12 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin
- account_circle admin
- calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
- visibility 1.205
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi diambil dari google, lalu diedit di canva.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
- Jiwa Ilmu
Sayap pengetahuan melebar
terbentang dari ujung ke ujung,
menghajar dungu
membongkar bodoh
membrantas nakal
menyembuh luka
Jiwa ilmu merasuki
memanusiakan manusia
menerbitkan juta buku
berbagi inspirasi
Dunia terus berubah
pengetahuan ikut lebarkan sayap
insan perlu beradaptasi
hidup bermegah
Pengetahuan menopang pikiran
mewujud pada tingkah dan rasa
jadi kebiasaan
membentuk karakter hidup
insan kian bersinar
- Maju Semagis Mentari
Maju terus pantang mundur
memacu maju
jangan menoleh
hidup ini perjalanan
menuju istana cinta
Alam bawah sadar diafirmasi
Berpikir maju
hati mau maju
realita pasti maju
Rapal bait tentang hari depan
berteduh bila panas hujan
dengarkan bisik sunyi
lajulah segenap
Libas jerami tak guna
ikuti detak waktu
tak usah meraba
maju semagis mentari
- Hidup Sebening Embun
Tuhan, alangkah indah
keadilanMu tiada taranya
menghukum gumpalan kabut
murkaMu bagai bara api
Tuhan, riang jiwa ini tatkala
langit memacari semesta
kupu-kupu beterbang kian kemari
menikmati sukacita surgawi
Tuhan, sedetik tampak
sudah cukup kulukiskannya
setiap tapak ini memagari diri
tuk tidak untuk kepalsuan dunia
Tuhan, tuntun jiwa ini
janganlah noda kotori kain lenan
aku mau hidup sebening embun
untuk seribu satu tahun
- Moody Bagai Bos
Terkadang moody bagai bos
datang tak diundang
pergi tanpa pamit
namun tingkahnya seberingas sembilu
Garang moody merasuki naluri
memeluk sukma dengan belaian gelisah
tak wajar bila takut akut tanpa sebab
hidup terombang ambing
Baiklah insan refesh alam bawah sadar
menyiangi puing puing luka
menyembuh rasa nanah
obat manjur buatan Tuhan
Belaskasih mengalir bag sungai
damai di hati
cinta jadi kunci
hidup penuh sukacita
- Kasih Ayah Abadi
Ayah, kutahu jejak juang
terik panas tak kau paling
hujan deras jua kau tetap teteskan keringat
kau tak hiraukan sekucur tubuhmu
demi senyum sukses pada wajah
buah hatimu
Ayah, setiap siang kau tak bergeming
malam pun kau memaksa nalar tuk berpikir
mencari remah rejeki di balik lusuhmu
meski tahu matahari hidupmu condong memerah padam
Ayah, kau begitu tenang,
lemah lembut, panjang sabar,
penuh cinta, rela berkorban,
tanggung jawab, penuh kasih,
suka memaafkan, pekerja keras,
bersinar dari tubuh lelahmu
Kau tak mengeluh dikala
sakit penyakit memagut tuguh letihmu
kau nampak tegar meski
senja hidup mau patah
bahkan kau tampil gemilang
saat Tuhan bilang
semuanya saat ini berakhir di sini
kau pun pergi dengan wajah senyum
selamanya
- Teruntuk Ayah Dalam Kenang
Ayah, kepergianmu menyisakan juta kenang,
menimbun segunung derai air mata
menggores luka kehilangan wajah lembut,
mematah seyum sukses yang baru saja
jadi mahkota di kepala buah hati
Ayah, kau berakhir saat pancar senyum nampak,
hidup terenggut kala sayap sayap mulai mengepak
dan hendak beterbang raih mahkota sukses, malah kau
tinggalkan kami seusai tanggung jawabmu selesai
Ayah, kami belum mampu seperti sayap sayap emasmu
namun kami berterimakasih
semua cinta dan pengorbanan,
segala yang terberi oleh Tuhan untukmu
dan kau warisi semuanya bagi kami
Ayah, maafkan kami bila
pikiran, tutur kata, tingkah yang tak sesuai di hatimu
maafkan segala cara hidup kami
maafkan sikap kami yang tidak berkenan,
maafkan kami ayah
Ayah, kami akan selalu mengingatmu
di setiap simpuh doa
agar belaskasih Tuhan menuntunmu
ke Surga
selamanya
dan harap jadi pendoa bagi kami
Amin
- Ayah Bagai Jembatan
Ayah, setiap musim tak menentu,
kukenang tenangmu semasih hidup
rindu hadirmu kembali
pada secuil tampak senyum
agar kita merajut asah di kedalaman
Ayah, hati ini seperti berada di persimpangan
karna sok kau secepat itu
pergi untuk selamanya
kami kehilangan dirimu yang penuh kasih
Ayah, jika kami tahu rahasia hidupmu
cerita kita seperti Tuhan penuh kasih
kami sungguh menyayangimu
namun kini hanyalah sebatas angan
Ayah, kaulah bintang cemerlang
membuka jalan damai bagi insan tengah beradu…
kau bagai jembatan hidup
dikala banjir bandang tiba
- Rindu Buat Ayah
Ayah, suatu ketika kita berjalan bersama
sambil bercerita tentang tembang kehidupan
kata-kata bijakmu tersembul
aku lelap di nada lembut suaramu
Ayah, segudang tulus di hatimu
aku merasa nyaman bersama
cerita indahmu tak lekang jaman
meski hidup bersama usai di telan belantara
namun taburan cintamu tetap bertumbuh terus….
Ayah, ingatan sangat terbatas
mata tak sanggup melihat semua kenang
sebab sungguh bijaks hidupmu
hanya air mata yang menghubung semuanya
Ayah, air mata pun tak cukup,
rindu jua tak cukup,
iman tangguh buatku abadikan wajahmu
meski kau nun jauh di Surga
- Ayah Seunik Pelangi
Bentangan hidup ayah tak habis dikisah
jalan kasihnya membekas di hati
prinsip hidupnya tak putus-putus
aura jiwa bagai emas murni
Cara hidup ayah seunik pelangi
senyap pada kata
sedap di tindak
tegas di hati
lembut berpenampilan
Sosok ayah begitu sederhana
namun realita hidup kaya cinta
dipandang sebelah, rendah
wibawa di medan kehidupan
Karakter ayah tak ribet
tak campuri masalah sesama
berpegang pada sabda
hidup menurut kehendak Ilahi
- Doa Buat Ayah
Tuhan, betapa aku mengasihi sang ayah
biarlah cintaku padanya menjadi subur
dalam doa dan kenang
bergaung seperti lonceng gereja
terdengar hingga di gendang telingaMu
Tuhan ijinkan aku berdoa
agar ayahku berada di pangkuanMu
biarlah dia bersamaMu
tak kenal ruang dan waktu
Tuhan, putihkan semua noda
seperti baju baru tanpa bintik hitam
ampunilah semua dosanya
dekap jiwanya dalam pangkuanmu
di Surga
Doa ini teruntukMu
tentang sang ayah, mohon doa kami melangit
Tuhan merestui
jadi pendoa bagi setiap sunyi mencekam
- Hadirmu Tak Diakui
Kau datang melalui sang Bunda
berwujud manusia tanpa noda
tanggalkan kenyamanan abadi
ke dunia berlumpur dosa
Hadirmu diramalkan para nabi
namun dunia tak memahami
mata tertutup realita palsu
lebih memilih ilah lain
Hadirmu tak diakui dunia
karna tampil sederhana
berpihak pada insan pinggiran
mau bergaul dengan kaum kecil
Dunia membenci
merendahkan adamu
tak mengakui kebesaran
karna tak seperti diharapkan
padahal Kau sang Pengasih
- Sang Mesias
Hikmah tingkah cemerlang
berjubah putih tiada jahitan
selempang sutra juru selamat
menenang debur samudera
Gagah berani bukan tandingan
namun mau seperti rakyat biasa
rendah hati sebening embun
menyejuk haus dunia
Tiada lelah mewarta
lumbung puisi menumpuk
tiada satupun dipahami
sabdaMu hanyalah hiasan semata
Kaulah sang mesias
yang dinanti pun dicari
namun dunia mengira…
meski setiap menit bersama
ada apa dunia ini….
Oleh: Nasarius Fidin
Penulis admin
Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Saat ini belum ada komentar