Rupiah Digital Resmi Meluncur, BI Targetkan Efisiensi Transaksi Nasional
- account_circle admin
- calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bank Indonesia (BI) akhirnya merilis mata uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currency (CBDC) yang dinamakan Rupiah Digital. Peluncuran ini merupakan bagian dari Proyek Garuda yang bertujuan untuk memodernisasi sistem pembayaran nasional di tengah pesatnya adopsi aset kripto dan sistem pembayaran non-tunai. Rupiah Digital ini hadir dalam dua versi, yakni grosir untuk transaksi antarbank dan ritel untuk penggunaan sehari-hari oleh masyarakat luas.
Gubernur Bank Indonesia menyatakan bahwa Rupiah Digital memiliki status hukum yang sama dengan uang kertas dan logam, sehingga wajib diterima di seluruh wilayah NKRI. Keunggulan utamanya terletak pada keamanan teknologi blockchain yang digunakan, yang menjamin transparansi namun tetap menjaga privasi pengguna. Sistem ini juga memungkinkan transaksi dilakukan tanpa koneksi internet melalui fitur offline penyment, sebuah solusi bagi daerah terpencil.
Transisi ini diharapkan dapat menekan biaya cetak dan distribusi uang fisik yang mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya. Pihak perbankan dan penyedia jasa pembayaran (PJP) kini mulai mengintegrasikan dompet digital mereka dengan sistem BI agar masyarakat bisa menukarkan uang simpanannya menjadi Rupiah Digital secara instan. Pemerintah optimis inovasi ini akan mempercepat inklusi keuangan hingga ke pelosok negeri.
Penulis admin
Admin adalah anak kampung yang punya kerinduan untuk mengubah dunia dengan cinta, kebenaran dan kebijaksanaan melalui goresan-goresan bernas. Setiap detik tulisan pasti bernas. Admin akan selalu mempublis tulisan yang menyejukkan dahaga para pembaca. Kiranya teman-teman pembaca selalu hadir dan betah untuk menikmati setiap suguhan pena detikbernas.

Saat ini belum ada komentar