
bahagia berbinar
sejahtera di lesung kehidupan

  1. Anggur Manis

Kutahu kaki ini berpijak pada setangkai rendah
puting beliung kian kemari dasyatnya
jemari menggigil gemetar
rasa pun tak karuan di sanubar
terombang ambing

Kuadukan iklim ini pada mentari pagi
mungkin saatnya nanti jawabnya
ataukah berkat tak menoleh
aku berada di tempurung kehidupan

Kuyakin Tuhan itu maha adil
sendengkan dedaunan telinga
tak memejam mata tuk menatap
menyaksikan rintihan jiwa ini

Kumengasah asa
memasang pelana afirmasi di alam bawah sadar
menangkap percik berkat
lewat keringat lelah
agar aku meneguk anggur manis

  1. Teruntuk Tuhanku

Tuhan, kumau bersimpuh di tabernakel
bersua dengan hadirMu
tentang sepenggal rindu
sejahtera membahana
bahagia di hidup ini

Tuhan, kumau memuji
sebab sayap sayap ini menebal
berkepak bebas di langit biru
karna kutau Kau besertaku

Tuhan, kutahu Kau setia melebihi merpati
lembut melampaui embun pagi
ajarlah daku semakin percaya padaMu
agar hidup ini seperti bintang menari

Tuhan, aku kepunyaanMu
yang ada padaku bukan milikku
segalanya milikMu
aku hanyalah seonggokkan daging
hidup dari remah pemberianMu

  1. Arti Cinta

Cinta terluka
terkapar pada palang hidup
merintih kesakitan
menderita kepahitan

Cinta berkorban
pundak berbeban berat
berjalan di jalan bebatuan
mendaki gemunung

Cinta lelah lunglai
dicambuk duri dosa
dipaku secara bringas
dihina dengan anggur masam

Cinta mati tersambar petir
ulah manusia penuh ego
bergumul dengan maut
bangkit dan hidup

Cinta itu kebangkitan
cinta itu kehidupan
cinta itu kebenaran
cinta itu keselamatan

  1. Cinta Itu Semesta

Cinta membara
jalan terbuka
hidup menuai
puncak dikenali

Cinta bagai mata
membaca aksara hidup
cinta seperti mata air
mengalir di setiap nadi

Cinta itu energi
menguatkan yang lemah
bintang menunjuk tujuan
bagai hujan dikala kering kerontang

Cinta ialah semesta
menumbuhkan benih
menghasilkan sesuatu
ibu kehidupan

Oleh: Nasarius Fidin. Penulis adalah penikmat sastra. Selain itu, beliau adalah Penyair Kopi Seja.

  • Penulis: Nasarius Fidin

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yakub Kareth Sosok Ugahari Yang Menjaga Martabat Birokrasi

    Yakub Kareth: Sosok Ugahari Yang Menjaga Martabat Birokrasi

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 147
    • 2Komentar

    Di tengah kehidupan birokrasi yang sering dipenuhi protokoler, fasilitas jabatan, dan berbagai bentuk penghormatan, sosok Yakob Kareth sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya dikenal memiliki karakter ugahari—hidup sederhana, tahu batas, dan mampu menempatkan diri secara bijaksana. Sikap ini menjadi nilai penting yang melekat erat dalam dirinya, sekaligus menjadi teladan bahwa jabatan tinggi tidak harus […]

  • Dr. Mantovanny Tapung: “Fenomena Hiperrealitas vs Pengabdian sebagai Panggilan Hati” Ulasan Bedah Buku: Gigih: Sebuah Catatan Pengabdian, Karya Ir. Boni Hasudungan Siregar

    Dr. Mantovanny Tapung: “Fenomena Hiperrealitas vs Pengabdian sebagai Panggilan Hati” Ulasan Bedah Buku: Gigih: Sebuah Catatan Pengabdian, Karya Ir. Boni Hasudungan Siregar

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 673
    • 6Komentar

    Detikbernas.com, Borong, 1 Mei 2026 – Puncak kegiatan Expo Pendidikan V Manggarai Timur yang berlangsung di Lapangan Depan Pertamina Borong, Sabtu (1/5/2026), menghadirkan momentum reflektif melalui kegiatan bedah buku bertajuk “Gigih: Sebuah Catatan Pengabdian”, karya Ir. Boni Husadungan Siregar. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama expo pendidikan sekaligus bentuk penghargaan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur […]

  • Petani mengalami gagal panen pisang di Satarmese Barat.

    Dampak Ekonomi Akibat Gagal Panen Pisang di Satarmese Barat

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Indonesia mencapai usia emas pada tahun 2045. Dalam menuju usia emas itu, transformasi ekonomi ditetapkan sebagai pilar utama dalam mewujudkannya. Sektor pertanian berkelanjutan memegang peran penting khususnya di wilayah – wilayah yang kaya akan potensi alam seperti Manggrai, Nusa Tenggara Timur. Transformasi ini tidak hanya bertujuan untuk mencapai kedaulatan pangan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan […]

  • Kokohnya Semangat Dalam Membangun Pendidikan

    Kokohnya Semangat Dalam Membangun Pendidikan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 722
    • 2Komentar

    Pendidikan penting bagi setiap pelajar di Indonesia, memiliki tekat kuat dan besar dalam membangun pendidikan. Melakukan sesuatu dengan rencana, jika benar rencana tersebut pun akan berjalan dengan baik. Setiap pelajar mungkin bosan dengan adanya tugas yang selalu menumpuk, tapi ini bagian dari proses untuk masa depan yang baik, tidak pernah bosan dengan yang namanya pendidikan. […]

  • Penerimaan Komuni Pertama di paroki Todo Antara Budaya Pesta dan Perayaan Ekaristi terlupakan

    Penerimaan Komuni Pertama di Paroki Todo: Antara Budaya Pesta dan Perayaan Ekaristi terlupakan

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 313
    • 31Komentar

    Todo – Pastor paroki Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo, RD. Urbanus Jatang, Pr menyampaikan perihal perayaan Sakramen Maha Kudus lebih mementingkan pesta pora daripada yang paling esensial. Kemeriahan dekorasi pesta, menu resepsi yang lezat, dan kado-kado terindah menjadi prioritas kerinduan sementara esensi Perayaan Ekaristi dilupakan. “Persoalan yang sering ditemukan adalah orang menomorsatukan pestanya […]

  • Strategi Petani Satarmese Barat Mendukung Kebutuhan Objek Wisata Waerebo

    Strategi Petani Satarmese Barat Mendukung Kebutuhan Objek Wisata Waerebo

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Menjadi petani modern merupakan itu yang dirindukan oleh setiap petani di tengah kemajuan dunia pariwisata. Petani dengan pelbagai kualitas sumber daya manusia-nya (SDM) dapat meningkatkan transformasi ekonomi pertanian berkelanjutan di Manggarai khususnya wilayah Satarmese Barat. Hal ini menjadi realitas ideal tatkala masyarakat memiliki ideologi yang sama. Namun secara faktual, para petani masih berkutat pada cara […]

expand_less