Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » 12 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

12 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
  • visibility 1.381
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

  1. Jiwa Ilmu

Sayap pengetahuan melebar
terbentang dari ujung ke ujung,
menghajar dungu
membongkar bodoh
membrantas nakal
menyembuh luka

Jiwa ilmu merasuki
memanusiakan manusia
menerbitkan juta buku
berbagi inspirasi

Dunia terus berubah
pengetahuan ikut lebarkan sayap
insan perlu beradaptasi
hidup bermegah

Pengetahuan menopang pikiran
mewujud pada tingkah dan rasa
jadi kebiasaan
membentuk karakter hidup
insan kian bersinar

  1. Maju Semagis Mentari

Maju terus pantang mundur
memacu maju
jangan menoleh
hidup ini perjalanan
menuju istana cinta

Alam bawah sadar diafirmasi
Berpikir maju
hati mau maju
realita pasti maju

Rapal bait tentang hari depan
berteduh bila panas hujan
dengarkan bisik sunyi
lajulah segenap

Libas jerami tak guna
ikuti detak waktu
tak usah meraba
maju semagis mentari

  1. Hidup Sebening Embun

Tuhan, alangkah indah
keadilanMu tiada taranya
menghukum gumpalan kabut
murkaMu bagai bara api

Tuhan, riang jiwa ini tatkala
langit memacari semesta
kupu-kupu beterbang kian kemari
menikmati sukacita surgawi

Tuhan, sedetik tampak
sudah cukup kulukiskannya
setiap tapak ini memagari diri
tuk tidak untuk kepalsuan dunia

Tuhan, tuntun jiwa ini
janganlah noda kotori kain lenan
aku mau hidup sebening embun
untuk seribu satu tahun

  1. Moody Bagai Bos

Terkadang moody bagai bos
datang tak diundang
pergi tanpa pamit
namun tingkahnya seberingas sembilu

Garang moody merasuki naluri
memeluk sukma dengan belaian gelisah
tak wajar bila takut akut tanpa sebab
hidup terombang ambing

Baiklah insan refesh alam bawah sadar
menyiangi puing puing luka
menyembuh rasa nanah
obat manjur buatan Tuhan

Belaskasih mengalir bag sungai
damai di hati
cinta jadi kunci
hidup penuh sukacita

  1. Kasih Ayah Abadi

Ayah, kutahu jejak juang
terik panas tak kau paling
hujan deras jua kau tetap teteskan keringat
kau tak hiraukan sekucur tubuhmu
demi senyum sukses pada wajah
buah hatimu

Ayah, setiap siang kau tak bergeming
malam pun kau memaksa nalar tuk berpikir
mencari remah rejeki di balik lusuhmu
meski tahu matahari hidupmu condong memerah padam

Ayah, kau begitu tenang,
lemah lembut, panjang sabar,
penuh cinta, rela berkorban,
tanggung jawab, penuh kasih,
suka memaafkan, pekerja keras,
bersinar dari tubuh lelahmu

Kau tak mengeluh dikala
sakit penyakit memagut tuguh letihmu
kau nampak tegar meski
senja hidup mau patah
bahkan kau tampil gemilang
saat Tuhan bilang
semuanya saat ini berakhir di sini
kau pun pergi dengan wajah senyum
selamanya

  1. Teruntuk Ayah Dalam Kenang

Ayah, kepergianmu menyisakan juta kenang,
menimbun segunung derai air mata
menggores luka kehilangan wajah lembut,
mematah seyum sukses yang baru saja
jadi mahkota di kepala buah hati

Ayah, kau berakhir saat pancar senyum nampak,
hidup terenggut kala sayap sayap mulai mengepak
dan hendak beterbang raih mahkota sukses, malah kau
tinggalkan kami seusai tanggung jawabmu selesai

Ayah, kami belum mampu seperti sayap sayap emasmu
namun kami berterimakasih
semua cinta dan pengorbanan,
segala yang terberi oleh Tuhan untukmu
dan kau warisi semuanya bagi kami

Ayah, maafkan kami bila
pikiran, tutur kata, tingkah yang tak sesuai di hatimu
maafkan segala cara hidup kami
maafkan sikap kami yang tidak berkenan,
maafkan kami ayah

Ayah, kami akan selalu mengingatmu
di setiap simpuh doa
agar belaskasih Tuhan menuntunmu
ke Surga
selamanya
dan harap jadi pendoa bagi kami
Amin

  1. Ayah Bagai Jembatan

Ayah, setiap musim tak menentu,
kukenang tenangmu semasih hidup
rindu hadirmu kembali
pada secuil tampak senyum
agar kita merajut asah di kedalaman

Ayah, hati ini seperti berada di persimpangan
karna sok kau secepat itu
pergi untuk selamanya
kami kehilangan dirimu yang penuh kasih

Ayah, jika kami tahu rahasia hidupmu
cerita kita seperti Tuhan penuh kasih
kami sungguh menyayangimu
namun kini hanyalah sebatas angan

Ayah, kaulah bintang cemerlang
membuka jalan damai bagi insan tengah beradu…
kau bagai jembatan hidup
dikala banjir bandang tiba

  1. Rindu Buat Ayah

Ayah, suatu ketika kita berjalan bersama
sambil bercerita tentang tembang kehidupan
kata-kata bijakmu tersembul
aku lelap di nada lembut suaramu

Ayah, segudang tulus di hatimu
aku merasa nyaman bersama
cerita indahmu tak lekang jaman
meski hidup bersama usai di telan belantara
namun taburan cintamu tetap bertumbuh terus….

Ayah, ingatan sangat terbatas
mata tak sanggup melihat semua kenang
sebab sungguh bijaks hidupmu
hanya air mata yang menghubung semuanya

Ayah, air mata pun tak cukup,
rindu jua tak cukup,
iman tangguh buatku abadikan wajahmu
meski kau nun jauh di Surga

  1. Ayah Seunik Pelangi

Bentangan hidup ayah tak habis dikisah
jalan kasihnya membekas di hati
prinsip hidupnya tak putus-putus
aura jiwa bagai emas murni

Cara hidup ayah seunik pelangi
senyap pada kata
sedap di tindak
tegas di hati
lembut berpenampilan

Sosok ayah begitu sederhana
namun realita hidup kaya cinta
dipandang sebelah, rendah
wibawa di medan kehidupan

Karakter ayah tak ribet
tak campuri masalah sesama
berpegang pada sabda
hidup menurut kehendak Ilahi

  1. Doa Buat Ayah

Tuhan, betapa aku mengasihi sang ayah
biarlah cintaku padanya menjadi subur
dalam doa dan kenang
bergaung seperti lonceng gereja
terdengar hingga di gendang telingaMu

Tuhan ijinkan aku berdoa
agar ayahku berada di pangkuanMu
biarlah dia bersamaMu
tak kenal ruang dan waktu

Tuhan, putihkan semua noda
seperti baju baru tanpa bintik hitam
ampunilah semua dosanya
dekap jiwanya dalam pangkuanmu
di Surga

Doa ini teruntukMu
tentang sang ayah, mohon doa kami melangit
Tuhan merestui
jadi pendoa bagi setiap sunyi mencekam

  1. Hadirmu Tak Diakui

Kau datang melalui sang Bunda
berwujud manusia tanpa noda
tanggalkan kenyamanan abadi
ke dunia berlumpur dosa

Hadirmu diramalkan para nabi
namun dunia tak memahami
mata tertutup realita palsu
lebih memilih ilah lain

Hadirmu tak diakui dunia
karna tampil sederhana
berpihak pada insan pinggiran
mau bergaul dengan kaum kecil

Dunia membenci
merendahkan adamu
tak mengakui kebesaran
karna tak seperti diharapkan
padahal Kau sang Pengasih

  1. Sang Mesias

Hikmah tingkah cemerlang
berjubah putih tiada jahitan
selempang sutra juru selamat
menenang debur samudera

Gagah berani bukan tandingan
namun mau seperti rakyat biasa
rendah hati sebening embun
menyejuk haus dunia

Tiada lelah mewarta
lumbung puisi menumpuk
tiada satupun dipahami
sabdaMu hanyalah hiasan semata

Kaulah sang mesias
yang dinanti pun dicari
namun dunia mengira…
meski setiap menit bersama
ada apa dunia ini….

Oleh: Nasarius Fidin

Penulis

Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan Maju, Warga Desa Tetap Haus Ada Yang Salah

    Pembangunan Maju, Warga Desa Tetap Haus: Ada Yang Salah?

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Nasarius Fidin
    • visibility 595
    • 0Komentar

    Sangat ironis. Jalan aspal yang memanjang, membelai rumah-rumah yang memanjang sepanjang desa, terlihat indah dan bagus di setiap lorong-lorong gang, tower Bakti atau BTS berdiri gagah di samping istana desa, dana miliaran rupiah digelontarkan setiap tahun. Tapi di saat yang sama, bapak dan ibu serta anak-anak di banyak pelosok masih harus jalan 2 km tiap […]

  • Rekonstruksi Model Kedisiplinan Siswa Terkait Rendahnya Kualitas Lulusan

    Rekonstruksi Model Kedisiplinan Siswa Terkait Rendahnya Kualitas Lulusan

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1.157
    • 4Komentar

    Di tengah persaingan global, peserta didik lebih cendrung melakukan hal-hal yang tidak penting dari pada upaya pengembangan kualitas diri. Kecanduan penggunaan hp/gadget di luar batas nalar yang membuat siswa tersebut lupa mendisiplinkan diri. Hal itu dilakukannya dengan tahu dan mau. Dia tahu bahwa sikap tidak disiplin dapat merugikan diri sendiri dan masa depannya, tetapi dia […]

  • Membangun Rumah Pembelajar

    Membangun Rumah Pembelajar

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 512
    • 0Komentar

    Dunia kerja masa depan tidak lagi memberikan penghargaan hanya pada “apa yang Anda ketahui” (pengetahuan tekstual), melainkan pada “apa yang bisa Anda lakukan dengan pengetahuan tersebut”. Jika rumah hanya menjadi tempat anak beristirahat dari hafalan sekolah, kita sebenarnya sedang menciptakan generasi yang memiliki ijazah tapi kehilangan kompas kehidupan. Membicarakan rumah sebagai pusat belajar adalah upaya […]

  • Kita Lulus Sekolah, Tapi Gagal Lulus Jadi Manusia

    Kita Lulus Sekolah, Tapi Gagal Lulus Jadi Manusia

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Kelulusan adalah moment yang dinantikan seseorang pada fase titik terakhir. Dulu waktu upacara, kita semua bangga, senang, dan bahagia. Toga dipakai, ijazah dipegang, orang tuan tepuk tangan meriah. Katanya kita sudah “lulus”. Tapi coba kita amati bersama di sekeliling kita sekarang, beberapa banyak sarjana yang tidak mau antre? Berapa banyak anak mendapat nilai tinggi dengan […]

  • Penerimaan Komuni Pertama di paroki Todo Antara Budaya Pesta dan Perayaan Ekaristi terlupakan

    Penerimaan Komuni Pertama di Paroki Todo: Antara Budaya Pesta dan Perayaan Ekaristi terlupakan

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 132
    • 25Komentar

    Todo – Pastor paroki Ratu Para Rasul dan St. Hendrikus Todo, RD. Urbanus Jatang, Pr menyampaikan perihal perayaan Sakramen Maha Kudus lebih mementingkan pesta pora daripada yang paling esensial. Kemeriahan dekorasi pesta, menu resepsi yang lezat, dan kado-kado terindah menjadi prioritas kerinduan sementara esensi Perayaan Ekaristi dilupakan. “Persoalan yang sering ditemukan adalah orang menomorsatukan pestanya […]

  • Merajut Asa, Menggapai Impian

    Merajut Asa, Menggapai Impian

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Langkah kecilnya tertatih, menyusuri setapak di pinggir hutan. Sepatu robek dengan kaus kaki lusuh dan usang. Wajahnya tetap ceria dengan sesunging senyum mengiring langkah. Bercengkerama dan bercanda ria bersama sahabat-sahabatnya, menyusuri setapak di tengah hutan dalam suasana ceria dan gembira. Bukan jalan aspal mulus berkendara sepeda motor apalagi mobil mewah. Itulah keseharian Agnes, seorang gadis […]

expand_less