10 Puisi Terbaik Karya Nasarius Fidin
- account_circle Nasarius Fidin
- calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
- visibility 1.073
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi (Canva)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
- Kandas di Sebentang Dungu
Karyamu tak kenal pensiun
keilahian tersembunyi di balik nurani
tubuh kudus tak elok dipandang dunia
sedang Kau Maha dari setiap maha
Langit tunduk di hadapanMu
bumi ramah di dalam kebesaran
iklim menjinak
segalanya menyembahmu
namun dunia tetap tegar hati
Tingkah pongah mengotak atik sadar
ego menggiring rasio hingga benalu
kau kian memeluk dunia malah menjauh
cinta setiaMu dasyat meski entah…
Dunia gemar sesat sesaat
rindu berdiam di Surga
cara hidup bagai neraka
cita kandas di sebentang dungu
- Berkorban Karena Cinta
CintaMu luar biasa
melampaui segala yang ada
tak dapat ditampung
bahkan kitab sekalipun
Kau pribadi menembus jaman
ruang waktu tak mampu menghampiri
tak terjangkau semua mahluk
karna Kaulah Allah
Bahasa kehabisan kata
manusia tak mampu bendung cahya
Kau tak terberhingga
dari kekal hingga kekal
namun mau menjadi seperti manusia
KasihMu meriap riap
hingga rela menderita
dimahkota duri, disiksa, diludahi,
disiksa hingga di kayu salib
namun cinta ialah alasan
kau rela berkorban
- Kasih Kokoh
Sabda hidup sepanjang waktu,
kasih Allah segala abad,
Roh Kudus jalan hidup
Allah tujuan terakhir
Gemuruh guntur taat
bara panas jadi saksi
berlian cinta bertaburan
Kaulah yang terindah
Roh Kudus meniup
cinta mendunia
juru selamat manusia
hidup menuju kasih sukacita
Allah mengasihi
tidak memerhitung bintik hitam
memulihkan reruntuhan
jadi bangun kasih kokoh
- Bintang Permai
Hati ini merindu berlian
tuk diasah belaskasih
biar pijak ini digubah
adonan nalar, rasa, karsa
sajian terindah
Rindu menggebu sedari lama
riap kabut menganak di jalan
momen berbelok dari sudut sukma
tapak tapak terkapar tak berdaya
Mata berkaca pada cermin sunyi
mengoyak kelabu dunia temaram
memungut momen pihak
aku mau segudang ilmu
Rindu bergelut rencana terindah
di atas tratai kembang
mengukir simponi di setiap lembar puisi
jadi bintang permai
- Memilin Sutra
Di atas kabut ini kubermenung
menatap cakra kuning
memikir tapak hari depan
mewarnai belacu sutra
Titik minus bagai jeruji
memagari cita cinta
namun hati tak berdaya
selebar cerah terseret di bengawan
Bangkit mendidih di tengah gersang
membuka diri di hadapan kosong
harap berkat turun bag hujan
aku mau mandi berkali kali
Tuhan, aku mau memilin sutra
topi kuning buatanku sendiri
dalam rentang waktu yang pasti
agar senyum ini lengkap
- Di Ujung Pena
Suara berbisik di ujung pena
memapar senja yang malang
menelanjangi aib malam
pertanda pagi berjingkrak
Koyak malang di bola pena
membakar emas jadi rupawan
biar tidak ketinggalan jaman
berani ditempa jadi utuh
Kisah sanubari di gerak pena
mengisi halaman demi halaman
tinta juang tak kenal pudar
dunia tahu untaian bijak
Hapus air mata putus asa,
patahkan patah semangat
olah nalar dan iman teguh
berjuang sambil memeluk harap
- Lakukan Dengan Cinta Besar
Ingin kau berpijak pada langit
lewati selangit tantang
diamkan kasak kusuk sebibir sumbing
lakukan secuil demi secuil
segunung emas memoles tubuh
Tak usah menumpuk beban
tumpas kebut semalam
sebab raungan situasi tak menentu
siap sedia hadapi pelbagai kemungkinan
Menunggu muluskan nasib buntung
malas isyaratkan hidup malang
akan tahu kau sesal tiada guna
bila emasmu ditelan samudera
Tanam sadar menancap
proses menjadi butuh air mata
membuah mimpi jadi realita
mulai saja,
lakukan dengan cinta besar
dan semangat juang tinggi
- Pribadi Inspiratif
Basah basih menelanjangi diri
candaan tak bertuan berujung fatal
kekanak kanakan di mata penilai
kau tak disukai,
diremehkan, direndahkan
kualitas menjulang tak cukup….
Sebaiknya kau menimbun seni
seni mengenal,
seni memahami,
seni berelasi, berkomunikasi
seni merawat kualitas
seni berwibawa
seni mengasihi
Sesungguhnya kau fokus menuju
mengembangkan karunia
mengasah kemampuan
tampil profesional
wujud tanggung jawab
bentuk syukur kepadaNya
Jadilah pribadi inspiratif
menjadi magnet kualitas kasih
biar sukacita bertebaran
kemuliaan Tuhan jadi nyata
- Setangguh Sabda
Hidup ini tak cuma hidup
tak sekedar ada seadanya,
berjalanlah tau arah,
berhenti sejenak pada momen dan tempatnya
Jayalah hidup ini,
berpedoman pada Kitab Suci
sabda menjelma dalam ziarahmu
tuk benahi sukma bermuram durjana
dan meretas keluh menggebu
Baca kitab, dengarkan suara lembut
membaca ialah dengarkan Tuhan bersabda
biarkan ribuan butir cinta mengakar
bertunas hingga seperti pepohonan,
berbuah ranum
Berziarah dengan gagah berani
sebentang cinta menyatu jiwa
jangat takut
setangguh sabda membuka jalan
semuanya indah pada waktunya
Oleh: Nasarius Fidin
Penulis adalah penikmat sastra dan penyair senja
- Penulis: Nasarius Fidin

Saat ini belum ada komentar